
"Viandra." Lirih Keanu pelan.
Ia sudah dipindahkan ke ruangan inap setelah dokter memastikan kondisinya baik baik saja tadi malam.
Aninston dan Eleana keluar untuk membeli sarapan untuk putrinya.
"Aku disini Ke." Ucap Viandra langsung meraih tangan Keanu dalam genggaman nya.
Keanu tersenyum.
"Maaf." Lirih Keanu lagi.
"Tidak, harusnya aku yang minta maaf." Ucap Viandra.
"Untuk apa?" Tanya Keanu pelan.
"Karena aku sudah membuat mu terluka." Jawab Viandra.
"Bukan salah mu sayang. Aku yang ceroboh." Ucap Keanu pelan dan masih menahan perih pada luka bekas operasi diperut nya.
"Tapi aku hampir saja meninggalkan mu sendirian." Ucap Viandra menyalahkan diri sendiri.
"Maka berjanjilah jangan pernah meninggalkan ku lagi bahkan hanya sekedar memikirkan nya pun jangan." Pinta Keanu.
Viandra mengangguk.
"Bolehkah aku meminta minum?" Tanya Keanu.
"Sebentar." Ucap Viandra hendak melepaskan tangan nya namun Keanu tetap menggenggam nya.
"Ke, bagaimana caranya aku mengambilkan minuman untuk mu?" Tanya Viandra sedikit kesal dan malu dengan perlakuan kekasihnya.
Keanu tersenyum geli dan melepaskan genggaman tangan nya.
Viandra menuangkan air mineral yang ada di botol kedalam gelas lalu memberikan pada Keanu.
Viandra menaruh sedotan di dalam gelas Keanu agar ia lebih leluasa meminum air tersebut.
Keanu menyeruput air tersebut hingga habis tak tersisa.
"Air nya manis sayang." Ucap Keanu menggoda kekasihnya.
Viandra memutar malas matanya.
"Haus bilang saja, jangan berdalih." Ketus Viandra meraih gelas dari tangan Keanu dan meletakkan kembali ke atas nakas.
"Sayang, aku butuh pelukan." Pinta Keanu manja sambil merentangkan tangan nya.
Viandra sedikit tersipu malu dan perlahan masuk kedalam pelukan Keanu.
"Katakan pada ku apa yang sebenarnya terjadi! Apa kau menembak dirimu sendiri demi ungkapan cinta dari ku?" Tanya Viandra memukul ringan dada Keanu.
Keanu tersenyum geli.
"Aku tidak sebodoh itu sayang. Saat itu aku hanya tertarik mencoba pistol mu yang berbentuk unik itu, tidak tahu nya aku malah salah mengoperasikan nya hingga tembakan nya mengenai diriku sendiri. Ucap Keanu memelas.
"Makanya lain kali tidak usah sok tahu." Ketus Viandra.
"Sayang, aku sedang sakit. Harus nya kau bisa sedikit lebih manis dan lembut pada ku." Protes Keanu.
"Baiklah, aku akan bersikap manis pada mu. Maafkan aku." Ucap Viandra lembut.
"Untuk apa meminta maaf? Kau tidak bersalah sayang. Semua karena kecerobohan ku." Ucap Keanu menenangkan kekasih nya, ia tidak ingin Viandra menyalahkan diri nya sendiri.
Viandra mengangguk pelan, lalu mengangkat kepalanya hingga tatapan mereka berdua bertemu.
Mereka saling menatap cukup lama hingga perlahan Keanu mendekatkan wajahnya pada wajah Viandra dan mulai mencium lembut bibir Viandra.
Viandra dengan berani membalas ciuman lembut Keanu hingga perlahan ciuman mereka menjadi semakin panas.
"Ohho." Suara berat Aninston terdengar mendekat membuat keduanya gelagapan dan menyudahi kegiatan mereka.
"Selamat pagi Ayah Mertua." Ucap Keanu tanpa rasa malu.
Viandra hanya menunduk malu tidak berani menatap Ayahnya.
"Apa kau menembak dirimu sendiri demi ungkapan cinta dari putri ku?" Tanya Aninston curiga.
Keanu menggeleng dan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi, seperti apa yang sudah ia ceritakan pada Viandra.
"Pria bodoh." Ucap Aninston ketus.
"Ayah mertua, dimana Ibu mertua?" Tanya Keanu penasaran.
"Dia sedang mengobrol dengan seorang teman nya. Tadi berpapasan saat hendak masuk kemari." Ucap Aninston dingin sambil mengeluarkan beberapa makanan yang sudah ia beli dengan istrinya tadi.
Keanu mengangguk mengerti.
"Terima kasih Dad." Ucap Keanu tanpa rasa malu lagi.
Viandra mendelik tajam pada nya sedangkan ia hanya mengedikan bahu nya acuh.
Mereka pun menyantap makanan yang diberikan Aninston tanpa banyak bicara, Aninston juga turut serta menikmati makanan nya.
"Dad, bolehkah aku menikah dengan Viandra secepatnya?" Tanya Keanu meminta persetujuan.
"Itu urusan kalian. Tapi lebih baik secepatnya. Aku tidak ingin kau menyakiti Tuan putri ku." Ucap Aninston santai.
Aninston memang tipikal orang tua yang santai dan lebih banyak bekerja dengan tindakan daripada hanya berkata kata. Keanu pun cukup tahu akan hal itu.
"Sayang, apa kau mau menikah dengan ku?" Tanya Keanu penuh harap.
Viandra mengangguk pelan tanpa menatap wajah nya.
Keanu tersenyum.
"Sayang, jawab aku. Jika kau tidak mau, aku tidak akan memaksa mu. Mungkin memang jalan takdir kita bukan untuk bersatu." Pinta Keanu lagi sengaja membuat suaranya terdengar sendu.
"Aku mau Ke. Aku mau menikah dengan mu." Ucap Viandra tanpa basa basi lagi.
Keanu tersenyum penuh kemenangan.
"Terima kasih sayang. Aku berjanji akan secepatnya menikahi mu." Ucap Keanu bersemangat.
"Buktikan dengan tindakan mu. Jangan hanya pandai berbicara." Sarkas Aninston.
"Tenang saja Dad. Begitu aku sembuh, aku akan langsung mengurus semua nya. Aku juga akan meminta ijin pada Tuan Derex untuk undur diri dari kelompok nya." Ucap Keanu penuh keyakinan.
"Apa perlu sampai undur diri dari kelompok nya?" Tanya Aninston ragu.
Ia dan Derex sudah bekerja sama cukup lama, walaupun dengan usia yang terpaut jauh.
Mereka juga sudah cukup mengenal karakter satu sama lain walaupun tidak bersahabat dekat diluar urusan pekerjaan.
"Aku akan membicarakan dengan Tuan Derex. Aku tidak ingin nantinya malah terus membuat istri ku khawatir." Ucap Keanu menatap lembut pada Viandra.
"Sebenarnya aku tidak keberatan dengan pekerjaan nu Ke, tapi aku ingin lihat seberapa besar dan gigih perjuangan mu untuk bersama ku." Batin Viandra dalam hati.
"Wah wah, sepertinya Mom ketinggalan sesuatu." Ucap Eleana yang baru saja masuk kedalam ruangan itu.
"Mom." Sapa Keanu tanpa malu.
Eleana langsung menghampiri suaminya dan bermanja diatas pangkuan suaminya.
Usia mereka boleh lanjut, tapi soal keromantisan dan keharmonisan mereka tidak pernah kalah dari anak muda yang sedang dimabuk cinta.
Bahkan untuk urusan ranjang pun mereka masih selalu panas.
"Jadi apa yang aku lewatkan sayang?" Tanya Eleana lembut sambil membelai wajah tampan suaminya.
"Tuan putri kita akan segera menikah setelah calon suami nya sembuh." Ucap Aninston tersenyum manis pada istrinya.
"Oh wow..congrats sayang. Mom happy for you." Ucap Eleana bahagia.
Viandra mengangguk pelan dan tersipu malu.
"Hati hati untuk malam pertama mu nanti sayang. Jangan sampai kau dibuat tidak bisa berjalan oleh nya." Ucap Eleana menggoda putrinya sambil menunjuk Keanu.
"Itu mungkin saja terjadi jika kalian ingin menggendong cucu secepatnya." Ucap Keanu penuh percaya diri.
"Aw...sakit sayang." Erang Keanu saat Viandra mencubit kuat lengan nya.
"Ini baru lengan mu yang ku cubit. Aku bisa saja mengoyak luka operasi mu itu bahkan sekalian mengoyakkan lambung mu." Ancam Viandra geram.
Keanu hanya terkekeh.
"Santai saja sayang, awalnya memang akan sakit. Tapi aku yakin semakin lama kau yang malah akan meminta lebih, lagi dan lagi." Ucap Keanu semakin menggoda kekasihnya.
"Kau ... " Viandra meraih pistol dari pinggang nya dan menodongkan pada Keanu.
"Oh wow..slow sayang slow. Aku hanya berbicara berdasarkan fakta." Ucap Keanu membujuk Viandra.
Viandra menyimpan kembali pistolnya kedalam kantong pistol yang terpasang di pinggangnya.
"Nikahi aku baru boleh berbicara urusan ranjang." Titah Viandra tak terbantahkan.
Keanu mengangguk semangat.
"Akan secepatnya aku lakukan sayang." Ucap Keanu tanpa keraguan.
...~ To Be Continue ~...