IF LOVE

IF LOVE
If Love S2 2



[ Mampir juga di karya ku yang judul nya


"Truth Or Dare? (Terjebak Cinta Pembunuh Psikopat) "


Tinggalkan jejak komentar dan like kalo udah mampir.]


...~ Happy Reading ~...


.


.


.


.


"Alice, sebentar lag Raina berulang tahun yang ke sebelas." Ucap Zevina.


Mereka kini sedang menikmati makan malam bersama.


"Aku tahu." Ucap Alice sendu.


Zevina menatap tajam pada Derex memberi kode.


"Em, sayang bagaimana jika kita kembali ke London untuk merayakan ulang tahun Raina?" Tanya Derex pada istrinya yang mengerti kode dari adik nya.


Alice tersenyum menatap suaminya.


"Apa kau yakin sayang?" Tanya Alice memastikan.


"Tentu saja. Apapun untuk mu sayang." Ucap Derex yakin.


Derex kini berubah menjadi lebih hangat dan lembut pada istrinya.


Alice tersenyum, ia tidak menyangka kehadiran Zevina ditengah tengah mereka dapat membawa perubahan positif yang besar pada Derex.


"Tapi apa Daddy nya Raina akan mengijinkan ku bertemu dengan nya?" Tanya Alice sendu.


"Ya ampun Alice, apa kau lupa? Kau punya aku yang akan menjadi tameng untuk mu. Jika Jack tidak mengijinkan mu, dia tidak hanya berhadapan dengan Derex tapi juga aku." Ucap Zevina semangat.


Keanu yang berada di samping nya sekali lagi dibuat jatuh dalam pesona nya.


"Terima kasih Zev. Aku sangat menyayangi mu." Ucap Alice tulus.


Alice memang sangat menyayangi Zevina, setelah semua yang Zevina lakukan untuk membantu Derex memperbaiki hubungan mereka.


Kemudian mereka kembali melanjutkan kegiatan makan malam mereka.


Derice dari tadi selalu mencuri pandang pada Zevina.


"Aunty Zev." Derice memanggil aunty nya pelan.


"Ada apa?" Zevina bertanya dengan nada yang dibuat kesal.


"Aku minta maaf karena sudah merusak lipstik aunty." Ucap Derice penuh sesal.


"Tidak. Aunty tidak akan memaafkan mu semudah itu." Zevina berkata lagi, dan masih dengan nada yang dibuat kesal.


Derice menunduk sedih.


"Aunty akan memaafkan mu jika kau mau menemani aunty membeli kado untuk kakak Raina." Ucap Zevina tersenyum.


Derice mengangguk semangat.


"Aku mau. Apa kita akan segera bertemu dengan kakak Raina?" Tanya Derice semangat.


"Benar. Kau senang akan bertemu kakak mu?" Derex yang bertanya.


"Sangat senang Dad. Apa nanti Arzevin juga ikut?" Tanya Derice antusias.


"Semua yang duduk di sini akan ikut." Ucap Derex tegas.


Derice bersorak gembira.


"Ehm Tuan, aku tidak bisa ikut. Ada yang harus aku selesaikan." Ucap Keanu.


"Apa?" Tanya Derex menatap tajam Keanu.


"Em, sesuatu penting Tuan." Ucap Keanu masih merahasiakan yang ingin ia selesaikan.


"Terserah." Ucap Derex ketus.


Keanu hanya bisa menunduk merasa tidak enak hati.


Selesai makan, mereka semua masing masing kembali ke kamar.


Tok tok tok


Pintu kamar Zevina diketok dari luar.


Zevina berjalan untuk membukakan pintu.


"Ke?" Zevina sedikit terkejut.


"Apakah boleh aku masuk?" Tanya Keanu sopan.


Zevina pun mempersilahkan Keanu untuk masuk.


Keanu duduk sangat dekat dengan Zevina, matanya setia memandang Zevina.


"Ada apa?" Tanya Zevina bingung.


Keanu hanya tersenyum.


Ia kemudian meraih sesuatu dari saku celana nya, sebuah kotak kecil.


"Sayang, mau kah kau menikah dengan ku?" Tanya Keanu dengan segala keberanian nya yang terkumpul.


Walau ia tahu Zevina pasti menolak.


Zevina terkejut dengan lamaran yang terlalu tiba tiba ini.


"Ke, ini terlalu cepat. Aku memang berkata akan mencoba membuka hati ku. Tapi jika menikah, aku belum siap menerima nya." Ucap Zevina menolak halus.


"Aku tahu. Tapi sungguh aku tidak ingin kehilangan diri mu. Aku tidak masalah jika kau tidak mencintai ku. Aku yakin suatu saat kau akan bisa mencintai ku walau hanya sedikit." Ucap Keanu sangat berharap.


Zevina menarik nafas panjang dan menghembuskan nya kasar.


"Ke, bisakah kau memberikan aku waktu lebih banyak lagi untuk memikirkan semuanya?" Tanya Zevina berusaha mengulur waktu.


Ia sungguh tidak ingin menikah dengan Keanu karena terpaksa dan hanya karena Keanu sudah tulus pada nya.


Keanu tersenyum.


Jika bersama Zevina, Keanu benar benar menjadi pria yang sangat lembut dan penyayang.


"Baiklah. Aku akan menunggu mu. Tapi bisakah kau menerima cincin ini dan mengenakannya di jari mu?" Tanya Keanu.


Zevina mengangguk.


Keanu dengan bahagia memakaikan cincin yang ia bawa pada jari manis kanan Zevina.


Zevina belum menerimanya, jadi ia hanya bisa memakaikan cincin itu pada jari tangan kanan nya.


"Ya sudah. Kau istirahat lah." Ucap Keanu kemudian mengecup sayang puncak kepala Zevina, dan berjalan keluar, namun sebelum benar benar keluar ia berbalik.


"Zev, aku mencintaimu. Aku harap kau bisa menerima ku sekalipun kau tidak mencintai ku." Ucap Keanu, lalu ia pun segera keluar dari kamar Zevina.


Setelah Keanu keluar, Zevina naik keatas ranjang nya dan duduk bersandar pada kepala ranjang nya sambil memperhatikan cincin yang Keanu berikan pada nya.


"Darv, jika kau benar benar masih hidup, aku mohon cepatlah kembali. Bantu aku untuk menjadi alasan agar aku dapat menolak nya. Aku sungguh tidak ingin menyakiti nya. Keanu terlalu baik untuk ku. Jangan sampai semuanya terlambat saat kau kembali nanti." Ucap Zevina seolah berbicara pada Darvin.


Ia kemudian memilih merebahkan tubuhnya diatas ranjang lalu memejamkan matanya hingga perlahan akhirnya ia terlelap.


#####


London, Inggris.


"Bagaimana Darv? Besok adalah jadwal mu melepas perban di wajah mu setelah proses operasi plastik terakhir ini. Kau sudah siap untuk menemui dokter?" Tanya Liz.


Liz masih setia menjadi teman Darvin dan menemani nya melewati setiap proses perbaikan kulit wajahnya yang hancur akibat terbakar tiga tahun lalu.


"Siap. Hanya saja aku sedikit gugup. Entah bagaimana hasil yang akan aku dapatkan?" Ucap Darvin gugup.


"Tapi kau juga harus ingat, setelah lepas perban nanti, kau masih harus merawat nya dengan berhati hati hingga ia benar benar sembuh. Itu pesan dokter." Ucap Liz mengingatkan.


"Aku tahu Liz. Kau sungguh cerewet seperti istri ku." Kelakar Darvin.


"Haha apa kau yakin saat ini dia masih istri mu?" Tanya Liz asal.


Darvin menunduk sedih, memikirkan istrinya yang tak pernah ia kabari hingga saat ini.


"Mommy." Seorang anak laki laki berusia tiga tahun berlari menghampiri Liz.


"Hei anak Mommy, ada apa?" Tanya Liz.


Bocah kecil itu adalah Jacki, putra hasil hubungan Liz dan Jack.


"Aku mau susu." Pinta Jacki pada Ibu nya.


"Kau itu sudah besar, tidak perlu minum susu lagi." Kelakar Darvin pada Jacki.


"Uncle yang sudah tua." Ucap Jacki asal.


Darvin melotot padanya, namun Jacki tidak pernah takut pada nya.


"Kau jangan coba coba menakuti putra ku." Ucap Liz memukul bahu Darvin.


Liz pun meninggalkan Darvin sendiri dikamar nya.


Sepeninggal Liz, Darvin mulai berkutat dengan pikiran nya.


"Sayang, apa kau masih setia menunggu ku? Atau kau sudah benar benar melupakan ku? Jika kau masih menunggu ku, aku mohon bersabar lah sedikit lagi." Batin Darvin dalam hati.


...~ **To Be Continue ~...


*******


Kira2 wajah Darvin bakal kayak mana yah setelah oplas?


Like dan komentar jangan lupa. Makasih**.