
~~ Mampir juga di karya ku yang judulnya " Truth Or Dare? (Terjebak Cinta Pembunuh Psikopat) ."
Tinggalkan jejak komentar dan like kalo udah hadir.~~
...~ Happy Reading ~...
.
.
.
.
"Roy." Zevina memanggil lirih saat memasuki apartemen nya.
"Zev." Roy tersentak dan segera menghampiri Zevina.
"Kau baru pulang?" Roy bertanya manis. Zevina hanya mengangguk.
"Sudah makan?" Roy bertanya basa basi. Zevina lagi lagi hanya mengangguk.
"Kau kenapa? Apa kau mendengar perkataan ku tadi?" tanya Roy was was.
Zevina tidak menjawab. Ia menatap Roy penuh kebencian, tatapan matanya yang akhir akhir ini sedikit menunjukkan rasa sayang seketika menjadi tatapan kebencian.
"Kenapa kau lakukan ini Roy?" Tanya Zevina lirih.
"Melakukan apa sayang? Aku tidak melakukan apapun." Roy masih menyangkal.
"Kenapa kau tega seperti ini? Apa salah ku? Apa salahku sampai kau harus merenggut nyawa suami ku?" Zevina bertanya, air matanya mulai mengalir dari sudut mata.
"Zevina dengarkan aku. Ini tidak seperti yang kau kira. Aku bisa menjelaskan nya." Roy berusaha mencari pembelaan.
"Kenapa kau jahat pada ku?" tanya Zevina terluka.
Zevina tidak menyangka, pria yang selama berbulan bulan ini menemani nya, yang dikira nya benar benar sudah berubah, nyatanya adalah dalang dari semua rasa sakit nya.
Roy diam, tidak mampu rasanya untuk bersuara.
"Kau jahat Roy. Kau jahat." Zevina memukul dada bidang Roy sekuat tenaga.
Ah, Roy lelah bersandiwara lagi. Kebaikan dan ketulusan palsu yang selama ini dia tunjukkan untuk menggapai hati Zevina kini ia buang jauh jauh.
"Aku tidak jahat Zev. Aku hanya tahu aku mencintai mu. Dan aku ingin memiliki mu seutuhnya." Ucap Roy lalu meraih pergelangan tangan Zevina dan mencengkeram nya kuat.
"Kau tidak Roy. Jika kau mencintai ku kau tidak mungkin melakukan ini." Ucap Zevina membantah perkataan Roy.
"Aku bukan pria baik. Jadi cara yang aku gunakan juga licik. Lalu apa salah nya?" Ucap Roy geram.
"Kau jahat. Kau jahat." Zevina terus merutuki Roy.
"Cukup kau katakan kau mencintaiku dan aku akan memberi mu kebahagiaan yang tidak sempat diberikan oleh mantan suami mu itu." Ucap Roy sedikit membentak.
"Dia bukan mantan suami ku. Darvin masih suami sah ku." Ucap Zevina juga membentak.
"Dia sudah mati." Suara Roy menggelegar.
"Katakan kau adalah milikku Zev." Titah Roy, sedangkan Zevina menggeleng kuat.
"Tidak. Aku hanya milik suami ku." Zevina menolak keras perintah Roy.
"Jangan salahkan aku Zev."
Roy menarik tangan Zevina ke kamarnya, ia kemudian meraih seutas tali yang entah sejak kapan sudah ia simpan di kamarnya lalu mengikat kaki dan tangan Zevina.
Ia tidak meletakkan Zevina pada kamar Zevina sendiri.
Zevina meronta dengan kaki dan tangan yang terikat, mulutnya sengaja tidak Roy tutup.
"Kau jahat Roy. Kau jahat." Zevina terus merutuki Roy berulang kali.
"Aku jahat karena aku mencintai mu." Roy terus mengatakan dirinya mencintai Zevina.
"Kau bangsat. Kau bajingan Roy." Zevina kini memaki kasar pada Roy.
Roy tidak menggubris nya. Ia meraih alat peredam suara yang entah sejak kapan sudah ia siapkan, seperti nya dia memang menyiapkan segalanya dari awal.
Kemudian ia keluar dan memasang alat itu pada apartemen Zevina agar jika Zevina berteriak, tidak ada yang akan mendengar dari luar.
Setelah selesai memasang alat itu, ia kembali ke kamar nya.
"Aku tidak akan membiarkan mu lepas kali ini Zev. Sudah terlalu lama aku menunggu mu." Ucap Roy geram.
"Aku akan melepaskan mu dan bersikap manis pada mu jika kau bersedia menjadi milik ku." Ancam Roy lalu ia keluar lagi meninggalkan Zevina.
Dia hanya akan berada di ruang utama apartemen Zevina sambil mendengarkan semua makian Zevina yang justru terdengar indah bak melodi lagu di telinga nya.
Roy benar benar kehilangan kewarasan nya.
"Kau iblis Roy. Kau jahat." Ucap Zevina.
"Aku mencintaimu." Roy membalas dengan teriakan.
"Aku membencimu. Lebih baik kau bunuh saja aku seperti kau membunuh suami ku." Pinta Zevina sambil terisak.
"Itu tidak akan pernah terjadi sayang. Kau tidak akan pernah mati ditangan ku. Hanya kebahagiaan yang akan aku berikan pada mu jika kau menurut dan membalas cinta ku." Ucap Roy.
"Darv, kenapa kau meninggalkan ku? Aku takut." Ucap Zevina pilu.
"Aku sudah duga, kau selama ini bersama nya hanya karena kau merasa terlindungi, tapi kau sama sekali tidak mencintai nya. Kau mencintai ku Zevina dan hanya aku." Roy asal menuduh dan mengklaim Zevina mencintai nya.
Entah dari sisi mana ia bisa mengatakan seyakin itu.
"Aku membenci mu. Kau tidak akan hidup tenang. Kau pasti akan mendapatkan karma nya." Ucap Zevina mengutuk Roy.
"Karma nya adalah kau mencintaiku dengan sangat besar hingga tak bisa jika tanpa ku disisi mu Zev." Ucap Roy seolah Tuhan dan menentukan karma untuk dirinya sendiri.
Zevina memilih diam dan tidak menjawab lagi. Rasanya lelah, dan sangat lemah. Ia hanya menangis meratapi kebodohan nya yang mengira Roy sudah benar benar berubah, namun nyatanya semua itu hanya sandiwara nya saja.
Semua hanya pura pura, Roy berusaha untuk menjadi seperti Darvin agar Zevina bisa mencintai nya.
Lelah menangis, Zevina akhirnya terlelap tanpa sadar.
Roy yang mendengar tidak ada suara Zevina pun mencoba masuk ke kamar nya untuk memastikan keadaan Zevina. Ia tersenyum saat melihat Zevina tertidur.
"Lihatlah, kau bahkan dengan mudah terlelap diatas ranjang ku sayang." Ucap Roy menyibak anak rambut yang menutupi wajah Zevina.
"Kau hanya milik ku mulai sekarang sayang." Ucap Roy kemudian ia mencuri ciuman dari bibir Zevina yang sudah ia inginkan lama.
Roy kemudian naik keatas ranjang nya dan ikut terlelap disamping Zevina sambil memeluk erat Zevina.
...~ To Be Continue ~...
*******
Like dan komentar jangan lupa.
Makasih.
Selamat Berbuka Puasa.