IF LOVE

IF LOVE
If Love S2 19



"Wah, akhirnya aku pulang ke rumah." Ucap Arzevin semangat ketika baru turun dari mobil.


Dirumah Darvin tampak Alice dan Derice sudah menunggu kedatangan mereka.


"Ar." Teriak Derice langsung berhambur memeluk Arzevin.


Arzevin tertawa geli mendapat perlakuan seperti itu dari kakak sepupunya.


Sedangkan Zevina dipapah oleh Darvin dan diikuti Keanu dan Derex dari belakang.


"Bagaimana kabar mu Alice?" Tanya Zevina memeluk Alice.


"Aku baik sayang. Ayo masuk." Ajak Alice pada Zevina dan mengambil alih Zevina dari Darvin.


"Aku sudah memasak banyak makanan kesukaan mu." Ucap Alice sambil memapah Zevina menuju ruang makan.


Sedangkan tiga pria dibelakang hanya setia mengikuti dua wanita kesayangan mereka.


"Jangan menatap istri ku seperti itu." Titah Darvin sengaja menutup mata Keanu dengan telapak tangannya.


"Jangan menyentuh ku dengan tangan kotor mu." Ketus Keanu menepis kasar tangan Darvin.


"Sudahlah, kalian sangat menjijikan. Little hanya milik ku seorang, bukan milik kalian." Ucap Derex dingin sambil mendudukkan dirinya disamping istrinya.


Darvin dan Keanu memutar malas matanya.


Keanu berebut kursi yang berhadapan dengan Zevina, dengan Darvin.


Akhirnya Darvin mengalah dan membiarkan Keanu duduk berhadapan dengan Zevina. Ia duduk di samping Keanu.


"Derice, Ar, ayo kesini makan." Titah Alice pada dua anak kecil itu.


"No aunty. Ar belum lapar." Jawab Arzevin yang sudah sibuk bermain dengan mainannya.


"Aku juga masih kenyang Mom." Jawab Derice demikian.


Mereka lebih memilih bermain daripada makan bersama dengan para orang dewasa itu.


"Baiklah. Nanti jika lapar cepat bilang pada Mommy, okay." Titah Alice lagi dan keduanya hanya mengangguk.


Para orang dewasa pun mulai menikmati makanan yang terhidang di depan mereka.


Keanu makan dengan serius dan tatapan nya setia menatap Zevina yang berada di depan nya.


Zevina menunduk, bukan tidak nyaman atau malu. Tapi masih ada rasa tidak enak hati pada Keanu.


Keanu tersenyum menyadari ekspresi Zevina dan itu sangat lucu dimatanya.


"Jangan tersenyum seperti itu atau ku robek bibir mu." Titah Darvin menunjuk bibir Keanu dengan garpu nya.


Keanu hanya tersenyum sinis pada Darvin, namun kembali menatap Zevina lagi.


Zevina memilih diam.


Alice dan Derex beradegan romantis, saling menyuap satu sama lain.


Ketiga orang itu memilih tidak menghiraukan mereka.


Mereka pun segera menyelesaikan kegiatan mereka.


Setelah selesai, Zevina hendak mencuci wadah kotor yang telah mereka gunakan.


"Sudah Zev, kau istirahat saja. Biarkan nanti pelayan yang melakukan nya." Ucap Alice merangkul pundak Zevina.


Zevina pasrah.


Zevina akhirnya bergabung dengan ketiga pria yang saling beradu tatapan tajam itu.


Rasanya menakutkan, batin Zevina.


Tiba tiba Keanu mendengar ponselnya berbunyi.


"Ada apa?" Tanya Keanu dingin saat menjawab panggilan nya.


"Tuan, kami sudah mendapatkan Mark Anthony." Ucap anak buah yang menghubungi nya.


Keanu tersenyum sinis.


"Baik. Kami akan segera kesana." Ucap Keanu dan langsung mematikan panggilannya.


"Mark Anthony sudah berhasil ditangkap." Ucap Keanu dingin.


Darvin tersentak, perasaan nya jadi tidak tenang. Ia akan bertemu dengan paman nya lagi setelah sekian lama.


"Baiklah." Ucap Derex bangkit dari duduk nya diikuti Darvin.


"Keanu, kau tetaplah disini untuk menjaga istri kamu dan putra kami." Titah Derex tak terbantahkan saat melihat Keanu juga ikut berdiri.


Keanu akhirnya duduk kembali.


Derex dan Darvin pun melangkah keluar dari rumah dan segera menuju ke markas Derex.


Sepeninggal Derex dan Darvin, Zevina memutuskan untuk berjalan ke taman belakang.


Taman yang ditanami banyak mawar merah kesukaan nya. Taman yang sengaja dibuat Darvin untuk nya.


Setelah ditaman, ia duduk di kursi taman ity dan memandangi langit yang tampak cerah.


Sekilas senyum terbit di bibir nya sambil mengelus perutnya yang masih rata.


"Zev, boleh aku bergabung?" Tanya Keanu yang entah sejak kapan sudah berdiri di samping kursi nya.


Zevina menatap Keanu dengan segala keberanian nya.


"Duduklah." Jawab Zevina pelan.


Keanu pun duduk di samping nya.


Mereka tidak duduk berdekatan seperti dulu.


Keduanya hening dan menatap langit bersamaan.


Lalu keduanya tertawa kecil bersama.


"Kau duluan saja." Ucap Keanu lembut.


"Ekhem." Zevina berdehem mengusir rasa gugup nya.


"Ke, aku ingin minta maaf. Maaf karena aku sudah menyakiti dan membuat mu kecewa. Maaf karena aku sudah memberimu harapan yang palsu." Ucap Zevina sendu.


Keanu tersenyum.


"Apa kau sekarang malah mencintai ku?" Tanya Keanu semangat.


Zevina menatapnya bingung.


"Ayo kita ulang sekali lagi. Bercerailah dengan Darvin dan menikah lah dengan ku." Titah Keanu.


Zevina mulai tersulut emosi.


"Aku kira kau benar benar sudah ikhlas aku menikah dan bahagia bersama suami ku yang sesungguhnya." Bentak Zevina kasar.


"Wow, kenapa harus marah seperti itu Zev. Kau sekarang benar benar sangat mirip dengan Darvin. Pemarah." Ledek Keanu.


Zevina geram.


Ia bangkit dari duduk nya dan hendak melangkah.


"Aku akan menikah." Ucap Keanu spontan menghentikan langkah Zevina.


Zevina berbalik menatapnya bingung.


"Apa maksud mu?" Tanya Zevina bingung dan kembali duduk di samping Keanu.


Keanu kini menghadap Zevina dan melipat satu kakinya keatas kursi.


"Sungguh, aku tidak tahu harus memulai dari mana. Tapi gadis itu sangat menakjubkan Zev. Dia bukan tipe wanita anggun seperti mu dan Nyonya Alice. Tapi kau tahu, dia mampu membuat ku jatuh cinta hanya dengan menatap wajah nya yang terlelap disamping ku." Ucap Keanu bersemangat.


Zevina terbelalak tak percaya.


"Kau tidur dengannya?" Tanya Zevina terkejut.


Keanu lagi lagi tersenyum.


"Aku tidak tahu Zev. Sungguh, aku tidak tahu. Tapi berkali kali dia bilang tidak terjadi apapun diantara kami, tapi aku tidak percaya." Ucap Keanu lagi.


Ekspresi Keanu benar benar berbinar saat menceritakan gadis yang ingin ia nikahi itu.


Ekspresi yang bahkan sangat berbeda saat ia bersama Zevina dulu.


Kali ini Keanu benar benar tersenyum lepas dan tidak tampak raut kekhawatiran diwajah nya.


"Siapa namanya?" Tanya Zevina antusias.


"Nanti saja aku akan ceritakan pada mu, aku juga akan perkenalkan pada kalian." Ucap Keanu lagi.


Zevina tersenyum bahagia.


"Yang sebenarnya ingin aku katakan adalah, aku ingin minta maaf Zev. Maaf karena dulu aku terlalu memaksa mu. Aku jelas tahu kau tidak bisa mencintai ku, tapi aku memaksa mu untuk menerima ku. Maafkan aku." Pinta Keanu tulus.


Zevina tersenyum.


"Tidak apa Ke. Kita sama sama salah dalam hal itu. Kau yang terlalu gegabah dan aku yang tidak enak hati untuk menolak mu." Ucap Zevina tulus.


"Jadi, apa kita sekarang benar benar berteman?" Tanya Keanu lagi.


Zevina mengangguk.


"Tentu saja kita berteman." Ucap Zevina semangat.


"Terima kasih Zev." Ucap Keanu spontan memeluk Zevina.


Zevina membalas pelukan nya singkat. Mereka pun melanjutkan obrolan mereka dan sesekali bercanda ria.


########


Derex dan Darvin baru saja sampai di markas Derex.


"Kau takut?" Tanya Derex meremehkan saat mereka sudah turun dari mobil.


"Aku tidak takut. Hanya saja sudah sangat lama tidak bertemu dengan nya." Ucap Darvin.


Derex hanya menyeringai dan melangkah duluan untuk masuk kedalam markas nya dan menuju tempat Mark Anthony ditahan oleh anak buah nya.


Darvin mengikuti dari belakang.


"Tuan." Sapa anak buah Derex yang berjejer rapi.


Derex hanya mengangguk.


Ia membuka pintu ruangan tempat Mark Anthony ditahan dan masuk kedalam.


Darvin menyusul.


"Waw, jadi ini paman adik ipar ku?" Tanya Derex dengan suara datar.


Terlihat Mark Anthony diikat kedua tangannya diatas kayu yang melintang sehingga membuatnya tergelantung indah.


"Siapa kau hah? Aku tidak ada urusan dengan mu." Ucap Mark dengan suara menahan sakit, karena memang ia sempat disiksa oleh anak buah Derex agar mudah menangkap nya.


"Tapi kau punya urusan dengan ku, paman." Ucap Darvin dengan nada dingin menekan kata paman dan berjalan menghadap Mark Anthony.


"Siapa kau. Aku tidak mengenal mu juga." Ucap Mark dengan susah payah.


Darvin menyeringai.


"Aku keponakan tercinta mu. Darvin Anthony."


...~ To Be Continue ~...