
Keanu menyelesaikan pekerjaan dari Derex dalam waktu kurang lebih satu bulan.
Sebenarnya pekerjaan inti dari Derex telah ia selesaikan dalam waktu beberapa hari saja, namun Derex selalu ada saja cara untuk mengganggunya. Padahal Keanu bekerja sambil mempersiapkan acara pernikahan nya dengan Viandra.
"Tuan, hari ini aku harus pergi ke rumah calon istri ku." Ucap Keanu serius namun Derex tampak meremehkan.
Baginya Keanu terlalu budak cinta, padahal ia tidak sadar dirinya sendiri juga kini sangat budak cinta pada Alice.
"Baiklah. Aku akan ikut." Ucap Derex datar.
"Untuk apa?" Tanya Keanu bingung.
"Untuk menjadi wakil mu. Apa kau lupa? Kau sudah tidak punya keluarga lagi." Ucap Derex ketus.
Keanu sejenak tampak berpikir.
Keanu mengangguk mengiyakan perkataan Derex.
"Aku ingin lihat siapa perempuan yang dengan cepat bisa menghapus rasa cinta mu pada little." Ucap Derex lagi.
Keanu hanya tersenyum kaku, tidak tahu harus bereaksi seperti apa.
Mereka pun berangkat menuju ke kediaman Aninston.
Satu jam perjalanan akhirnya mereka sampai di kediaman Aninston.
Fuh
Keanu menghembus nafas kasar karena gugup.
Keanu melangkah masuk diikuti Derex dari belakang.
"Aku tampak mengenal rumah ini." Batin Derex memperhatikan setiap sudut rumah itu dan segala isi didalamnya.
Keanu memang belum bercerita kalau calon istri nya adalah putri dari kerabat Derex.
"Sayang kau datang?" Ucap Viandra lembut dan langsung melangkah masuk kedalam pelukan Keanu.
Keanu tersenyum dan memeluk erat Viandra.
Cukup lama saling berpelukan.
"Sayang, ini atasan ku Tuan Derex. Tuan Derex ini calon istri ku Viandra." Ucap Keanu memperkenalkan kedua orang tersebut bergantian.
"Kau?" Ucap Derex kaget saat melihat Viandra.
"Tuan mengenal Viandra?" Tanya Keanu bingung.
"Um..dulu saat Alice masih koma, aku hampir menikahi nya." Ucap Derex ragu.
Keanu terbelalak tak percaya mendengar perkataan Derex.
"Ah, itu sudah berlalu." Ucap Viandra tak ingin membahas masa lalu.
"Tidak sayang, kau harus ceritakan pada ku agar aku tidak salah paham." Ucap Keanu kembali memeluk Viandra posesif.
Keanu cemburu pada atasan nya sendiri.
"Baiklah. Nanti aku akan ceritakan pada mu. Tapi sekarang Dad ingin bertemu dan sudah menunggu di ruangan nya." Ucap Viandra menggenggam tangan Keanu lalu menariknya agar mengikuti nya menuju ke ruang kerja Aninston.
"Dunia ini ternyata sempit." Batin Derex memperhatikan keromantisan Keanu dan Viandra dari belakang.
"Dad, Keanu is here." Ucap Viandra sambil membuka pintu ruangan kerja Ayahnya.
Aninston yang sedang sibuk membaca dokumen pun menghentikan kegiatan nya sejenak.
Aninston tersenyum pada sepasang kekasih itu, lalu matanya menangkap keberadaan Derex dibelakang mereka namun tidak terlihat jelas.
"Kau membawa siapa?" Tanya Aninston menyelidik.
Keanu melepaskan genggaman tangan nya dari Viandra.
"Ini Tuan Derex Dad. Aku rasa Dad pun sudah mengenalnya." Ucap Keanu menghampiri Derex yang berada di belakang nya.
"Tuan Aninston?" Tanya Derex kaget lagi.
"Hoho Derex. Sudah lama tidak bertemu dengan mu dan kau semakin tampan saja." Ucap Aninston antusias menghampiri Derex dan memeluk nya.
Derex membalas pelukan Aninston tak kalah erat, kedua sahabat itu saling melepaskan rindu.
"Aku tidak menyangka Viandra adalah putri mu." Ucap Derex setelah melepas pelukan nya dari Aninston.
Aninston tertawa kecil.
"Apa kau merasa sedang dipermainkan oleh tangan kanan mu? Atau oleh takdir?" Tanya Aninston menuntun Derex untuk duduk di sofa.
Viandra memesan beberapa cangkir minuman menggunakan sambungan telepon pada pelayan dirumah nya.
"Jadi, apa kau sudah yakin untuk melepaskan Keanu untuk ku?" Tanya Aninston menggoda Derex.
"Aku tidak akan melepaskannya Tuan. Lebih baik dia melajang seumur hidup nya daripada aku harus bekerja sendirian." Sarkas Derex dan mendapat tatapan tajam dari Keanu.
"Haha santai man. Kau tidak boleh seperti itu. Keanu adalah seorang pria dewasa yang mempunyai hasrat yang harus diluapkan." Ucap Aninston seolah membujuk Derex, tapi lebih tepatnya ia hanya menggoda Derex.
"Dia bisa membeli nya di Club malam jika ingin melepaskan hasratnya." Ketus Derex.
Aninston tertawa lebar.
Sedangkan sepasang kekasih di depan mereka hanya memasang wajah memelas.
"Tidak tidak, itu tidak perlu. Bahkan aku tidak pernah meminta Keanu untuk keluar dari keanggotaan mu. Dia sendiri yang berinisiatif ingin keluar. Tapi aku tidak ingin menyulitkan mu. Lagi pula putri ku tidak keberatan sama sekali dengan pekerjaan nya. Benar begitu Vian?" Tanya Aninston lembut pada putrinya.
Viandra mengangguk dan tersipu.
"Baguslah." Ucap Derex menatap intens Keanu dan Viandra yang menempel bak perangko bahkan di depan orang tua Viandra.
"Dua minggu lagi Tuan." Ucap Keanu tersenyum manis.
"Tidak sabaran." Ucap Derex ketus meledek Keanu.
Keanu hanya tersenyum malu malu begitupun Viandra.
"Kenapa tidak berbuat dulu sebelum menikah?" Tanya Derex nakal.
Keanu menggeleng.
"Tidak mau Tuan. Aku mencintainya dan aku menghormati nya." Ucap Keanu membuat Derex mendelik tajam padanya.
"Apa maksudmu aku tidak menghormati istri ku?" Tanya Derex kesal.
"Bisa dibilang begitu. Tapi itu dulu. Jika sekarang sepertinya kau sudah bisa menghormati nya." Ucap Keanu tersenyum tanpa dosa.
Derex hanya mendengus kesal dan mengingat bagaimana saat ia menyetubuhi Alice didepan Jack dan para anak buahnya, walaupun memang saat itu anak buahnya semua menutup matanya.
Keanu hanya mendengar cerita tersebut dari bawahannya yang lain.
"Baiklah. Aku harus pergi sekarang. Aku akan kembali saat hari pernikahan mu nanti bersama keluarga besar ku." Ucap Derex pamit.
"Kenapa buru buru sekali?" Tanya Aninston berusaha menahan Derex.
"Aku merindukan istri ku." Ucap Derex asal membuat Aninston terkekeh.
"Baiklah baik. Aku mengijinkan mu pergi jika untuk hal penting itu." Ucap Aninston masih terkekeh.
Aninston pun mengantar kepergian Derex tanpa diikuti Keanu dan Viandra.
Sepeninggal Aninston dan Derex.
"Sayang, ceritakan sekarang." Titah Keanu menuntut kebenaran cerita tentang Viandra dan Derex.
"Jangan disini." Ucap Viandra lalu menarik tangan Keanu keluar dari ruangan kerjanya Ayahnya dan berjalan ke taman belakang rumah besar itu.
Mereka duduk di kursi taman tersebut.
Keanu segera merangkul posesif pinggang Viandra dan menopang dagu nya menggunakan pundak Viandra.
"Ceritakan." Titah Keanu tegas.
"Jadi dulu saat istrinya yang sekarang sedang koma dirumah sakit, aku juga selalu berada di rumah sakit untuk menemani kakak ku yang kritis. Dia mengira kakak ku adalah kekasih ku, lalu dia mendekati ku. Kami berkenalan lalu membahas banyak hal, namun dia tidak pernah menanyakan tentang siapa yang ku kunjungi." Ucap Viandra lalu menghentikan perkataan nya.
"Lalu?" Tanya Keanu penasaran.
"Saat hari dimana kondisi kakak ku sedang down, tiba tiba dia mendekati ku dan mengajak ku menikah. Aku bertanya tentang alasannya, dan dia bilang dia dan aku adalah dua orang yang sama. Sama sama menanti seseorang yang sedang kritis dan entah akan sembuh lagi atau tidak. Saat itu aku menyadari dia telah salah paham tentang hubunganku dan kakak ku." Ucap Viandra lalu kembali menghentikan perkataan nya.
"Sayang, jika bercerita jangan setengah setengah." Protes Keanu.
Viandra terkekeh geli.
"Aku menolak nya dan menjelaskan pada nya bahwa yang sakit adalah kakak ku dan bukan kekasih ku. Aku bahkan menasehati nya untuk menanti dengan setia hingga istrinya yang sekarang sadar." Ucap Viandra mengakhiri cerita nya.
Keanu mengangguk paham.
"Tapi apa benar semudah itu menolak seorang Tuan Derex?" Tanya Keanu bingung.
"Tidak mudah. Beberapa kali dia mengulangi ajakan nya untuk menikah. Tapi aku tidak tertarik pada nya dan terus menolak nya hingga satu hari, istri nya yang sekarang perlahan sadar dari koma nya, sedangkan kondisi kakak ku semakin memburuk." Ucap Viandra sendu.
Keanu mengangguk paham dan tidak ingin bertanya lagi.
"Apa aku boleh mengunjungi makan kakak mu? Aku ingin meminta ijin pada nya untuk memiliki mu." Pinta Keanu pelan.
Viandra mengangguk.
Ia lalu bangun dari duduk nya dan menarik tangan Keanu agar mengikutinya.
Mereka berjalan cukup jauh dari taman hingga sampai di satu rumah kaca yang tampak indah.
Dari luar, Keanu dapat melihat banyak sekali foto foto tampan Vamian tertata rapi di dalam ruangan itu.
Viandra membuka pintu rumah kaca tersebut lalu menuntun Keanu masuk kedalam.
"Ini adalah pusara makam kakak ku." Ucap Viandra menunjuk pada sebuah bangunan kecil berbentuk hati.
Keanu mengernyit bingung.
"Dia meninggalkan kami semua dengan cinta. Dan dia juga meninggal karena terlampau mencintai wanita jahat itu. Maka dari itu, Dad membuat pusara nya berbentuk hati, untuk mengingat betapa kakak sangat mencintai kami semua." Ucap Viandra tersenyum getir.
Keanu mendekati pusara tersebut.
"Vamian Aninston." Gumam Keanu membaca nama diatas pusara itu.
"Vamian, aku Keanu calon suami adik mu. Aku harap kau sudah lebih bahagia disana. Tenanglah, kini ada aku yang akan menjaga dan melindungi adik kecil mu dengan seluruh jiwa dan raga ku." Ucap Keanu serius.
"Terima kasih Ke." Ucap Viandra tiba tiba memeluk Keanu dari belakang.
Keanu memutar badannya hingga ia dapat memeluk Viandra dari depan.
"Berjanjilah mulai saat ini jangan pernah bersedih lagi. Aku akan selalu mencintai dan memberikan kebahagiaan untuk mu." Pinta Keanu tulus.
Viandra mengangguk.
Kedua nya hanyut dalam pelukan yang membuat mereka saling merasa nyaman dan hangat itu.
...~ To Be Continue ~...
######
Sepertinya bentar lagi pun Special Part of Keanu akan segera berakhir.
Bakal kangen aku sama Keanu..hehe.