IF LOVE

IF LOVE
If Love S2 15



Dua Bulan Kemudian


"Ar, ayo. Kita harus cepat agar bisa segera menyiapkan surprise untuk Daddy nanti malam." Ajak Zevina pada putranya.


Mereka memutuskan untuk tetap tinggal di London, sedangkan Derex beserta keluarga kecilnya kembali ke Italia.


Zevina kini sedang mengandung anak keduanya.


Maka dari itu ia ingin memberikan kejutan pada Darvin karena ia pun baru mengetahui nya tadi pagi setelah diam diam melakukan test pack.


"Sebentar Mom." Teriak Arzevin yang masih sibuk memilih sepatu.


"Astaga, pakai saja yang manapun. Semuanya cocok untuk pakaian mu." Ucap Zevina menghampiri putranya.


"Ya sudah, ini saja." Ucap Arzevin mengambil sepasang sepatu mungil berwarna hitam.


Dengan telaten ia memakai nya pada kaki mungil nya.


"Sudah Mom." Ucap Arzevin melompat beberapa kali lalu berlari ke arah Zevina yang sudah menunggu di depan pintu.


Mereka keluar dari rumah mereka.


Zevina memilih menyetir sendiri padahal Darvin sudah merekrut sopir pribadi untuk nya.


Segera Zevina pun melajukan mobilnya keluar dari rumah megah itu.


Tujuan utamanya adalah menuju ke toko yang menjual perlengkapan bayi. Ia ingin membeli beberapa barang untuk melengkapi kejutan yang akan ia siapkan.


"Mom, apa nanti jika aku mempunyai adik, Daddy dan Mommy masih menyayangi ku?" Tanya Arzevin polos.


"Tentu saja sayang. Kau itu yang pertama, tentu Kami masih akan menyayangi mu." Ucap Zevina mengacak rambut putranya.


Tak lama mereka pun sampai di toko perlengkapan bayi.


Mereka turun dari mobil dan segera berjalan masuk kedalam toko tersebut.


"Wah, banyak sekali barang barang untuk adik." Ucap Arzevin terpana dengan banyaknya barang perlengkapan bayi di sana.


"Nona, apa disini ada mainan untuk putra ku?" Tanya Zevina sambil menunjuk Arzevin pada salah satu pelayan toko yang menghampiri nya.


"Ada Nyonya." Ucap pelayan toko itu sopan.


"Ar, ikut kakak ini. Pilih mainan yang kau suka dan yang kau belum miliki. Okay." Titah Zevina pada putranya.


"Okay." Ucap Arzevin semangat mengangkat tangan nya seolah memberi hormat.


Setelah Arzevin pergi mengikuti pelayan toko tersebut, Zevina pun mulai sibuk memilih perlengkapan apa yang ingin ia beli.


"Sebaiknya aku pilih saja warna yang universal. Yang cocok untuk bayi laki laki atau perempuan." Gumam nya.


Ia pun mulai memilih, mulai dari kaos kaki, pakaian, topi, dan lain sebagainya.


"Sepertinya sudah dulu." Ucap Zevina.


Ia pun memutuskan untuk mencari putranya.


Namun langkahnya terhenti saat ponselnya berdering.


"Hallo, sayang." Sapa Zevina mengangkat panggilan nya.


"Hai, sayang. Aku merindukan mu dan Ar." Ucap Darvin dari seberang sana.


"Ya ampun kau ini. Baru tadi pagi kita bertemu dan nanti malam juga bertemu. Apa perlu begitu?" Tanya Zevina pura pura mengomel.


"Ya ampun. Ternyata benar, perempuan sebelum menikah adalah kelinci manis, namun setelah menikah mereka akan menjadi singa betina." Ucap Darvin mengejek istrinya.


"Darvin.." Zevina sedikit membentak.


Darvin tertawa terbahak bahak.


"Haha, aku hanya bercanda sayang. Kau selamanya adalah kelinci manis ku." Ucap Darvin membujuk istrinya.


"Kau sedang dimana? Kenapa aku seperti mendengar lagu anak anak?" Tanya Darvin penasaran.


"Aku dirumah. Ar sedang menonton tayangan lagu anak anak dan dia memutar volume menjadi sangat keras." Ucap Zevina berbohong.


"Oh, ya sudah. Nanti malam aku usahakan pulang lebih cepat." Ucap Darvin.


"Baiklah." Jawab Zevina.


"Ya sudah, aku harus kembali bekerja. Sampai nanti sayang." Ucap Darvin pamit.


"Sampai nanti." Ucap Zevina membalas, panggilan pun berakhir.


Zevina kembali hendak melangkah namun lagi lagi langkahnya terhenti saat melihat putranya berlari mendekat.


"Mommy, look aku ingin ini." Ucap Arzevin membawa mobil mainan berukuran besar ke hadapan Ibunya.


"Kau yakin? Apa hanya ini?" Tanya Zevina memastikan.


Arzevin memang anak yang cukup pengertian, dia tidak suka meminta sesuatu yang tidak ia inginkan.


"Yes Mom. Hanya ini saja." Ucap Arzevin mengangguk semangat.


"Ya sudah, sini." Ucap Zevina mengambil mainan nya lalu mereka melangkah menuju kasir.


Zevina mengeluarkan black card yang Darvin berikan pada nya untuk membayar barang barang yang ia pilih dan juga mainan Arzevin.


Pelayan kasir itu melongo tidak percaya melihat kartu yang diberikan Zevina, pasalnya penampilan Zevina biasa saja, tidak terlihat seperti konglomerat atau milyarder.


Zevina menerima nya dengan tersenyum.


"Ayo sayang." Ajak Zevina pada putranya sedang seorang pelayan membantu membawakan barang barang mereka ke dalam mobil.


"Terima kasih." Ucap Zevina tersenyum manis setelah pelayan toko itu menata barang barang nya di bagasi mobil nya.


Setelah ia dan Arzevin masuk kedalam mobil, ia pun kembali melajukan mobilnya.


Kini tujuannya adalah toko kue. Namun ia tidak sadar ada sebuah mobil hitam berada di belakang mengikuti mereka.


Tak lama Zevina dan Arzevin pun sampai di toko kue tersebut.


Mobil hitam tersebut juga berhenti agak jauh dari lokasi Zevina.


Zevina dan Arzevin turun dari mobil dan masuk kedalam toko tersebut.


"Mommy, donat." Ucap Arzevin semangat menunjuk etalase yang menampilkan jejeran kue donat dengan berbagai varian rasa dan warna krim diatasnya.


"Kau pilih saja yang mana yang kau mau. Pilih untuk Derice juga. Mereka sebentar lagi akan sampai.


"Apa Daddy Derex dan aunty Alice akan berkunjung membawa kak Derice?" Tanya Arzevin semangat.


"Em, tadi pagi Mommy mendapat pesan dari uncle Derex, tapi Mommy lupa memberitahu mu dan Daddy." Ucap Zevina.


"Baiklah Mom. Aku akan pilih." Ucap Arzevin semangat lalu mendekati salah satu pegawai toko kue itu untuk meminta bantuan.


Zevina berjalan ke arah etalase yang menampilkan banyak kue tart dan kue pesta yang dihias indah.


Ia bingung ingin memilih yang mana karena semuanya sangat indah dimatanya.


"Ah, yang ini sajalah." Ucap Zevina menunjuk asal.


Ia pun meminta pegawai toko tersebut mengambilkan untuknya dan segera membungkus nya.


Ia menghampiri Arzevin.


"Sayang, apa sudah?" Tanya Zevina lembut pada putranya.


"Sudah Mom." Jawab Arzevin diikuti seorang pegawai toko yang membawahi nampan berisi semua donat pilihan Arzevin.


Segera pegawai itu menyusun donat donat itu kedalam kotak.


Setelah selesai, Zevina segera membayarnya.


Setelah membayar mereka pun keluar dari toko tersebut.


Mereka kembali masuk kedalam mobil. Zevina ingin segera kembali ke rumah.


Perlahan ia mulai mengendarai mobil nya. Mobil hitam tadi juga mulai mengikuti Zevina dari belakang.


"Bro, seperti nya mobil itu mengincar Nyonya Zevina." Ucap pengawal Zevina yang diam diam Darvin perintahkan untuk menyebar hampir disetiap sudut kota.


"Sepertinya kau benar." Jawab satunya lagi yang berada di kursi pengemudi.


Mereka mulai menjalankan mobil mereka mengejar mobil hitam yang mengikuti Zevina.


Mereka tidak ingin gegabah, dan berusaha agar pengendara mobil hitam di depan mereka tidak curiga.


Tett tett tett


Bunyi klakson mobil hitam mulai terdengar, mereka sengaja membunyikan klakson mobil nya agar Zevina mengetahui keberadaan mereka.


Zevina merasa tidak tenang, ia berusaha melaju lebih cepat namun mobil hitam itu masih mengikuti mereka.


Bahkan saat Zevina melihat ke arah spion sebelah nya, ada seorang pria yang setengah tubuhnya keluar dari jendela mobil dan memberi isyarat agar Zevina menepi dan turun.


Pria itu tampak sangat menakutkan.


Zevina semakin melajukan mobilnya, tidak peduli pada bunyi klakson dan isyarat dari mereka.


"Ar, pegangan yang kuat. Kencangkan seat belt mu okay." Titah Zevina pada putranya.


Arzevin mengangguk patuh, ia takut tapi ia percaya Ibunya sedang mencoba melindungi nya.


Ia memilih memejamkan kedua matanya.


Semakin cepat Zevina melajukan mobilnya, semakin gencar mobil hitam dibelakangnya mengejarnya.


Anak buah Darvin ingin memotong dari depan namun kesusahan karena kondisi jalanan yang cukup ramai.


"Oh Tuhan, apa lagi kali ini?" Zevina membatin.


Ia melihat sekilas pada putranya yang sedang memejamkan matanya. Ia tersenyum melihat putranya yang begitu patuh dan pemberani.


Ia kembali fokus menyetir melewati setiap kendaraan yang ada di depan nya dengan susah payah.


Yang mengejar nya pun tidak patah semangat.


"Kau minta bantuan." Titah anak buah Darvin pada teman nya.


BRAKKKK


...~ **To Be Continue ~...


******


Udahan dulu. Jangan lupa like dan komentar. Makasih**.