
Setelah kepergian Liz, Jack memutuskan untuk membawa Raina pergi ke apartemen Zevina. Niat nya sebelum ke apartemen Zevina adalah ia ingin mengejar Liz, namun sayang nya dia kehilangan jejak.
Ting tong
Ia menekan bel yang ada di sudut pintu apartemen Zevina.
Tidak ada jawaban. Ia kembali menekan berkali kali, namun masih tidak di bukakan pintu.
"Daddy, mungkin Mommy sedang pergi hiks." Ucap Raina masih terisak.
"Mungkin." Jack menjawab singkat pada putrinya.
Ia akhirnya menggendong Raina dengan niat ingin pergi dari sana. Namun saat sudah berbalik dan hendak melangkah, ia mendengar pintu apartemen Zevina dibuka.
"Masuklah." Ucap Zevina lemah sambil sedikit menunduk.
Jack berbalik dan kaget melihat Zevina sangat pucat dan lemah.
"Hei, kau baik baik saja?" Jack bertanya cemas sambil memegang kening Zevina untuk memeriksa suhu tubuhnya.
"Aku tidak apa apa. Masuklah." Ucap Zevina lemah lalu berjalan masuk duluan. Jack pun akhirnya mengikuti dari belakang.
Zevina berbaring meringkuk di sofa.
"Ada apa? Raina sepertinya baru habis menangis." Zevina bertanya dengan suara lemah.
"Hah. Liz pergi Zev. Tiba tiba saja dia memutuskan untuk pergi dari rumah." Jack menjawab dengan suara sedih.
"Mommy aunty Liz pergi. Hikzls." Ucap Raina terisak sambil memeluk Zevina yang sedang berbaring.
"Mungkin saja dia ... huek." Belum sempat Zevina menyelesaikan perkataannya, ia kembali merasakan sesuatu hendak keluar dari perut nya. Dengan segera ia berlari ke kamar mandi. Kini hanya cairan bening yang mampu ia keluarkan.
Jack yang melihat nya merasa kasihan, ia pun mencoba membantu Zevina dengan sesekali menepuk lembut punggung Zevina dan memijat ringan pundak nya.
"Kau benar tidak apa apa?" Jack bertanya ragu. Sebelum mendapat jawaban, ia berlari kecil keluar dari kamar mandi dan meraih segelas air putih hangat untuk Zevina. Zevina meneguk hingga tersisa setengah.
"Jack, bisa bantu aku?" ,Zevina bertanya.
"Apa? Katakan saja." Ucap Jack tegas.
"Tolong belikan aku test pack di apotik." Ucap Zevina lemah. Jack tertegun mendengar perkataan Zevina.
"Baiklah, kau tunggu disini dulu." Ucap Jack lalu memapah Zevina untuk berbaring di atas ranjang.
"Raina, kau temani Mommy Zevina dulu disini." Ucap Jack pada putrinya. Raina mengangguk.
Dengan segera ia pergi ke apotik terdekat untuk membeli test pack sesuai pesanan Zevina. Ia membeli lebih dari satu. Setelahnya, segera ia pun kembali ke apartemen Zevina. Ia mengetok pintu apartemen Zevina, Raina yang membukakan untuk nya.
"Ini." Jack memberikan semua test pack yang ia beli pada Zevina.
"Terima kasih." Zevina mengambil semua test pack dari tangan Jack.
Perlahan ia bangkit dari posisi baring nya dibantu oleh Jack. Dan Jack memutuskan untuk membantu nya ke kamar mandi.
Setelah dikamar mandi, ia pun segera melakukan pemeriksaan kehamilan dengan test pack dan air urin nya. Menunggu beberapa menit hingga hasilnya keluar.
"Ini ... " Zevina tidak mampu melanjutkan perkataannya. Ia segera keluar dari kamar mandi, Jack dan Raina sedang berkutat didapur.
Ia segera meraih ponselnya untuk menghubungi Darvin. Namun lagi lagi tidak ada jawaban. Saat ia hendak meletakkan kembali ponselnya, ia melihat ada pesan masuk pada ponselnya. Dari Darvin.
Darvin : "Sayang, dengan susah payah akhirnya aku bisa menyelesaikan semuanya dan mendapatkan semua dokumen yang kita butuhkan. Aku sudah mengirim nya terlebih dulu pada mu. Mungkin besok malam akan sampai. Aku pulang ke London besok pagi. Tunggu aku. I love you so much." Begitu isi pesan dari Darvin pada nya.
Ia tersenyum, walaupun merasa aneh.
"Jika dia pulang kesini besok, kenapa dokumen nya harus dikirim duluan?" Batin Zevina bertanya tanya.
"Tapi ya sudahlah. Aku akan memberi tahu nya nanti ketika dia sampai di sini." Ucap Zevina dalam hati.
Ia sangat bahagia walaupun sekarang tubuhnya sedang lemah. Ia kemudian berjalan kedapur.
"Mommy, bagaimana hasilnya?" Raina bertanya antusias. Jack tentu sudah memberitahukan sebelum nya pada Raina.
"It's positif." Ucap Zevina singkat.
"Hei hati hati, atau kau bisa melukai adik kecil mu yang masih didalam perut Mommy Zev." Ucap Jack berusaha memisahkan Raina.
"Congratulations Zev." Ucap Jack mengecup pipi Zevina. Bukan kecupan cinta atau sebagainya, hanya kecupan sayang seorang sahabat.
"Thank you." Ucap Zevina. Ia sangat bahagia.
"Kau sudah beritahu Darv?" Jack bertanya penasaran.
"Belum. Sepertinya dia masih sibuk dan belum sempat mengangkat panggilan ku. Tapi dia akan pulang kesini besok." Zevina menjawab semangat.
"Baiklah. Aku yakin dia pasti akan terkejut setengah mati. Haha." Jack tertawa kecil membayangkan ekspresi datar Darvin yang tiba tiba terkejut.
"Mommy adik kecil ku laki laki atau perempuan?" Raina bertanya antusias seolah itu memanglah adik kandung nya.
"Belum bisa diketahui sayang. Jika nanti dia sudah agak besar baru bisa diperiksakan jenis kelamin nya." Zevina menjelaskan dengan sederhana sambil mengelus pipi Raina.
"Baiklah. Kau makan ini dulu. Walaupun mungkin kau tidak lapar atau tidak berselera, tapi bayi mu perlu nutrisi." Ucap Jack. Jack sudah seperti suami siaga saja.
"Terima kasih." Ucap Zevina menerima makanan yang diberikan Jack.
"Mommy biar aku menyuapi mu." Pinta Raina bersemangat.
"Baiklah." Zevina pasrah pada anak kecil itu.
Raina pun dengan telaten dan perlahan menyuapi Zevina. Jack hanya menggeleng melihat kelakuan putri kecilnya.
#####
Roma, Italia
"Tuan, ini informasi terkait perempuan yang kemarin berpapasan dengan mu." Ucap anak buah Derex sambil menyerahkan sebuah amplop berwarna coklat pada nya.
Derex membuka amplop itu dan melihat isi nya.
"Zevina Albert? Dicky Albert? Liana Abraham?" Derex mengucapkan nama Zevina dan kedua orang tua nya seperti bertanya.
"Apa kau yakin dengan informasi yang kau dapatkan ini?" Tanya Derex ragu pada anak buah nya.
"Yakin Tuan. Memang tidak terlalu banyak informasi yang bisa aku dapatkan tentang Nona Zevina." Ucap anak buah nya dengan penuh keyakinan.
"Zevina ... " Ucap Derex tersenyum manis. Jari nya mengetuk meja kerjanya membentuk sebuah melodi tak beraturan. Anak buah nya terkejut melihat senyum manis yang pertama kali ia tampilkan diwajah tampan nya.
"Baiklah. Aku ingin kau menempatkan orang orang mu di sekeliling nya untuk melindungi nya. Pastikan tidak ada hal buruk yang menimpa nya." Ucap Derex memberi perintah.
"Baik Tuan. Tapi Tuan, aku dapat informasi terbaru. Nona Zevina sudah menikah secara pribadi dengan pria yang ia cintai bernama Darvin Anthony. Segala dokumen pindah negara dan dokumen pernikahan mereka sudah dirampungkan oleh suaminya." Ucap Keanu, anak buah Derex.
Derex melotot tak percaya mendengar informasi dari Keanu. Namun ia tidak menjawab atau berkata apapun.
"Dan satu lagi Tuan. Nona Zevina berteman cukup baik dengan pria yang bernama Jack dan juga putrinya." Keanu melanjutkan perkataannya.
"Jack lagi." Ucap Derex merespon.
"Baiklah. Kau lakukan saja seperti yang ku perintahkan. Jangan sampai Zevina terluka atau nyawa mu sebagai ganti nya." Ucap Derex menakutkan.
"Baik Tuan." Ucap Keanu lalu pamit keluar dari ruangan Derex.
"Zevina, akhirnya aku menemukan mu setelah puluhan tahun berlalu." Ucap Derex menyeringai.
"Aku hanya perlu memastikan satu hal lagi agar semuanya jelas. Tapi sepertinya itu akan sulit karena sedikit privasi." Lanjutnya lagi.
******
Loh loh, Derex kenapa ngincar Zevina?
Yuk ikutin terus kelanjutan nya yah.
Tinggalkan jejak komentar, like sebagai bentuk dukungan kalian.
Jangan lupa favorit dan share ke teman teman kalian baik secara offline maupun online.
Selamat menjalankan Ibadah Puasa bagi readers yang muslim. Semoga lancar yah puasanya.