IF LOVE

IF LOVE
If Love 21



"Tapi kau juga tidak bisa menikah dengan wanita yang disukai Raina sedangkan kau tidak." Tutur Liz memberi saran pada Jack.


"Aku tahu Liz. Tapi bagaimana pun kebahagiaan Raina yang utama bagiku. Jika dia meminta ku untuk menikah dengan mu pun, aku akan lakukan." Ucap Jack terkekeh.


Liz memutar malas kedua bola mata nya. Dia bahkan sedikitpun tidak punya rasa cinta untuk Jack selain rasa hormat kepadanya sebagai kakak.


"Kau akan menikah dengan ku jika Raina meminta. Tapi aku tidak akan pernah menerima nya. Kau tahu itu kak Jack." Timpal Liz jengah. Jack hanya terkekeh mendengar jawaban yang sudah bisa ia tebak.


Liz kemudian memperhatikan setiap gerak gerik Raina dan Zevina. Zevina terlihat menjaga jarak dengan Raina walaupun ia merespon baik setiap pembicaraan Raina. Liz akhirnya memutuskan untuk mendekati mereka, namun tangannya dicekal saat ia hendak melangkah.


"Jangan memarahi nya. Marahi saja keponakan mu yang selalu ingin menempel padanya." Pinta Jack sok peduli pada Zevina dan seakan Liz adalah perempuan yang cerewet.


Liz kembali memutar malas kedua bola mata nya. Ia menepis ringan tangan Jack membuat Jack kembali terkekeh. Jack memang senang mengerjai Liz karena sifat nya yang dingin dan irit bicara.


"Boleh aku bergabung?" tanya Liz memecah pembicaraan Raina dan Zevina.


"Sure." Jawab Zevina tersenyum manis.


Liz pun duduk di samping nya dengan mengapit Raina ditengah. Liz memandangi wajah cantik Zevina, namun terlihat seperti menyimpan luka dimata nya.


"Zev, bisa aku memanggil mu begitu?" tanya Liz memulai pembicaraan.


"Tentu saja Nona Liz." Zevina menjawab dengan sopan.


"Panggil aku Liz saja. Tidak perlu seformal itu. Lagi pula aku bukan atasan mu." Ucap Liz tersenyum merasa lucu dengan sebutan Nona yang Zevina berikan pada nya.


"Baiklah Liz." Zevina menyanggupi permintaan Liz.


"Kau sudah berapa lama bekerja disini?" tanya Liz penasaran.


"Baru beberapa hari. Belum satu minggu." Zevina menjawab jujur.


"What?" tanya Liz tak percaya dan sedikit meninggikan suaranya. Jack ikut menatap heran kearah nya. Liz menggeleng pada nya pertanda tidak ada masalah, akhirnya Jack kembali melanjutkan pekerjaan nya.


"Jadi Raina baru mengenal mu beberapa hari ini juga?" tanya Liz mencari kebenaran.


"Yah." Jawab Zevina singkat.


"Memang nya ada apa aunty?" tanya Raina memotong pembicaraan dua perempuan itu.


"Aunty hanya ingin tahu. Kau jangan mengganggu pembicaraan orang dewasa." Ucap Liz mencubit gemas pipi Raina.


"Aw..it's hurt aunty." Ucap Raina mengelus pipi nya. Liz hanya terkekeh.


"Well, seperti nya kau cukup special hingga Raina mudah sekali akrab dengan mu." Ucap Liz santai, namun Zevina menanggapi berbeda. Zevina merasa Liz seperti sedang cemburu, padahal nyatanya tidak.


"Maaf jika aku mengganggu hubungan mu dan Raina." Ucap Zevina merasa bersalah.


"What?" tanya Liz mengernyit keheranan.


"Oh, ya ampun. Itu tidak seperti yang kau pikirkan Zev. Santai saja. I mean, Raina itu sangat susah dekat dengan seseorang. Perasaan nya sangat peka terhadap sifat baik dan buruk seseorang. Jika dia memutuskan untuk mendekati mu berarti kau punya nilai baik dimata nya begitupun sebaliknya." Liz mencoba menjelaskan pada Zevina. Liz malah takut dia yang akan mengganggu hubungan Zevina dengan Raina dan Jack.


"Apa itu benar?" tanya Zevina ragu.


"Hem. Kau tahu di perusahaan ini, banyak sekali yang ingin dekat pada nya tapi dia menolak. Dia hanya dekat dengan beberapa yang menurut nya tulus termasuk Rick." Liz kembali menjelaskan pada Zevina.


"Tapi kau sepertinya berbeda. Dia bahkan sangat lengket dengan mu yang itu artinya kau sangat special." Liz melanjutkan perkataannya. Jack yang sedari tadi sibuk mengerjakan pekerjaan nya pun ikut menatap Zevina dan menghentikan kegiatan nya.


Ia berusaha mencerna setiap perkataan Liz. Dan Jack pun merasa apa yang diucapkan Liz memang benar. Jack mengangguk anggukan kepalanya seolah menyetujui perkataan Liz.


"Begitukah?" tanya Zevina sedikit tidak percaya.


"Hem. Dari kecil dia sangat sensitif dengan perasaan nya. Sewaktu Mommy nya meninggal saja dia terus menangis walau tidak mengerti apapun." Ucap Liz.


"Ekhem, Liz." Jack bersuara tidak mengijinkan Liz untuk melanjutkan perkataannya.


"Mommy, aunty ayo kita makan bersama." Raina mengajak kedua perempuan itu untuk makan siang bersama. Raina sebenarnya mulai bosan karena Zevina tidak menghiraukan nya dan malah sibuk mengobrol dengan Liz.


"Kau mau makan apa?" Tanya Liz pada keponakan nya.


"Aku ingin burger dan kentang goreng." Ucap Raina bersemangat.


"No Raina. Itu semua tidak sehat." Ucap Jack tidak memberi ijin pada putrinya untuk menyantap makanan cepat saji tersebut.


"Please Daddy." Pinta Raina memelas.


"Sudahlah kak Jack, tidak perlu sekeras itu melarang nya. Dia masih anak kecil yang belum bisa langsung mengerti banyak hal hanya dengan bebicara "Tidak boleh." Ucap Liz. Liz memang tegas mendidik Raina, tapi bukan dia kejam ataupun mengekang.


"Kau selalu memanjakan nya." Ucap Jack seolah menuduh Liz.


"Aku tidak. Kau tidak bisa juga sekeras itu pada putri mu. Dia perlu belajar banyak hal dari tindakan yang dia ambil. Lagipula dia bukan anak yang kurang pintar, dan dia juga sangat jarang meminta makanan seperti itu." Ucap Liz membenarkan Raina. Liz memang tahu semua tentang Raina karena dia yang membantu Jack menjaga Raina dari kecil.


"Terserah kau saja." Ketus Jack. Mungkin inilah kenapa Liz dan Jack tidak mungkin bersatu, mereka punya pandangan tersendiri tentang mendidik Raina dan selalu saja tidak cocok dalam banyak hal.


"Sudahlah. Aku tidak akan memakan makanan cepat saji itu." Ucap Raina menunduk sedih. Mendengar perdebatan aunty dan Daddy nya.


"No Raina. Jangan sedih okay. Aku akan menemani mu makan. Tapi kau tidak boleh makan melebihi batas seharusnya okay?" tanya Zevina menenangkan Raina yang mulai terisak.


"Tapi Daddy dan aunty bertengkar hanya karena aku ingin makan burger dan kentang goreng." Ucap Raina memelas. Air mata nya hampir menetes namun berusaha ditahan.


"Ssttt. Sudah jangan bersedih. Kita abaikan saja mereka. Hari ini aku akan menemani mu, okay." Zevina mencoba membujuk Raina walau sebenarnya dia tidak nyaman.


"Benar kah?" tanya Raina semangat.


"Hem." Ucap Zevina mencubit gemas pipi Raina.


"Baiklah. Ayo." Ajak Raina semangat lalu turun dari tempat duduk nya dan menarik tangan Zevina untuk ikut bersamanya.


Zevina mengikuti tarikan tangan Raina, Jack dan Liz mau tidak mau mengikuti pergerakan mereka.


"Daddy menyetir." Ucap Raina sambil menunjuk Daddy nya.


"Baiklah princess." Jack menuruti permintaan putrinya.


Raina mengajak Zevina duduk dibagian belakang, sedangkan Liz didepan dan Jack dibagian kemudi.


"Rick, ikut lah bersama kami." Jack mengajak Rick yang juga berada di tempat parkir hendak pergi dengan mobil nya.


"Baiklah." Rick menuruti ajakan Jack.


Jack akhirnya melajukan mobilnya menuju ke sebuah restoran makanan cepat saji. Rick mengikuti dari belakang dengan mobilnya. Setelah sampai dan memarkir mobil dengan benar mereka pun akhirnya masuk kedalam.


Mereka pun mencari tempat duduk dan akhirnya menemukan satu meja yang berada di sudut ruangan. Muat untuk mereka berlima dan masih tersisa satu kursi kosong.


Raina meminta Zevina untuk memesan makanan untuk nya dan yang lain memesan masing masing. Sambil menunggu Jack menangkap sosok Darvin yang juga berada di restoran itu.


"Darvin." Jack memanggil Darvin sambil melambaikan tangannya.


Darvin yang merasa dirinya dipanggil pun berjalan mendekati mereka.


"Hai Jack." Sapa Darvin.


*******


Makasih buat dukungan kalian.


Selalu tinggalkan jejak komentar, like, vote, dan favorit cerita ku yah.


Salam sayang dan selalu jaga kesehatan kalian.