IF LOVE

IF LOVE
If Love 30



"Darv, ini ... " Zevina tidak melanjutkan perkataannya.


Matanya terbelalak melihat keindahan danau didepan nya.


"Kau suka?" tanya Darvin memeluk posesif kekasihnya.


"Aku suka Darvin. Sangat suka." Ucap Zevina mengangguk semangat.


"Maaf membuat mu takut dan menangis tadi." Ucap Darvin terkekeh.


"Kau jahat." Zevina menjawab ketus.


"Aku mencintai mu." Darvin malah mengungkapkan isi hati nya.


"Aku juga Darvin. Sangat mencintai mu." Zevina membalas, lalu ia berbalik dan memeluk Darvin. Merasakan nyaman dan hangat nya pelukan Darvin.


Darvin melepaskan pelukan nya diikuti Zevina. Mereka saling menatap dalam mata mereka seolah sedang memahami satu sama lain.


Reflek Darvin memegang kepala belakang Zevina dan menyatukan bibir mereka. Ia mencium kekasihnya dengan lembut. Zevina pun akhirnya membalas. Ciuman panas terjadi membuat mereka terbuai suasana.


Darvin melepas sejenak tautan bibir mereka laku menuntun Zevina untuk berbaring diatas permadani yang entah sejak kapan sudah dihamparkan oleh Darvin ditepi danau.


Kembali Darvin melanjutkan aksinya dan tentu saja mendapat balasan dari kekasihnya. Zevina dari dulu memang tidak pernah menolak saat Darvin menginginkan nya.


Darvin akhirnya menghentikan aksinya, ia kemudian saling menempelkan kening nya pada kening Zevina dengan nafas memburu.


"I love you Zevina Anthony." Ungkap Darvin menyatukan nama belakang nya dengan nama Zevina. Ia benar benar sudah mengklaim Zevina sebagai miliknya. Wanita pertama dan terakhir baginya.


"I love you too sayang." Zevina membalas.


Darvin kemudian menuntun Zevina untuk berdiri. Setelah Zevina berdiri, ia tiba tiba berjongkok dengan satu lutut diatas permadani. Tangannya masuk kedalam saku celana mencari sesuatu.


"Dapat." Gumam nya saat berhasil mengambil satu kotak kecil berwarna biru navy.


Ia membuka kotak itu didepan Zevina dan ...


"Zevina Albert, will you marry me?" Darvin melamar Zevina.


"What?" Zevina menutup mulutnya dengan kedua telapak tangan nya.


"Are you serious Darvin?" tanya Zevina tak percaya.


"Ya sayang. Aku serius. Aku sudah sangat yakin untuk kehidupan kita kedepan nya. Aku ingin memperjelas status mu menjadi istri ku dan satu satunya wanita ku." Darvin berucap dengan serius.


Tak ada tanda tanda kebohongan yang Zevina dapatkan dari dirinya.


"Aku mau Darv. Aku mau." Zevina mengangguk semangat. Ia bahagia sangat bahagia. Tidak menyangka Darvin yang sangat takut untuk berkomitmen, pada akhirnya akan melamar nya dan tetap memilih nya menjadi istrinya.


Darvin pun bangkit dari posisinya dan memakaikan cincin pada jari manis kiri Zevina.


"I love you Zevina Anthony. Now you are completely mine." Ucap Darvin mengecup lembut kening Zevina.


"Dari awal aku memang milikmu dan akan selalu begitu Darv. I love you too." Balas Zevina.


"Jadi kau ingin konsep apa untuk pernikahan kita?" Tanya Darvin antusias sambil merangkul pundak Zevina dan menuntun nya untuk duduk.


"Kau tahu aku akan selalu menuruti mu sayang." Ucap Zevina menyandarkan kepalanya pada dada Darvin.


"Tidak sayang. Kali ini kau tidak perlu menuruti ku. Karena aku tahu setiap perempuan memiliki pesta pernikahan impian nya sendiri." Ucap Darvin.


"Kita sudah tidak punya siapapun didunia ini selain diri kita. Jadi bagiku pesta pernikahan tidak terlalu penting. Cukup terdaftar saja pernikahan kita aku sudah sangat senang. Aku hanya ingin kau terus mencintai ku seperti ini Darv." Ucap Zevina tulus.


"As your wish." Ucap Darvin mengangkat satu jari kelingking nya keudara. Zevina pun kemudian menautkan jari kelingking nya pada Darvin.


Sesederhana itu cinta dan janji suci mereka.


"Tapi sayang, kita hanya bisa mengurus dokumen pernikahan kita jika kita kembali ke New York." Protes Darvin.


"Aku akan menunggu Darv. Aku akan menunggu kau menyelesaikan urusan mu dan kita kembali ke New York." Ucap Zevina memejamkan matanya dan tetap bersandar didada Darvin. Kali ini tidak ada keraguan lagi dari jawaban Zevina.


"Sayang, ayo kita kembali. Hari sudah sore dan mendung sepertinya akan hujan." Ucap Darvin mengajak Zevina.


Zevina tidak menjawab atau memberikan respon. Saat Darvin melihat nya ternyata dia sudah tertidur dalam pelukan nya. Akhirnya Darvin menggendong Zevina berjalan menelusuri padang rumput tadi keluar menuju ke mobilnya.


Ia mendudukan Zevina dengan hati hati lalu memasangkan seat belt nya. Ia mengecup kening Zevina sebentar sebelum berjalan kearah kursi pengemudi.


Setelah masuk, ia pun melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi berharap hujan tidak turun saat mereka masih didalam perjalanan. Namun nyatanya harapan hanya lah harapan. Hujan malah turun dengan sangat deras.


"Sayang, kau banyak menghukum orang orang yang mencoba merayuku. Apa kau tidak takut jika satu hari nanti mereka akan balas dendam padamu?"


Tiba tiba entah kenapa Darvin mengingat pertanyaan yang Zevina lontarkan padanya saat mereka bersama dulu. Dan entah kenapa pula, tiba tiba ia merasa seperti takut kehilangan Zevina. Tapi ia juga takut dirinya yang akan pergi meninggalkan Zevina.


Dengan cepat ia menggeleng kepalanya menepis segala jenis pikiran buruk yang ada di otak nya. Ia kembali melajukan mobilnya melewati setiap pengendara lain nya hingga sampai di apartemen mereka.


#####


"Jadi pria brengsek itu sedang berada di London bersama wanita nya?" tanya seorang pria dengan suara yang terdengar cukup menakutkan.


"Benar bos." Ucap seorang pria lagi dibalik telepon.


"Kau awasi terus mereka. Laporkan setiap pergerakan mereka. Aku akan memberi tahu mu kapan harus bergerak." Ucap pria itu lagi. Tanpa menunggu jawaban, ia pun memutus panggilan nya sepihak.


"Darvin Anthony. Aku pastikan akan membalas setiap perbuatan mu kepada ku. Setiap rasa sakit dan penderitaan yang kau berikan pada ku, aku pasti akan mengembalikan berkali kali lipat pada mu." Ucap pria itu dan memukul dinding didepan nya.


"Jika aku tidak bisa menyentuh mu, maka wanita mu adalah sasaran terbaik untuk ku. Tidak buruk bukan jika aku menikmati sedikit wanita mu untuk membuat mu menderita." Lanjutnya lagi. Seringai tipis tampak menakutkan diwajah tampan nya.


*****


Konflik yang sepertinya menegangkan akan segera dimulai.


jangan lupa untuk selalu tinggalkan komentar, like, vote, dan favorit cerita nya.


Share ke teman2 kalian yah biar bacanya makin seru kalo rame2.


Selalu jaga kesehatan kalian dan selalu patuhi protokol kesehatan ketika sedang berpergian.