IF LOVE

IF LOVE
If Love 60



[ Mampir juga di karya ku yang judul nya "Truth Or Dare? (Terjebak Cinta Pembunuh Psikopat)" atau bisa langsung klik di bio aku aja yah. Tinggalkan jejak setelah hadir. ]


...~ Happy Reading ~...


.


.


.


"Kau yakin ingin mendengar nya?" Tanya Derex ragu.


Zevina mengangguk pelan.


Hah


Derex menghela nafas kasar, lalu duduk di kursi samping ranjang Zevina.


Flashback On


Saat Zevina baru berumur enam bulan dan Derex kala itu berusia sebelas tahun. Selisih usia mereka cukup jauh.


"John, aku tidak ingin berpisah dengan Zev." Pinta Carla, Ibu kandung mereka.


"Kita tidak punya pilihan sayang. Mereka sudah bersiap untuk menghancurkan kita." Ucap John, Ayah kandung mereka.


"Aku akan menitipkan Zev pada Dicky dan Liana." Ucap John lagi.


John adalah ketua gangster terbesar di London saat itu. Namun musuh nya berhasil mencari bantuan hingga akhirnya bisa membuatnya tumbang dan kini hendak menyerang kediaman nya.


John segera keluar dari kamar nya dan menuju ke kamar baby Zevina dimana Derex sedang asyik bermain dengan adik nya. Carla setia mengikuti dari belakang.


"Hei little, nanti jika kau sudah besar kau harus lebih cantik dari Ibu. Jangan suka memakan permen agar gigi mu tidak jelek." Ucap Derex kecil pada adik nya.


Adik nya yang kalah itu belum mengerti apa apa hanya sibuk bermain dengan mainan di dekat nya. Zevina kalah itu baru belajar bergerak merayap dengan perutnya.


"Kau menggemaskan sekali." Ucap Derex sambil mengusap pipi gembul Zevina kecil.


John yang baru saja masuk ke kamar itu langsung merebut baby Zevina dari gendongan Derex, membuat Derex kebingungan.


"Ayah, little mau dibawa kemana?" Derex bertanya mengejar Ayahnya.


"Kita tidak bisa membawa little, Derex. Ayah akan menitipkan little pada Dicky dan Liana." Ujar John jujur.


"Tapi kenapa Ayah?" Tanya Derex kecil marah.


John berhenti dan berjongkok menatap dalam mata putranya.


"Derex, berjanji pada Ayah. Jika nanti kau berhasil bertahan, kau harus menjemput little dari Dicky dan Liana." Titah John tegas pada putranya.


"Baik Ayah." Ucap Derex kecil tegas.


Mereka pun melanjutkan langkah kaki mereka menuju ke lorong rahasia dimana Dicky dan Liana sudah menunggu di depan pintu lorong itu.


Dicky dan Liana adalah pasangan suami istri, Dicky adalah tangan kanan kepercayaan John, sedangkan Liana istrinya sebenarnya adalah sahabat Carla.


Awalnya Dicky yang tergila gila pada Liana pun memaksa Liana untuk menikah dengan nya, dengan cara yang gila, walau pada akhirnya mereka menjadi tak terpisahkan.


Mereka tidak dikarunia keturunan selama belasan tahun pernikahan mereka.


"Dicky, aku mohon padamu." Ucap John menyerahkan Zevina kecil.


"Tuan tenang saja. Aku akan merawat Nona muda dengan segenap hati." Ujar Dicky.


"Dicky, satu hal lagi. Hapus semua keterkaitan Zevina dengan kami. Biarkan dia menjadi putri kandung mu secara hukum." Titah John.


"Baik Tuan." Ucap Dicky kembali.


"Sekarang pergilah." Titah John dan Dicky Liana pun menuruti perintah Tuan nya dengan membawa Zevina dari tempat itu.


Tak lama terdengar bunyi tembakan dari dalam rumah besar itu.


Flashback Off


"Lalu bagaimana kau bisa bertahan?" Tanya Zevina saat Derex menyudahi cerita nya.


"Aku bukan bertahan. Tapi dipaksa bertahan. Aku juga tidak lolos dari tembakan mereka. Mereka membawa tubuh lemah ku untuk disiksa." Ucap Derex pilu.


"Derex." Zevina merentangkan tangannya agar Derex memeluk nya.


Derex dengan senang hati melakukan nya.


"Aku ingat pesan terakhir Ayah sebelum menyerahkan mu pada Dicky, maka dari itu aku bertahan dengan sisa tenaga ku dan kabur dari kurungan mereka. Kemudian aku bertemu dengan ketua gangster lain yang adalah sahabat lama Ayah, beliau menyelamatkan ku dan merawat ku hingga usia ku enam belas tahun, akhirnya aku bergabung dengan mereka." Ujar Derex memeluk erat adik nya.


"Kenapa mereka tidak membantu Ayah?" Tanya Zevina penasaran.


"Bukan tidak mau. Para gangster punya peraturan mereka tersendiri, dan juga Ayah Luke tidak mengetahui jika Ayah diserang." Ucap Derex pilu.


"Tapi kau terlalu tua untuk menjadi kakak ku." Zevina mengejek kakak nya.


"Tapi aku tetap tampan bukan?" Tanya Derex percaya diri.


Kedua nya terkekeh bersamaan.


"Little, maafkan aku. Aku datang terlambat untuk menyelamatkan mu." Ucap Derex lemah mengingat siksaan yang tadi Roy berikan pada adik dan calon keponakannya.


"Tidak Derex. Kau tidak terlambat. Jika kau terlambat mungkin sekarang aku sudah tidak bernyawa." Ucap Zevina menenangkan kakak nya.


Disaat lemah seperti ini pun, Zevina masih bisa menenangkan orang lain.


"Aku selalu gagal menjaga mu." Derex kembali menyalahkan diri nya.


"Hei, kau melupakan ku little." Jack bersuara dari ambang pintu menekan kata little.


"Jack." Zevina melepaskan pelukan dari kakak nya dan merentangkan tangannya menyambut Jack.


Jack tidak mungkin menolak. Derex mengalah sebentar. Bagaimana pun Jack sudah berjasa menjaga dan membantu adik nya.


"Terima kasih Jack." Ucap Zevina tulus.


"Sudah tidak perlu dipikirkan little." Jack kembali menekan kata little.


"Kau itu." Zevina menepuk kuat punggung Jack membuat Jack mengerang sambil tertawa.


Mereka melepaskan pelukan mereka.


"Hei boy, kau harus kuat agar nanti bisa menjaga Mommy mu dari uncle mu yang suka membunuh istri orang itu." Jack berbicara pada perut Zevina sambil menyindir Derex.


"Dia masih hidup Jack." Derex akhirnya membuka kebenaran tentang Alice.


Jack diam mematung menatap Derex.


"Dia masih hidup dan sekarang dia adalah istri ku." Ucap Derex lagi.


Jack frustasi, ingin marah tapi untuk apa? Ingin memukul pun ah, entahlah Jack hanya bisa diam mematung.


"Maafkan aku Jack, maafkan aku sudah mengambil milik mu secara paksa." Pinta Derex tulus.


Pertemuan dua pria yang saling bermusuhan ini sangat tidak terduga. Derex memilih menurunkan ego nya mengingat jasa Jack untuk adik nya.


"Apa dia bahagia?" Jack bertanya lirih.


"Aku tidak tahu. Tapi dia selalu mengatakan pada ku, dia bahagia bersama ku. Kau tahu, dia bahkan sangat setia pada ku. Entah dia bodoh atau bagaimana." Ucap Derex jujur dari hati.


"Berhenti mengatai dia bodoh. Aku bersyukur jika dia bahagia. Hatiku sudah melepaskan nya." Ucap Jack tulus.


"Dia ingin, sangat ingin bertemu putri kalian?" Derex meminta ijin.


"Silahkan saja, asal kalian tidak memisahkan ku dari nya. Maklum saja kau itu penjahat dan suka mengambil hal orang lain secara paksa." Jack kembali menyindir Derex dan Zevina terkekeh.


Bagaimana bisa dua pria dewasa berdebat seperti anak kecil?


"Little." Ujar Derex dan Jack bersamaan.


Zevina tertawa semakin kencang.


Derex tersenyum melihat tawa adik nya. Bersyukur adik nya tidak selemah yang ia takutkan.


"Little, aku harus pergi sebentar. Aku janji tidak akan lama. Kau istirahat lah, atau kau bisa mengobrol dengan pria kesepian ini." Kini Derex yang menyindir Jack mengingat dulu Jack berhubungan dengan kekasihnya karena kesepian dan tidak mendapat jatah dari Alice.


"Sialan kau." Jack menendang bokong Derex dengan berani membuat Derex melotot tajam pada nya.


Derex pun berlalu dari ruangan Zevina diiringi tawa Zevina.


"Zev, kau beruntung." Ucap Jack sebenarnya memuji Derex.


"Kenapa?" Tanya Zevina bingung.


"Kau tahu, pertama kali aku bertemu dengan nya dia benar-benar tidak seperti manusia, dia sangat menakutkan. Tidak ada pancaran kehangatan dari matanya. Tapi kini dia sangat berbeda saat menatap mu." Ucap Hack sesuai kenyataan.


"Aku yang beruntung karena masih mempunyai Derex." Ucap Zevina haru.


"Itu kakak mu. Tidak sopan menyebut nama nya." Jack sok galak.


"Aku belum terbiasa." Zevina memelas.


"Ya sudah. Kau istirahat sebentar. Aku harus keluar untuk membeli banyak makanan untuk mu." Ujar Jack mengacak rambut Zevina.


"Jack, aku takut." Ucap Zevina menggenggam tangan Jack.


"Tidak perlu takut, di depan ada Keanu yang akan menjaga mu." Ucap Jack santai.


Ia kemudian keluar dari ruangan Zevina.


"Jika ingin masuk, kau bisa masuk dan mengenal Nona muda mu." Titah Jack saat berpapasan dengan Keanu di depan pintu.


Jack pun segera melenggang pergi.


Keanu memutuskan untuk masuk kedalam ruangan Zevina.


Saat masuk, mata tajam nya bertemu mata teduh Zevina. Entah kenapa jantung nya berdetak kencang.


"Kau pasti Keanu. Aku Zevina." Ucap Zevina tersenyum manis.


"Em..benar Nona muda. Aku Keanu." Ucap Keanu salah tingkah.


"Panggil aku Zevina saja." Zevina lagi lagi tersenyum membuat Keanu rasanya ingin mati di tempat.


"Zevina."


~ Yok cus sama babang Derex



********


Part selanjutnya babang Derex nyiksa si mesum Roy, ada yang mau?


Like dan komentar jangan lupa yah.


Makasih.