
Pagi mulai menyambut. Terlihat dua manusia dewasa dan satu manusia kecil masih terlelap. Namun perlahan si manusia kecil mulai membuka matanya.
Raina terbangun dari tidur nyenyak nya saat merasa ingin buang air kecil. Saat ia sudah mengangkat tubuh nya menjadi posisi duduk, ia pun tersenyum melihat Daddy dan "Mommy" nya tidur mengapit dirinya.
"Aku punya ide." Batin Raina. Ia kemudian meraih tangan Zevina dan Jack dan menautkan nya menjadi satu saling menggenggam.
"Selesai." Gumam nya. Setelah itu ia segera turun dari ranjang nya dan berlari menuju kamar mandi.
Setelah ia selesai menuntaskan hajat nya, segera ia melancarkan aksi jahil nya.
"Tolong tolong, Mommy dari luar ada asap, Daddy tolong." Raina beteriak histeris membuat Zevina dan Jack terbangun dengan tangan saling menggenggam
"Ada apa Raina?" tanya Jack pada putrinya panik masih duduk di atas ranjang bersama Zevina. Ia bahkan tidak sadar kalau sedang menggenggam tangan Zevina.
"Hehe. Tidak, aku hanya melihat Daddy dan Mommy sangat romantis." Ucap Raina terkekeh.
Jack dan Zevina mengernyit bingung, tidak mengerti apa yang dikatakan Raina.
"Itu ... " Ucap Raina memonyongkan bibir nya sambil menunjuk tangan Jack dan Zevina yang bertautan.
Jack dan Zevina segera melihat arah yang ditunjuk Raina. Mereka bengong seketika, kemudian segera melepaskan tautan tangan mereka.
"Raina ... " Zevina meneriakkan nama Raina dan turun dari ranjang untuk mengejarnya karena ia sudah lari terlebih dahulu keluar kamar.
"Raina, kesini ... " Zevina terus saja mengejar Raina, namun Raina tak mau kalah, kini mereka sedang mengitari sofa yang ada diruang tamu.
"No Mommy ... " Raina menolak keras untuk mendekati Zevina sambil tertawa gemas khas anak kecil.
"Jack lihat lah putri mu, sekarang dia bahkan bukan lagi putri kecil manis yang aku temui pertama kali." Ucap Zevina tanpa sadar dan menggunakan bahasa yang santai.
Jack tidak menjawab nya dan hanya tersenyum melihat kelakuan lucu Zevina dan putrinya sambil berdiri santai di dekat pintu kamar. Ia merasakan hati nya menghangat saat melihat tawa riang dari putrinya sesekali diiringi Zevina. Ia kemudian memutuskan untuk mendekati dua perempuan itu.
Buukk
Zevina tanpa sengaja menabrak dada bidang nya membuat Zevina hampir terjungkal kebelakang. Secepat kilat Jack meraih pinggang nya dan menahan nya hingga posisi mereka menjadi setengah berpelukan. Raina yang melihat itu tidak ingin melewatkan kesempatan, dengan secepat kilat ia berlari ke kamar dan meraih ponsel Ayahnya.
Setelah itu dengan cepat ia memotret adegan manis itu. Jack yang mendengar suara potret dari ponselnya pun segera melepaskan Zevina dengan hati hati agar tidak terjatuh. Jack kemudian menatap kearah putrinya yang sedang tersenyum manis tanpa rasa bersalah.
"Raina, give back Daddy phone." Titah Jack pada putrinya.
"No no ... " Raina menggeleng kesenangan.
Jack dan Zevina kemudian mengejar Raina bersama. Namun mereka masih gagal mendapatkan mangsa mereka karena mereka berlari beriringan. Akhirnya Jack meminta Zevina untuk berlari ke arah berlawanan dengan nya.
"Gotcha ... " Ucap Jack yang berhasil menghadang putrinya. Dengan secepat kilat ia langsung menangkap putrinya dalam gendongan nya.
"Hahaha Daddy geli ... " Ucap Raina saat Ayahnya menggelitik perut nya menggunakan muka nya.
"Tidak, ini hukuman mu karena kau sudah nakal." Ucap Jack tidak menghentikan aksi menggelitik nya dan kini ia menaruh putrinya di sofa dan kembali menggelitik putrinya menggunakan tangan.
Zevina juga tidak ingin ketinggalan, ia dengan segera ikut bergabung bersama Jack dan menggelitik Raina. Raina tertawa terbahak bahak tidak mampu melawan kekuatan Jack dan Zevina.
"Ampun, hahaha." Raina meminta ampun kepada kedua orang dewasa itu, namun tidak dipedulikan.
Tidak sengaja tangan Jack menyentuh tangan Zevina yang langsung membuat pergerakan mereka terhenti. Mereka kemudian saling menatap, Raina tidak melihat kelakuan Ayah nya dan Zevina karena ia sudah kelelahan akibat tertawa.
"Zevina sadarlah ... " Gerutu Zevina sambil memukul pelan kepala nya.
Ia kemudian mencuci wajah nya dan menggosok gigi. Setelah selesai ia pun keluar dan berjalan menuju dapur. Ia melihat Ayah dan anak itu sedang menonton televisi sekarang. Ia memutar malas kedua bola mata indah nya.
"Apa mereka benar benar menganggap ini rumah mereka?" Batin Zevina kesal.
Ia meraih sebungkus roti tawar dari dalam kulkas nya kemudian mulai membakar beberapa lembar pada mesin pemanggang roti. Tidak lupa ia juga menyiapkan beberapa jenis selai sebagai pelengkap untuk roti bakar nya.
Setelah selesai ia menata semuanya dengan rapi di atas meja.
"Jack, Raina kemarilah." Zevina memanggil kedua manusia yang sedang sibuk menonton itu.
Jack sedikit kaget mendengar Zevina menyebut nama nya dengan lantang. Dan dengan segera ia menggendong putrinya untuk bergabung dengan Zevina dimeja makan.
"Makan lah sarapan ini." Ucap Zevina sambil mengolesi roti bakar nya dengan mentega manis khusus yang sangat harum.
"Mommy itu sangat wangi. Boleh aku mencoba nya?" tanya Raina pemasaran saat mencium bau harum dari mentega Zevina.
"Ini." Ucap Zevina singkat sambil memberikan roti yang sudah ia olesi tadi kepada Raina.
"Zev, boleh kah aku juga?" tanya Jack yang juga menginginkan roti yang sama dengan Raina.
"Ini." Zevina kembali menyodorkan roti yang sudah ia olesi tadi kepada Jack.
Jack menyambut roti itu dengan mulut nya, membuat keadaan seolah Zevina sedang menyuapi nya. Raina yang melihat itu hanya terkekeh.
"Memalukan." Gerutu Zevina. Jack hanya tersenyum tanpa rasa bersalah. Mereka pun melanjutkan sarapan pagi mereka dengan sesekali diiringi celotehan Raina.
Dinegara yang berbeda, tampak Darvin sedang tidak tentu arah mencari Zevina. Hari minggu yang seharusnya bisa ia gunakan untuk istirahat justru dipakainya untuk mencari Zevina.
Penyesalan tiada akhir menyerang diri nya. Benar benar ia tersiksa akibat dari perbuatan nya sendiri. Ia bahkan meminta orang orang kepercayaan nya untuk melacak keberadaan Zevina sampai keluar negeri. Tapi entah bagaimana caranya, tapi orang orang nya tidak bisa menemukan Zevina.
"Sayang kau dimana?" tanya Darvin sambil memukul setir mobilnya. Ia benar benar frustasi.
Badan kekar nya tampak sedikit lebih kurus. Mungkin karena stres sehingga ia bahkan tidak lagi merawat tubuhnya dengan baik.
Setiap hari kegiatan nya sama. Senin sampai jumat ia akan bekerja dari pagi sampai sore, bahkan kadang malam. Setelah nya ia akan menghabiskan waktu mencari Zevina. Begitupun dengan weekend, ia akan menghabiskan seharian waktu nya untuk menelusuri setiap sudut kota berharap bisa menemukan Zevina.
Ia kini sadar penyesalan nya terlambat. Dan wanita yang begitu mencintai nya dulu, wanita yang memberikan seluruh tubuh dan jiwanya untuk nya kini sudah pergi meninggalkan nya karena kecewa.
"Zevina, sayang kembali lah aku mohon."
*\*
makasih buat kalian yang selalu mendukung dan menunggu kelanjutan kisah ini.
tinggalkan komentar, like, favorit, dan vote nya yah, agar aku lebih semangat update.
Rating bintang 5, 4, 3 juga yah
Sayang kalian.