
"Viandra?" Tanya Keanu tak percaya saat melihat perempuan yang menyapa nya adalah Viandra.
"Ada apa? Setelah kau gagal menenggelamkan diri mu di danau ku, kini kau mau meracuni diri mu dengan alkohol?" Tanya Viandra sambil melenggang duduk di samping Keanu.
Dua bodyguard nya menjaga di belakang mereka.
"Kalian bisa pergi." Titah Viandra pada kedua bodyguard nya.
"Baik Nona." Ucap kedua bodyguard nya kemudian melangkah pergi.
"Kau datang sendiri pada ku Viandra." Ucap Keanu tanpa menjawab pertanyaan Viandra tadi.
Viandra tersenyum meledek.
"Aku hanya menghargai mu karena kau adalah tamu disini. Dan aku juga tidak ingin ada pengunjung club ku yang mati konyol di sini." Ucap Viandra dengan nada datar.
Viandra bukan perempuan anggun seperti kebanyakan perempuan diluar sana.
Ia lebih senang berpenampilan boyish daripada berpenampilan feminim.
"Aku tidak akan mati konyol selama ada kau disamping ku." Ucap Keanu mendekat pada Viandra.
Viandra tidak menghindar.
"Jangan pernah menyentuh ku Tuan, atau kau akan pulang tanpa tangan." Titah Viandra dingin saat melihat Keanu hendak merangkul pundaknya.
Keanu tersenyum sinis namun tidak menghiraukan perkataan Viandra.
Keanu tetap merangkul pundak Viandra, anehnya Viandra yang tadi marah malah sekarang seolah berat menolak rangkulan Keanu.
"Temani aku minum Nona. Hanya temani aku minum. Setelah aku cukup mabuk, aku akan pergi dari club mu ini." Pinta Keanu memberikan segelas minuman pada Viandra.
Viandra menolak.
"Aku memang pemilik club ini, tapi aku tidak menyentuh alkohol dan minuman keras lain nya. Jika kau ingin minum, kau minum saja. Aku akan temani." Ucap Viandra kini melepaskan tangan Keanu dari pundak nya.
"Kau sangat unik Viandra. Kau membuka club tapi bukan peminum, lalu kau tidak mengijinkan orang berbuat mesum ditempat mu. Itu sangat luar biasa." Ucap Keanu penuh kekaguman.
"Aku mempunyai peraturan ku tersendiri. Jika ingin aku berlaku sopan, maka peraturan ditempat ku harus dituruti selama kau dan yang lain berada di tempat ku." Ucap Viandra.
Setiap kali Viandra berbicara, hanya nada datar dan dingin yang terdengar.
"Kau hebat. Sangat sulit menemukan perempuan seperti mu." Ucap Keanu sambil menenggak minuman nya.
"Apa kau sudah punya pasangan?" Tanya Keanu penasaran.
"Aku tidak punya pasangan, dan tidak ingin menjalin hubungan dengan siapa pun." Jawab Viandra.
Keanu semakin tertantang.
"Wow..wanita macam apa kau ini? Apa kau tertarik pada sejenis mu?" Tanya Keanu lagi sambil terus menenggak minuman nya tanpa jeda.
"Aku perempuan normal. Hanya saja aku tidak ingin menjalin hubungan serius dengan siapapun." Ucap Viandra.
"Apa kau pernah terluka?" Tanya Keanu menyelidik.
"Tidak. Hanya saja aku benci hidup terikat. Aku perempuan yang mencintai kebebasan." Jawab Viandra lagi.
"Itu sebabnya kau membuat tato dengan tulisan Freedom di paha kanan mu?" Tanya Keanu.
"Yah." Jawab Viandra singkat.
"Kau lemah tanpa seorang pria." Ucap Keanu meledek.
"Haha. Sayang nya aku bisa melakukan semua yang bisa dilakukan oleh seorang pria." Ucap Viandra dengan percaya diri.
Keanu tersenyum meledek.
"Sayang nya kau tidak bisa membuat anak tanpa seorang pria." Ucap Keanu membungkam perkataan Viandra.
Viandra seketika diam tak mampu berkata kata.
Mereka kemudian sama sama diam dengan Keanu yang terus saja menenggak minuman nya tanpa jeda.
"Sudahlah, jika kau ingin pergi maka pergi lah Zev. Aku melepaskan mu." Ucap Keanu mulai melantur.
"Woo Tuan, kau sepertinya mulai mabuk." Ucap Viandra saat Keanu mencoba memeluk dirinya.
Ia malah kini mulai menyerang Viandra, namun dengan cepat Viandra mendorong nya menjauh.
Viandra bangkit dari duduk nya hendak pergi meninggalkan Keanu, namun langkah nya terhenti saat Keanu mencekal pergelangan tangannya.
"Jangan pergi. Aku mohon Zev. Temani aku untuk terakhir kalinya. Sekali ini saja." Pinta Keanu yang sudah tidak sadar ia sedang bersama Viandra dan bukan nya Zevina.
Timbul rasa iba dari hati Viandra.
Sekeras apapun dia, dia tetaplah perempuan yang mempunyai sisi lembut.
Viandra akhirnya kembali duduk di samping Keanu.
"Sudahlah. Lepaskan jika itu hanya menyakiti dirimu. Kau tahu, masih banyak yang lebih tepat untuk mendampingi mu." Ucap Viandra dengan maksud menenangkan Keanu.
Keanu yang entah benar benar tidak sadar atau masih sadar, malah meraih tengkuk leher Viandra dan mencium lembut bibir Viandra.
"Bangsat, ini ciuman pertama ku." Batin Viandra.
Ia marah namun tubuhnya memberi reaksi lain.
Ia tidak membalas, namun tidak berani menolak.
Keanu membaringkan nya di bawah kungkungan nya dan terus mencium bibir nya hingga akhirnya Keanu sendiri yang tumbang di atas nya.
"Oh astaga, merepotkan sekali. Apa pria jika sudah patah hati selalu begini?" Ucap Viandra kesal sambil berusaha mendorong tubuh Keanu yang terasa sangat berat.
Setelah berhasil mendorong Keanu menjauh, ia pun berniatan meninggalkan Keanu namun sekali lagi langkahnya terhenti.
"Aku mencintaimu Zev. Sungguh. Tapi aku terlebih ingin melihat mu bahagia. Aku melepaskan mu kembali pada nya." Ucap Keanu mengigau dengan air mata yang mengalir dari sudut mata nya yang terpejam.
Viandra merasa iba tanpa sebab.
Ia akhirnya memutuskan untuk memapah Keanu keluar dari club miliknya dan membawa Keanu ke hotel terdekat club itu.
"Kau berat sekali." Gerutu Viandra yang kesusahan memapah Keanu, namun entah kenapa ia juga enggan meminta bantuan dari anak buah nya.
"Nona Viandra?" Tanya resepsionis yang berada di meja resepsionis di lobi hotel itu.
Ya, Hotel tersebut masih milik Viandra.
"Berikan aku satu kamar, terserah saja kamar yang mana. Aku sudah tidak tahan." Ucap Viandra yang justru membuat pegawainya senyum senyum karena salah mengartikan, namun Viandra sendiri tidak sadar dengan ucapan nya.
"Awas saja kau. Setelah ini aku akan membuat mu menderita." Gerutu Viandra pada Keanu yang masih membuat pegawainya salah paham.
"Ini Nona kunci kamar nya. Semoga sukses Nona." Ucap resepsionis itu tersenyum malu malu.
"Pasti sukses." Viandra menjawab asal.
Ia lalu kembali memapah Keanu menaiki lift menuju kamar sesuai nomor yang diberikan oleh resepsionis nya.
"Oh astaga. Viandra bodoh. Kenapa kau mengucapkan kalimat yang membuat karyawan mu salah paham?" Viandra menggerutu kesal karena baru menyadari ucapan nya.
"Sudah lah, urusan mereka nanti saja. Aku harus mengurus buaya payah ini dulu." Ucap Viandra.
Ia pun sampai tepat di depan pintu kamar ruangan nya saat lift terbuka.
Dengan bersusah payah akhirnya ia berhasil membuka pintu kamar itu.
Ia memapah Keanu masuk kedalam kamar itu lalu melempar nya kuat keatas ranjang.
Nafas Viandra terengah engah.
Ia memutuskan melepaskan sepatu Keanu dan meletakkan nya dibawah ujung ranjang.
Ia lalu hendak beranjak pergi, namun tangannya ditarik dengan sangat kuat hingga akhirnya ia terjatuh diatas ranjang dan berada di bawah Keanu.
Keanu kembali mencium bibir nya secara rakus.
"Apa yang kau lakukan bangsat?" Ucap Viandra susah payah berusaha melepaskan diri nya.
"Nikmati saja sayang. Untuk yang pertama dan terakhir kalinya sebelum aku benar benar melepas mu."
...~ To Be Continue ~...