Love Me, Please Doctor

Love Me, Please Doctor
Mendapat penghargaan?



Beberapa hari kemudian.


Akhirnya waktu yang tertera di undangan itu tiba, dan Alina tidak menyangka jika dirinya di undang ke sebuah acara televisi penghargaan.


Penghargaan ini bukanlah penghargaan biasa, karena orang yang mendapatkan penghargaan adalah orang yang terpilih.


Seperti dokter terhebat yang ada di negara itu, Hero bahkan selalu mendapatkan penghargaan sebagai dokter termuda dan berbakat selama tiga tahun berturut-turut.


“Kamu di undang ke acara itu?” tanya Eron yang tak menyangka jika Alina akan mendapatkan undangan bertabur berlian di sana.


Padahal undangan yang bertabur berlian hanya ada sekitar 5 undangan saja. Dan itu pastilah orang-orang terhormat, kebanyakan dari orang yang mendapatkan undangan itu adalah pemenang penghargaan di acara tersebut.


Tidak seperti penghargaan biasanya, penghargaan yang di selenggarakan setiap tahun ini adalah penghargaan untuk orang yang bekerja di bidang selain artis.


Seperti halnya Hero yang pernah mendapatkan medali penghargaan karena setiap operasi yang dilakukannya selalu berhasil dan tidak pernah gagal.


“Kakak juga di undang ke acara itu 'kan?” tanya Alina yang langsung di tunjukkan undangan milik kakaknya ke hadapannya langsung.


“Dapat sih, tapi undangannya yang berwarna emas bukan yang ada berlian kayak kamu,” kata Eron yang ingin sekali memenangkan penghargaan di acara bergengsi itu.


“Memang apa bedanya?” tanya Alina penasaran.


Jujur saja Alina tak pernah hadir di acara seperti itu, selain karena keluarganya yang sangat posesif dan terlalu melindunginya, Alina juga tidak menyukai acara-acara seperti itu.


Baginya, popularitas bukanlah hal yang menyenangkan, dimana setiap saat apa yang akan kita lakukan akan selalu di pantau.


Sepertinya halnya Hero dan keluarganya, beruntungnya mereka memiliki sistem dan penjagaan yang kuat.


“Dasar! makanya jangan kebanyakan tidur, kamu itu tidak tahu apa, jika undangan yang kamu dapat ini adalah undangan yang paling diinginkan banyak orang, dari pejabat bahkan pengusaha dan orang-orang yang bekerja di bidang berbeda,” kata Eron dengan suara yang terdengar kesal.


“Aku 'kan di luar negeri kak, lagipula aku bakal lebih memilih untuk menonton film ataupun berita tentang tempat aku tinggal saat itu,” jawab Alina yang tidak ingin kalah.


Eron yang mendengar itu hanya menghembuskan nafasnya pelan, ia mengacak-acak rambut adiknya dengan kesal tapi penuh dengan rasa sayang.


“Iya ya, Kakak yang salah. Apa yang kamu katakan itu benar. Ya sudah kami tunggu saja sampai nama kamu dipanggil, kita akan tahu penghargaan apa yang akan kamu dapatkan nanti,” kata Eron.


Bukan hanya Eron dan Alina yang sudah mendapatkan undangan itu, tapi Abian atau kerap dipanggil Bian juga mendapatkan penghargaan itu.


*****


Alina yang sudah berdandan dengan rapi, ia akhirnya keluar dari kamarnya. Dari tempatnya ia bisa melihat jika kedua kakaknya sedang mengobrol, ada Belvita juga di sana.


“Hey Bel, kamu mau ke sana juga?” tanya Alina yang langsung semangat saat tahu jika Belvita mendapat undangan juga.


“Entahlah, aku tiba-tiba mendapatkan undangan ini,” kata Belvita yang langsung menunjukkan undangan miliknya yang sama persis dengan Alina.


“Hal luar biasa apa? aku nggak pernah melakukan kebaikan apa-apa,” kata Belvita yang berfikir dengan keras.


“Sudahlah, ayo kita berangkat,” kata Bian yang pada akhirnya diangguki oleh yang lainnya.


Mungkin diantara ke empat orang itu yang kini terlihat tidak semangat hanya Eron, bagaimana tidak, kakak dan adiknya mendapatkan undangan istimewa.


Eron kita jika Belvita setidaknya mendapatkan sebuah undangan yang berpola emas sepertinya, tapi nyatanya dugaannya itu salah.


Belvita justru mendapatkan undangan yang jauh lebih baik darinya. Dan itu membuat dirinya merasa tidak semangat karena tidak mendapatkan undangan yang sama seperti ketiga orang lainnya.


“Sudahlah Kak, masih ada kesempatan tahun depan bukan? jangan seperti anak kecil yang merajuk,” kata Alina yang sebenarnya tidak berniat mengejek.


Eron yang tahu itu hanya mengangguk.


“Oh ya, kenapa Papah dan Mamah tidak ikut ke acar itu juga Kak?” tanya Alina heran saat melihat jika hanya dirinya dan kakak-kakaknya yang akan pergi ke acara tersebut.


“Papah dan Mamah di undang kok ke acara bergengsi itu, cuman mereka sibuk dan tidak bisa hadir di sana. Mamah bahkan tahu jika kamu mendapatkan sebuah undangan istimewa, jadi Mamah hanya menitipkan semangat untuk kita,” bukan Bian atau Eron yang kini berbicara, melainkan Belvita yang berada di samping Bian yang sedang menjelaskan.


Alina yang mendengar itu hanya mengangguk tanda paham, ia tidak bertanya lebih jauh lagi. Alina hanya fokus pada Eron yang sepertinya ingin memenangkan penghargaan itu.


“Kak, tenanglah ..., mungkin saja hanya undangan kami saja yang istimewa, tapi belum tentu aku akan mendapatkan penghargaan di acara itu. Lagipula itu tidak mungkin! Alina tidak pernah merasa pernah melakukan hal yang luar biasa,” kata Alina yang langsung mendapatkan tatapan dari Eron.


“Tapi Kakak yakin jika kamu akan mendapatkan salah satu penghargaan yang ada di sana. Kamu tahu? acara ini sangat di dukung oleh pemerintah dan juga para investor dari berbagai negara. Karena selain bertujuan untuk memotivasi agar kita bekerja lebih baik, ada juga hadiahnya,” kata Eron yang langsung mendapatkan helaan panjang dari Alina.


“Jadi yang Kakak inginkan cuman hadiah? atau piala penghargaan itu? jika Kakak ingin semuanya akan Alina berikan,” kata Alina yang langsung mendapat dengusan dari Eron.


“Bukan begitu, kalau kamu kasih hadiah itu pada Kakak, tidak ada rasa bangga sama sekali dalam diri Kakak ini,” kata Eron yang langsung mendapatkan cubitan keras dari Alina.


“Jadi mau Kakak apa sih?” tanya Alina yang kini mulai kesal. Beruntungnya sebelum Eron dimarahi oleh Alina yang sedang kesal, Bian mengatakan jika mereka sudah sampai di tempat acara.


Alina yang sedang hamil di bantu oleh kakaknya untuk turun, dan begitu Alina melihat stadion yang ada di depannya, ia bahkan terpukau.


Berapa besar skala acara penghargaan ini? Alina yakin bahkan akan ada banyak media di dalam nanti, dan mungkin berita hari ini akan di penuhi dengan siapa pemenang penghargaan tahun ini.


Negara tempatnya tinggal juga termasuk negara yang hebat dan luar biasa, tidak menutup kemungkinan jika banyak media dari luar negeri yang datang untuk bisa meliput.


“Kamu tahu? penghargaan ini sangat di nanti oleh hampir semua orang. Bahkan tak jarang jika akan ada banyak orang-orang yang berpura-pura baik ataupun sekedar melakukan hal luar biasa untuk mendapatkan penghargaan ini,” jelas Eron yang kala itu membantu adiknya untuk masuk.


“Berarti hebat dong si pembuat acara sekaligus orang yang memilih siapa yang mendapatkan penghargaan ini, katanya dia punya mata yang jeli dan tahu siapa yang berpura-pura dan siapa yang tulus,” ungkap Belvita dengan tatapan penuh kekaguman sambil menatap ke arah sekitar.


“Begitulah, karena ini bukan hanya sekedar vote biasa saja. Tapi juga terdapat bukti dan rekaman dari siapa pemenang penghargaan itu sendiri. Entahlah, aku tak tahu bagaimana caranya mereka bisa mendapatkan bukti itu, tapi katanya bukti itu di dapat saat kerja.”