
Satu Minggu Kemudian
Setelah satu minggu, Keanu belum juga berhasil menaklukan hati Viandra.
Bahkan kini Viandra terkesan menjauh, dan beberapa kali ia juga mengusir Keanu dari apartemen nya namun Keanu bersikekeh ingin tinggal bersama nya.
Viandra pagi pagi tadi sudah keluar dari apartemen nya meninggalkan Keanu sendirian.
"Keanu ayolah berpikir." Gumam Keanu memukul pelan kepala nya.
Ia sedang mondar mandir tak karuan memikirkan cara apa lagi yang akan ia pakai untuk menaklukan hati Viandra.
"Oh ya ampun. Jika tahu begini lebih baik tadi aku pulang ke rumah Dad dan Mom saja." Viandra menggerutu.
Keanu teringat kalimat yang pernah Viandra ucapkan saat mereka bertemu di depan apartemen Viandra.
"Kau cerdas Keanu." Gumam Keanu menjentikkan jari nya.
Ia segera bersiap untuk menemui orang tua Viandra. Baginya jalan terakhir yang bisa ia tempuh adalah melalui orang tua Viandra.
"Sayang, kau sudah kembali?" Tanya Keanu lembut pada Viandra yang baru masuk kedalam apartemen nya.
Viandra menatap benci pada nya dan langsung beranjak masuk kedalam kamar nya.
Keanu tersenyum licik dan langsung meninggalkan apartemen Viandra.
Saat sedang bersiap ia sudah mencari tahu semua tentang orang tua Viandra.
Setelah mencapai mobilnya dan masuk kedalam, ia segera melajukan mobilnya menuju ke rumah orang tua Viandra.
"Aku tidak percaya kali ini kau masih bisa menolak ku Viandra." Ucap Keanu tersenyum manis menggosok bibir nya dengan telunjuknya.
Tak lama kemudian ia pun sampai di rumah orang tua Viandra.
Keanu menghela nafas gugup saat turun dari mobil nya.
Ia melangkah dengan perlahan dan rasa gugup masuk kedalam rumah orang tua Viandra.
"Apa yang kau perlukan Tuan?" Tanya seorang pengawal menghadang langkah Keanu.
Keanu tersenyum.
"Maaf mengganggu. Aku kekasih Viandra dan aku ingin berbicara hal serius dengan orang tua Viandra." Ucap Keanu tanpa keraguan.
Pengawal itu tampak menekan tombol sebuah alat yang terpasang di telinga nya lalu menyampaikan tentang kedatangan Keanu pada seseorang.
"Silahkan ikuti aku." Ucap Pengawal itu menuntun Keanu.
Keanu mengikuti pria itu dengan rasa gugup yang sangat besar.
Keanu menelisik setiap sudut rumah orang tua Viandra, sangat unik dan bergaya klasik.
"Silahkan masuk." Ucap pria itu membukakan pintu sebuah ruangan untuk Keanu.
"Terima kasih." Ucap Keanu lalu menunduk sedikit.
Keanu masuk setelah pengawal pria itu pergi.
Saat Keanu masuk, ia dapat melihat seorang pria berdiri membelakangi nya. Lengan kemeja nya tergulung hingga keatas lengan nya menampilkan kedua lengan kekar nya yang dipenuhi tato.
"Pantas saja Viandra sangat berani. Rupanya Ayahnya seperti ini." Gumam Keanu.
"Seperti apa?" Tanya Ayah Viandra dingin dan membalikkan badan nya menghadap Keanu.
"What? Bukankah kau Tuan Aninston? Partner gangster Tuan Derex?" Tanya Keanu terkejut melihat pria didepan nya.
"Kau? Keanu?" Tanya Aninston mencoba mengingat.
Keanu mengangguk.
"Duduklah." Titah Aninston menunjuk sofa didepan Keanu.
Keanu menurut.
"Jadi apa Tujuan mu datang kemari?" Tanya Aninston duduk di sofa single samping Keanu.
"Viandra." Ucap Keanu serius.
#####
"Oh ayolah Viandra, kenapa kau jadi tidak fokus begini?" Gumam Viandra mencoret sembarang kanvas didepan nya.
Viandra memang menyukai melukis.
"Kenapa kau malah memikirkan pria bodoh itu?" Gumam Viandra merutuki dirinya sendiri.
"Arghh.." Viandra berteriak histeris.
Tring tring
Ponsel Viandra berbunyi.
Ia segera meraih ponselnya untuk mengangkat panggilan itu.
"Em." Viandra berdehem singkat menjawab panggilan itu.
"Sweetheart, pulang ke rumah sekarang. Ada hal penting yang ingin Dad bahas dengan mu." Titah si penelpon yang ternyata adalah Aninston, Ayahnya.
"Ada apa Dad? Jika kau tetap ingin meminta ku memimpin kelompok mu, aku tetap akan menolak. Aku tidak berminat sedikitpun." Ucap Viandra malas.
"Ini bukan tentang anggota Dad. Tapi tentang masa depan mu." Jawab Aninston dingin.
Hah
Viandra menghela nafas kasar.
"Apa sekarang Dad malah akan menjodohkan ku?" Tanya Viandra menerka.
"Apa lagi masalah kali ini?" Gerutu Viandra.
Ia segera bangkit dari posisinya dan keluar dari apartemen nya.
Segera ia mencapai mobilnya dan melajukan mobil nya menuju ke rumah orang tua nya.
"Ya ampun, kenapa kau masih saja memikirkan pria bodoh itu?" Gumam Viandra kembali merutuki dirinya sendiri lagi.
Ia menambah laju mobilnya.
Tak lama kemudian ia pun sampai.
Segera setelah memarkirkan mobilnya ia melangkah masuk tanpa melihat keberadaan mobil Keanu.
"Nona Viandra." Sapa dua pengawal yang menjaga didepan pintu rumah orang tua nya.
Viandra hanya tersenyum dan melenggang masuk kedalam rumah.
Ia langsung menuju ke ruangan kerja Ayahnya karena yakin Ayahnya berada di sana.
"Dad." Sapa Viandra sambil membuka pintu ruangan kerja Aninston.
"Kau?" Viandra terkejut saat melihat Keanu sedang duduk bersama Ayahnya dan tersenyum manis.
"Menikah lah kalian." Titah Aninston dingin.
Viandra membulatkan mata nya mendengar perkataan Ayahnya.
"No Dad, dia adalah pria gila. Aku tidak akan mau menikah dengan nya atau siapapun." Ucap Viandra menentang perintah Ayahnya.
Aninston menatap tajam pada putrinya.
"Bagaimana kau bisa tidak ingin menikah dengan pria yang ingin bertanggung jawab atas perbuatan nya? Kau mau membiarkan anak dalam kandungan mu lahir tanpa Ayah?" Tanya Aninston menatap tajam pada putrinya.
Keanu hanya mengulum senyum nya.
Viandra semakin menbelalakan matanya.
"Aku tidak hamil Dad." Protes Viandra.
"Aku bahkan tidak melakukan apapun dengan nya." Viandra mencoba menjelaskan.
Sebenarnya Aninston pun tahu cerita tentang putrinya dan Keanu, Keanu menceritakan secara jujur semuanya.
"Dad tidak percaya pada mu. Kau selalu punya akal untuk membohongi Dad, tapi tidak untuk kali ini." Ucap Aninston dingin.
Viandra geram.
Ia segera mendekati Keanu dan mencengkeram kuat kerah baju Keanu lalu menariknya keluar dari ruangan itu.
Viandra melepaskan cengkeraman nya dengan sangat kuat hingga Keanu hampir tersungkur.
"Apa yang kau inginkan dari ku pria bodoh?" Tanya Viandra geram.
"Aku menginginkan dirimu gadis pemberani." Ucap Keanu tersenyum sinis.
"Sayangnya aku tidak tertarik pada mu." Ucap Viandra geram.
"Benarkah?" Tanya Keanu melangkah semakin dekat membuat Viandra semakin mundur hingga punggung nya tertahan dinding dibelakang nya.
Sigap Keanu meraih tengkuk leher Viandra dan mencium lembut bibir nya.
Sangat lembut membuat Viandra ikut terbuai dan bahkan membalas serta mengalungkan tangannya pada pinggang Keanu.
"Menikah lah dengan ku." Pinta Keanu penuh ketulusan sambil memeluk erat Viandra setelah melepas tautan bibir mereka.
Viandra menggeleng namun tidak bersuara.
"Berikan satu alasan yang bisa aku jadikan alasan untuk meninggalkan mu." Pinta Keanu tanpa melepas pelukan nya.
"Aku tidak ingin menjadi pelarian. Kakak ku meninggal karena ia mengetahui ia hanya menjadi pelarian oleh wanita yang sangat ia cintai. Mengetahui kebenaran itu membuat nya jatuh sakit hingga akhirnya pergi meninggalkan ku, Dad, dan Mom." Ucap Viandra lirih tapi ia memeluk erat Keanu.
"Sayang, aku tulus menginginkan mu bukan untuk pelarian. Aku tulus menginginkan mu dan hanya dirimu saat ini hingga nanti dan nanti." Ucap Keanu meyakinkan Viandra.
Viandra terdiam.
"Baiklah, aku tidak akan memaksa mu menikah dengan ku. Tapi mau kah kau memberi ku kesempatan untuk membuktikan nya? Kita jalani dulu sebagai sepasang kekasih." Pinta Keanu lembut.
Viandra mengangguk pelan namun semakin mempererat pelukan nya pada Keanu dan menenggelamkan wajahnya pada dada Keanu.
Keanu tersenyum.
"Tuan Aninston, putri mu sudah menerima lamaran ku." Teriak Keanu gemas pada Ayah Viandra.
"Enyahlah." Titah Aninston tertawa kecil.
"Sayang, aku mencintai mu." Ucap Keanu melepaskan pelukan nya, namun Viandra hanya menunduk malu.
"Kita pulang ke apartemen sekarang?" Tanya Keanu lembut.
Viandra hanya mengangguk sebagai tanda persetujuan.
Mereka pun memutuskan untuk kembali ke apartemen Viandra bersama.
...~ To Be Continue ~...
#####
Maafkan diriku baru bisa Up.
Banyak kesibukan, bahkan mungkin sampe satu minggu kedepan.
Jangan bosan nunggu up dari ku yah. Makasih oll.