IF LOVE

IF LOVE
Special Part of Keanu 9



Dua Bulan Sejak Pertemuan Viandra dan Keanu.


Perlahan tapi pasti, Keanu dan Viandra semakin serius menjalin hubungan mereka.


Perlahan tapi pasti pula, mereka mulai mempersiapkan segala sesuatu yang mereka butuhkan untuk acara pernikahan mereka.


"Oh astaga, aku benar benar lupa untuk mengabari Tuan Derex tentang hal ini." Gumam Keanu yang masih bisa didengar oleh Viandra.


Mereka sedang memilih cincin pernikahan mereka.


"Jadi kau belum mengabari atasan mu sama sekali?" Tanya Viandra dengan nada yang dibuat kesal.


"Maafkan aku sayang. Aku segera mengabari nya." Ucap Keanu sedikit cemas.


Ia kemudian meninggalkan Viandra sejenak untuk melakukan panggilan dengan Derex.


Tutt tutt


Panggilan tersambung.


Derex bersuara terlebih dulu.


"Ada apa?" Tanya Derex dingin.


"Tuan, apa Tuan sudah kembali ke Roma?" Tanya Keanu gugup.


"Aku sekarang di London." Derex kembali menjawab dingin.


"Tuan, aku ingin menyampaikan sesuatu. Apa bisa kita bertemu?" Tanya Keanu lagi.


"Baiklah. Aku akan segera menemui mu dirumah." Jawab Derex santai.


Panggilan pun berakhir.


Ia memutuskan untuk kembali menghampiri kekasih nya.


"Sayang, apa sudah menemukan yang cocok?" Tanya Keanu merangkul posesif pinggang kekasihnya.


Viandra mengangguk semangat.


"Apa kau ingin membeli yang lain juga?" Tanya Keanu perhatian saat melihat Viandra masih sibuk menatap jajaran perhiasan yang tertata indah di dalam etalase kaca tersebut.


"Tidak. Aku hanya melihat lihat saja." Ucap Viandra jujur.


Viandra bukan tipe perempuan penggila perhiasan. Dibanding perhiasan, ia lebih tertarik mengkoleksi berbagai macam jenis pistol bahkan senapan.


Mereka pun meninggalkan toko perhiasan itu setelah mendapatkan cincin pernikahan yang mereka inginkan.


"Sayang, aku akan mengantar mu kembali ke apartemen dulu. Setelah itu aku akan menemui Tuan Derex dan menyelesaikan semuanya." Ucap Keanu serius.


Viandra mengangguk.


Tak lama mereka pun sampai di apartemen. Keanu memilih menjual kembali apartemen yang sudah ia beli dan belum sempat ia tempati sama sekali dan lebih memilih tinggal di apartemen milik Viandra.


Viandra sudah tidak keberatan akan hal itu.


Keanu setia menemani calon istri nya naik hingga masuk kedalam unit apartemen mereka.


"Aku pergi dulu." Pamit Keanu.


Ia pun berlalu setelah mendapatkan persetujuan dari Viandra.


Keanu segera melajukan mobilnya menuju ke rumah Derex.


Tak butuh waktu lama ia pun sampai.


"Tuan Keanu." Sapa seorang pengawal yang sedang mengawal kediaman Derex.


"Aku ingin bertemu Tuan Derex." Ucap Keanu datar.


"Tuan Derex masih belum kembali dari rumah sakit Tuan." Ucap sang pengawal itu.


"Rumah sakit?" Gumam Keanu.


"Baiklah, aku akan menunggu." Ucap Keanu lalu masuk kedalam pekarangan rumah Derex dan memarkirkan mobilnya dengan


Ia turun dari mobil nya dan menunggu di depan pintu rumah Derex.


Tak berselang lama, terlihat mobil Derex memasuki pekarangan rumah nya.


Derex yang baru saja sampai di rumah nya sudah bisa melihat Keanu sedang menunggu nya didepan pintu.


Alice dan Derice turun terlebih dulu.


"Masuklah." Titah Alice pada Keanu setelah ia membuka pintu.


"Terima kasih Nyonya." Ucap Keanu lalu masuk mengikuti Alice dari belakang.


"Duduklah." Titah Alice setelah mereka didalam.


Keanu mengangguk lau duduk di sofa ruang keluarga Derex.


"Tidak perlu Nyonya." Keanu mencegah Alice, hingga akhirnya Alice tak jadi beranjak.


"Ada apa Keanu? Selama dua bulan ini kau menghilang kemana?" Tanya Derex dingin.


"Aku masih disini Tuan. Tidak beranjak. Butuh waktu untuk menyembuhkan luka dihati ku." Ucap Keanu sendu.


Derex menghela nafas kasar.


"Tuan, aku ingin mundur dari keanggotaan." Pinta Keanu menatap tajam pada Derex.


"Ada apa? Mengapa tiba tiba? Apa kau tidak bisa untuk tidak mencampuri masalah pribadi dan pekerjaan?" Tanya Derex bertubi tubi.


"Aku akan menikah." Hanya itu jawaban dari Keanu dan membuat Derex membulatkan mata nya tak percaya.


"Kau bisa menikah tanpa harus keluar dari keanggotaan kita kan? Kau tahu kau satu satunya yang paling aku andalkan dalam segala hal." Jawab Derex memaksa.


"Tapi Tuan ... "


"Jika calon istri mu tidak mengijinkan kau untuk tetap berada di dalam anggota kita, aku yang akan bicara dengan nya." Tegas Derex memaksa agar Keanu tidak meninggalkan anggota gangster mereka.


Keanu menunduk.


"Dia tidak memaksa ku. Hanya saja aku tidak ingin pekerjaan ku malah akan membawanya dalam bahaya." Ucap Keanu sendu.


"Apa aku sudah membahayakan istri dan putra ku juga?" Tanya Derex memberi penjelasan.


Keanu menggeleng.


"Bahaya atau tidak, tergantung bagaimana kau melindungi mereka Keanu. Jangan pernah berharap aku akan mengijinkan mu untuk keluar dari keanggotaan kita." Tegas Derex lagi.


Keanu akhirnya terpaksa mengangguk.


"Bagus, sekarang berhubung kau sudah kembali, maka aku ingin kau melakukan sesuatu untuk ku. Setelah masalah ini selesai, aku akan mengaturkan segala persiapan pernikahan mu." Ucap Derex.


"Pekerjaan apa Tuan?" Tanya Keanu bingung.


"Cari pelaku sebenarnya dibalik kecelakaan little. Bawa dia kehadapan ku." Titah Derex tak terbantahkan.


Keanu cukup terkejut mendengar Zevina kecelakaan, namun ia berusaha untuk bersikap sewajarnya.


"Baik Tuan." Ucap Keanu.


Tanpa banyak bicara ia pun segera melaksanakan tugas yang diberikan oleh Derex pada nya.


Cukup sulit untuk menemukan pelaku sebenarnya, namun bukan Keanu namanya jika tidak bisa melakukan pekerjaan nya dengan baik.


"Gotcha." Ucap Keanu.


Ia mencari jejak dalang di balik kecelakaan Zevina berdasarkan bukti seadanya yang dimiliki Derex. Ia menyebarluaskan bukti tersebut pada jaringan nya yang tersebar luas di beberapa negara terutama Inggris dan Italia.


"Tuan, sepertinya akan sulit bagi kita untuk menghukum langsung dalang sebenarnya." Ucap Keanu setelah berhasil melacak keberadaan orang tersebut.


Derex menautkan kedua alisnya bingung.


"Dia adalah Mark Anthony. Paman nya Darvin yang selama ini terkurung di dalam penjara." Ucap Keanu lagi.


"Benar benar Darvin lagi rupanya." Ucap Derex menahan geram.


Terlambat juga jika sekarang ia memaksa Zevina berpisah dengan Darvin. Cinta mereka sudah terlalu mengakar dan juga Zevina kini sedang mengandung buah cinta mereka yang kesekian nya.


"Baiklah. Kau istirahat saja." Titah Derex tegas.


"Tapi Tuan ... "


"Katakan pada calon istri mu kau sedang bekerja untuk masa depan kalian. Jika dia marah, aku yang akan membujuk nya." Ucap Derex tegas lalu langsung pergi meninggalkan Keanu yang diam mematung.


Derex benar benar tidak bisa kehilangan tangan kanan seperti Keanu walaupun Derex juga bisa melakukan pekerjaan nya sendiri, tapi akan sangat melelahkan jika semua nya sendiri.


Keanu akhirnya memutuskan untuk menghubungi Viandra untuk menjelaskan keadaannya saat ini yang ditawan oleh Derex.


"Aku sungguh minta maaf sayang." Ucap Keanu merasa bersalah.


"Sungguh tidak masalah Ke. Aku akan menunggu mu." Ucap Viandra menenangkan kekasihnya.


Ia pun tidak ingin terlalu membuat Keanu kepikiran dan merasa bersalah.


"Berjanjilah kau akan menunggu ku." Pinta Keanu sendu.


"Aku berjanji sayang." Ucap Viandra lembut.


Keanu tersenyum.


"Baiklah kalau begitu. Kau istirahat lah. Jangan terlalu lelah. Siapkan tenaga mu untuk hari pernikahan kita nanti, terutama malam pertama kita." Ucap Keanu menggoda calon istri nya.


Viandra malah langsung mematikan panggilannya setelah mendengar Keanu menyebut malam pertama. Entah apa maksud Viandra, mungkin saat ini ia sedang gugup dan tersipu malu.


"Gadisku sungguh menggemaskan." Batin Keanu tersenyum nakal membayangkan hal mesum yang akan ia lakukan pada Viandra kelak setelah mereka menikah.


...~ To Be Continue ~...