IF LOVE

IF LOVE
If Love S2 6



[ Mampirlah di karya ku yang berjudul


"Truth Or Dare? (Terjebak Cinta Pembunuh Psikopat) "


Tinggalkan jejak komentar dan like kalo udah mampir.]


...~ Happy Reading ~...


.


.


.


.


.


Satu Minggu Kemudian


"Hei, kalian sudah siap kah?" Tanya Derex berteriak.


Mereka kini sedang bersiap untuk pergi ke rumah Jack dan memberikan pesta kejutan untuk Raina.


Tidak ada yang menjawab.


"Oh astaga." Gumam Derex kesal.


Ia yang sudah dari tadi menunggu di bawah bersama kedua anak kecil itu pun akhirnya naik lagi ke kamar nya dan memeriksa apa yang sedang dilakukan Zevina dan istrinya.


"Hei, apa kalian sudah siap? Oh, ayolah. Kalian bukan pergi untuk menjadi badut." Gerutu Derex kesal pada kedua wanita itu saat ia melihat mereka masih sibuk bersolek.


"Ssttt." Zevina menyuruh kakak nya diam dengan menaruh telunjuknya pada bibir nya.


Derex mengeratkan rahang nya kesal.


Mau marah, tapi Zevina adalah harta berharganya.


"Sudah." Ucap Zevina dan Alice bersamaan setelah selesai memoles bibir mereka dengan lipstik.


Kedua wanita itu tersenyum manis menatap Derex hingga membuat rasa kesal nya meluap begitu saja.


"Ayo, atau kita akan terlambat." Ucap Derex penuh penekanan.


"Baiklah Tuan Derex." Ucap Zevina dan Alice bersamaan.


Alice lebih tampak seperti kakak Zevina dibandingkan Derex.


Derex berjalan duluan.


Kedua wanita kesayangan nya mengikuti dari belakang.


"Derex, apa semua sudah siap?" Tanya Zevina.


"Harusnya aku yang bertanya padamu little." Ucap Derex.


"Seharusnya sudah." Ucap Alice.


"Ya sudah, kita harus berangkat sekarang atau anak gadis itu benar benar akan membenci Ayahnya selamanya." Kelakar Derex namun terdengar tidak lucu sedikitpun.


Mereka pun segera masuk kedalam mobil satu persatu.


Derex memilih mengemudi sendiri, tidak mau melibatkan bawahannya.


#####


Liz dan Darvin juga tampak sedang bersiap.


"Oh, ayolah Liz cepat sedikit." Ucap Darvin yang kesal karena dari tadi menunggu Liz bersiap.


"Jacki, kenapa Mommy mu itu repot sekali menjadi wanita?" Gerutu Darvin pada Jacki yang sedang dalam gendongan nya.


"Tidak tahu. Apa kita akan bertemu Daddy ku hari ini?" Tanya Jacki semangat.


"Uncle tidak tahu. Yang penting uncle akan segera bertemu dengan istri uncle." Ucap Darvin santai.


"Liz, cepatlah. Oh astaga." Darvin mulai hilang kesabaran.


"Jika kau istri ku, mungkin sudah aku ceraikan dengan alasan terlalu lama bersiap jika ingin bepergian." Gerutu Darvin asal.


"Dan aku akan menggugat mu dengan alasan, mulut mu itu seperti wanita." Gerutu Liz yang mendekat.


Darvin memutar malas kedua bola mata nya.


"Sudah kan?" Tanya Darvin kesal.


"Iya sudah." Ucap Liz kesal juga.


Darvin langsung berjalan menuju mobil nya dengan Jacki dalam gendongan nya.


Liz mau tidak mau mengikuti.


"Hah, ya ampun. Kenapa perasaan ku jadi tidak enak?" Liz menggerutu sendiri.


Setelah mereka semua masuk kedalam mobil, Darvin pun segera melajukan mobilnya menuju ke rumah Jack.


Sejak Darvin memutuskan melakukan proses operasi plastik, Darvin dan Liz memang memutuskan untuk tinggal di London, keluar dari kota kecil tempat Liz bersembunyi dan tempat ia menemukan Darvin.


"Hei, apa semuanya sudah?" Tanya Liz memastikan.


"Sudah." Jawab Darvin seadanya.


#####


Raina yang sudah satu minggu ini kesal pada Ayahnya bahkan hari ini juga, lebih memilih duduk di taman depan rumah nya sambil menatap langit.


"Happy birthday to my self." Ucap Raina sedih mengetahui tak ada satupun yang peduli pada hari ulang tahun nya bahkan Ayahnya sekali pun.


"Mom Zevina, i miss you so much." Ucap gadis kecil itu.


Air mata nya tiba tiba meluncur bebas dari mata indahnya.


"Kenapa tidak ada yang peduli pada hari ulang tahun ku?" Gumam Raina bersedih.


"Ingin menyusul Mommy Alice ke surga saja." Gumam nya lagi.


Sedangkan Jack yang setia mengintip nya, sedang berusaha menahan tawa karena tingkah laku putrinya.


"Lama sekali." Gumam Jack sambil melirik jam tangan yang melingkar sempurna di pergelangan tangannya.


Cukup lama menunggu hingga akhirnya mobil Derex sampai.


Mereka segera turun dari mobil, Raina belum menyadari kedatangan mereka.


Mereka menurunkan segala kado dan Alice serta Zevina membawa kue ulang tahun bersamaan.


"Happy birthday to you


Happy birthday to you


Happy birthday to Raina


Happy birthday to you."


"Happy birthday Raina." Ucap kelima orang itu bersamaan.


Raina langsung berlari memeluk Zevina, ia belum menyadari kehadiran Alice, Ibu kandungnya.


"Mommy. Thank you." Ucap Raina memeluk erat Zevina.


"No no. Say thank you to your Mommy." Ucap Zevina melepaskan pelukan Raina dan menghadapkan Raina pada Alice.


"Mommy?" Ucap Raina tidak percaya.


Alice tersenyum dan merentangkan kedua tangan nya.


"Mommy." Ucap Raina terharu dan langsung masuk kedalam pelukan Alice.


"Maafkan Mommy sayang, baru sekarang datang melihat mu." Pinta Alice.


Raina menggeleng.


"It's okay Mom." Ucap Raina bahagia.


"Sudah, ayo masuk semuanya." Ucap Jack yang baru muncul dengan senyuman lebar tak berdosa.


Raina mendelik tajam pada Ayahnya.


"Dad, sebaiknya Daddy menjelaskan semua ini pada ku termasuk kehadiran Mommy ku." Ucap Raina geram pada Ayahnya.


"Mommy mu yang mana sayang? Kau sangat banyak Mommy." Kelakar Jack pada putrinya.


"Daddy mu murahan Raina." Kini Derex yang bersuara membuat Jack menatap tajam padanya namun yang lain tertawa bersama.


"Baiklah, aku akan menyalakan lilin dan Raina, kau harus make a wish. Minta permohonan yang paling kau inginkan." Ucap Zevina sambil menyalakan lilin pada kue yang mereka bawa.


Setelah itu Raina pun make a wish sebelum akhirnya meniup semua lilin pada dua kue yang mereka bawa.


"Thank you Mommy Zevina, Mommy Alice." Ucap Raina penuh haru.


"Dan mereka berdua?" Tanya Raina heran melihat Derex dan Derice, sedangkan Arzevin ia sudah mengenal nya karena beberapa kali ia melakukan panggilan video dengan Zevina, Arzevin juga ikut serta.


"This is your step Daddy, Derex. And this is your step brother, Derice." Ucap Alice kaku memperkenalkan kedua orang itu, tidak nyaman. Takut Raina salah mengartikan.


Raina terheran sejenak.


"Cerita nya panjang Raina." Ucap Zevina mencairkan suasana yang mulai terasa kaku.


Raina tersenyum.


"Hai Daddy Derex, hai Derice." Raina menyapa mereka dengan manis.


Derex tersentuh, dan Derice langsung berlari memeluk kakak tirinya penuh sayang.


"Haha." Raina tertawa geli saat Derice menciumi nya gemas.


"Derice hentikan, harusnya kakak yang gemas pada mu." Titah Raina.


Bukan nya berhenti, Derice malah mengajak Arzevin ikut serta untuk menggelitik Raina.


Mereka tertawa bersama melihat tingkah laku ketiga anak berbeda umur itu namun tampak kompak.


Darvin dan Liz yang baru saja sampai di pekarangan rumah Jack, merasakan gugup yang luar biasa.


Bagaimana tidak? Ini kali pertama mereka akan bertemu dengan orang yang mereka cintai setelah terpisah bertahun tahun. Terutama Darvin yang sudah jelas sangat berubah dari segi penampilan.


"Kau siap?" Tanya Liz sambil menarik nafas panjang dan menghembuskan nya.


Darvin pun melakukan hal yang sama.


Akhirnya mereka turun dari mobil.


Perlahan mereka melangkah dengan pasti sambil membawa kue ulang tahun di tangan Liz, dan Darvin menggendong Jacki serta menenteng kado ulang tahun untuk Raina.


Settt


Seseorang melewati mereka duluan sebelum mereka sempat mencapai pintu.


"Uncle Ke.." Ucap Arzevin semangat menyambut Keanu. Ya orang yang melewati Darvin dan Liz adalah Keanu.


"Happy birthday Raina." Ucap Keanu sambil memberikan kado pada Raina.


Raina menerima dengan senang hati.


"Semuanya, apa aku bisa meminta waktunya sebentar?" Tanya Keanu sedikit gugup.


Sedangkan dua orang yang ia lewati tadi, tampak mematung di depan pintu namun mereka yang di dalam tidak sadar.


Liz yang berada di luar masih belum melihat keberadaan Alice, sampai..


"Zevina, menikahlah dengan ku!" Pinta Keanu berjongkok dengan satu lutut di lantai sambil memegang cincin ditangan nya.


Semua bersorak.


"Aku mau Ke." Zevina mengangguk.


Zevina akhirnya mengambil keputusan.


Keanu melompat bahagia. Ia langsung memakaikan cincin lamaran nya pada jari Zevina.


Darvin mengepalkan tangan nya kuat.


"Selamat sayang." Ucap Liz menghampiri Zevina dan memeluk nya.


"Kak Alice." Batin Liz.


Prangg


Kue yang ia bawa jatuh kelantai menimbulkan bunyi dari alas kue nya, membuat semua yang ada didalam rumah langsung melihat keluar.


"Liz." Gumam Jack.


Liz langsung berlari dari tempat itu dan masuk kedalam mobil Darvin, Darvin terpaksa mengikuti dan masuk kedalam mobil.


"Pergi Darv, aku ingin pergi." Pinta Liz menahan sesak di dada nya, namun air matanya meluncur bebas dari mata indahnya.


Darvin terpaksa menurut.


Darvin pun segera melajukan mobilnya meninggalkan rumah Jack, membuat Jack terlambat menggapai Liz.


"Liz, kenapa kau harus pergi lagi? Apa tidak bisa mendengarkan ku sebentar?" Gumam Jack bersimpuh di lantai pekarangan rumah nya.


...~ To Be Continue ~...


*******


Lalala Semoga nggak bingung baca part ini yah.


Pertemuan yang ah....entahlah


Like dan komentar jangan lupa yah sayang2 ku.


Makasih.