
[ Jangan lupa mampir di karya ku yang berjudul
"Truth Or Dare? (Terjebak Cinta Pembunuh Psikopat) "
Tinggalkan jejak kalo udah mampir. Makasih.]
...~ Happy Reading ~...
.
.
.
.
Sepeninggal Darvin dan Liz, masih dirumah Jack.
"Jack, katakan apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Alice kesal.
Mereka sedang duduk bersebelahan.
Bukan karena cemburu, tapi ia kaget saat melihat adiknya tiba tiba muncul, lalu pergi lagi dan Jack juga mengejarnya walau tidak dapat menggapai nya.
"Raina, tolong bawa Derice dan Ar ke kamar mu dulu." Titah Alice pada putrinya agar mereka yang dewasa lebih leluasa bercerita.
Raina pun mengangguk dan segera mengajak Arzevin dan Derice ke kamar nya.
"Katakan Jack." Titah Alice lagi.
Jack menatap pilu pada Alice, ia sempat menangis tadi.
Sedangkan Derex, Keanu, dan Zevina duduk tak jauh dari mereka.
"Aku dan Liz sudah membangun hubungan yang awalnya tidak seharusnya." Ucap Jack lirih.
Alice menatap pada Zevina seolah bertanya apakah Zevina juga mengetahui nya dan Zevina mengangguk.
"Ceritakan dengan lengkap." Titah Alice lagi.
Dan Jack pun akhirnya menceritakan awal hubungan nya dengan Liz mulai tercipta hingga pada saat Liz lebih memilih meninggalkan nya, dan juga tentang dirinya yang kini mencintai Liz dan ingin menikah dengan nya namun ditolak.
"Astaga. Kenapa kalian bisa sekacau ini?" Tanya Alice geram, mengingat kebodohan adik nya dan juga mantan suaminya itu.
Jack hanya diam dan menunduk.
"Lalu siapa pria yang sedang bersama nya dan juga anak kecil itu? Apa itu putra kalian?" Tanya Alice bingung.
"Aku tidak tahu. Tapi Liz pernah bilang jika dia memasang alat kontrasepsi ditubuh nya." Ucap Jack sesuai fakta yang ia ketahui.
Semuanya hening.
Logika Derex mulai bekerja.
"Aku rasa bisa saja itu memang putra mu. Sebelum Liz meninggalkan mu, kalian sempat melakukan itu dan kau bilang dia sangat aneh dan berulang kali menyatakan dia mencintai mu. Lalu sebulan kemudian tiba tiba dia datang dan mengambil barang barang nya dengan alasan ia mendapat pekerjaan baru dan pergi lagi meninggalkan mu hingga tadi." Ucap Derex.
Semuanya menatap Derex menunggu kelanjutan nya.
"Pertama, ia pergi karena merasa tidak mungkin bisa bersama mu, dia pikir kau masih mencintai istri ku hingga saat itu. Jadi dia hanya ingin melakukan itu dengan mu untuk terakhir kalinya sebagai kenangan untuk nya. Kedua, dia kembali tiba tiba karena dia sudah tahu dia sedang hamil anak mu. Tapi dia tidak berniat memberitahu mu, karena sekali lagi dia masih berpikir kau mencintai istri ku dan kau pasti tidak akan menerima kehadiran bayi itu. Maka dari itu dia memilih pergi, melahirkan dan membesarkan anak kalian sendirian." Ucap Derex dengan logikanya sebagai seorang pria.
"Wow. Kau sangat hebat kakak." Ucap Zevina memuji kakak nya dan akhirnya ia memanggil Derex dengan sebutan kakak.
"Aku rasa dia benar benar sudah salah paham selama ini." Ucap Jack.
"Jack, aku ijinkan istri ku membantu mu menyelesaikan masalah ini. Aku yakin kau tidak akan bisa menyelesaikan masalah ini sendiri. Bukan menghina mu. Tapi aku yakin Liz tidak akan bisa percaya pada mu begitu saja." Ucap Derex bangga.
"Berhenti menyebut Alice istri mu. Semua orang disini juga tahu dia istri mu dan kau merebut nya secara paksa dari ku." Ucap Jack kesal mengingat masa lalu nya dengan Derex dan Alice.
"Aku rasa otak mu itu sudah tidak benar karena dipukul dengan keras oleh nya waktu itu. Makanya kau dengan bodoh mau menerima nya dan hidup dengan nya." Ucap Jack menyindir mantan istri nya itu.
Plak
Alice menampar ringan pipi nya membuat Jack menatap tajam padanya.
"Mau ku congkel mata mu?" Tanya Derex datar.
Jack menggeleng.
"Suami mu." Jawab Jack asal dan kini Keanu yang menatap tajam padanya.
#####
Darvin dan Liz baru saja sampai di rumah milik Darvin.
Liz langsung turun dari mobil dan berjalan masuk kedalam rumah, mata nya sembab.
Ia mendudukkan dirinya kasar di sofa ruang tamu.
Untung saja Jacki tertidur setelah sibuk bermain dengan mainannya di mobil tadi.
Darvin menggendong Jacki dan menaruh nya kekamar.
Setelah itu ia keluar lagi dan menghampiri Liz yang masih terisak di ruang tamu.
"Siapa wanita tadi?" Tanya Darvin memastikan apakah dugaannya tepat.
"Mommy nya Raina. Kakak ku." Ucap Liz lirih tanpa menatap Darvin.
"Lalu kenapa kau harus pergi?" Tanya Darvin lagi.
"Karena ternyata dia masih hidup dan dia sudah kembali pada Jack." Ucap Liz menahan amarah serta sakit hati nya.
"Aku tidak yakin. Kau tidak lihat tadi ada seorang pria yang sedang bersama seorang anak laki laki. Wajah anak lelaki itu tampak mirip kakak mu dan pria itu." Ucap Darvin mencoba membujuk Liz.
"Tidak. Kau tidak tahu. Jack sangat mencintai kakak ku." Ucap Liz putus asa.
"Liz, apa kau akan terus terusan menyerah sebelum berperang? Kau bahkan belum pernah mencari tahu kebenaran tentang perasaan Jack pada mu sejak kalian membangun hubungan itu." Ucap Darvin berusaha mematahkan argumen Liz.
Liz diam sejenak.
"Seharusnya kau mencari tahu kebenaran nya dulu, baru setelah itu kau bisa mengambil keputusan yang tepat. Aku tidak yakin Jack masih mencintai mantan istri nya itu. Jika benar, untuk apa tiga tahun lalu dia meminta mu menikah dengan nya? Dan jika benar kakak mu tadi memang sudah kembali pada nya, untuk apa dia tampak mengejar mu dan duduk bersimpuh saat kita pergi tadi? Come on Liz, you should find the truth before you make a decision." Ucap Darvin berusaha membujuk Liz.
"Lalu kau?" Tanya Liz mengingat tadi Zevina telah menerima lamaran dari Keanu.
"Aku tentu saja tidak akan menyerah begitu saja. Tidak ada kata menyerah untuk Darvin Anthony sebelum ia berjuang. Apalagi itu adalah untuk mendapatkan Zevina Anthony nya. Wanita pertama dan satu satunya milik ku." Ucap Darvin penuh percaya diri.
"Kau yakin bisa merebut Zevina kembali?" Tanya Liz meragukan.
"Haha. Aku bukan dirimu yang belum melakukan apa apa sudah menyerah duluan. Kau lihat saja nanti. Jangan panggil aku Darvin jika aku tidak bisa membuat istri tercinta ku dan putra ku kembali pada ku." Ucap Darvin.
"Terserah kau saja." Ucap Liz cuek.
"Jika kau butuh bantuan, aku bersedia memberi mu ide. Bagaimana?" Tanya Darvin sedikit menghasut Liz.
"Tidak perlu." Ucap Liz pasrah.
"Kau sangat payah. Kau tahu, kau sama saja dengan wanita murahan yang rela ditiduri gratis oleh Jack lalu ditinggal begitu saja dan harus membesarkan anak dari hasil hubungan kalian sendirian." Ucap Darvin meremehkan Liz, tujuannya agar Liz mau bangkit dan memperjuangkan hak nya.
Plak
Darvin mendapat tamparan dari Liz.
"Kau ingat baik baik Darvin. Selama tiga tahun ini kau memang teman ku. Tapi bukan berarti kau bisa menghina ku semau mu." Ucap Liz geram menunjuk wajah Darvin.
Setelah itu ia langsung berlari naik keatas menuju kamar nya.
"Bodoh. Wanita lemah." Batin Darvin.
"Sayangku, kau begitu menggemaskan saat menerima lamaran pria payah itu tadi. Tapi ingatlah satu hal sayang. Kita sudah menikah, dan masih menikah. Aku tidak akan pernah melepaskan mu pada siapapun. Tidak di kehidupan ini ataupun di kehidupan selanjut dan selanjutnya." Ucap Darvin mengepalkan tangan kuat.
"Aku akan mendapatkan mu kembali dengan cara apapun sayang. Jika tidak bisa cara halus, maka terpaksa aku harus membangkitkan Darvin yang dulu untuk mengikat mu dan putra kita kembali di sisi ku." Ucap nya lagi lalu melempar vas bunga yang ada di atas meja nya hingga pecah berantakan dan menimbulkan bunyi kuat namun ia tidak peduli mau Liz dan putranya terganggu atau tidak.
...~ To Be Continue ~...
******
Kira kira apa yang bakal dilakukan babang Darvin untuk mendapatkan istri tercinta nya kembali?
Mampukah Babang Darvin mengalahkan Keanu yang tampan dan mempesona itu?
#MAAFLEBAY
Like dan komentar jangan lupa. Makasih.