Love Me, Please Doctor

Love Me, Please Doctor
Penghargaan



Alina yang dari tadi hanya diam, ia diam-diam merasa berterima kasih pada kakaknya itu. Eron bahkan sampai menunjukkan sosok yang berbeda demi melindunginya.


“Kak,” panggil Alina yang langsung mendapatkan tatapan dari Eron. Wajah kesal laki-laki itu hilang begitu urusan Hero pergi.


“Kenapa lihat-lihat?” kini wajah songong dan acuh Eron yang terlihat. Alina bahkan kesal dibuatnya saat melihat tatapan songong kakaknya itu.


“Baru tahu Kakak tampan hari ini,” kata Alina yang sebenarnya ingin berterima kasih atas belaan dari kakaknya itu.


Sayangnya Alina merasa gengsi dan keburu kesal dengan tatapan kakaknya yang justru kini terlihat songong saat menatapnya.


“Baru tahu ya? dari dulu Kakak itu memang tampan, bahkan sejak masih bayi, eh bukan! sejak masih dalam perut bahkan sejak masih berbentuk kecebong Kakak sudah tampan,” songongnya.


Alina yang mendengar itu hanya memutar matanya jengah, kenapa harus mengatakan itu sih! ini sama dengan membuat tingkat kesombongan kakaknya semakin bertambah.


“Eh tunggu! kata kamu hari ini Kakak tampan, memang hari biasa Kakak kayak gimana?”


“Kayak anak hilang yang nggak ke urus, nggak tahu siapa emak bapaknya,” jawab Alina acuh.


Ucapan Alina langsung membuat Eron merasa sangat kesal, ia ingin berdebat dengan adiknya tapi pembawa acara sudah mengungumkan bahwa akan memulai tahap inti yaitu penyebutan pemenang penghargaan.


“Hallo pemirsa semuanya, bagaimana kabar Anda hari ini? semoga kalian tetap semangat ya, karena kita akan ke acara intinya. Oh ya, perkenalkan semua, saya Jelita yang akan menjadi pembawa acara yang paling cantik, dan bersama rekan saya yang tampan ini yang tak lain adalah Bernard, kami akan membacarakan pemenang dalam acara ini,” kata wanita berambut sedikit pirang dengan senyuman yang mempesona.


“Oh ya, seperti yang diketahui jika pemenang dari penghargaan ini adalah orang yang terpilih oleh orang-orang penting dan melalui vote, selain itu semuanya ini juga melalui tahap seleksi panjang,” laki-laki bernama Bernard itu mulai menjelaskan.


“Tanpa menunggu lama lagi kita akan panggil salah satu pemenang penghargaan untuk wanita dengan kepedulian dan jiwa sosial yang tinggi. Mari kita semuanya sambut wanita itu, dia adalah ....”


Deg'


Para penonton seolah sedang menunggu siapa orang itu, mungkin bagi beberapa orang penting sudah tahu siapa mereka, tapi bagi yang lainnya itu masih sangat rahasia, bahkan si pemenang undangan istimewa itu tidak tahu penghargaan apa yang akan di dapat oleh mereka nantinya.


“Nyonya Belvita, silahkan datang ke tempat ini,” kata wanita bernama jelita itu.


Belvita yang mendengar itu bahkan tak percaya ia akan mendapatkan penghargaan itu, kebaikan apa yang di maksud? perasaan dirinya tidak pernah melakukan kebaikan apapun.


“Hahaha sepertinya nona Belvita lupa, delapan tahun yang lalu saat Anda berusia enam belas tahun, Anda menyelamatkan seorang pria tua dalam kondisi yang nyaris sekarat. Tanpa Anda tahu jika orang itu adalah orang penting,” jelas jelita.


Tak lama laki-laki tua itu datang.


“Saya benar-benar merasa berterima kasih pada Anda, karena berkat Anda saya selamat. Anda adalah wanita baik yang bahkan rela mengeluarkan tabungan milik Anda demi menolong saya yang berpakaian lusuh karena habis dirampok,” kata orang itu.


Sebenarnya salah satu alasan acara ini di adakan, itu tak lain adalah bentuk terima kasih dari orang yang pernah di tolong, salah satu orang yang mengajukan agar Belvita mendapatkan penghargaan itu tak lain adalah pria tua itu, meskipun Belvita harus melalui seleksi hingga kehidupannya itu kadang di sorot diam-diam saat berada di luar, itu tak lain demi bisa memastikan bahwa penghargaan itu tetap sasaran.


Belvita yang mendengar itu hanya diam dan tak mampu mengatakan apa-apa. Hingga pria tua itu tersenyum secara lebar.


Belvita tidak mengatakan apa-apa lagi, sedangkan Bian yang melihat Belvita telah duduk dengan membawa piala itu, ia hanya diam tak mengatakan apapun.


Bian tidak tahu jika Belvita seluar biasa itu, sampai ada beberapa video dan foto mengenai kebaikan Belvita yang sengaja di tampilkan sebagai bukti.


“Untuk Nona Belvita sekali lagi kami ucapkan selamat. Dan untuk pemenang penghargaan selanjutnya itu adalah ....”


Tatapan jelita kini menatap ke arah Bian yang tak lepas dari Belvita yang hanya diam. Bian sepertinya merasa penasaran dengan sosok Belvita yang ia acuhkan.


“Tuan Abian Angkasa, dari keluarga terhormat Angkasa,” kata jelita yang langsung menyadarkan laki-laki itu.


Bian akhirnya maju dengan langkah panjang miliknya, tidak seperti Belvita yang tidak mampu mengatakan apapun saking tak percayanya dia mendapatkan yang namanya penghargaan.


Kini di depan podium yang dihadiri para orang-orang hebat, Abian menerima penghargaan sebagai kepala rumah sakit termuda dengan tingkat kepedulian yang sangat tinggi.


Bahkan kebijakan rumah sakit Angkasa yang berhasil bekerja sama dengan para investor telah membantu banyak orang.


“Iya, ini suatu penghargaan yang luar biasa untuk saya. Saya akan melakukan yang terbaik lagi,” kata Abian yang hanya mengatakan kata-kata singkat.


“Untuk penghargaan berikutnya akan diberikan pada perusahaan Sanjaya. Berkat bantuan yang sangat berguna membuat banyak kemajuan di negara ini.”


Sambutan untuk perusahaan itu memang masih meriah, tapi tingkat penasaran publik sudah rendah karena sudah menebak bahwa perusahaan itu yang pastinya memenangkan penghargaan itu.


Begitu pun dengan penghargaan untuk Hero, karena sudah bisa di tebak maka orang-orang tidak terlalu terkejut lagi.


Dan kini, untuk penghargaan terakhir akan di berikan pada seseorang yang benar-benar sangat di nanti oleh hampir semua yang hadir di sana.


“Nona Alina, silahkan Anda maju ke depan. Selamat untuk Anda yang mendapatkan penghargaan sebagai orang yang berjasa pada anak-anak,” kata jelita.


Penghargaan untuk Alina karena Alina bisa membuat salah satu anak yang berbakat seperti Caca menjadi lebih ceria dan semangat lagi.


Bukan hanya itu, banyak anak-anak yang mengalami trauma dan sangat susah untuk di dekati menjadi lebih terbuka saat bersama dengan Alina.


“Berkat Anda, para anak-anak yang berprestasi bisa kembali hidup seperti biasa,” kata Bernard.


Meskipun Alina ingin maju ke depan, tapi ia tak sanggup untuk menaiki tangga yang ada di sana.


Hingga tanpa di duga, Hero mewakili Alina mengambil penghargaan itu dengan menegaskan bahwa dirinya adalah suami Alina.


Entah berapa wanita yang patah hati dengan kebenaran itu, yang jelas hari penghargaan itu bagaikan hari yang paling buruk bagi para penggemar berat Hero.