
Enam bulan telah berlalu. Zevina memutuskan untuk menetap di London, kota dengan negara yang berbeda. Selama enam bulan ini ia berjuang sekuat tenaga untuk melepaskan semua kenangan dan sakit dimasa lalu nya. Ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan mengurung diri di apartemen. Namun tidak lagi setelah ia mendapatkan panggilan interview beberapa hari lalu.
Dan kini ia sedang bersiap untuk berangkat ke perusahaan yang menghubungi nya untuk interview beberapa hari lalu.
Ditempat lain masih dikota yang sama terlihat seorang gadis kecil sedang merengek untuk mengikuti Ayahnya ke kantor.
"Daddy please, aku mau ikut." Ia memohon pada Ayahnya.
"Untuk apa Raina?" tanya Ayahnya.
"Padahal biasanya jika Daddy mengajak mu kau selalu menolak dan lebih memilih bermain dengan aunty Liz." Lanjut nya.
"Kali ini aku ingin ikut Daddy, please aku mohon." Ucap Raina memelas.
"Sudahlah, apa susah nya membawa dia bersama mu kak Jack?" tanya Seorang gadis yang mendekati mereka. Ya pria itu adalah Jack White, pemilik perusahaan properti terbesar di London bernama J'White Property. Tidak jauh berbeda dengan Darvin. Jika Darvin nomor dua di New York, maka Jack yang pertama di London.
"Tapi hari ini aku harus menginterview calon sekretaris baru untukku Liz." Ucap Jack pada adik iparnya. Lebih tepatnya adik dari mendiang istrinya.
"Aku janji tidak akan nakal Dad. Please." Raina terus memohon pada Jack tanpa kenal lelah.
"Ya sudah, ganti pakaian mu dulu dengan aunty Liz." Akhirnya Jack menyerah.
"Yeyyyy." Teriak Raina kegirangan.
Ia pun segera menarik tangan Liz untuk membantu nya bersiap.
"Raina, jika aunty tidak disini nanti, jangan selalu merepotkan Daddy mu." Ucap Liz menasehati keponakan kesayangan dan satu satunya itu.
"Siap aunty." Ucap Raina meletakkan telapak tangan nya dikening seperti memberi hormat pada Liz. Raina White gadis kecil berumur delapan tahun. Ia adalah gadis yang pintar dan penurut. Ia bukan tipe anak yang suka bermanja, dan sebenarnya ia juga tidak begitu suka jika harus mengikuti Ayahnya ke kantor tapi entah apa yang terjadi dengannya hari ini sehingga ia sangat memaksa untuk ikut.
"Sudah selesai." Ucap Liz ketika selesai mendandani keponakan nya itu.
"Thank you aunty." Ucap Raina mengecup pipi Liz. Dengan segera ia pun berlari keluar menghampiri ayahnya.
"I'm ready Daddy." Ucap nya langsung menggenggam tangan Ayahnya.
Jack hanya menggeleng mengikuti tarikan tangan mungil putrinya. Setelah ia dan putrinya masuk ke mobil, dengan segera sopir nya pun melajukan mobilnya menuju perusahaan nya.
Setelah sampai Jack pun langsung turun diikuti putri kecilnya. Putrinya terlihat sangat antusias. Tiba tiba langkah Raina berhenti saat berpapasan dengan seorang perempuan. Ia adalah Zevina.
"Hai aunty cantik." Ia menyapa Zevina padahal ia tidak mengenal Zevina sama sekali. Zevina hanya tersenyum dan berlalu meninggalkan nya. Ya Zevina mendapat panggilan interview dari perusahaan Jack.
"Daddy aunty itu cantik sekali. Daddy harus memilih nya." Ucap Raina bersemangat. Jack hanya mengangguk memandangi Zevina sekilas, ia tidak percaya kalau Zevina adalah salah satu kandidat yang akan ia interview.
Mereka pun melanjutkan perjalanan nya menuju ruangan Jack. Entah kenapa hari ini Raina terlihat sangat bersemangat. Bahkan sesekali ia bersenandung ceria.
"Little girl, what happened? Why you look so happy today?" tanya Jack pada putrinya.
"I don't know." Jawab Raina singkat sambil mengangkat pundak nya.
Jack hanya menggeleng heran melihat tingkah putrinya.
"Tuan, interview akan segera dimulai." Ucap Asisten Jack saat ia memasuki ruangan Jack.
"Baik. Aku segera kesana." Ucap Jack.
"Uncle Rick, aku ikut." Timpal nya menatap Rick asisten Ayahnya dengan penuh harap. Raina memang cukup dekat dengan beberapa karyawan Ayahnya yang menurut nya baik terutama dengan Rick. Ia bahkan selalu menjodohkan Rick dengan aunty Liz nya.
"Baik tuan putri, uncle akan membawa mu bersama." Ucap Rick lalu menggendong Raina. Raina berteriak kegirangan.
Jack hanya menggeleng, ia benar benar bingung melihat kelakuan putrinya. Kasarnya entah apa yang merasuki putrinya hari ini. Saat diruang interview, Raina duduk di samping Ayahnya. Ia memperhatikan semua peserta interview.
"Daddy aunty cantik tadi." Ucap Raina pada Jack sambil menunjuk kearah Zevina yang tertunduk membaca sesuatu. Jack memperhatikan Zevina dengan seksama.
"Cantik." Batin Jack.
"Daddy harus memilih nya." Ucap Raina memaksa Jack.
"Daddy hanya memilih yang paling cocok dengan yang Daddy inginkan Raina." Ucap Jack tegas. Kali ini ia tidak mengiyakan permintaan putrinya.
Putrinya memanyunkan bibirnya mendengar perkataan Ayahnya. Interview pun dimulai. Satu persatu kandidat ditanyai ini dan itu. Namun tidak ada yang kena dihati Jack. Mencari sekretaris saja sesulit ini apalagi mencari Ibu sambung untuk putrinya.
Kini giliran Zevina yang dipanggil. Zevina melangkah dengan gugup dan duduk di kursi yang berhadapan dengan Jack. Mata mereka saling bertemu. Jack merasakan sesuatu yang aneh dalam dirinya saat menatap Zevina.
"Hai aunty, kita bertemu lagi. Daddy ku bilang dia akan memilih mu untuk menjadi sekretaris nya." Ucap Raina sembarangan. Jack melotot menatap putrinya namun tidak membuat Raina takut. Sedangkan Zevina hanya tersenyum.
Beberapa pertanyaan ditanyakan pada Zevina dan dapat dijawab dengan baik. Jack heran dengan putrinya. Raina tidak berhenti menatap kagum pada Zevina. Bahkan ia yang tahu pertama kali kalau Zevina adalah salah satu kandidat yang akan ia interview.
Setelah selesai dengan semua pertanyaan dan memeriksa kualifikasi yang dimiliki Zevina, Jack pun memutuskan untuk menerima Zevina. Bukan karena putrinya, tapi memang menurut nya Zevina lah yang paling cocok dengan yang ia inginkan.
"Nona Zevina Albert kau diterima bekerja sebagai sekretaris ku. Kau bisa mulai bekerja besok." Ucap Jack berdiri dari tempat duduk nya dan berjalan kearah Zevina.
"Jack White." Ucap nya memperkenalkan dirinya pada Zevina.
"Zevina." Ucap Zevina singkat.
"Mommy, aku Raina White. Calon putri mu." Ucap Raina tak tahu malu.
"Rick bawa Raina kembali." Ucap Jack segera memberi perintah pada Rick. Ia tidak ingin putrinya melanjutkan perkataannya. Rick pun segera melaksanakan perintah nya. Zevina hanya tersenyum kecil.
"Maaf. Putri ku memang suka bercanda." Ucap Jack salah tingkah.
"Tidak masalah." Jawab Zevina singkat.
"Baiklah kalau begitu aku permisi dulu Tuan." Ucap Zevina pamit dan berbalik meninggalkan Jack.
"Zevina Albert." Jack bergumam dan tersenyum kecil.
********
Terima kasih untuk dukungan kalian.
Mohon maaf jika isi bab nya masih berantakan karena aku sedang merevisi cerita yang sebelumnya berjudul Secret Admirer menjadi If Love.
Semoga aku bisa dengan segera menyelesaikan nya ya.
Sayang kalian.