
"Uncle Rick." Raina menyapa Rick yang baru saja masuk keruangan Ayahnya.
"Hei princess." Rick tersenyum membalas sapaan Raina.
Kedua nya hening kembali dan hanya saling melempar senyum.
"Tuan, ini laporan yang kau inginkan." Rick menyerahkan sebuah map berisi laporan tentang perusahaan kepada Jack.
"Simpan saja disitu. Terima kasih." Titah Jack menunjuk satu tempat kosong dimeja nya.
"Baik Tuan. Aku permisi." Rick kemudian pamit.
"Daddy apa aku boleh ikut uncle Rick makan siang? Sudah lama aku tidak makan berdua dengan uncle." Raina bertanya pada Jack. Membuat langkah Rick terhenti.
"Silahkan. Tapi jangan makan makanan yang tidak sehat okay." Ucap Jack memberi ijin bersyarat.
"Baiklah." Raina menyanggupi syarat dari Jack. Ia kemudian turun dari sofa tempat duduk nya dan berjalan menghampiri Rick kemudian menggenggam tangan Rick.
"Mau uncle gendong?" tanya Rick.
"A a. Tidak perlu." Raina menggelengkan kepalanya.
Mereka pun keluar meninggalkan ruangan Jack. Hanya tersisa Jack dan Zevina sekarang. Zevina sedari tadi sangat serius bekerja hingga tidak mengetahui apa saja yang sudah terjadi didepan nya.
"Sial." Umpat Jack saat lagi lagi ia merasa tergoda hanya dengan memandang Zevina.
Sepertinya gara gara berhubungan dengan Liz membuat keperkasaan yang selama ini ia pendam sejak kepergian istrinya, sekarang menjadi ingin terus mencari mangsa.
Perlahan ia berjalan mendekati Zevina dari belakang. Kemudian ia membungkuk dan mendekap Zevina dengan badan kekar nya. Zevina terperanjat kaget.
"Tuan lepaskan aku, apa yang kau lakukan?" tanya Zevina terkejut.
"Panggil aku Jack. Sebentar saja." Titah Jack tanpa peduli penolakan Zevina.
"Tuan lepaskan aku, ini sangat tidak nyaman." Pinta Zevina sedikit menggerakkan tubuhnya seperti orang meronta.
Hal ini malah justru memancing gairah Jack. Jack tidak peduli dengan pergerakan Zevina. Ia menghirup dalam aroma wangi pada tubuh Zevina yang menenangkan sekaligus memabukan.
Reflek ia pun mulai mencium leher Zevina membuat Zevina menggeliat dan ia mengeratkan dekapan nya pada tubuh Zevina sehingga tidak ada celah untuk Zevina kabur.
"Jack, aku mohon jangan seperti ini." Pinta Zevina dengan suara sedikit bergetar karena takut. Jika Darvin yang menyentuh nya mungkin saja ia tidak menolak. Tapi Jack adalah orang asing yang hanya berstatus atasan nya.
Jack tidak peduli pada permintaan Zevina. Ia malah memutar kursi Zevina hingga mereka berhadapan. Ia menatap Zevina dengan tatapan sayu, Zevina tahu itu adalah mata seorang pria yang terbakar gairah. Zevina sering melihat itu ketika sedang bercinta dengan Darvin dulu.
"Jack, aku mohon jangan seperti ini." Pinta Zevina menggelengkan kepalanya.
Bukan berhenti, Jack malah menerkam bibir sexy Zevina. Ia memaksa Zevina membuka sedikit mulutnya sehingga ia bisa menerobos masuk kedalam dan memainkan lidah nya. Sialnya lagi tangannya mulai menjelajahi tubuh Zevina.
Air mata mulai mengalir dari mata Zevina. Jack yang terbakar gairah, tidak melihat itu karena ia memejamkan matanya sambil mencumbu Zevina. Zevina memegang kuat pegangan kursi yang ia duduki karena ketakutan. Cumbuan Jack mulai turun keleher nya dan Jack mulai membuka kancing kemeja yang Zevina kenakan.
Zevina menahan dadanya dengan menyilangkan tangannya pada dadanya namun ditepis kuat oleh Jack. Jack membuka dia kancing atas kemeja Zevina tanpa melepaskan cumbuan nya. Setelah membuka kancing kemeja Zevina, ia memandangi belahan yang terekspos sempurna didepan nya, tidak ingin ketinggalan ia pun mencumbu buas belahan dada Zevina.
"Hiks aku mohon Jack, jangan lakukan ini padaku. Apa salah ku?" Ucap Zevina terisak. Kali ini sukses membuat Jack menghentikan pergerakan nya.
Ia menatap wajah takut Zevina yang sudah basah karena air mata. Dengan cepat ia mengancingi kembali kemeja Zevina. Ia menempelkan kening nya pada kening Zevina dengan nafas memburu.
"Maafkan aku Zevina." Ucap Jack menyesal namun Zevina tidak menanggapi. Zevina hanya terisak dengan tubuh bergetar.
"Be my woman, Zevina." Ucap Jack lagi kemudian memeluk erat Zevina dengan posisi Zevina duduk dan ia berdiri.
Zevina tidak percaya mendengar permintaan Jack padanya. Menjadi wanita nya Jack? Apa maksud nya?
Setelah itu, Jack memutuskan untuk keluar dari ruangan nya meninggalkan Zevina sendirian. Ia tahu Zevina pasti butuh waktu untuk menenangkan dirinya.
Setelah Jack keluar, Zevina menundukkan kepalanya keatas meja dan menangis sejadi jadinya. Ia sangat ketakutan. Selama ini ia menganggap Jack adalah pria baik, tapi nyatanya lebih buruk.
"Darv, aku merindukan mu." Ucap Zevina seolah berbicara pada Darvin.
Takut, ia ketakutan mendapatkan perlakuan seperti itu dari Jack. Jack bukan kekasihnya, hanya atasan nya dan seorang pria asing. Putrinya selalu memanggil nya Mommy tapi bukan berarti Zevina adalah istrinya yang bisa Jack cumbu sesuka hati jika ingin.
#####
"Apa terjadi sesuatu kepada Zev?" Batin nya lagi.
"Tidak, tidak. Berpikir lah yang baik baik Darv. Kau baru saja mendapatkan nyawa mu kembali, jangan sampai kau membuat nya pergi meninggalkan mu lagi. Jika dia pergi kali ini maka kau benar benar akan mati." Darvin berusaha menenangkan dirinya sendiri dan membuang jauh pikiran negatif nya.
#####
Hari ini berlalu dengan cepat, tapi tidak bagi Zevina. Sejak kejadian siang tadi, ia mengerjakan pekerjaan nya dengan perasaan cemas dan takut. Pasalnya Raina meminta Rick mengantar nya pulang setelah makan siang. Hingga hanya ada dia didalam ruangan itu bersama Jack.
Waktu sudah menunjukkan jam pulang kerja. Dengan cepat Zevina menyelesaikan semua pekerjaan nya. Setelah itu ia merapikan mejanya dan bergegas untuk keluar dari ruangan itu. Namun langkahnya terhenti saat Jack memanggil nya.
Ia mematung didekat pintu dengan rasa cemas dan takut. Apalagi setelah mendengar langkah kaki Jack yang mendekat dibelakang nya.
Tiba tiba saja Jack memeluknya sangat erat dari belakang.
"Be my woman Zevina, please." Pinta Jack membuat Zevina mematung.
Tidak, Zevina segera meronta dan melepaskan dirinya dari pelukan Darvin. Dengan cepat ia berjalan menuju lift, ia memilih menaiki lift umum daripada lift khusus. Takut jika Jack berhasil mengejar nya dan akan memaksa berbuat hal yang tidak diinginkan didalam lift.
Setelah sampai di lobi, dengan segera ia berlari kedalam pelukan Darvin yang sudah merentangkan tangannya untuk menyambut nya. Ia memeluk erat tubuh kekar Darvin.
"Woo apa kau sangat merindukan ku sayang?" tanya Darvin terkekeh. Ia tidak tahu jika kekasih nya sedang ketakutan dan terisak.
Darvin merasakan pundak Zevina bergetar. Ia kemudian melepaskan pelukan nya dan membawa Zevina berdiri sedikit jauh didepan nya.
"Ada apa sayang?" tanya Darvin khawatir.
Zevina hanya menggeleng tidak menjawab pertanyaan Darvin. Air mata nya semakin deras.
"Sstt jangan menangis lagi. Baiklah jika kau tidak ingin bercerita. Aku ada untuk mu." Ucap Darvin kembali memeluk erat Zevina.
Jika Darvin yang dulu, mungkin sudah menjambak atau memarahi Zevina dengan kasar. Tapi Darvin yang sekarang berusaha menahan semuanya. Hanya memeluk dan menenangkan Zevina.
"Kita pulang sekarang?" Darvin bertanya lagi setelah merasa Zevina sudah tenang.
"Hem." Zevina menjawab singkat.
Darvin membuka pintu mobilnya untuk Zevina dan menuntun Zevina masuk dan duduk, tidak lupa ia membantu Zevina memakai seat belt nya.
Setelah itu ia mengelilingi mobilnya kearah berlawanan dan masuk untuk duduk. Setelah memakai seat belt nya ia pun melajukan mobilnya menuju apartemen milik Zevina.
Sepanjang perjalanan satu tangan nya menggenggam erat tangan mungil Zevina. Ia tidak ingin bertanya lebih banyak pada Zevina. Ia benar benar berusaha sekuat tenaga untuk merubah cara nya mencintai Zevina.
Setelah sampai mereka pun segera masuk kedalam apartemen Zevina. Zevina membaringkan tubuhnya disofa. Dan Darvin duduk di ujung kakinya, kemudian ia membawa kaki Zevina keatas pangkuan nya dan memijat nya lembut. Zevina terharu dengan perlakuan Darvin. Sontak ia langsung bangun dan duduk menghadap Darvin.
Ia pun kembali memeluk Darvin dengan erat.
"I love you." Hanya itu yang keluar dari bibir Zevina.
"I love you too." Darvin membalas ungkapan cinta Zevina dan mengusap punggung kekasihnya dengan lembut.
Setelah itu mereka masing masing memutuskan untuk membersihkan diri. Setelah selesai mereka pun beristirahat tanpa makan malam atau makan malam yang lainnya.
Imajinasi Visual Darvin Anthony
Imajinasi Visual Zevina Albert
*****
***makasih buat kalian yang masih setia menunggu kelanjutan kisah Zevina.
Jangan bosan untuk terus tinggalkan komentar, like, vote dan favorit cerita ku yah.
Salam sayang dan selalu jaga kesehatan kalian***.