IF LOVE

IF LOVE
If Love 34



"Sayang jaga dirimu selama aku tidak disini, okay." Ucap Darvin memeluk erat istrinya.


"Baiklah sayang. Kabari aku setelah kau sampai nanti." Ucap Zevina membalas pelukan Darvin tak kalah erat.


Mereka kini sedang berada di bandara. Sesuai janji Darvin hari itu, dua hari setelah nya yaitu hari ini ia akan kembali ke New York untuk mengurus semua dokumen pindah negara dan setelah itu dokumen pernikahan mereka.


"Mungkin aku akan lama, jadi bersabar lah menunggu." Ucap Darvin tanpa melepaskan pelukan nya.


"Baik sayang. Aku pasti akan menunggu." Balas Zevina.


Darvin melepas pelukan nya dan menatap lekat wajah cantik istrinya. Rasanya berat melepaskan istrinya seorang diri disini.


"Uncle Darvin." Terdengar suara seorang anak kecil memanggil nya dari jauh.


Darvin dan Zevina menoleh, dan ternyata Raina dan Jack sedang menghampiri mereka.


"Hei little girl. How are you today?" tanya Darvin pada Raina sambil membawa nya kedalam gendongan nya.


"I'm good uncle." Ucap Raina merangkul leher Darvin dan mengecup pipi Darvin.


Zevina hanya tersenyum begitupun Jack. Mereka sama sama tidak menyangka pria dingin seperti Darvin bisa akrab dengan bocah cerewet seperti Raina.


"Raina, berjanji pada uncle, sewaktu uncle tidak disini kau harus menjaga Mommy Zevina untuk uncle, okay." Pinta Darvin mengangkat jari kelingking nya ke udara.


"I promise you, uncle." Ucap Raina menautkan jari kelingking nya pada Darvin.


"Baiklah, uncle harus berangkat sekarang." Ucap Darvin menurunkan Raina.


"Aku berangkat sekarang sayang." Ucap Darvin memeluk erat istrinya kembali dan mengecup bibir Zevina setelah melepas pelukan nya.


"Berhati hatilah." Ucap Zevina.


"Kabari aku jika sudah sampai." Timpal Zevina lagi dan dibalas anggukan oleh Darvin.


"Uncle berangkat, little girl." Ucap Darvin mengecup kening Raina.


"Be careful uncle." Ucap Raina kemudian mengecup pipi Darvin.


"Berhati hatilah man." Ucap Jack mengangkat kepalan tangannya keudara dan Darvin membalas dengan meninju ringan kepalan tangannya.


Perlahan Darvin pun melangkah menjauh dari hadapan mereka.


"Aku akan menunggu mu sayang." Ucap Zevina lirih terus menatap punggung suaminya yang semakin menghilang.


"Zev, ayo pulang. Aku akan mengantar mu." Ucap Jack. Ia kini hanya akan menganggap Zevina sebagai teman nya, tidak ingin lebih.


"Terima kasih Jack." Ucap Zevina tersenyum.


Raina memutuskan berjalan ditengah, diapit oleh Ayahnya dan Zevina. Orang orang yang melihat mereka mungkin akan menganggap mereka adalah satu keluarga, Ayah, putri, dan Ibu.


"Daddy, apa boleh aku bermain ke apartemen Mommy?" tanya Raina penuh harap.


"Tanya saja pada Mommy Zevina." Jack mengalihkan pada Zevina karena ia tidak mungkin menolak keinginan putrinya selama itu tidak berlebihan.


"Mommy, can I?" tanya Raina menatap wajah Zevina penuh harap.


"Tentu saja sayang." Ucap Zevina mengacak rambut Raina membuat Raina tertawa geli.


Untuk pertama kalinya ia memanggil Raina sayang, seperti memanggil putrinya.


Tak lama mereka pun sampai di apartemen Zevina. Zevina membuka pintu agar mereka bisa masuk. Setelah masuk, Raina langsung berlari dan berbaring di sofa.


"Raina, kau mau minum sesuatu yang dingin?" tanya Zevina melihat Raina yang sepertinya kehausan.


"Mau Mom." Ucap Raina lalu bangkit duduk. Jack duduk di samping putrinya dan menghidupkan televisi.


"Baiklah, Mommy akan mengambilkan untuk mu." Ucap Zevina tanpa sadar membuat Jack dan Raina saling memandang. Mungkin karena sudah terbiasa dipanggil Mommy, akhirnya ia tanpa sengaja juga menyebut dirinya Mommy.


"Thanks." Ucap Raina san Jack bersamaan.


Zevina juga memutuskan untuk duduk di samping Jack namun agak jauh. Zevina memainkan ponselnya entah sedang melihat apa didalam nya. Jack memandangi nya yang sedang serius.


"Jack, bagaimana kabar Liz. Sudah lama aku tidak mendengar tentang nya." Tanya Zevina tiba tiba lalu melihat kearah Jack.


"Liz dia baik, mungkin." Ucap Jack ragu.


"Mungkin?" tanya Zevina bingung.


"Sudah dua hari dia tidak pulang kerumah ku. Aku menghubungi nya pun tidak bisa." Ucap Jack menjelaskan.


Ya, setelah pertarungan panas Jack dan Liz malam itu, esok nya pagi pagi buta Liz langsung pergi meninggalkan Jack yang masih terlelap tanpa berkata apapun. Jack pun sampai sekarang masih bertanya tanya apa yang terjadi pada Liz.


"Kau bertengkar dengannya?" tanya Zevina curiga.


"Tidak. Aku tidak pernah bertengkar dengannya sampai membuatnya pergi dari rumah seperti sekarang." Ucap Jack jujur.


Zevina hanya mengangguk dan hening kembali.


"Zev, apa pendapat mu tentang Liz?" tanya Jack ragu.


"Liz? I think she's kind. Liz adalah wanita yang luar biasa terlepas dari apa yang menjadi kelemahan nya." Ucap Zevina.


"How if I marry with her?" Jack bertanya lagi.


"Are you serious?" tanya Zevina tak percaya mendengar pertanyaan Jack.


"I'm serious. Aku butuh pendapat mu." Ucap Jack menatap cemas pada Zevina.


"Aku rasa itu ide yang baik. Kau tahu, kalian sudah sangat mengenal satu sama lain. Sudah tinggal bersama selama bertahun tahun dan menjaga Raina bersama. Aku rasa akan sangat baik jika kalian bisa menikah dan hidup bersama." Ucap Zevina memberikan pendapat nya antusias.


"Raina, how if daddy marry with aunty Liz?" Jack kini bertanya pada Raina. Pendapat Raina tentu lebih berarti dari apapun.


Raina terdiam sejenak merenungkan pertanyaan Ayahnya.


"Hem, I think it's not bad. Aunty Liz selalu merawat ku dan menyayangi ku sejak kecil. Wajahnya sangat mirip dengan foto Mommy, membuat aku tidak berani memanggil nya Mommy. Tapi jika Daddy nanti sudah menikah dengan nya, aku akan berusaha memanggil nya Mommy." Ucap Raina bersemangat.


"Benarkah princess? Kau tidak keberatan jika aunty Liz menikah dengan Daddy?" tanya Jack berbinar.


"Tidak Dad. Tapi aku ingin memberi dua syarat pada Daddy." Ucap Raina mengangkat jari nya membentuk V.


"Apa?" tanya Jack mengernyit bingung.


"First, aku ingin nanti aku yang berlutut menggantikan Daddy dan melamar aunty Liz. And second, aku ingin tetap memanggil Mommy Zevina dengan sebutan Mommy. Can I?" tanya Raina berharap sambil mengedip lucu.


"Tentu saja sayang. Ya ampun kau imut sekali." Ucap Jack mencubit pipi putrinya dan memeluk erat tubuh mungil putrinya. Zevina tertawa geli melihat kelakuan Ayah dan putri itu.


"Baiklah. Kita akan melamar aunty Liz saat ia pulang kerumah nanti. Ah, tidak. Kau yang akan melamar nya untuk Daddy." Ucap Jack menunjuk kearah putrinya.


"Siap Dad." Ucap Raina menarik tangan nya didepan kening nya seperti memberi hormat.


"Semoga kau beruntung Jack." Ucap Zevina tersenyum geli.


"Aku pasti Zev." Ucap Jack bersemangat.


*****


jangan bosan untuk trus mendukung aku dengan tinggalkan komentar, like, vote, dan favorit cerita nya yah.


Bagikan juga pada teman kalian biar lebih seru baca bareng2.


Selalu jaga kesehatan kalian yah.