
Hero, laki-laki yang akan selalu mendapatkan perhatian dari banyak orang entah apapun yang sedang dilakukan oleh laki-laki itu.
Kini tatapan mata Hero tak lepas dari wajah Alina yang terlihat tidak menyadari kehadirannya. Hero seringkali mendapatkan penghargaan dari acara ternama, bukan di negara ini saja, bahkan sejak sekolah dasar banyak penghargaan yang ia raih.
Itulah mengapa Hero kadang bersikap biasa saja saat dirinya mendapatkan penghargaan. Baginya sebuah penghargaan bukanlah hal yang luar biasa.
“Ayah, Bunda ikut ke sini 'kan?” tanya Hero yang langsung diangguki oleh ayahnya itu.
Perusahaan Hero yang dikenal dengan nama Sanjaya, adalah perusahaan yang sudah sering memenangkan penghargaan sebagai perusahaan dengan kemajuan serta perkembangan yang luar biasa.
Padahal itu semua tak lain karena kontribusi dari Hero, tapi sayangnya masyarakat hanya tahu jika orang yang berjasa dalam perusahaan itu adalah Bram, ayah dari Hero sendiri.
“Tentu, Bunda tidak akan mungkin bisa melewatkan ini. Kamu tahu 'kan Alina juga di undang ke sini? jadi tidak mungkin Bunda melewatkan kesempatan untuk bertemu dengan Alina,” kata Bram yang hanya diangguki oleh Hero.
Tak lama Hanny datang dengan wajah semangatnya, ia duduk dengan pandangan yang terus menatap ke arah Alina.
Tidak bisa dikatakan betapa semangat dan senangnya Hanny saat ini, meskipun Hanny berusaha untuk bisa menemui Alina, tapi sepertinya Alina juga sedikit menjaga jarak dengannya.
“Menantu Bunda sangat luar biasa, dia bahkan mendapat penghargaan di acara bergengsi ini.”
Meskipun Alina belum di umumkan sebagai pemenang dalam salah satu penghargaan ini, tapi berita mengenai siapa yang mendapatkan undangan berlian itu sedikit bocor, dan salah satu yang bocor itu adalah Alina yang tidak sengaja terfoto oleh paparazi saat dia menerima undangan dari pengasuh sekaligus Tante Caca.
“Iya, Alina sangat luar biasa Bunda,” ungkap Hero yang tak melepaskan tatapannya dari Alina.
Hero yakin banyak hal yang luar biasa yang Alina telah lakukan tanpa sepengetahuan dirinya. Dan Hero saat ini sedang mencari lebih jauh tentang sosok Alina.
“Kamu harusnya menyesal karena telah mengabaikan sebuah berlian hanya demi sebuah mawar berduri,” kata Hanny.
“Bunda tolong jangan bahas Alicia, jangan bicara buruk lagi tentang dia. Biarkan dia meninggal tenang di sana,” kata Hero yang hanya mendapatkan tatapan acuh dari Hanny.
“Peduli amat sama dia, kamu tidak tahu apapun tentang sosok wanita itu. Percayalah saat kamu tahu lebih jauh, kamu akan menyesal nantinya. Ingat ya! Bunda tidak akan membantu kamu lebih jauh. Kamu yang harus berusaha sendiri untuk mendapatkan hati Alina,” acuh Hanny yang hanya mendapatkan helaan nafas Hero.
Hero mungkin terdengar masih belum bisa melupakan Alicia yang tak lain adalah cinta pertamanya yang telah meninggal itu. Tapi meskipun begitu, Hero sadar jika dirinya sudah merelakan kepergian Alicia.
Sekalipun saat ini ada Alisa yang merupakan kembaran Alicia, tapi Hero yakin jika perasannya sudah tertuju pada Alina.
Sayangnya wanita itu sudah muak dengannya, wanita itu bahkan tidak ingin bertemu dengan dirinya. Hingga Hero sadar jika ia harus berusaha lebih kuat lagi untuk bisa bersama dengan istri dan anaknya itu.
“Sudahlah Bunda, lebih baik kita fokus pada acara ini saja. Lebih baik kita lihat pertunjukan yang ada di depan kita saat ini,” kata Bram.
Sayangnya karena rasa iri seseorang, ia akhirnya memilih keluar, tapi meskipun begitu perusahaan Sanjaya selalu menjadi perusahaan dengan banyak penghargaan.
Sementara itu.
Alina yang merasa sedang di tatap oleh seseorang dari jarak jauh itu, ia pun langsung menoleh, dan begitu pandangannya itu diarahkan pada orang yang sedang menatapnya saat ini, Alina akhirnya tahu jika orang yang menatapnya tanpa berkedip itu adalah Hero.
“Kak, kenapa ada dia?” tanya Alina yang langsung di respon oleh Eron. Eron langsung menatap Hero sinis dan tidak suka.
“Menyebalkan! laki-laki brengsek itu ada dimana-mana. Meskipun harus Kakak akui jika dia adalah laki-laki brengsek tapi tergolong elit, tetap saja hal itu membuat Kakak kesal dibuatnya!” kata Eron.
Eron bukan tidak tahu jika Hero adalah laki-laki yang sangat berbakat. Jika saja Hero tidak pernah sekalipun menolak dan menyia-nyiakan Alina, mungkin ia orang pertama yang akan mengagumi Hero yang menjadi adik iparnya.
“Aku dengar dia memang sering ada di sini. Lebih tepatnya di acara seperti ini, hampir tiga tahun berturut-turut ia mendapatkan penghargaan ini.”
Penjelasan dari kakaknya Eron tidak juga membuat Alina puas. Ia ingin penjelasan yang lebih detail lagi.
“Dia selalu mendapatkan penghargaan sebagai dokter termuda dan paling berpengaruh. Karena operasinya tidak ada yang pernah gagal dan selalu mencapai keberhasilan yang nyaris sempurna bahkan di saat melakukan operasi dengan tingkat keberhasilan itu sangatlah tipis. Jadi bukan rahasia umum lagi kenapa laki-laki seperti itu ada di sini,” kata Eron menjawab dengan malas.
“Oh,” respon Alina yang tak terduga berhasil membuat Eron langsung menatap ke arahnya dengan tatapan mata yang tidak percaya.
“Kamu,” sebelum Eron melanjutkan ucapannya itu, tiba-tiba datang seseorang yang menghampiri mereka.
“Ada apa?” tanya Eron dengan tatapan waspada dan tak suka. Ia melipat kedua tangannya di dada sebagai bentuk intimidasi.
“Tuan Hero ingin bertemu dengan Nona Alina,” kata orang yang tak lain di utus oleh Hero.
“Katakan Alina sibuk! berani sekali dia meminta wanita yang tengah hamil untuk menemui dirinya. Memang dia itu siapa? sehebat apapun dia, tidak ada yang bisa memperlakukan seorang wanita seperti ini! apalagi wanita itu adalah adik saya!” acuh Eron dengan mata tajam yang muncul saat itu juga.
Sosok yang biasanya terlihat ramah dan sedikit pecicilan itu, kini justru menunjukkan sosok galaknya itu, ia kini sedang melindungi adiknya dari laki-laki yang menurut dirinya itu tak pantas bersama dengan adiknya.
“Tuan Hero tidak meminta Nona Alina untuk datang menemuinya, tapi Tuan Hero meminta izin untuk bisa menemui Nona Alina secara langsung,” jelas orang itu lagi. Ia sedikit menunduk hormat sebagai bentu sopan santun dan rasa hormat.
“Bukankah sudah aku katakan jika Alina sibuk? beri tahu saja Tuan kamu untuk urus hidupnya sendiri. Jangan sok peduli lagi! kemana saja dia selama ini?! Alina jelas berusaha keras demi laki-laki seperti itu! dengan tidak tahu dirinya dia berani mengabaikan adikku yang berharga ini,” kata Eron pelan tape suaranya terdengar tajam.
Hero dari kejauhan bahkan tahu jika Eron tak memberi dia izin untuk bisa menemui Alina. Lalu respon Alina sepertinya sama, ia enggan bertemu dengannya.