
Tampak Roy dan Jack sedang duduk diruang tamu apartemen Zevina. Mereka duduk berhadapan.
Sedangkan Zevina dan Raina duduk disamping Jack, tentunya atas perintah Jack yang berperan sebagai kakak untuk Zevina.
"Jadi siapa nama mu tadi?" Jack memulai pembicaraan dengan pura pura menanyakan nama Roy.
"Roy." Roy menjawab singkat.
Tatapan tajam mereka saling beradu. Zevina hanya memeluk erat Raina, tapi sebenarnya ia ingin ketawa melihat dua pria dewasa yang sedang beradu tatapan itu.
"Apa tujuan mu kemari?" Jack kembali bertanya.
"Aku kesini untuk mencoba peruntungan baru. Usaha ku bangkrut di New York." Roy menjawab.
"Kau pengangguran?" Jack menaikkan sebelah alis nya.
"Bukan pengangguran. Hanya saja aku mengalami kebangkrutan." Roy membela diri.
"Sama saja." Jack menjawab ketus lalu melipat tangannya didepan dadanya dan menyandarkan punggung nya pada sandaran sofa.
"Jangan bermimpi kau bisa mendapatkan Zev, apalagi jika kau seorang pengangguran." Jack menghina Roy.
"Memang nya kenapa jika aku seorang pengangguran. Sisa uang ku masih banyak." Roy percaya diri.
"Kau pikir sisa uang mu tidak bisa habis? Seharusnya kau berusaha mencari pekerjaan lagi." Jack menasehati Roy.
" Aku tidak akan mengijinkan Zevina bersama dengan sembarangan pria apalagi pria pengangguran seperti mu." Jack menimpali perkataannya sendiri.
"Memangnya kau ingin memberi ku pekerjaan?" Roy bertanya menantang.
"Bisa ku pertimbangkan. Manager keuangan di perusahaan ku sudah resign dan sedang ada perekrutan baru. Jika kau berniat coba saja ajukan lamaran mu." Jack tidak kalah menantang.
"Akan ku pikirkan." Roy sok jual mahal.
Ia lalu menatap Zevina yang sedang sibuk berbisik dengan Raina.
"Apa jika aku punya pekerjaan, kau bisa membuka hati mu untuk ku?" Roy membatin seolah bertanya pada Zevina.
"Jika memang itu cara satu satunya untuk bisa bersama mu, aku akan coba." Ia menimpali perkataannya dalam hati.
"Baik Jack. Aku setuju. Harus ku kirim kemana CV ku?" Roy bertanya serius.
"Kirimkan saja lewat email ... " Jack juga menjawab serius.
"Semoga kau beruntung Roy." Zevina kini bersuara.
Roy tersenyum manis, rasanya berbunga bunga mendapat kata kata semangat dari Zevina.
"Aku pasti Zev." Roy berucap semangat.
Jack hanya memutar malas kedua bola mata nya.
"Zev, ikut aku sebentar." Jack menarik lembut tangan Zevina untuk mengikuti nya. Raina juga ditarik oleh Zevina.
Zevina mengikut langkah dan tarikan Jack, begitupun Raina. Mereka ke kamar Zevina dan Jack mengunci pintu.
"Zev, kau tidak salah membiarkan seorang pria asing menginap di apartemen mu? Dan hanya kalian berdua?" Jack bertanya kesal.
Tidak ada maksud lain, ia hanya khawatir. Zevina sudah seperti adik baginya.
"Sebenarnya dia bukan orang asing Jack. Aku mengenalnya cukup lama walaupun dulu kami tidak dekat." Zevina berucap seolah membela Roy.
"Jangan bilang dia adalah salah satu pria yang pernah mengejar mu." Jack bertanya menyelidik.
"Dulu Jack. Seperti nya sekarang dia sedikit lebih baik. Tidak menakutkan seperti dulu." Zevina menjawab sesuai fakta yang ia rasakan saat sekarang bersama Roy.
"Ingat Zev, Darvin masih tidak jelas keberadaan nya. Dan jika buruk nya Darvin memang tidak kembali, aku harap kau memilih pria yang benar benar baik dan tulus pada mu." Jack menasehati Zevina.
"Aku tahu Jack. Kau tenang saja." Zevina tersenyum manis.
Hah
Bagaimana juga ia tidak bisa terlalu ikut campur dalam urusan pribadi Zevina.
"Ya sudah, aku harus ke kantor sekarang. Aku titip Raina untuk menemani mu. Hubungi aku jika ada masalah." Ucap Jack mengacak rambut Zevina.
"Hentikan." Zevina menepis tangan Jack dari kepalanya membuat Raina tertawa.
"Sana pergi. Hati hati menyetir." Zevina mengijinkan Jack pergi.
Setelah membuka pintu kamar Zevina yang tadi ia kunci, Jack pun melenggang pergi tanpa peduli lagi pada Roy.
"Mommy, aku ingin ke toilet." Ucap Raina dan segera berlari ke tempat tujuan nya.
Zevina memutuskan untuk duduk di samping Roy namun agak jauh. Ia menghidupkan televisi, sedang Roy tengah menulis sesuatu.
"Zev, apa tidak masalah jika aku kembali memulai dari bawah?" Roy bertanya, tapi sebenarnya paling penting baginya adalah pendapat dan pandangan Zevina.
"Roy, manusia tidak selamanya berada di puncak. Roda kehidupan terus berputar. Kita tidak pernah tahu apa yang akan kita alami bahkan semenit kemudian." Zevina berceramah.
"Jadi kau tidak keberatan jika nanti aku hanya seorang manager keuangan?" Roy kembali meminta pendapat.
Entahlah, tapi saat ini ia merasa masukan Zevina lebih dari apapun.
"Untuk apa aku harus keberatan? Justru bagus jika kau bekerja Roy. Setidaknya untuk dirimu sendiri." Ucap Zevina. Zevina sebenernya bingung dengan pertanyaan Roy, hanya saja ia tidak ingin ambil pusing.
"Baiklah. Em Zev, apa boleh jika nanti aku lebih sering menginap di sini? Hanya menginap. Karena dari tempat ku sangat jauh jika ingin ke perusahaan Jack." Pinta Roy.
Saat ini ia tidak ada pemikiran jahat apapun. Yang ada dalam pikiran nya saat ini adalah bagaimana mendapatkan pekerjaan.
"Em, jika kau tidak keberatan tidur diruang tamu." Ucap Zevina santai.
"Terima kasih Zev." Ucap Roy lalu memeluk Zevina namun segera ia lepaskan.
"Sekarang aku harus pulang untuk mempersiapkan surat surat untuk lamaran pekerjaan ku. Doakan aku Zev." Pinta Roy.
Ia kemudian bangkit dari duduknya, lalu mengecup kening Zevina sekilas sebelum melenggang pergi. Zevina mematung mendapat perlakuan manis seperti itu, tapi bukan berarti ia sudah mencintai Roy.
#####
Roma , Italia
"Bagaimana pencarian mu keanu? Sudah mendapatkan hasil?" Derex bertanya sambil memainkan sebuah pisau lipat ditangan nya.
"Sudah Tuan. Aku mendapat penemuan terbaru, yang mencelakai suami Nona Zevina adalah Roy Giant. Dia dulunya adalah calon rekan bisnis yang selalu ditolak oleh suami Nona Zevina. Dia juga adalah salah satu pria yang menginginkan Nona Zevina dulu Tuan." Keanu menjawab sesuai penemuan nya.
"Ini data data dan foto foto Roy." Keanu menyerahkan sebuah amplop coklat untuk Derex.
"Pengangguran ya, jadi dia sekarang adalah pria miskin yang tidak punya apa apa." Derex meremehkan saat melihat data data Roy.
"Benar Tuan. Dan saat ini ia sedang berada di London, bahkan beberapa hari ini sering bersama Nona Zevina." Keanu menjawab.
Derex tidak berkata dan Keanu setia menunggu.
"Apa perlu kita bergerak sekarang Tuan?" Akhirnya Keanu memutuskan untuk bertanya duluan.
"Tahan dulu. Aku ingin lihat apa yang ingin ia lakukan. Selama dia tidak menyakiti kesayangan ku, kita diam dulu. Cukup pastikan orang orang mu menjaga Zevina dengan benar. Jika gagal atau lalai, kalian tahu sendiri akibatnya." Derex mengancam Keanu.
Keanu tidak takut dan bukan penakut. Lagipula selama ini ia tidak pernah gagal dalam melakukan tugasnya.
"Baik Tuan. Aku pamit." Keanu pun akhirnya mundur dan berbalik lalu melangkah pergi.
- Imajinasi Visual Keanu
******
makasih yang masih dan selalu setia.