
"Hah, akhirnya selesai juga." Ucap Zevina menghela nafas saat baru saja menyelesaikan pekerjaan nya.
"Mommy apa mau pulang bersama ku?" tanya Raina yang masih berada di ruangan Jack. Raina tadi enggan pulang karena ia ingin bersama Zevina.
"Tidak. Aku sudah ada yang menjemput." Ujar Zevina tersenyum manis.
"Siapa?" Jack dan Raina bertanya serentak.
"Kekasih ku." Jawab Zevina polos.
"Hah, baiklah baiklah." Raina tidak memaksa karena melihat Zevina sepertinya sangat bahagia. Sedangkan Jack menatap Zevina dengan tatapan sulit diartikan. Seperti cemburu, tapi seperti bukan juga, ah entahlah.
"Sejak kapan kau mempunyai kekasih?" tanya Jack dengan suara tidak senang.
"Sudah hampir lima tahun." Zevina menjawab seadanya sambil mengemas barang barang nya.
"Wow, ternyata sudah sangat lama." Jack sedikit kaget mendengar jawaban Zevina.
"Baiklah. Aku pergi dulu." Zevina pun berpamitan dengan mereka dan kemudian pergi.
Jack segera membawa Raina untuk menyusul agar dapat melihat siapa kekasih Zevina. Tak lama didalam lift, Zevina pun akhirnya sampai di lobi. Ia tersenyum manis melihat Darvin sedang menunggu nya didalam mobil.
"Sayang." Zevina memanggil Darvin dengan semangat sambil melambaikan tangannya dan berlari kecil kearah Darvin.
Darvin segera keluar dari mobilnya dan merentangkan tangannya untuk menyambut kekasihnya. Zevina langsung berhambur memeluk erat Darvin membuat Darvin tertawa kecil. Zevina tetaplah Zevina yang akan menjadi sangat manja bila sudah bersama Darvin, tapi kali ini Zevina tetap harus menjaga hati agar tidak terjatuh terlalu dalam.
"Apa kau merindukan ku?" tanya Darvin melonggarkan pelukan nya.
"Hem, aku sangat merindukan mu." Ucap Zevina mengangguk.
Darvin mengecup sekilas bibir Zevina lalu menuntun nya masuk kedalam mobil. Darvin segera melajukan mobilnya menuju apartemen milik Zevina.
#####
Jack yang berada tak jauh dari mereka, terperangah tak percaya melihat kekasih Zevina ternyata adalah Darvin Anthony.
"Jadi kekasih yang dimaksud oleh Darvin adalah Zevina? Pantas saja mereka sangat aneh ketika tadi bertemu." Batin Jack. Sedangkan Raina sudah terlelap digendongan nya.
Perasaan Jack menjadi tak tentu arah. Ia merasa kecewa, cemburu, semuanya bercampur menjadi satu. Ia kemudian menuju ke mobilnya dan mendudukan putrinya didalam mobil dan memasangkan seat belt nya setelah itu dirinya.
Dengan kecepatan sedang ia melajukan mobilnya. Sepanjang perjalanan, pikiran nya bercabang kemana mana.
Saat sampai di rumah nya ia segera membawa Raina masuk kerumah dan menidurkan Raina dikamar nya. Setelah itu ia keluar dari kamar Raina dan hendak menuju ke kamar nya. Namun langkahnya terhenti saat melihat Liz yang sedang berada di ruangan khusus yang ia jadikan mini Bar.
Liz tampak mengenakan dress tidur yang cukup sexy, sambil meneguk wine yang dipegang nya sambil berdiri dan seperti sedang membaca sesuatu. Padahal itu adalah hal yang sudah biasa bagi Liz maupun Jack, tapi entah kenapa bisa bisa nya kali ini Jack merasa tergoda.
Jack melangkah dengan perlahan mendekati Liz. Ia menempelkan tubuh depannya dengan tubuh belakang Liz, membuat Liz terkejut.
"Jack, what are you doing?" tanya Liz dengan nada tinggi.
Jack tidak menghiraukan nya, ia menurunkan tali dress milik Liz dan mencumbu leher hingga bahu mulus Liz. Liz menggeliat merasakan sensasi yang diberikan Jack.
"Jack, stop it." Ucap Liz tegas. Jack tetap tidak peduli dan malah membalikkan badan Liz agar menghadap nya.
Dengan sigap ia mulai mencium lembut bibir Liz tanpa celah. Ia memaksa Liz agar membuka mulutnya sehingga ia bisa menerobos masuk kedalam mulut Liz dan memainkan lidah nya disana.
Liz ingin menolak, tapi ia juga perempuan normal yang akan terangsang ketika sudah mendapat sentuhan seperti itu. Apalagi dari pria yang sudah lama tinggal bersama dengannya. Yang sudah ia kenal baik karakter nya.
Hingga akhirnya Liz membalas ciuman Jack tak kalah panas. Jack yang mendapatkan ijin seketika langsung membawa Liz kekamar nya. Setelah didalam, ia menghimpit Liz dipintu kamar.
Ia menurunkan kedua tali lengan dress milik Liz dan kembali mencumbu Liz.
"Maafkan aku kak. Tapi Jack yang memulai duluan." Batin Liz seolah meminta maaf pada mendiang kakak nya.
"Shit." Umpatan kasar keluar dari bibir Liz merasakan sensasi yang diberikan Jack padanya.
Dengan brutal ia mencumbu Jack. Jack terkejut tidak percaya melihat Liz yang ternyata mahir dalam hal ini. Namun tetap saja mereka melanjutkan aksinya tanpa peduli apapun.
"Stop Liz." Ucap Jack saat Liz akan menyatukan milik mereka.
"Tanggung Jack. Kau yang memulai duluan jadi biarkan aku yang menyelesaikan nya." Ucap Liz. Tanpa peduli lagi perkataan Jack ia langsung membenamkan milik Jack pada nya dengan posisi dia yang memimpin.
"Shit." Kali ini umpatan keluar dari mulut Jack saat Liz menaik turunkan tubuhnya diatas Jack dan suara desahan Liz sangat sexy.
Jack benar benar tidak menyangka ternyata Liz sudah tidak tersegel dan Liz sangat lihai dalam hal ini. Jack tidak ingin kalah, ia segera membalikkan posisi Liz hingga berada di bawah nya dan ia yang memimpin. Ia terus menghentakkan miliknya membuat Liz mendesah hebat.
"Akh Jack, kau sangat liar." Ucap Liz memuji Jack ditengah permainan mereka.
"Sial. Kau juga sangat menggigit walau sudah tidak tersegel." Ucap Jack. Liz hanya tertawa renyah mendengar perkataan Jack.
Mereka terus bergelut panas. Tidak hanya sekali tapi berkali kali. Jack benar benar mengeluarkan semua hasrat yang sudah ia pendam bertahun tahun pada Liz tanpa peduli status mereka tanpa cinta. Mereka hanya saling memuaskan satu sama lain.
#####
"Sayang, apartemen mu?" tanya Darvin tak percaya melihat apartemen kekasih yang sederhana.
"Yup." Zevina menjawab semangat.
"Jangan melihat luar nya sayang. Tapi siapa yang tinggal didalam nya." Timpal Zevina. Ia kemudian menuntun Darvin untuk turun dari mobil dan masuk ke apartemen nya.
Saat sudah didalam, Darvin dibuat takjub dengan penataan apartemen nya yang sangat rapi bahkan terlihat seperti lebih luas.
"Wow sayang, this is so cool." Ucap Darvin memuji penataan apartemen Zevina.
"Sudah ku bilang jangan melihat dari luar nya." Timpal Zevina.
"Sayang, aku lapar." Ucap Zevina pada Darvin. Kode agar Darvin memasak untuk nya.
"Kau ini." Ujar Darvin mengacak lembut rambut Zevina.
Ia kemudian berjalan menuju ke dapur untuk mencari sesuatu yang bisa dimasak. Saat ia membuka kulkas Zevina, lagi lagi ia terkejut melihat isi didalam nya yang tertata sangat rapi walau ukuran kulkas nya tidak terlalu besar.
"Aku baru menyadari, kau sangat rapi dalam menata barang." Ucap Darvin sambil mencari sesuatu untuk dimasak.
"Wajar saja. Selama ini kau tidak mengijinkan ku menyentuh apapun selain dirimu." Ucap Zevina terkekeh. Darvin hanya tersenyum malu mendengar perkataan kekasih nya yang tanpa sensor.
Entahlah Darvin kini terlihat sedikit berbeda, dan jauh lebih tenang menghadapi Zevina.
"Apa kau sedang menggoda ku sayang?" tanya Darvin menaik turunkan alis nya, mengarahkan pandangan nya pada Zevina.
"Haha tentu saja tidak." Ucap Zevina tertawa renyah lalu memutuskan untuk duduk di kursi meja makan nya.
Akhirnya Darvin meraih sebungkus daging tenderloin untuk ia membuat steak. Ia memasak dengan serius. Zevina memperhatikan nya dengan tatapan kagum.
"Dar, I love you." Ucap Zevina yang tiba tiba memeluk Darvin dari belakang. Darvin tersenyum.
"I love you too Mrs. Anthony." Darvin menjawab Zevina lalu mengecup pipi Zevina sekilas.
Darvin melanjutkan kegiatan memasak nya dengan Zevina yang menempel dipunggung nya. Setelah selesai, mereka pun makan bersama. Kemudian setelah selesai makan, mereka pun memutuskan untuk membersihkan diri dan istirahat setelahnya.
*****
Berikan dukungan kalian berupa kritik ataupun saran yang membangun di kolom komentar, juga like, vote, dan favorit cerita nya yah.
Semangat,
Salam sayang dan selalu jaga kesehatan yah.