IF LOVE

IF LOVE
If Love 6



"Aku mohon sayang. Berikan aku satu kesempatan lagi. Aku janji aku janji ini yang terakhir." Ucap Darvin memohon dengan sangat.


"Aku tidak bisa Darv. Kau selalu berjanji dan berjanji tapi selalu mengingkari nya juga. Aku lelah sangat lelah." Zevina menjawab. Tidak ada kata kata yang keluar dari mulut Darvin.


"Kau tahu, aku memberikan semua yang aku punya untuk mu Darv. Hanya untuk mu, tubuh ku, jiwa dan perasaan ku. Tapi apa? Apa yang kau berikan untuk ku?" Zevina kini melepaskan pelukan Darvin dan berbalik menghadap nya.


"Kau selalu berkata aku mencintai ku tapi kenapa Darv? Kenapa hanya untuk mendengar penjelasan ku saja kau tidak mau?" tanya Zevina dengan nada sedikit tinggi. Ia mulai terisak. Darvin tetap diam menunduk.


"Kau tahu betul bagaimana aku mencintai mu. Kau tahu betul bagaimana aku menyayangi mu. Menjaga tubuh ku dan hati ku hanya untuk mu. Tapi kenapa Darv kenapa?" Zevina mulai memukul dada bidang Darvin. Darvin tidak mengelak atau pun menolak. Ia kemudian membawa Zevina kedalam pelukan nya.


"Aku minta maaf sayang. Aku minta maaf. Aku sungguh tidak bisa kehilangan mu." Ucap Darvin memeluk erat Zevina.


"Cintai aku sedikit saja Darv. Sedikit saja." Zevina terluka sangat terluka.


"Aku mencintai mu sayang." Darvin menjawab permintaan Zevina. Namun dengan segera Zevina meronta lepas dari pelukan Darvin dan mendorong Darvin menjauh.


"Tidak ada cinta yang menyakiti seperti itu dan terus menerus Darv. Hampir empat tahun ini aku hidup bersama mu. Memberi mu segalanya. Melayani mu dengan baik dalam hal apapun. Menuruti setiap kemauan mu. Aku bodoh sungguh aku terlalu bodoh." Ucap Zevina mulai memukul dada nya sendiri.


Ia menangis meraung untuk mengeluarkan semua rasa sakit yang ia tahan selama ini. Darvin pun meneteskan air mata melihat wanita nya begitu terluka. Ia berusaha mendekati Zevina untuk memeluknya namun dengan cepat Zevina menghindar.


"Cukup Darvin. Cukup aku tidak ingin meneruskan hubungan ini lagi. Aku tidak bisa menahan sakit lebih lama lagi. Aku juga manusia aku punya hati. Aku ingin bahagia sedikit saja." Ucap Zevina lalu ia berbalik dan menarik kopernya dan melangkah pergi.


Namun langkahnya tertahan karena Darvin berlutut dan memeluk erat kakinya dari belakang. Selama ini Darvin memang selalu bisa merayu Zevina hanya dengan janji janji nya. Tapi kali ini ia merasa akan gagal dan akhirnya dia menggunakan cara ekstrim yaitu berlutut membuang jauh gengsi nya sebagai pria dihadapan wanita nya.


"Aku mohon sayang. Jangan pergi. Aku bisa mati tanpa mu." Ucap Darvin sambil menangis.


"Aku tidak bisa tanpa mu sayang. Aku mohon." Bahkan kini ia mulai menghantukan kepalanya kelantai.


Apapun akan ia lakukan agar wanita nya tidak pergi meninggalkan nya. Dan ya dia berhasil. Zevina akhirnya berjongkok untuk menghentikan aksi bodoh Darvin. Ia membantu Darvin untuk berdiri. Seketika Darvin langsung memeluk nya.


"Aku minta maaf. Aku berjanji untuk tidak mengulangi nya lagi." Ucap Darvin memeluk erat Zevina.


"Berjanji lah Darv. Jika kau sampai mengulangi nya aku tidak akan pernah luluh lagi sekalipun kau mengakhiri hidup mu didepan ku." Ucap Zevina penuh ancaman.


"Hem. Aku berjanji." Darvin mengangguk dan mempererat pelukan nya. Zevina pun membalas nya.


"Ayo, kita kembali ke kamar sekarang. Kau sakit dan harus istirahat." Ucap Darvin mengingat apa yang sudah ia perbuat pada Zevina. Zevina mengangguk dan mengikuti pergerakan Darvin.


"Semoga ini yang terakhir Tuhan." Batin Zevina. Ia sebenarnya berat untuk kembali tapi ia juga tidak bisa membohongi perasaan nya kalau ia sangat mencintai Darvin. Anggap saja dia bodoh karena sudah terlalu muda untuk dirayu oleh pria nya itu.


"Istirahat lah sayang. Aku akan membuat makanan untuk mu." Ucap Darvin mendudukan tubuh Zevina diatas ranjang.


"Hem." Zevina menjawab singkat lalu membaringkan tubuhnya.


Ia pun turun kedapur untuk membuat makanan untuk wanita nya. Sesekali ia bersenandung namun membuat beberapa pelayan yang mendengar nya merasa seram. Terdengar menakutkan dan membunuh. Pelayan dirumah itu sebenarnya selalu merasa kasihan pada Zevina, tapi mereka juga tidak bisa berbuat banyak.


Setelah selesai Darvin pun langsung bergegas kembali ke kamar nya. Ia membuka pintu dengan perlahan lalu masuk membawa nampan berisi makanan. Disusun nya makanan makanan itu diatas nakas saat ia melihat Zevina sudah terlelap. Setelah selesai ia duduk di samping Zevina.


"Akan ku pastikan kau tidak akan pernah pergi dari hidupku sayang. Aku akan membuat mu tidak bisa pergi dari hidupku bahkan memikirkan nya saja tidak akan." Ucap nya sambil mengelus pipi mulus Zevina. Ia kemudian mengecup bibir Zevina.


"Kau hanya akan menjadi milik ku selamanya." Lanjut nya lagi.


Setelah itu ia pergi keluar dari kamar nya. Ia menuju ke ruang kerja nya. Setelah diruang kerjanya, ia tampak menghubungi seseorang.


"Hancur kan Roy Giant sehancur hancur nya. Buat dia menderita berkali kali lipat." Ucap nya memberi perintah pada orang yang ia hubungi.


" ... "


Setelah itu ia menutup panggilan nya. Ia memang seorang pebisnis handal diusia nya yang masih bisa dikatakan muda. Tapi ia juga terhubung dengan aliansi gelap di kota nya itu. Bahkan ia memiliki pembunuh bayaran khusus atau orang orang yang ia pakai saat akan menjatuhkan lawan nya. Zevina tentu saja tidak mengetahui itu dan ia pun tidak akan membiarkan Zevina sampai mengetahui nya.


"Roy Giant mau mencoba menyentuh milik ku. Bersiaplah untuk menjemput neraka mu." Ucap nya menyeringai tipis.


Setelah itu ia kembali ke kamar nya. Saat baru masuk ia melihat Zevina berjalan sedikit tertatih menuju kamar mandi. Dengan cepat ia langsung mendekati Zevina dan menggendong nya ala bridal style menuju kamar mandi.


"Terima kasih." Ucap Zevina setelah Darvin menurunkan nya.


"Sama sama sayang." Balas Darvin lalu mengecup kening Zevina dan menutup pintu kamar mandi. Ia menunggu Zevina didepan pintu kamar mandi hingga Zevina selesai. Saat Zevina membuka pintu dengan cepat Darvin kembali menggendong nya dan membawa nya kembali ke atas ranjang.


"Sayang makan lah." Ucap Darvin mendekat kan sendok berisi makanan dibibir Zevina.


Zevina menerima suapan Darvin dengan ekspresi datar. Darvin pun tidak bersuara dan terus menyuapinya. Mata Zevina kemudian beralih ke buku buku jari Darvin yang memar. Namun seakan mati rasa ia pun tidak bertanya atau pun sekedar membantu Darvin mengobati luka nya.


Setelah selesai dengan segera Zevina kembali berbaring dan menutupi seluruh tubuh nya dengan selimut. Ia tidak peduli apa yang akan Darvin lakukan selanjutnya. Darvin hanya menghela nafas kasar lalu melangkah keluar dari kamar nya.


**********


Terima kasih untuk dukungan kalian.


Episode dibawah setelah episode If Love 6 jangan dibaca dulu sampai judulnya berganti menjadi If Love 7, 8, 9 dan seterusnya yah, karena itu merupakan isi cerita dari karya ku sebelum nya yang berjudul "Secret Admirer" dan sedang aku revisi.


Jadi harap bersabar sampai proses revisi selesai.


Terima kasih.