
**NOTE : 21+
Harap bijak memilih bacaan**!!!
"Daddy, apa tidak mau menemani ku tidur?" tanya Raina saat melihat Daddy nya hendak melangkah keluar dari kamar nya.
"Daddy masih ada pekerjaan." Ucap Jack karena dia memang masih ada sedikit urusan pekerjaan perusahaan nya yang harus ia selesaikan.
"Apa aunty Liz akan menemani Daddy?" tanya Raina polos membuat Jack mendengus kesal. Bisa bisa nya Liz berbohong hal yang akan membuat putrinya bertanya terus seperti ini. Apa tidak bisa memakai kebohongan lain? pikirnya.
"Seperti nya tidak. Kau juga lihat kan dari tadi tidak kelihatan aunty Liz ada dimana." Jack menjawab. Liz memang tidak terlihat sejak ia kembali tadi.
"Sekarang tidur lah." Titah Jack lembut pada putrinya. Raina hanya mengangguk dan memejamkan matanya.
Jack pun akhirnya keluar dari kamar nya, menuju ke ruang utama rumah nya untuk menyelesaikan pekerjaan nya. Ia tidak memilih ruang kerja nya agar lebih leluasa karena yang harus ia kerjakan adalah dokumen penting dan pribadi perusahaan nya jadi mungkin saat ia mengerjakan akan membuat ruangan sedikit berantakan.
Segera ia menyelesaikan pekerjaan nya dengan cepat agar bisa istirahat.
#####
"Sayang, bagaimana jika kita menetap di sini saja?" tanya Darvin tiba tiba.
Ia dan Zevina kini sedang berada di kamar, baru menyelesaikan pertarungan panas.
"Kau yakin?" tanya Zevina ragu. Pasalnya kemarin Darvin bilang kalau mereka akan kembali ke New York.
"Yah. Aku sudah memutuskan. Lagi pula aku rasa tidak buruk kita menetap di sini." Ucap Darvin mengelus pundak polos istrinya.
"Baiklah jika itu mau mu. Aku akan ikuti sayang." Ucap Zevina tersenyum manis.
Darvin menatap dalam wajah cantik istrinya walau tidak dipoles dengan make up. Kecantikan nya natural.
"Sayang, tadi kita melakukan nya tanpa pengaman. Kau tidak takut?" tanya Darvin mengingat kemarin Zevina menyuruh nya untuk memakai pengaman.
"Tidak sayang. Kita sudah menikah, walau belum terdaftar. Tapi aku takut jika nanti ... kau?" Ucap Zevina sempat memotong perkataannya.
"Tidak sayang. Aku akan senang jika nanti kau hamil. Aku siap menjadi seorang Ayah dan memperbaiki semua yang sudah aku lewatkan. Aku akan menciptakan kebahagiaan untuk keluarga kecil kita." Ucap Darvin bersemangat tapi tidak dengan hatinya. Ia terus saja merasakan ketakutan. Takut akan kehilangan atau dia yang menghilang.
"Terima kasih sayang." Ucap Zevina mengecup bibir suaminya.
"Jadi mungkin lusa aku akan kembali ke New York untuk mengurus semua dokumen kita. Apa kau mau ikut?" Darvin bertanya penuh harap.
"Tidak sayang. Aku akan menunggu mu disini. Pastikan kau kembali tepat waktu setelah menyelesaikan semua nya." Ucap Zevina memeluk erat tubuh suaminya.
"Baiklah. Aku berjanji." Ucap Darvin.
Tangannya mulai lagi menjelajahi tubuh polos istrinya.
"Sayang ... " Zevina berusaha menghentikan aksi suaminya walau ia tahu tidak akan mungkin menolak.
"Ssttt ... " Darvin meletakkan telunjuk nya pada bibir istrinya.
Ia mulai mencium leher istrinya hingga turun dan turun ketempat favorit nya. Hanya istrinya yang selalu ia inginkan.
Terjadi lagi pertarungan panas mereka lagi dan lagi setelah sekian lama mereka terpisah dan akhirnya bersatu kembali sebagai suami istri.
#####
"Hah, melelahkan sekali." Ucap Jack.
Ia baru saja menyelesaikan pekerjaan nya yang menumpuk.
Ia pun memutuskan untuk merapikan semua dokumen yang sudah ia kerjakan.
"Liz kemana? Apa dia keluar?" Batin nya heran. Bukan menginginkan Liz, hanya saja ia merasa aneh tidak melihat Liz dari tadi ia sampai dirumah.
Segera ia menyelesaikan pekerjaan nya dengan merapikan semua dokumen nya.
Setelah selesai ia pun memutuskan untuk melangkah kekamar nya. Namun langkahnya terhenti saat mendengar pintu rumah nya dibuka.
Liz mendekati sofa dan terbaring terlentang diatas sofa. Penampilan nya saat ini akan membuat setiap pria yang melihat nya langsung menerkam nya. Jack berusaha untuk menguasai dirinya.
Ia kemudian menyimpan dokumen ditangan nya pada rak khusus didekat tangga. Lalu ia berjalan kedapur untuk membuat air madu hangat untuk mengurangi mabuk Liz.
"Ini minumlah." Ucap Jack menaruh segelas air yang ia buat tadi diatas meja. Ia berusaha untuk tidak melihat Liz.
"Hey ma man. Kemarilah. Aku menginginkan mu." Ucap Liz melambaikan tangannya.
"Kau mabuk Liz. Minum ini dan segeralah istirahat." Ucap Jack hendak pergi. Tapi Liz berhasil mencekal pergelangan tangan nya dan menarik paksa dirinya hingga ia terjatuh diatas Liz.
"Bermain lah dengan ku sayang. Aku sangat haus dan merindukan permainan liar mu." Ucap Liz dengan tatapan sayu.
"Kau baru saja bermain dengan kekasih mu Liz. Apa itu tidak cukup?" tanya Jack sanksi karena penampilan Liz yang sudah berantakan itu.
"Haha aku sudah tidak memiliki kekasih selama setahun ini sayang. Hanya kau yang tidur dengan ku belakangan ini. Sebelumnya tidak ada." Ucap Liz jujur.
Jack pun dapat melihat kejujuran dari mata nya walau ia sedang mabuk.
"Apa kau mencintai ku Liz?" tanya Jack tiba tiba. Dalam pikiran nya, Liz juga tidak buruk untuk menggantikan posisi mendiang istrinya dan menjadi ibu sambung untuk Raina. Apalagi hubungan mereka sudah sejauh ini.
"Aku mencintai mu Jack. Aku baru menyadari aku mencintai mu." Ucap Liz mengangguk. Entah kenapa ia malah meneteskan air mata.
"Kau mabuk Liz. Aku akan menikahi mu setelah kau siap. Berjanji lah untuk tidak bermain lagi dengan pria lain diluar sana selain diri ku." Ucap Jack tegas. Ia ingin menikahi Liz walaupun ia tidak tahu bisa mencintai Liz atau tidak.
"Aku mencintai mu Jack." Ucap Liz menggesek tubuh atasnya pada dada Jack yang menghimpit nya. Tangannya masih menahan pundak Jack agar tidak pergi dari nya.
"Terakhir kali Jack. Terakhir kali maka aku tidak akan mengganggu mu lagi." Ucap Liz langsung menerkam bibir Jack. Liz rupanya tidak mendengar dengan baik ucapan Jack tentang menikahi nya.
Jack yang sedari tadi memang terbakar gairah pun akhirnya mencumbu Liz dengan buas.
"Akh Jack, aku ingin sekarang." Titah Liz mendesah saat Jack menikmati miliknya dengan mulut san lidah Jack.
"Tidak semudah itu sayang." Ucap Jack dan mengubah permainan nya.
Ia memasukkan jari nya pada Liz dan menggoyangkan didalam, lidah nya bermain diatas.
"Akh Jack aku mohon sekarang. Aku tidak tahan lagi." Ucap Liz membusungkan badan nya keatas pertanda ia sedang berada di puncak.
Jack akhirnya membenamkan milik nya dan menghentak nya kuat membuat Liz benar benar gila. Untung saja kamar Raina sudah Jack kunci dari luar dan tidak terlalu mudah untuk mendengar suara jika sedang didalam.
"Akh Jack aku mencintai mu." Ucap Liz tidak bisa diam. Ia terus bergerak menggeliat dan terus mendesah membuat gairah Jack semakin besar
Hingga akhirnya mencapai pelepasan dan mereka terus mengulangi nya hingga pagi, namun Jack membawa Liz kekamar.
"Jack, aku mencintai mu." Ucap Liz lagi ditengah permainan nya. Kini ia yang memimpin. Tanpa sadar mata nya berkaca kaca dan air mata nya mulai menetes.
"Kau kenapa Liz?" tanya Jack bingung.
"Aku mencintai mu Jack." Ucap Liz lagi. Entah sudah berapa lalu ia mengucapkan cinta pada Jack.
Jack tidak mengerti kenapa tiba tiba Liz seperti itu. Ia pun akhirnya membalikkan posisi Liz hingga dibawah nya. Dengan cepat ia menyudahi permainan terakhir nya. Ia tumbang diatas Liz.
"Menikahlah dengan ku Liz." Ucap Jack mengecup lembut kening Liz. Namun Liz tidak menjawab karena sudah tertidur.
Jack pun dengan berhati hati membetulkan posisi Liz, kemudian ia pun berbaring disamping Liz dan memeluk Liz. Ia menghapus air mata dari sudut mata Liz. Kemudian ia mengecup lembut kening Liz dan akhirnya ia tertidur.
********
Darvin sama Liz kok sama sama aneh yah??
Makasih buat yang selalu menunggu update selanjutnya dan mendukung aku. Jangan pernah bosan yah.
Tinggalkan terus komentar, like, vote, dan favorit cerita nya.
Selalu jaga kesehatan kalian yah.