Love Me, Please Doctor

Love Me, Please Doctor
Maaf Alina...



Setelah mendengar kebenaran itu, tangan Hero mengepal dengan kuat. Ia bergetar entah saking marahnya atau saking tak percayanya.


“Kenapa Bunda baru mengatakan kebenaran ini sekarang?” tanya Hero pelan.


Sepertinya Hero sedang memanah rasa tak percayanya itu. Ia antara percaya dan tidak percaya, di satu sisi Hero selama ini hanya mengetahui jika surat yang selalu menyemangati dirinya adalah surat dari Alicia, yang tak lain si pengagum rahasianya.


Tapi mana mungkin ibunya sendiri berbohong?


“Awalnya setelah pernikahan kamu dengan Alina berlangsung bunda akan mengatakan kebenarannya pada kamu, tapi Alina melarang, ia ingin kamu bisa mencintainya bukan karena rasa terima kasih atas surat itu. Alina hanya ingin kamu bisa mencintainya karena orang itu adalah Alina,” jelas Hanny menjeda sejenak ucapannya itu.


“Beberapa kali bunda berniat untuk menjelaskan ini semua pada kamu, tapi karena kesibukan kamu, bunda bahkan tidak memiliki kesempatan untuk berbicara lebih dari 15 menit dengan kamu. Apalagi terakhir kali saat Alina meminta maaf pada bunda karena ia ingin bercerai dari kamu, dia meminta agar bunda tidak usah mengatakan kebenaran ini sampai kapanpun. Dia ingin jika ini hanya akan menjadi masa lalu,” jelas Hanny lagi.


Jika ada diposisi Alina, Hanny bahkan tidak bisa membayangkan. Betapa marah dan kesalnya Alina.


Sahabat baik yang sangat dipercayainya ternyata mengkhianatinya, bukan hanya itu, Alina bahkan tidak tahu harus menanyakan alasan mengapa sahabatnya itu bisa mengkhianatinya.


Bagaimana Alina bisa bertanya jika sahabatnya telah meninggal? siapa yang harus Alina salahkan?


“Jadi Alicia selama ini berbohong?” tanya Hero pada dirinya sendiri.


Rasa sayang dan terima kasih Hero pada Alicia selama ini nyata. Hero bahkan sangat peduli dan menjaga wanita itu.


“Mungkin memang benar jika Alicia adalah pengagum rahasia kamu selama ini. Bunda ingat kamu sangatlah terkenal sejak SMP hingga kuliah. Apa kamu tidak ingat jika tempat sekolah kamu dan Alina serta Alicia hampir di lokasi yang berdekatan?”


Memang benar Hero dan Alina serta Alicia bersekolah di sekolah favorit yang ada di negaranya. Sekolah dengan fasilitas yang sangat lengkap.


Bahkan saking lengkapnya sekolah itu, SMP, SMA, dan tempat kuliah hampir berada di lokasi yang sama. Dan itu sama-sama merupakan sekolah dan tempat kuliah favorit.


Mungkin saja, karena sejak SMA Hero sudah populer dikalangan anak SMP hingga kuliahan, jadi bisa saja Alicia juga salah seorang pengagum berat Hero.


“...”


Hero terhanyut ke dalam lamunannya sendiri, ia hanya diam dan tidak mengatakan apapun lagi.


Hal ini terlalu mengejutkan untuk dirinya, ia bahkan tidak menyangka akan mendapatkan kenyataan yang seperti ini.


Jadi surat yang selama ini menjadi alasan utama dirinya bisa mengenal Alicia itu tak lain adalah surat dari Alina?


“Bunda tahu jika hal ini adalah hal yang sangat mengejutkan untuk kamu, bunda dapat memaklumi hal itu,” ucap Hanny sambil menepuk bahu anaknya.


Hanny memilih untuk keluar dan membiarkan anaknya menenangkan pikirannya. Hanny entah kenapa merasa jika dirinya harus mengatakan kebenaran itu, ia tahu jika hal ini bukanlah moment yang tepat untuk dia ceritakan.


Tapi Hanny merasa tidak sanggup lagi untuk menyimpan semua kebenaran ini.


Hanny hanya berharap jika nanti Alina sadar, Hanny harap Alina tidak akan membenci dirinya karena telah mengatakan kebenaran ini.


Kebenaran yang sejak lama telah Alina sembunyikan dari Hero. Jika ditanya mengapa Alina menyembunyikan kebenaran itu?


Maka jawabannya tak lain karena Alina tidak ingin jika dirinya dicintai oleh Hero karena laki-laki itu merasa berterima kasih padanya.


Alina hanya ingin Hero mencintai Alina dan menatap Alina tanpa perlu merasa berterima kasih.


*****


Di ruang operasi.


Hero yang kini sudah mengenakan pakaian operasi miliknya, ia hanya menatap lekat wajah istrinya yang terlihat pucat.


Hatinya benar-benar terenyuh dan tidak berdaya saat ia melihat itu semua. Segala pujian dan juga penghargaan yang telah Hero raih rasanya tak pantas ia terima.


Saat ini, Hero benar-benar merasa takut untuk menjalankan operasi istrinya.


Hero tahu jika dirinya selama ini selalu akan bersikap profesional dan tak pernah merasa kesulitan sekalipun kemungkinan orang yang ia operasi sangat kecil untuk selamar.


Tapi untuk saat ini? entahlah ...


Hero benar-benar merasa yang namanya takut kehilangan. Jikapun ada kemungkinan dirinya bisa menyelamatkan istrinya, lantas apa yang akan ia katakan pada istrinya jika dirinya tidak bisa menyelamatkan anak mereka?


“Alina, maaf.”


Hero menatap ke arah Alina dengan tatapan sayu. Ini pertama kalinya dalam hidupnya Hero dirinya merasa tak berguna dan tak memiliki keberanian dalam hidup.


Sementara itu.


Di tempat keluarga Alina.


Antonio yang masih tidak bisa menerima kenyataan jika kini ia harus memilih antara keselamatan anaknya atau cucunya itu, ia hanya duduk dengan tatapan kosongnya.


Kadang Antonio akan menatap ke arah Bian seolah ia masih menyalahkan anaknya itu.


Selama ini, Antonio selalu mendengarkan dan setuju apapun yang Bian katakan. Karena dia tahu apapun yang dilakukan oleh Bian itu karena Bian selalu memikirkan kebaikan untuk Alina.


“Jika saja aku tidak setuju dengan keputusan Bian, mungkin Alina saat ini masih bersama dengan kita.”


Kata-kata Antonio seolah menyiratkan keputusasaan dan ketakutan akan terjadi sesuatu yang buruk pada Alina. Meskipun semuanya telah sepakat jika akan lebih memilih menyelamatkan Alina dibandingkan bayinya, tapi bagaimana respon Alina nanti?


“Pah, aku tahu Papa sedih dan menyalahkan diri Papa karena hal ini, tapi kita juga tidak bisa berbuat apa-apa. Ini sudah terjadi, yang bisa kita lakukan hanyalah berdoa demi kebaikan Alina,” kata Eron.


Sebisa mungkin dia berusaha untuk menguatkan keluarganya.


Eron tahu jika dirinya selama ini terlihat seperti kakak yang kurang dewasa bahkan terkesan kekanak-kanakan. Tapi ia juga sangat-sangat menyayangi Alina.


Eron juga selama ini sama seperti Bian, diam-diam akan selalu melindungi Alina. Bahkan tanpa Alina ketahui alasan kenapa Alina hanya memiliki sedikit teman itu karena Eron.


Dia menyingkirkan banyak teman Alina yang mungkin akan menjadi masalah ataupun musuh ke depannya.


'Jauhi Alina maka akan aku berikan kamu uang'


Itu kata yang selalu Eron katakan pada setiap orang yang berusaha mendekati Alina dan memanfaatkan Alina tanpa Alina sadari.


Alasan Eron mengatakan itu tak lain untuk mengetes dan menguji apakah mereka tulus atau tidak.


Untuk Alicia, Eron rasa wanita itu tulus. Tapi untuk alasan dia merebut Hero Eron sendiri tidak tahu.


Maka itu saat Bian memutuskan Alina untuk keluar negeri dirinya setuju karena tahu dengan maskud Abian yang telah mengetahui hubungan percintaan Hero dan Alicia waktu itu.