IF LOVE

IF LOVE
If Love 37



"Istri mu?" Tanya Derex tersenyum licik. Tangannya setia menggenggam tangan Alice, seolah Alice benar benar miliknya.


"Lepaskan istri ku. Siapa kau berani beraninya menyentuh istri ku?" Ucap Jack dengan suara menggelegar. Ia berjalan tergesa gesa turun dari lantai dua hendak merebut Alice kembali, namun tubuhnya ditahan oleh dua anak buah Derex.


"Aku tidak boleh menyentuh istri mu? Apa kau yakin dengan ucapan mu?" Tanya Derex pura pura bodoh.


"Lepaskan aku, siapa kalian? Sialan, lepaskan aku." Ucap Jack meronta lepas, namun tidak sanggup.


"Pertama, aku akan membayar sedikit untuk mu karena sudah berani bermain api dengan Lydya." Ucap Derex. Ia melepaskan tangannya dari Alice dan berjalan mendekati Jack, sebelumnya ia membawa balok kayu sepanjang satu meter yang memang dipegang oleh salah satu anak buah nya yang lain.


Bukk Bukk


Derex memukul perut Jack dengan sangat kuat, membuat Jack mengerang kesakitan.


"Aku tidak menyangka, kau sudah mempunyai istri yang sangat cantik seperti ini, tapi kau masih meniduri Lydya wanita jalang itu." Ucap Derex, kemudian ia mendekati Alice yang sudah menetes kan air mata. Langsung ia menjilat air mata Alice yang menetes, lalu mencium bibir Alice lembut.


Alice kecewa mendengar perkataan Derex tentang suaminya. Ia berharap Derex berbohong tapi Jack sama sekali tidak menyangkal.


"Sayang, katakan apa yang ingin kau katakan sebelum kita pergi." Ucap Derec setelah ia melepaskan ciuman nya.


"Jack, aku tidak menyangka kau benar benar sebejat itu. Aku kemarin menemui mantan kekasih ku karena aku ingin mengakhiri semuanya dengan dirinya, dan sudah aku lakukan. Aku ingin berusaha mencintai mu demi Raina, tapi nyatanya semua perjuangan ku tidak ada artinya." Ucap Alice. Hati nya benar benar terluka.


Derex yang melihatnya semakin menangis menjadi semakin marah. Ia kembali menyerang Jack dengan tangan kosong hingga Jack lemah, benar benar lemah.


"Kembalikan istri ku." Ucap Jack dengan suara lemah.


"Mendengar perkataan wanita ku barusan, aku jadi ingin mengajarkan mu apa itu istri sebenarnya." Ucap Derex menyeringai.


Ia kemudian kembali mendekati Alice.


"Bekerja sama lah. Aku tidak akan menyakiti mu." Bisik Derex ditelinga Alice.


Ia meraih tengkuk leher Alice, lalu menyatukan bibir mereka. Alice hanya terdiam. Ia sadar, tapi seperti terhipnotis oleh Derex.


Perlahan Derex melucuti pakaian Alice dan membawanya berbaring di sofa, membuat Jack marah namun tidak mampu melawan, sementara para anak buah Derex memejamkan matanya tidak berani melihat perbuatan Bos nya atau mereka akan kehilangan kedua mata mereka setelah ini.


Alice benar benar tidak melawan sedikitpun hingga dengan mudah Derex sudah menyatukan miliknya.


"Sial, kenapa wanita ini menggigit sekali padahal dia sudah pernah melahirkan." Batin Derex saat menghentak miliknya.


Alice benar benar diam seperti patung, bahkan ia menggigit bibir bawah nya dan mencengkeram erat sofa agar ia tidak mendesah. Derex semakin bersemangat melihat ekspresi yang diberikan Alice. Sedangkan Jack menangis melihat istrinya diperlakukan seperti itu didepan matanya. Ia meronta ingin menolong istrinya, namun ia lemah dan dipegang kuat oleh anak buah Derex.


Selesai bermain, Derex memakai kembali pakaian dan juga mamakaikan milik Alice.


"Aku tidak menyangka kau begitu nikmat sayang." Ucap Derex kembali mengecup bibir Alice dan juga kening nya penuh cinta.


Ia kemudian membantu Alice bangun dari posisi baring nya.


"Itu guna nya istri. Bisa kau tiduri kapan pun dan dimana pun." Ucap Derex menyeringai.


Ia kemudian kembali mengambil balok kayu yang sudah ia buang dilantai tadi lalu mendekati Alice. Seketika ia menghantam kepala Alice dengan cukup kuat, hingga Alice tumbang dan kepalanya mulai mengeluarkan darah.


Derex tersenyum puas. Jack menangis meraung.


"A a. Tidak perlu menangis. Aku sudah memberi istri mu kebahagiaan. Jadi mati pun ia tidak akan bersedih lagi." Ucap Derex menyeringai.


"Hah aku akan membawa tubuh istri mu ini untuk ku nikmati sedikit lagi sebelum akhirnya aku membuang nya pada peliharaan ku." Ucap Derex.


"Alice ... " Jack menangis meraung memanggil Alice.


Ia menyesal, seharusnya tadi tidak terbakar amarah dan memberi waktu agar istrinya bisa menjelaskan semuanya. Juga seharusnya ia memindahkan tubuh istrinya yang tertidur di sofa kembali ke kamar. Ia menangis meraung berteriak memanggil nama Alice. Meringkuk menahan sakit pada tubuhnya. Sakit akibat hantaman Derex, dan sakit hati karena istrinya diperkosa didepan nya dan dibunuh dengan sadis sedangkan dia tidak mampu melakukan apapun."


Flashback Off


"Jadi seperti itu." Ucap Zevina saat Jack menyudahi ceritanya. Jack hanya mengangguk lemah.


"Aku menyesal tidak bisa menyelamatkan Mommy Raina." Ucap Jack mengepal erat kedua tangan nya.


"Semua sudah berlalu Jack. Kau harus bisa melupakan masa lalu mu. Jadikan itu pelajaran agar kau tidak mengulangi kesalahan yang sama." Ucap Zevina mengusap tangan Jack yang sedang mengepal.


"Sayangi dan jaga putri mu. Ia adalah peninggalan satu satunya dari wanita yang kau cintai." Ucap Zevina lagi.


Jack tersentuh, tapi bukan berarti masih menginginkan Zevina. Ia sudah memutuskan untuk menjadikan Zevina sahabatnya dan melabuhkan hatinya pada Liz.


"Aku jadi merindukan Liz." Ucap Jack polos membuat Zevina menepuk keras tangan Jack.


"Aw. It's hurt Zev." Ucap Jack mengelus tangan nya yang ditepuk Zevina.


"Aku mencoba menghibur mu, tapi pikiran mu malah kemana mana." Ucap Zevina mengomeli Jack sambil membawa piring kotor mereka untuk dicuci.


"Sudah, kau temani putri mu sana. Atau dia akn menjadi dewasa dalam sekejab." Ucap Zevina mengejek.


"Baiklah baiklah Nyonya Anthony." Ucap Jack sengaja memancing Zevina dengan nama Darvin.


Zevina terdiam. Ia juga sangat merindukan suaminya.


"Haha bagaimana? Kau merindukan suami mu kan? Itulah yang aku rasakan barusan. Bukan berarti otak ku traveling kemana mana." Ucap Jack mengejek Zevina.


Zevina diam tidak menjawab. Ia mencuci piring kotor nya sambil sesekali tersenyum kecil.


"Jika Darvin ada disini, pasti saat ini dia sedang memeluk ku." Ucap Zevina sendiri sambil tersenyum bodoh.


"A suami ku itu sangat menggemaskan. Ia juga sangat perkasa." Zevina berkata kata sendiri seperti orang gila.


Segera ia menyelesaikan kegiatan nya.


"Jack, aku akan istirahat sekarang. Jika nanti kau ingin pulang, pastikan pintunya terkunci dengan benar dan tidak bisa dibuka dari luar dengan mudah." Titah Zevina pada Jack dan melangkah pergi.


"Bilang saja kau ingin bercinta dengan suami mu lewat telepon." Ucap Jack mengejek. Untung saja Raina fokus menonton, jadi tidak mendengar perkataan Jack.


Jika dia mendengar pasti sudah bertanya panjang lebar pada Jack.


Zevina menutup pintu kamarnya dengan kuat, membuat Jack dan Raina sama sama terperanjat kaget. Namun kemudian kembali biasa saja. Mereka berdua menonton bersama tanpa mempedulikan Zevina.


********


Terus tinggalkan komentar, like kalian sebagai bentuk dukungan buat aku yah.


Share juga keteman teman kalian biar lebih seru baca bareng2.


Selalu jaga kesehatan kalian yah.