IF LOVE

IF LOVE
If Love 65



[ Mampir juga di karya ku yang judul nya


" Truth Or Dare? (Terjebak Cinta Pembunuh Psikopat) "


Like dan komentar jangan lupa kalo udah mampir ya. ]


...~ Happy Reading ~...


.


.


.


.


Dua bulan kemudian.


"Zev, kenapa kau pucat sekali?" Tanya Alice khawatir saat melihat adik ipar nya tampak pucat.


"Tidak mungkin aku hanya lelah." Ucap Zevina asal.


Hari memang masih pagi, tapi Zevina merasa ada yang tidak beres dengan tubuhnya. Namun walau begitu ia berusaha menahan nya.


"Ya sudah. Aku panggilkan dokter." Ucap Alice inisiatif.


"Tidak Alice. Tidak perlu." Ucap Zevina.


"Aku istirahat saja dikamar." Kemudian Zevina pun berjalan dengan perlahan menuju kamar nya.


"Sayang, badan Derice panas." Ucap Derex yang datang pada Alice sambil menggendong Derice.


"Aku coba lihat." Ucap Alice meraba kening putra mereka.


"Ya ampun, Derice demam." Alice sedikit panik.


"Ya sudah, aku panggilkan dokter." Ucap Derex.


Ia pun segera menelpon dokter pribadi nya agar kerumah untuk memeriksa keadaan putranya.


Alice membawa Derice kembali ke kamar dan mengompres kepala Derice sambil menunggu dokter datang.


Sementara di kamar Zevina.


"Kenapa perut ku mulas sekali?" Batin Zevina saat merasakan perutnya sangat mulas.


Zevina mencoba ke kamar mandi, tapi tidak ada yang ia keluarkan.


"Sepertinya aku akan melahirkan." Ucap nya.


Ia ingin keluar mencari pertolongan, tapi tubuhnya terasa sangat lemah.


"Zevina." Keanu yang kebetulan lewat di depan pintu kamar nya tidak sengaja melihat Zevina duduk lemas ditepi ranjang nya karena pintu kamar Zevina tidak tertutup rapat.


Sigap, Keanu langsung memapah Zevina keluar dari kamar nya.


Berpapasan dengan Derex membuat Derex bertanya khawatir.


"Aku rasa Nona muda akan melahirkan Tuan." Ucap Keanu yakin.


"Bagaimana ini? Derex juga sedang sakit, sangat tidak mungkin jika aku meninggalkan Alice dan Derice sendirian." Derex dilema.


"Biar aku saja yang menemani Nona muda, Tuan." Usul Keanu tulus.


"Kau yakin?" Tanya Derex.


Keanu mengangguk, ia pun segera membawa Zevina ke mobil dan langsung melaju kerumah sakit.


Sampai dirumah sakit, Keanu segera membawa Zevina menggunakan kursi roda untuk mencari dokter.


"Tuan, ada yang bisa saya bantu?" Tanya salah satu perawat.


"Tolong, teman ku akan segera melahirkan." Ucap Keanu panik.


"Baiklah, serahkan pada ku agar aku bisa membawanya ke ruang pemeriksaan." Ujar perawat itu kemudian mengambil alih kursi roda itu dari tangan Keanu.


Keanu mengikuti langkah perawat itu hingga ke ruang pemeriksaan.


Keanu dilarang masuk, jadi hanya bisa menunggu diluar.


"Bagaimana dokter?" Tanya Keanu khawatir saat melihat dokter yang menangani Zevina keluar dari ruangan pemeriksaan itu.


"Kondisi bayi baik baik saja. Hanya saja Nyonya Zevina sangat lemah jadi sangat tidak memungkinkan untuk nya melahirkan secara normal." Ucap Dokter tersebut menjelaskan.


"Lakukan yang terbaik dokter. Ibu dan bayi harus selamat." Pinta Keanu namun nada nya terdengar mengancam.


"Baik. Tolong tandatangan di sini sebagai bukti pihak keluarga menyetujui proses kelahiran secara operasi." Dokter tersebut menyerahkan selembar surat pernyataan pada Keanu.


Keanu segera menandatangani surat itu.


"Kami akan segera membawanya ke ruangan operasi. Jadi harap Tuan menunggu prosesnya dengan sabar." Ucap dokter itu.


"Baik."


Setelah itu dokter itu pun menugaskan para perawat untuk menangani Zevina dan membawa Zevina ke ruang operasi.


Keanu mengikuti para perawat tersebut saat mereka keluar dengan mendorong Zevina di atas brankar.


Tak lepas Keanu memandangi Zevina seperti seorang suami yang sedang khawatir pada istrinya.


Zevina telah dibawa masuk ke ruang operasi. Keanu hanya bisa menunggu diluar.


"Semoga kau dan baby baik baik saja Zev." Batin Keanu penuh harap.


Keanu terlanjur menjadikan Zevina sebagai pemegang kunci hati nya, jadi bagi nya bayi Zevina sudah seperti bayi nya juga.


Tak lama dokter tadi telah kembali dengan pakaian khusus untuk operasi dan langsung masuk kedalam ruangan operasi.


Beberapa menit kemudian lampu merah diatas pintu ruangan itu menyala pertanda operasi telah di mulai.


Keanu menanti dengan cemas. Jika Darvin tahu saat ini istrinya sedang berjuang mempertaruhkan nyawa nya demi nyawa yang baru, mungkin Darvin akan lebih cemas dari Keanu.


Sayangnya Darvin tidak ada di samping Zevina saat ini.


Kurang lebih satu jam Keanu menunggu di depan ruangan operasi sambil mondar mandir tak tentu arah.


Hingga lampu merah diatas pintu ruangan itu dimatikan pertanda operasi telah selesai.


Dokter pun keluar.


"Selamat Tuan, bayi Nyonya Zevina laki laki. Dan kondisi Ibu dan bayi stabil, tidak ada masalah yang serius." Ucap dokter tersebut menjelaskan.


"Baiklah, terima kasih dokter." Ucap Keanu riang.


Dokter itu pun beranjak meninggalkan Keanu.


Keanu menunggu hingga beberapa perawat yang menangani Zevina selesai mengurus Zevina dan memindahkan Zevina keruang inap.


Keanu pun mengikuti langkah para perawat itu menuju ke ruang perawatan.


Namun sebelum masuk, ia mendapatkan panggilan dari Derex.


Ia memutuskan untuk menjawab panggilan Derex terlebih dulu.


"Hallo Tuan." Sapa Keanu.


"Bagaimana? Apa little sudah melahirkan? Apa ada masalah yang serius?" Derex bertanya khawatir.


"Nona muda sudah melahirkan Tuan. Ibu dan bayi nya baik baik saja. Hanya saja tadi sebelum melahirkan, kondisi Nona muda sangat lemah. Jadi aku terpaksa menyetujui keputusan dokter agar Nona muda melahirkan secara operasi." Ucap Keanu menjelaskan keadaan.


"Baiklah. Kau melakukan semuanya dengan baik." Ucap Derex lega.


"Bagaimana kondisi Tuan kecil? Apa sudah membaik?" Tanya Keanu tentang keadaan Derice.


"Derice sudah baik baik saja. Hanya demam biasa." Ucap Derex.


"Baik Tuan kalau begitu." Ucap Keanu.


Derex pun mematikan panggilan nya.


Akhirnya Keanu masuk ke ruangan rawat Zevina.


Zevina tampak tersenyum memandangi kotak bayi di samping nya.


Dan Keanu semakin jatuh cinta pada nya. Walau masih pucat tapi Zevina masih sangat cantik.


"Selamat Zev." Ucap Keanu tersenyum manis.


"Terima kasih Ke." Zevina tersenyum tak kalah manis.


Keanu menatap bayi mungil itu yang sangat tampan namun tidak mirip dengan Zevina.


"Dia tampan. Sangat mirip dengan Daddy nya." Ucap Zevina tersenyum.


Hati Keanu menjadi lemah.


"Zev." Keanu memanggil Zevina sendu.


"Ada apa?" Tanya Zevina bingung.


"Ijinkan aku menjaga mu dan bayi mu." Pinta Keanu penuh harap.


"Kau memang sudah menjaga ku." Ucap Zevina tersenyum.


Hah


Keanu menghela nafas kasar.


"Bukan menjaga seperti itu. Bukan sebagai pengawal ataupun teman. Tetapi sebagai seorang pria yang melindungi wanita nya." Ucap Keanu serius.


...~ **END ~...


*******


Season 1 sudah selesai.


Season dua segera meluncur, masih dibuku yang sama.


Tungguin yaa..


Like dan komentar jangan sampai lupa**.