
[ Mampir yuk di karya ku yang judul nya
"Truth Or Dare? (Terjebak Cinta Pembunuh Psikopat) "
Tinggalkan jejak komentar dan like kalo udah mampir.]
...~ Happy Reading ~...
.
.
.
.
Tiga Tahun Kemudian.
"DEREX." Zevina berteriak menggelegar memanggil kakak nya.
Derex yang tengah asyik bercinta dengan istrinya didalam kamar terpaksa menyudahi permainan mereka gara gara teriakan Zevina.
Dengan bertelanjang dada dan mengenakan celana jeans panjangnya, Derex turun kebawah untuk melihat apa yang sedang terjadi.
"Ada apa little?" Tanya Derex menahan kesal pada adiknya. Mau marah tapi sayang.
"Kau lihat kelakuan putra mu. Hal terpuji apa yang sudah ia lakukan pada putra ku?" Ucap Zevina kesal.
"What are you doing Derice?" Tanya Derex kesal saat ia melihat putranya sedang memegang sebatang lipstik mahal milik Zevina yang sudah hancur tak berbentuk dan wajah Arzevin berantakan berwarna merah.
Arzevin adalah putra Zevina dan Darvin.
Derice yang sudah genap berusia tujuh tahun itu hanya terkekeh tanpa rasa bersalah, sedangkan Arzevin menatap orang disekitarnya bingung.
"Aku tidak masalah jika putra mu memainkan barang lain, tapi itu lipstik yang baru saja aku beli dua hari lalu bersama Alice dan hanya ada dua didunia Derex." Ucap Zevina menahan geram pada kakak nya.
Bagaimana pun juga Derice adalah keponakannya.
Derex hanya tersenyum menanggapi kekesalan adik nya.
"Sudahlah little, kau bisa membeli yang lain. Lagi pula warna itu jelek. Tidak cocok dengan mu." Ucap Derex asal membujuk adik nya.
Zevina semakin geram pada kakak nya.
Ia akhirnya menggendong Arzevin yang masih berusia tiga tahun itu pergi dari tempat itu.
Zevina membawa Arzevin ke taman belakang dan menghapus coretan di wajah Arzevin dengan tissue basah.
"Sayang, ada apa?" Tanya Keanu yang baru saja mendekat.
"Tidak. Hanya saja Derice mencoret wajah Ar dengan lipstik limited edition ku. Rasanya kesal sekali." Ucap Zevina pada Keanu.
Keanu tersenyum dan duduk di samping Arzevin mengapit nya.
"Sini, biar aku yang menghapus nya." Ucap Keanu mengambil alih tissue basah tersebut dari tangan Zevina.
Mereka tidak menikah, lebih tepatnya Keanu masih berjuang untuk mendapatkan cinta Zevina.
Flashback On
Tiga Tahun Lalu
"Zev." Keanu memanggil Zevina sendu.
"Ada apa?" Tanya Zevina bingung.
"Ijinkan aku menjaga mu dan bayi mu." Pinta Keanu penuh harap.
"Kau memang sudah menjaga ku." Ucap Zevina tersenyum.
Hah
Keanu menghela nafas kasar.
"Bukan menjaga seperti itu. Bukan sebagai pengawal ataupun teman. Tetapi sebagai seorang pria yang melindungi wanita nya." Ucap Keanu serius.
"Tapi Ke, aku tidak ingin menyakiti mu. Kau tahu jawaban ku seperti apa." Ucap Zevina menolak halus Keanu.
"Zev, aku tidak akan memaksa mu. Aku akan menunggu hingga kau siap menerima ku walau kau tidak mencintai ku sekalipun. Tapi aku mohon, ijinkan aku menjaga dan melindungi mu lebih dari sekedar teman." Ucap Keanu menggenggam erat tangan Zevina.
Zevina menatap kedua mata tajam Keanu yang tampak teduh dan memandang nya lembut.
"Aku juga akan menjaga dan menerima putra mu seperti putra ku sendiri." Ucap Keanu lagi.
Zevina tidak tahu harus menjawab apa.
Ia benar benar bingung.
"Baiklah Ke, aku akan coba. Tapi aku tidak bisa berjanji pada mu. Aku masih sangat mencintai Darvin dan hati kecil ku masih menunggunya." Ucap Zevina akhirnya.
Bagaimana pun jujur lebih baik daripada harus memberi harapan palsu pada Keanu. Dengan berkata jujur, setidaknya Keanu bisa menjaga batas perasaan nya.
"Terima kasih Zev. Apa boleh jika suatu hari nanti aku memanggil mu dengan sebutan sayang?" Tanya Keanu penuh harap.
Zevina bingung.
"Tidak apa apa. Kai tidak perlu menjawab sekarang. Em, siapa nama putra mu?" Tanya Keanu lagi.
"Arzevin Anthony." Ucap Zevina singkat.
Keanu menjadi lemah kembali, tapi mau bagaimana lagi, itulah kenyataan yang harus ia hadapi.
"Nama yang bagus. Semoga kelak dia bisa menjadi pria yang baik." Ucap Keanu menatap lekat bayi mungil itu.
Flashback Off
Zevina memperhatikan Keanu yang menghapus coretan di wajah Arzevin dengan berhati hati dan penuh kasih sayang.
Ada perasaan hangat dihati Zevina.
"Boy nya Daddy kenapa berantakan sekali?" Tanya Keanu dengan suara lucu.
"Kakak Derice, coret wajah ku uncle." Ucap Arzevin khas anak kecil.
"Hem..kakak Derice memang nakal yah." Keanu kembali menimpali.
Arzevin tertawa geli.
Arzevin memang tidak pernah memanggil nya Ayah walau dari kecil ia diajari untuk itu.
Arzevin malah lebih memilih memanggil paman nya Daddy.
"Sudah. Boy nya Daddy sudah menjadi tampan kembali." Ucap Keanu lalu menggendong Arzevin keatas pangkuan nya agar ia bisa lebih dekat pada Zevina.
"Sudah, tidak perlu bersedih sayang. Nanti aku akan mengganti lipstik mu yang rusak." Ucap Keanu merangkul pinggang Zevina agar Zevina lebih mendekat pada nya.
Zevina menurut, bagaimana pun Keanu adalah pria yang sudah menjaga nya dan putra nya dengan penuh kasih sayang selama tiga tahun ini selain Derex kakaknya.
"Aku tidak butuh lipstik itu lagi. Hanya saja aku kesal dengan kenakalan Derice yang suka merusak barang barang ku." Ucap Zevina menyandarkan kepalanya pada pundak Keanu.
Mungkin perlahan Zevina mulai mencoba menerima kehadiran Keanu dalam hati nya.
"Dia masih kecil. Mau bagaimana lagi, anak kecil memang seperti itu kan? Mereka punya cara sendiri untuk mendapatkan perhatian dari orang yang mereka sayang." Ucap Keanu kini tangan nya mengelus rambut Zevina.
Arzevin sedang bermain dengan bulu halus yang menghiasi rahang kokoh nya, bahkan Arzevin sesekali mencabut gemas bulu janggut nya membuat nya meringis perih.
"Hah, sudahlah. Kau benar. Dia masih kecil." Ucap Zevina pasrah.
"Kau pintar sayang." Keanu mengecup puncak kepala Zevina.
Hening seketika.
"Zev, apa kau sudah mulai bisa membuka sedikit saja hati mu untuk ku?" Tanya Keanu memecah keheningan.
"Aku akan coba Ke. Tidak mudah. Tapi aku tidak ingin lagi terus terpuruk dalam harapan ku yang tak kunjung nyata." Ucap Zevina mengenggam telapak tangan Keanu.
Keanu tersenyum manis walau Zevina tidak menatapnya.
"Perlahan saja sayang. Aku tidak akan memaksa mu. Aku tahu semua butuh proses dan tidak mudah. Tapi aku akan berjuang hingga kau bisa memberikan hati mu sepenuhnya untuk ku." Keanu jujur.
Dari awal Keanu sudah selalu berkata jujur pada Zevina dan kejujurannya dibuktikan dari tindakannya terhadap Zevina.
Ia menghormati Zevina seperti Zevina adalah gadis yang masih belum menikah dan berhubungan dengan pria.
"Terima kasih Ke." Ucap Zevina tulus.
"Aku mencintaimu Zevina." Keanu kembali menyatakan cinta pada Zevina.
Zevina belum mampu membalas, hingga ia hanya mengangguk yang entah apa makna dari anggukan nya.
Mereka kembali hening.
Keanu setia mengelus rambut Zevina, Arzevin setia memainkan janggut tipis Keanu, dan Zevina merasa nyaman dan aman disisi Keanu.
...~ To Be Continue ~...
*******
Pembukaan Season Dua yah.
Like dan komentar jangan lupa.
Makasih.