IF LOVE

IF LOVE
If Love 59



[ Mampir juga di karya ku yang judul nya " Truth Or Dare? (Terjebak Cinta Pembunuh Psikopat) " tinggalkan like dan komentar kalo udah mampir yah. makasih. ]


...~ Happy Reading ~...


.


.


.


.


Roma, Italia --> London, Inggris


"Tuan, semuanya sudah siap." Ucap Keanu menghampiri Derex.


"Baik. Kita berangkat sekarang." Ucap Derex.


Tidak ada sedikit pun senyum dari wajah Derex. Walaupun kali ini tentang adik nya, tapi kali ini bukan berita baik.


"Lihat saja Roy, bagaimana aku akan menghukum mu nanti nya." Ucap Derex sambil menyiapkan seluruh senjata yang dibawakan nya dan diselipkan pada beberapa bagian tubuh nya.


Derex sudah yakin pelaku yang menyekap Zevina adalah Roy, berdasarkan apa yang disampaikan oleh bawahan Keanu yang menyamar menjadi tetangga Zevina.


Mereka segera berangkat ke lapangan tempat Derex menyimpan jet pribadi nya. Bukan jet sewaan, tapi benar benar milik pribadi.


Jet yang dirancang khusus dan memiliki tingkat keamanan tinggi beserta fasilitas yang mumpuni didalam nya.


"Pastikan orang orang mu sudah mengepung apartemen tersebut." Ucap Derex memerintahkan Keanu.


"Sudah Tuan. Aku pastikan brengsek itu tidak akan bisa kabur ke mana pun." Ucap Keanu penuh keyakinan.


Keanu memang tidak pernah gagal dalam melakukan setiap perintah Derex.


Butuh dua puluh menit untuk sampai di lokasi jet pribadi Derex.


Setelah sampai, mereka pun segera keluar dari mobil, lalu mengambil setiap pasokan senjata yang mereka bawa dan memindahkan semuanya kedalam jet.


Setelah selesai, pilot yang memang hanya bekerja khusus pada Derex itu pun segera menghidupkan mesin jet nya.


Perlahan jet tersebut pun lepas landas dari bandara pribadi Derex.


Didalam Jet, Derex memilih senjata terbaik yang akan ia gunakan untuk melumpuhkan pergerakan Roy jika Roy melawan.


Kurang lebih hampir tiga jam akhirnya mereka pun mendarat di bandara pribadi milik Derex di London. Derex aslinya memang lahir di london begitupun Zevina. Karena satu hal membuat Zevina harus terpisah dari nya dan ia bergabung dengan sebuah kelompok gangster, hingga akhirnya bertemu Alice dan memutuskan untuk menetap di Italia.


Jadi tidak heran jika Derex masih mempunyai fasilitas mewah pribadi di London.


Keluar dari bandara, butuh waktu dua jam agar Derex bisa sampai di apartemen Zevina.


#####


"Raina, Daddy harus pergi. Kau tunggu di rumah." Titah Jack pada putrinya.


Jack merasa ada yang tidak beres dengan Zevina sehingga ia memutuskan untuk bergerak sendiri. Ia menyelipkan sebuah pistol dipinggang nya.


"Dad harus menolong Mommy Zevina mu. Ingat tunggu Daddy dirumah." Ucap Jack sekali lagi.


Kemudian ia pun keluar dari rumah nya dan melajukan mobil nya menuju apartemen Zevina.


#####


"Zev, kemarilah." Pinta Roy.


Roy sedang duduk bersantai di kamar Zevina. Sedangkan Zevina beralasan ingin menonton di ruang keluarga.


Zevina pura pura tidak mendengar nya.


"Zevina." Roy membentak.


Zevina terpaksa menurut, ia berjalan dengan perlahan ke kamar nya.


"Ada apa?" Zevina bertanya ketakutan namun berusaha ditahan. Ingat Zevina sedang bersandiwara.


"Kemari." Titah Roy menepuk tempat kosong di samping nya.


Perlahan Zevina mendekat dan duduk di samping nya namun Zevina berusaha memberi jarak.


Roy menarik kuat lengan Zevina hingga kini tidak ada jarak antara mereka.


Roy membelai rambut Zevina dan mengendus leher Zevina.


Ia memaksa Zevina untuk berbaring.


"Roy, kau mau apa?" Tanya Zevina berusaha setenang mungkin.


"Aku menginginkan mu. Kau pasti tidak akan menolak kan?" Tanya Roy tapi nadanya memerintah.


"Roy, aku em.." Belum sempat berkata lebih banyak Roy sudah menyambar bibir Zevina.


"Ah, hanya dengan mencium mu saja kau sudah terasa begitu nikmat." Ucap Roy melepaskan tautan mereka.


Zevina menggeleng kuat.


Plak


Roy menampar pipi Zevina.


"Tidak perlu jual mahal. Kau bahkan lebih murah dari wanita yang menjual dirinya demi uang." Ucap Roy.


Entah atas dasar apa Roy bisa menghina Zevina seperti itu.


Roy merobek paksa pakaian Zevina.


Namun tak ada belas kasihan dari Roy.


Roy memainkan area pribadi Zevina dengan kasar hingga membuat area pribadi Zevina terluka dan mengeluarkan darah walaupun tidak banyak.


Roy juga memukul perut buncit Zevina seolah perut Zevina adalah bola.


"Sakit Roy. Aku mohon jangan sakiti bayi ku. Kau bisa sakiti aku tapi jangan bayi ku aku mohon." Pinta Zevina.


Bagian bawahnya dan perut nya sakit secara bersamaan.


"Hahaha." Roy malah tertawa menggelegar.


Roy kini membuka pakaiannya dan hendak menyatukan miliknya pada Zevina.


Bruaakk


Pintu apartemen Zevina di buka paksa.


Derex dan Jack datang secara bersamaan.


Jack secepat mungkin berlari dan membungkus tubuh Zevina dengan selimut lalu membawa Zevina keluar dari apartemen nya dan segera melajukan mobil nya kerumah sakit.


Tinggal Roy, Derex, dan Keanu.


Dorr


Derex menembak area pribadi Roy membuat Roy mengerang kesakitan dan berteriak histeris.


"Kau mencoba menyentuh adik ku melebihi batas mu." Ucap Derex geram.


Roy memegang area pribadi nya yang sudah hancur dan mengeluarkan darah yang deras.


"Tidak cukupkah kau sudah membunuh pria yang ia cintai, kini kau juga ingin menghancurkan harga dirinya?" Derex kemudian meraih pisau dari saku nya dan mendekati Roy lalu menyayat kulit perut Roy hingga darah kembali mengalir dari kulitnya.


Roy tidak dapat bersuara karena menahan sakit ditubuh nya.


"Keanu bawa ke markas kita. Pastikan dia tidak mati sebelum aku menghukum nya." Titah Derex.


Derex pun segera keluar dari apartemen Zevina, tujuannya kini adalah rumah sakit.


Meski tidak yakin, ia mencoba mendatangi rumah sakit terdekat dengan apartemen Zevina.


Dan benar saja, Jack juga berada di sana.


"Jack." Derex memanggil Jack dengan berat hati.


Jack menatap benci padanya. Dimata Jack. Derex adalah pembunuh istrinya, Ibu dari putri tercintanya.


"Terima kasih." Ucap Derex tulus.


"Apa?" Jack terpaksa bersuara.


"Terima kasih sudah menolong adik ku." Ucap Derex.


"Zev adik mu?" Jack bertanya bingung.


Derex hanya mengangguk.


"Keluarga Nyonya Zevina?" Dokter yang menangani Zevina keluar dari ruangan nya.


"Aku." Derex dengan cepat menjawab.


"Keadaan Nyonya Zevina tidak masalah. Bayi nya juga baik baik saja, walau sangat lemah saat ini. Dan maaf area pribadi lecet karena adanya gesekan keras disana." Ucap Dokter tersebut dengan nada sedih.


"Baiklah, terima kasih." Ucap Derex. Sang dokter pun berlalu dari sana.


Derex memutuskan untuk masuk ke dalam ruangan tempat Zevina dirawat. Jack mengalah dan mencoba mengerti.


Zevina tidak terlelap. Matanya menatap lurus ke depan dan pandangan nya kosong.


"Little." Derex memanggil adiknya dengan panggilan sayang untuk pertama kalinya setelah sekian lama.


Zevina menoleh ke arah Derex tapi tidak bersuara.


"Maafkan aku. Maafkan aku tidak bisa melindungi mu dengan baik." Ucap Derex penuh sesal.


"Memang nya kau siapa ku Derex? Untuk apa kau menyesal seperti itu?" Zevina bertanya pelan.


"Aku..aku kakak mu." Ucap Derex sendu.


"Kakak ku? Bagaimana mungkin?" Zevina bertanya heran.


"Cerita nya sangat panjang little. Tapi aku memang kakak mu." Ucap Derex.


"Apa bukti mu?" Zevina bertanya sanksi. Rasanya sangat susah percaya pada orang asing sekarang.


"Maaf. Tapi tanda lahir dibawah pusat mu adalah buktinya." Ucap Derex pelan.


Walau Zevina adiknya, tapi kini mereka sudah sama sama dewasa.


"Bisakah kau menceritakan pada ku yang sebenarnya?" Pinta Zevina pelan.


...~ To Be Continue ~...


*****


Like dan komentar jangan lupa yah.


Selamat berbuka puasa.