IF LOVE

IF LOVE
If Love 63



[ Jangan lupa mampir di karya ku yang judul nya "Truth Or Dare? (Terjebak Cinta Pembunuh Psikopat) "


Tinggalkan jejak komentar dan like kalo udah mampir ya. ]


...~ Happy Reading ~...


.


.


.


.


.


"Derex, apa aku boleh menemui Jack dan Raina sebentar saja?" Tanya Zevina.


Kini mereka tengah bersiap untuk kembali ke Italia.


"Silahkan Little." Ucap Derex memberi ijin.


Zevina pun tersenyum, ia kemudian keluar dari kamar nya menuju ruang keluarga untuk menghubungi Jack.


Zevina sudah tidak tinggal di apartemen nya lagi


Sejak kejadian hari itu, Derex sudah memindahkan semua barang barang penting nya kerumah pribadi Derex.


Zevina menunggu cukup lama hingga Jack menjawab panggilannya.


"Hai Jack." Sapa Zevina duluan saat Jack menjawab panggilannya.


"Hai Zev, ada apa? Maaf aku akhir akhir ini tidak sempat sering sering mengunjungi mu. Perusahaan ku sedang menangani proyek besar." Ucap Jack panjang lebar.


"Tidak masalah Jack. Em, Jack apa kau punya waktu siang ini? Jika ada, aku ingin menemui mu dan Raina sebelum kami kembali ke Italia nanti sore." Tanya Zevina sambil menjelaskan maksud nya.


"Secepat ini kau akan pergi Zev?" Tanya Jack heran.


"Aku rasa untuk saat ini memang sebaiknya aku menjauh dulu dari kota, negara ini." Ucap Zevina sendu.


"Em, baiklah jika itu sudah menjadi keputusan mu. Aku pasti mendukung mu." Ucap Jack aemangat.


"Jadi apa kau punya waktu siang ini?" Tanya Zevina kembali.


"Em, siang ini aku punya. Katakan saja tempatnya dimana, aku akan menyusul bersama Raina." Ucap Jack.


"Baiklah." Zevina pun mengakhiri panggilan nya.


Jack dan Derex sudah saling berdamai walaupun tidak berteman dekat.


Bagaimana pun Derex tidak bisa egois pada Zevina karena adiknya berteman baik dengan Jack, dan secara tidak langsung Jack juga yang sudah membantu nya menyelamatkan Zevina.


Zevina kembali ke dalam kamar nya tadi dimana tampak Derex sudah selesai mengemas barang barang nya.


Derex memperlakukan Zevina bak Ratu yang harus dilayani dengan baik.


"Derex, aku sudah menelpon Jack. Dan aku akan bertemu dengan nya di cafe ... " Ucap Zevina.


"Baiklah. Tapi maaf little aku tidak bisa menemani mu. Sebagai gantinya aku akan menyuruh Keanu menemani mu." Ucap Derex.


Sebenarnya itu hanya alasan Derex. Ia sengaja ingin mendekatkan Zevina pada Keanu. Ia tidak ingin adiknya terus hidup dalam masa lalu.


"Tidak perlu. Aku bisa sendiri. Lagi pula tempat nya tidak jauh." Ucap Zevina menolak halus.


Ia tahu pikiran licik kakak nya.


"No little, aku hanya mewanti hal buruk yang akan terjadi." Ucap Derex berkilah.


"Terserah kau saja." Ucap Zevina pasrah.


Zevina pun segera bersiap.


Ia meraih pakaian yang akan ia kenakan, dan menggantinya.


Setelah itu ia merias wajah nya. Walau kehamilannya sudah besar, tapi itu justru membuatnya terlihat semakin cantik.


#####


"Raina, ayo bersiap. Kita akan bertemu Mommy Zevina." Ucap Jack pada putrinya saat ia baru saja sampai di rumah.


"Benarkah Dad?" Tanya Raina antusias.


Ia sudah sangat lam tidak bertemu Zevina. Bahkan saat dirumah sakit pun Jack tidak membawa nya sekali pun. Jack tidak ingin dan belum siap jika Raina bertemu Derex dan Derex menceritakan tentang Alice.


"Benar. Cepat ganti pakaian mu." Ucap Jack memerintah putrinya.


Ia juga segera ke kamar nya dan mengganti pakaian nya.


Setelah selesai ia keluar dari kamar nya dan menunggu putrinya di ruang keluarga.


"Sudah Dad. Ayo." Ucap Raina semangat saat ia sudah didepan Ayahnya.


Raina cantik dan anggun seperti Ibu nya.


"Ayo kita berangkat." Ucap Jack membawa putrinya dalam gendongan nya.


#####


"Derex, aku pergi dulu." Ucap Zevina pamit pada Derex.


"Baiklah. Keanu sudah menunggu mu di mobil." Ucap Derex.


"Kau tidak perlu berusaha seperti itu. Itu tidak akan berhasil Derex. Aku tidak ingin membohongi orang lain apalagi diriku sendiri." Ucap Zevina terus terang pada Derex tentang hati nya yang masih dan selalu mencintai Darvin.


"Tapi kau harus bangkit dari masa lalu mu." Derex mengingatkan adiknya.


"Baiklah baik." Akhirnya Derex pasrah walau bukan benar benar pasrah.


"Ya sudah, aku pergi dulu." Zevina pamit.


"Hati hati." Derex mengingatkan.


Zevina mengangguk dan berjalan menuju mobil dan Keanu yang sudah menunggu.


Keanu mengulurkan tangannya untuk membantu Zevina, ia tidak terlalu berharap saat ini.


Karena sejak pulang dari rumah sakit, Zevina sedikit menghindari nya walau tidak secara langsung.


"Terima kasih." Ucap Zevina seadanya menerima uluran tangan Keanu.


Keanu baik, tampan, bagi sebagian besar kaum hawa Keanu pastilah sosok pria yang sempurna dimata mereka.


Tapi tetap saja sampai saat ini hati Zevina hanya untuk Darvin.


Setelah mereka masuk ke mobil, Keanu pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Sesekali ia mencuri pandang pada Zevina dari kaca spion diatas kepalanya.


"Kau cantik sekali Zev. Apa sungguh tidak bisa?" Tanya Keanu dalam hati.


Jika Zevina bukanlah adik dari atasannya, mungkin ia sudah menculik Zevina dan memaksa Zevina menjadi milik nya.


Sepanjang perjalanan hening. Zevina tidak ingin memberi harapan palsu pada Keanu, secara tidak langsung pun Zevina menyadari perasaan Keanu lewat setiap perlakuan manis yang Keanu berikan pada nya.


"Sudah sampai." Ucap Keanu setelah memarkir mobil nya.


Zevina yang sibuk bermain ponsel tadi sedikit tersentak mendengar perkataan Keanu.


"Oh, sudah sampai yah. Terima kasih Keanu." Ucap Zevina.


Keanu menjadi lemah saat Zevina tidak lagi memanggil nya dengan nama pendek yang Zevina berikan pada nya beberapa waktu lalu.


"Um, Ke kau tunggu di sini saja. Aku juga mungkin tidak akan lama." Ucap Zevina lalu turun dari mobil dan berjalan masuk kedalam cafe itu.


Sepeninggal Zevina, Keanu memegangi dada nya. Jantung nya melompat lompat saat Zevina kembali menyebut nama pendek nya.


"Mommy." Raina berjingkrak bahagia melihat Zevina.


"Hai sayang." Zevina memeluk Raina dan mengecup puncak kepala nya.


"Hai Jack, apa kabar?" Tanya Zevina setelah melepas pelukan nya dari Raina dan duduk di kursi.


"Aku baik." Ucap Jack memperhatikan wanita di depan nya.


Wanita yang hampir saja ia hancurkan dulu nya dan kini malah menjadi teman nya untuk berbagi cerita.


"Jack, Raina aku akan kembali ke Italia sore ini." Ucap Zevina pamit sekali lagi.


"Kau sudah yakin?" Tanya Jack.


"Hem..aku rasa ini yang terbaik. Tenang saja aku pasti akan kembali suatu hari nanti, walau entah kapan itu." Ucap Zevina tersenyum.


"Mommy, kembalilah nanti jika adik kecil ku sudah lahir. Aku ingin bermain dengan nya." Ucap Raina.


Raina tampak lebih dewasa sekarang.


"Baiklah Raina. Nanti jika Mommy kembali, Mommy akan membawa adik kecil bersama dan seseorang sebagai kejutan untuk mu." Ucap Zevina mengacak rambut Raina.


"Apa kau yakin?" Tanya Jack yang sudah tahu yang dimaksud Zevina adalah Alice.


"Kau tenang saja. Aku akan membujuk Derex. Tidak ada kata tidak jika aku yang memohon pada nya." Ucap Zevina percaya diri.


"Haha baiklah." Jack tertawa kecil.


Mereka pun melanjutkan perbincangan mereka sambil menikmati makanan kecil yang terhidang di depan mereka.


.......


"Baiklah Jack. Aku harus pergi sekarang." Pamit Zevina setelah mereka mengakhiri perbincangan mereka.


"Em..hati hati Zev. Aku pasti merindukan mu. Dan maafkan aku atas kesalahan ku dulu." Ucap Jack sendu.


"Baiklah. Jadilah pria yang baik. Tunggu Liz dengan setia." Ucap Zevina menasehati Jack.


"Aku selalu menunggu nya." Jawab Jack.


"Raina, Mommy harus pergi sekarang. Jaga kesehatan mu okay. And be a good girl." Ucap Zevina pada Raina.


"Yes Mom. I will." Raina mengangguk semangat.


Jack dan Raina pun mengantarkan Zevina sampai ke depan mobil.


"Berhati hati lah. Jaga dirimu baik baik." Ucap Jack memeluk singkat Zevina karena terhalang perut buncit Zevina.


"Em..kalian juga." Pesan Zevina.


Setelah saling berpamitan, Zevina pun masuk ke mobil dan Keanu pun melajukan mobilnya pergi dari cafe itu.


...~ To Be Continue ~...


******


Season 1 akan segera berakhir.


Like dan komentar jangan lupa yah..


Makasih.