IF LOVE

IF LOVE
If Love S2 11



"Sayang, apa kau tahu little kemana? Sudah tiga hari ini ia dan Ar menghilang setelah mengirim pesan untuk ku." Tanya Derex pada Alice yang sedang membuatkan sarapan untuk ia dan putra mereka.


"Mungkin saja memang benar dia sedang menginap di tempat teman nya. Berpikirlah positif." Ucap Alice sambil menyerahkan makanan hasil buatan nya untuk dua laki-laki tercintanya itu.


"Apa benar?" Gumam Derex ragu.


Memang sudah tiga hari Zevina dan Arzevin tidak pulang ke rumah nya.


Dimana lagi jika bukan dirumah Darvin.


"Awas saja jika dia berperilaku tidak baik. Bagaimana pun juga dia sudah menerima lamaran Keanu dan akan segera menikah dengan nya." Ucap Derex kesal.


"Apa kau sekarang sudah berpihak pasa tangan kanan mu itu?" Tanya Alice tersenyum menggoda suaminya.


"Tidak juga. Hanya saja Keanu lah yang selama ini menjaga nya jika aku tidak ada, maka dari itu aku mengijinkan nya bersama Keanu. Bagaimana pun sekarang mereka adalah sepasang kekasih yang akan menikah. Aku tidak ingin imej adik ku rusak karena kenakalan nya." Ucap Derex khawatir.


"Tenang lah sayang. Percaya pada Zev. Aku yakin dia baik baik saja dan tidak nakal." Ucap Alice membujuk suaminya.


Mereka pun melanjutkan kegiatan sarapan mereka dengan serius.


Ting Nong


Terdengar bunyi bel rumah mereka.


"Siapa? Kau masih mengunci pintu?" Tanya Alice pada suaminya.


"Aku belum membukanya tadi. Biar aku saja yang buka." Ucap Derex lalu bangkit dari duduk nya dan berjalan ke arah pintu.


"Keanu?" Tanya Derex tak percaya saat melihat Keanu didepan mata nya.


"Iya. Ini aku Tuan." Ucap Keanu sedikit membungkuk.


"Masuk lah." Ucap Derex mempersilahkan Keanu.


Keanu pun masuk mengikuti langkah Derex.


"Apa Zevina belum bangun?" Tanya Keanu saat ia tidak melihat keberadaan Zevina.


"Sudah tiga hari ini dia menginap di rumah teman nya." Ucap Derex santai lalu bergabung kembali bersama keluarga kecil nya.


"Keanu, bergabunglah." Titah Alice.


"Tidak Nyonya, kalian saja." Keanu menolak halus.


"Kau coba saja hubungi ponselnya." Usul Derex.


"Baik Tuan." Ucap Keanu.


Ia kemudian duduk di sofa ruang tamu dan meraih ponselnya untuk menghubungi Zevina.


Namun selalu saja tidak diangkat bahkan di reject.


"Tidak biasanya." Ucap Keanu bingung.


Tak lama ponsel Keanu bergetar pertanda pesan masuk.


Keanu segera membukanya, pesan suara dari Zevina.


"Ke, aku sedang sibuk sekarang. Em..nanti aku akan menghubungi mu lagi..akh.." Isi pesan suara Zevina.


"Mendesah?" Ucap Keanu tak percaya saat mendengar ada desahan kecil dari pesan suara Zevina.


"Aku harap kau tidak macam macam Zev." Ucap Keanu.


Ia segera mengeluarkan laptop nya dari tas yang ia bawa tadi dan segera mulai melacak keberadaan Zevina melalui ponselnya.


Cukup lama hingga akhirnya ia menemukan lokasi Zevina.


"Tunggu aku Zev." Ucap Keanu geram.


Ia segera keluar dari rumah Derex, melajukan mobilnya menuju lokasi yang sudah ia temukan lewat lacakan nya.


#####


"Sayang, cepatlah sedikit atau Ar akan terbangun dan menunggu lama." Pinta Zevina agar Darvin segera menyudahi kegiatan panas mereka.


"Baiklah sayang." Ucap Darvin kembali menyambar bibir istrinya dan memacu dengan cepat miliknya pada istrinya membuat Zevina mengerang dan mencakar punggung nya.


"Selesai." Ucap Darvin setelah mereka mencapai puncak bersamaan.


Darvin rebah di samping istri nya.


"I love you Mrs. Anthony." Ucap Darvin mengecup pundak mulus istrinya.


"Love you more babe." Balas Zevina mengecup bibir suami nya.


"Mommy, Daddy." Suara Arzevin memanggil mereka dari luar sambil mengetuk pintu kamar mereka.


"Oh astaga." Ucap Darvin.


Segera mereka memakai pakaian mereka dengan rapi.


"Biar aku saja yang buka." Ucap Darvin mencegah istrinya.


Darvin melangkah dengan pasti menuju pintu kamar nya.


"Gagah sekali. Kenapa tidak dari dulu saja kau berbentuk seperti ini sayang?" Ucap Zevina spontan mengagumi bentuk badan suaminya yang tampak kekar dangan otot disetiap lekuk tubuh nya.


Darvin hanya tersenyum.


"Boy nya Daddy." Ucap Darvin tersenyum saat ia membuka pintu lalu menggendong putranya dan mencium gemas putranya.


"Haha geli Dad." Ucap Arzevin tertawa geli.


"Daddy lama sekali membuka pintu." Keluh Arzevin.


"Maaf boy. Daddy dan Mommy sedang sibuk membuat adik untuk mu." Ucap Darvin polos dan mendapat pukulan dari Zevina di lengan nya.


Darvin tersenyum dan memberi kecupan udara untuk istrinya.


"Benarkah? Apa aku tidak boleh ikut membuat adik?" Tanya Arzevin polos.


Zevina melotot pada Darvin mendengar pertanyaan putranya.


"Tidak boleh sayang. Itu tugas Mommy dan Daddy." Ucap Darvin membujuk putranya.


"Baiklah." Ucap Arzevin.


"Kau disini dulu dengan Mommy. Daddy akan membuat sarapan untuk kalian." Ucap Darvin lalu turun dari ranjang nya dan keluar dari kamar nya menuju dapur.


Ia segera membuat makanan kecil untuk sarapan mereka.


Tidak butuh waktu lama, ia pun segera kembali ke kamar nya.


Tampak Zevina dan putra mereka sedang menonton kartun.


Perasaan Darvin seketika menghangat melihat kedua orang tersayang nya itu.


"Ini." Ucap Darvin memberikan makanan yang ia bawa tadi pada Arzevin dan istrinya.


"Thank you." Ucap kedua orang itu kompak.


Darvin tersenyum.


Mereka pun mulai menyantap makanan itu dengan lahap sambil menonton.


"Sayang, aku masih penasaran kenapa kau bisa bersama Liz saat itu?" Tanya Zevina penasaran.


"Tiga tahun lalu dia yang menyelamatkan ku saat aku terdampar di tepi sungai di salah satu kota kecil." Ucap Darvin seadanya.


Zevina mengangguk mengerti.


Tak lama kemudian.


Brakk


Pintu rumah Darvin terdengar dibuka paksa dari luar.


"Siapa itu?" Tanya Darvin geram.


Ia segera turun dari ranjang dan hendak keluar, namun kalah cepat dengan Keanu yang sudah di depan nya dan menodongkan pistol nya.


"Kau?" Tanya Keanu tak percaya melihat Darvin adalah pria yang bersama Liz hari itu.


"Ya, aku. Darvin Anthony." Ucap Darvin remeh sambil mundur.


"Keanu." Zevina berteriak geram sambil menutup mata putranya dengan telapak tangannya.


Keanu baru sadar Arzevin juga di sana.


Segera ia menyimpan pistol nya kembali ke kantong pistol yang terpasang di pinggangnya.


"Ke, aku bisa jelaskan semua nya." Ucap Zevina turun dari ranjang nya.


"Jelaskan apa Zev? Kau berkhianat." Ucap Keanu geram.


"Aku tidak berkhianat. Dia suami ku." Ucap Zevina tak kalah geram.


"Kau berkhianat Zev. Sekalipun dia suami mu, kau tetap berkhianat saat kau sudah menerima lamaran ku." Ucap Keanu lagi.


Sigap ia menggendong Arzevin yang sudah mulai menangis dan menarik tangan Zevina turun dari ranjang.


"Lepaskan aku." Pinta Zevina sambil meronta namun sia sia.


Darvin kini juga menarik tangan Zevina dari arah berlawanan.


"Lepaskan istri ku." Titah Darvin.


Keanu menghentikan langkahnya.


"Sebaiknya kau ikut aku atau aku akan mengambil Arzevin selamanya dari mu." Titah Keanu datar tanpa berbalik memandang Zevina.


Zevina diam, dan Darvin melepaskan tangannya dari istri nya.


Arzevin menangis merangkul erat leher Keanu.


Pasrah, Zevina terpaksa ikut dengan Keanu.


Zevina menoleh ke belakang menatap dalam suaminya.


Ia menganggukan kepalanya seolah memberi tahu Darvin bahwa semuanya akan baik baik saja dan ia akan menyelesaikan semuanya dengan Keanu.


Darvin pun mengangguk walau hati nya khawatir.


"Aku menunggu mu sayang." Batin Darvin.


...~ **To Be Continue ~...


*******


Aelah Keke datang pula.


Like dan komentar jangan lupa yah. Makasih**.