
Dua hari kemudian
Zevina masih dirumah sakit, kondisinya sudah jauh lebih baik. Dan Arzevin sedang dibawa keluar bersama Alice dan Derice.
"Little, apa kau masih sakit?" Tanya Derex pada adiknya.
"Tidak kak. Kau tenang saja. Aku sudah lebih baik." Jawab Zevina.
Derex mengangguk.
"Sebenarnya siapa pelaku nya kali ini. Kenapa seperti nya susah sekali menemukannya?" Gumam Derex.
"Apa kau juga turun tangan mencari pelaku?" Tanya Zevina khawatir.
Derex mengangguk.
"Sepertinya pelaku kali ini bukan orang yang handal. Tapi ia pandai bersembunyi." Jawab Derex jujur.
"Bagaimana dengan dua orang yang menabrak ku kemarin?" Tanya Zevina penasaran.
"Mereka tiba tiba meregang nyawa saat Darvin dan anak buah nya menginterogasi mereka." Jelas Darvin lagi.
Zevina terbelalak tak percaya.
"Dan kau masih bilang kalau mereka bukan orang handal?" Tanya Zevina bingung.
"Em. Menurut pandangan ku, mereka bukan orang yang ahli dalam melakukan kejahatan dan sepertinya tujuan utama mereka bukan nyawa kalian. Tapi untuk memancing Darvin." Derex kembali menjelaskan.
"Sebenarnya siapa kali ini?" Gumam Zevina bertanya tanya.
"Hah..Darv terlalu banyak musuh sedari dulu. Aku sudah tidak sanggup menghitung nya." Gerutu Zevina sedikit mengacak rambut nya.
"Kenapa dia bisa seperti itu? Bukankah dia hanya seorang pengusaha yang sukses?" Tanya Derex penasaran.
"Dia memang pengusaha dari dulu hingga sekarang. Tapi dulu temperamen nya sangat sangat buruk. Dia selalu cemburu buta pada ku. Setiap kali ada yang mendekati ku pasti berakhir hancur ditangan nya." Jawab Zevina mengingat masa lalu nya bersama Darvin.
"Lalu apa kau juga di sakiti?" Tanya Darvin was was.
Zevina tidak berani menjawab, bahkan kini ia membuang pandangan nya kearah lain.
"Little, jawab." Titah Derex tegas.
Zevina mengangguk dengan sangat pelan.
"Kenapa kau bodoh masih memilih bersama nya?" Tanya Derex geram.
Zevina tersenyum bodoh kali ini.
"Karena aku bodoh Derex. Aku mencintainya sekalipun dia menyakiti ku. Dia melakukan itu semua karena takut kehilangan diriku. Maka dari itu dulunya dia mengikat ku dengan cara yang salah. Kau tidak tahu saja, dulu saat kami masih di New York, aku adalah primadona dikalangan para klien nya." Ucap Zevina percaya diri.
Derex mendengus kesal.
"Wanita bodoh. Bagaimana bisa setelah disakiti masih bisa mencintai sampai begitu dalam?" Gumam Derex.
"Berkaca lah pada dirimu Derex. Kau juga sudah menyakiti Alice dan hampir membunuh nya, tapi dia juga malah sangat mencintai mu dan membuang jauh semua keegoisan nya sebagai wanita hanya untuk memahami mu. Bahkan tidak pernah menuntut walau sebenarnya ia sangat butuh sedikit perhatian dari mu." Ketus Zevina pada kakak nya itu.
"Tapi itu dulu. Sekarang aku sudah berubah." Jawab Derex membela diri.
"Ya sudah. Semua kisah buruk ku dan Darvin juga sudah berlalu. Sekarang dia juga sudah berubah. Tidak hanya sifat dan sikap tapi bahkan wajah dan tubuhnya." Ucap Zevina tersenyum malu malu.
Derex memutar malas matanya melihat adiknya yang terlalu mencintai Darvin.
"Dimana istri tercinta ku dan dua putra nakal ku?" Gumam Derex gelisah.
Drttt drrtt
Ponsel Derex bergetar dari balik saku nya.
Ia segera meraih ponselnya untuk mengangkat panggilan itu.
"Ada apa?" Tanya Derex dingin.
.......
"Aku sekarang di London." Derex kembali menjawab dingin.
.......
"Baiklah. Aku akan segera menemui mu dirumah." Jawab Derex santai.
Panggilan pun berakhir.
"Siapa?" Tanya Zevina penasaran.
"Keanu." Derex menjawab singkat.
Seketika Zevina menjadi tidak enak hati.
"Apa kabarnya selama ini?" Tanya Zevina pelan.
"Aku juga tidak tahu. Sejak hari itu dia tidak pernah memberi kabar. Aku juga tidak tahu dia bersembunyi dimana, dia juga tidak kembali ke italia." Jawab Derex sesuai fakta yang ada.
"Aku jadi merasa bersalah padanya." Gumam Zevina menunduk sedih.
"Tidak perlu merasa bersalah little. Itu adalah keputusan nya. Bisa saja dia tetap merebut mu dari Darvin, tapi jika kau tidak bahagia untuk apa? Dia itu mencintai mu dengan tulus. Maka dari itu dia rela melakukan semua itu untuk mu." Jawab Derex membujuk adik nya.
Zevina hanya mengangguk pelan.
"Daddy." Derice berteriak dari belakang menghampiri dua orang dewasa itu.
"Em, little kami harus pulang terlebih dulu. Ada hal penting yang ingin Keanu sampaikan padaku katanya." Derex bangkit dari duduk nya sambil menggendong putranya.
Zevina mengangguk.
"Sampaikan salam ku pada nya." Titah Zevina pada kakaknya.
Derex mengangguk. Ia mengecup sekilas kening adiknya, lalu keluar dari ruangan Zevina bersama istri dan putranya.
"Boy, kenapa masih disana?" Tanya Zevina yang melihat Arzevin masih berdiri di dekat pintu.
Arzevin tersenyum dan berlari pelan lalu naik keatas ranjang nya.
#####
"Sayang, ada apa tiba tiba pulang?" Tanya Alice bingung. Pasalnya ia tahu dua hari kemarin Derex bisa sampai seharian menghabiskan waktu menemani Zevina.
"Keanu ingin bertemu. Katanya ada yang ingin ia sampaikan." Jawab Derex sambil fokus menyetir.
Alice mengangguk.
#####
"Kenapa Daddy belum datang Mom?" Tanya Arzevin pelan.
"Entahlah. Mungkin Daddy masih sibuk." Jawab Zevina seadanya.
"Hai brother, apa kabar mu hari ini?" Tanya Arzevin berbicara pada adik nya yang masih didalam rahim Zevina.
"Hei, bagaimana kau bisa menyebut nya brother? Bagaimana jika dia adalah sister?" Tanya Zevina gemas.
"Tidak masalah, tapi aku yakin dia adalah brother." Jawab Arzevin senang.
#####
Derex yang baru saja sampai di rumah nya sudah bisa melihat Keanu sedang menunggu nya didepan pintu.
Alice dan Derice turun terlebih dulu.
"Masuklah." Titah Alice pada Keanu setelah ia membuka pintu.
"Terima kasih Nyonya." Ucap Keanu lalu masuk mengikuti Alice dari belakang.
"Duduklah." Titah Alice setelah mereka didalam.
Keanu mengangguk lau duduk di sofa ruang keluarga Derex.
"Aku akan mengambilkan minuman." Ucap Alice hendak menuju dapur.
"Tidak perlu Nyonya." Keanu mencegah Alice, hingga akhirnya Alice tak jadi beranjak.
"Ada apa Keanu? Selama dua bulan ini kau menghilang kemana?" Tanya Derex dingin.
"Aku masih disini Tuan. Tidak beranjak. Butuh waktu untuk menyembuhkan luka dihati ku." Ucap Keanu sendu.
Derex menghela nafas kasar.
"Tuan, aku ingin mundur dari keanggotaan." Pinta Keanu menatap tajam pada Derex.
"Ada apa? Mengapa tiba tiba? Apa kau tidak bisa untuk tidak mencampuri masalah pribadi dan pekerjaan?" Tanya Derex bertubi tubi.
"Aku akan menikah." Hanya itu jawaban dari Keanu dan membuat Derex membulatkan mata nya tak percaya.
"Kau bisa menikah tanpa harus keluar dari keanggotaan kita kan? Kau tahu kau satu satunya yang paling aku andalkan dalam segala hal." Jawab Derex memaksa.
"Tapi Tuan ... "
"Jika calon istri mu tidak mengijinkan kau untuk tetap berada di dalam anggota kita, aku yang akan bicara dengan nya." Tegas Derex memaksa agar Keanu tidak meninggalkan anggota gangster mereka.
Keanu menunduk.
"Dia tidak memaksa ku. Hanya saja aku tidak ingin pekerjaan ku malah akan membawanya dalam bahaya." Ucap Keanu sendu.
"Apa aku sudah membahayakan istri dan putra ku juga?" Tanya Derex memberi penjelasan.
Keanu menggeleng.
"Bahaya atau tidak, tergantung bagaimana kau melindungi mereka Keanu. Jangan pernah berharap aku akan mengijinkan mu untuk keluar dari keanggotaan kita." Tegas Derex lagi.
Keanu akhirnya terpaksa mengangguk.
"Bagus, sekarang berhubung kau sudah kembali, maka aku ingin kau melakukan sesuatu untuk ku. Setelah masalah ini selesai, aku akan mengaturkan segala persiapan pernikahan mu." Ucap Derex.
"Pekerjaan apa Tuan?" Tanya Keanu bingung.
"Cari pelaku sebenarnya dibalik kecelakaan little. Bawa dia kehadapan ku." Titah Derex tak terbantahkan.
...~ To Be Continue ~...
********
Berita Penting : IF LOVE akan segera tamat.
Belum sekarang tapi akan segera.
Like dan komentar jangan lupa. Makasih.