
"Zev, apa kau tidak takut disini sendirian?" tanya Jack saat mereka sedang makan malam.
"Tidak. Aku sudah biasa. Lagi pula sejak tinggal tinggal di sini aku kan memang tinggal sendirian hingga Darvin datang." Ucap Zevina.
"Apa tidak sebaiknya kau tinggal di rumah ku saja? Maksud ku selama Darvin tidak di sini. Dirumah ku ada aku, Raina, dan juga Liz. Mungkin." Ucap Jack.
Tidak ada niatan lain, ia hanya kasian dan khawatir pada Zevina karena harus tinggal sendirian.
"Haha aku tidak akan kenapa kenapa Jack. Percayalah." Ucap Zevina tertawa kecil.
"Baiklah baiklah. Jika kau butuh teman aku siap menemani mu." Ucap Jack jahil menaik turunkan alis nya. Ia hanya berniat menggoda Zevina.
"Haha aku tidak perlu kau temani. Aku sudah terbiasa sendiri." Ucap Zevina lagi lagi tertawa kecil.
Mereka pun melanjutkan kegiatan makan malam mereka. Raina sibuk dengan makanan nya sampai tidak berniat menyela pembicaraan dua orang dewasa itu.
"Jack, apa boleh aku tahu bagaimana Mommy nya Raina bisa meninggal?" Tanya Zevina pelan takut Jack marah.
"Apa kau sungguh ingin tahu?" Jack malah bertanya pada Zevina kembali. Zevina mengangguk.
"Dad, aku sudah kenyang. Mom, aku ingin menonton kartun." Ucap Raina sebelum Jack memulai pembicaraan nya, kemudian ia melenggang pergi sambil membawa jus jeruk nya.
Ia benar benar tidak menanggapi pembicaraan Jack dan Zevina, kalau ia ikut menanggapi ia pasti akan duduk dan setia mendengar Ayahnya bercerita.
Jack pun mulai bercerita.
Flashback On
Enam tahun lalu, saat Raina baru berusia dua tahun.
"Jack, kau dari mana saja?" Tanya Alice istrinya.
"Aku baru pulang kerja sayang." Ucap Jack meletakkan satu tangannya diatas pundak Alice. Ia perlahan mendekati pada wajah cantik istrinya.
"Kau baru pulang kerja? Bau alkohol dan keadaan mabuk seperti ini kau bilang kau pulang kerja?" Alice meluapkan amarah nya melihat keadaan suaminya yang terlihat sangat berantakan itu.
"Memang nya kenapa jika aku minum sedikit untuk menghilangkan stres ku?" Tanya Jack. Ia kemudian hendak mencium bibir istrinya namun istrinya menampar nya.
"Kau bohong Jack. Kau jelas mempunyai wanita lain diluar sana." Ucap Alice lalu meraih ponselnya dan menunjukkan foto Jack sedang mencumbu mesra seorang wanita.
"Sttt, tidak perlu berteriak sayang. Aku butuh belaian wanita. Tapi kau selalu menolak ku dengan berbagai alasan sejak kehadiran Raina. Jadi apa salah jika aku berusaha mendapatkan nya di luar sana?" Ucap Jack terdengar pilu.
Apa yang dikatakan Jack memang benar, setelah Raina lahir, Alice selalu menolak untuk berhubungan dengan nya menggunakan seribu macam alasan. Sebenarnya pernikahan mereka hanya berdasarkan cinta sepihak, Jack mencintai Alice, tapi Alice tidak. Ia menikah dengan Jack karena Jack sengaja meniduri nya saat ia tidak sadar hingga membuatnya mengandung Raina.
"Kau jahat Jack. Kau jahat." Ucap Alice ingin memukul Jack, namun dengan cepat ditahan oleh Jack.
"Aku jahat? Haha aku jahat karena aku terlalu mencintai mu. Aku berusaha memiliki mu dengan segala cara. Aku pikir aku sudah memenangkan hati mu setelah kau bersedia menikah dengan ku. Tapi sekarang aku sadar, kau menikah dengan ku hanya untuk memperjuangkan status putri ku." Ucap Jack dengan suara menggelegar namun penuh luka didalam nya.
Alice bungkam.
"Aku tahu, kau masih menemui pria masa lalu mu itu dibelakang ku Alice. Dan sekarang kau menuduh ku yang jahat?" Jack kembali berkata dan ia terduduk lesu dilantai. Pandangan nya kosong seperti orang hilang harapan hidup.
"Jack aku minta maaf." Ucap Alice berjongkok hendak memeluk Jack, namun Jack menepis kasar tangannya dan mendorong nya hingga tersungkur dilantai.
"Persetan dengan maaf mu." Ucap Jack kasar lalu pergi meninggalkan rumah nya.
"Maafkan aku Jack." Ucap Alice menangis.
Jack melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Walau mabuk, tapi ia masih bisa menyetir dengan baik. Tujuannya adalah wanita simpanan nya.
Bukk bukk bukk
Jack menggedor pintu apartemen Lydya dengan sangat kuat.
"Lydya buka pintu." Jack berteriak menggila.
Krek
"Jack, kau kenapa?" Tanya Lydya menopang tubuh Jack yang hampir tumbang.
Jack tidak menjawab dan memandang nanar pada Lydya. Penampilan Lydya yang hanya mengenakan pakaian dalam saat itu langsung mengundang nafsu birahi nya.
Ia langsung mencumbu Lydya dan melepaskan semua kain penghalang pada tubuh Lydya hingga semuanya terekspos sempurna. Ia terus mencumbu Lydya sambil melepaskan pakaian sendiri dan melemparkan nya sembarangan.
Sigap Jack pun menyatukan miliknya pada Lydya dan terjadilah percintaan panas mereka diruang utama apartemen Lydya. Mereka tidak sadar pintu apartemen Lydya tidak tertutup rapat hingga membuat seseorang dapat melihat jelas percintaan mereka. Pria itu adalah kekasih Lydya. Salah satu anggota gangster kejam di London.
Ia tidak masalah jika Lydya tidur dengan pria lain, asal tidak didepan mata nya.
"Lydya." Ucap Derex mengeratkan rahang nya dan mengepalkan tangannya.
"Aku pastikan kau akan membayar perbuatan mu pria sialan." Ucap Derex. Ia memutuskan untuk kembali ketempat parkir apartemen untuk memantau Jack.
Cukup lama, hingga akhirnya Jack menyelesaikan kegiatan nya menunggangi Lydya. Jack pun pergi keluar dari apartemen Lydya setelah memberi nya sejumlah uang. Ya, Lydya bekerja untuk uang.
Jack pun masuk kedalam mobilnya dan kembali melajukan mobilnya untuk pulang kerumah.
"Susul aku dijalan ... " Ucap Derex menghubungi beberapa rekan nya.
Setelah mematikan panggilan nya ia pun membuntuti Jack dari belakang. Jack sama sekali tidak sadar, atau dia sadar tapi tidak peduli.
"Mari kita lihat apa yang kau punya untuk membayar perbuatan mu barusan, pria sialan." Ucap Derex menggeram. Ia tidak suka melihat pria lain menyentuh kekasihnya terutama didepan mata nya.
Jack sampai di rumah nya. Ia berjalan sempoyongan masuk kerumah nya. Alice tertidur di sofa karena menunggu nya namun ia tidak peduli. Ia langsung melangkah masuk ke kamar nya. Dan sial nya ia bahkan tidak mengunci pintu utama rumah nya hingga membuat Derex dan rekan rekan nya dengan mudah masuk kerumah nya.
Pandangan Derex langsung tertuju pada Alice yang sedang meringkuk di sofa.
"Cantik." Ucap Derex.
Ia duduk di meja depan Alice dan terus memandangi wajah teduh Alice. Entah kenapa ada perasaan hangat yang menjalar ditubuh nya.
"Bangunlah." Ucap Derex membangunkan Alice pelan.
Alice melenguh kecil dan menggeliat, itu terlihat sangat imut dimata Derex.
"Kau cantik sekali." Ucap Derex walau Alice belum menatap nya.
"Kau kau siapa?" Tanya Alice gelagapan melihat orang asing dirumah nya.
"Aku? Tentu saja aku pangeran yang akan menjemput tuan putri ku." Ucap Derex lembut mengusap pipi mulus Alice
Alice memperhatikan penampilan Derex yang menakutkan, kedua tangannya dipenuhi tato, wajahnya terlihat sangat menakutkan walaupun tampan, aura pembunuh mendominan.
Aku tidak mengenal mu." Ucap Alice. Tapi ia tidak berteriak atau pun melawan saat Derex menyentuh nya lembut. Entah kenapa ia seperti terhipnotis.
"Jadilah wanita ku." Bisik Derex ditelinga Alice dan meniup nya pelan. Derex kemudian menggigit kecil leher Alice membuat Alice merasakan sesuatu.
Alice diam mematung. Derex tersenyum bahagia, ia kemudian berdiri dan menggenggam tangan Alice hendak pergi dari rumah itu. Namun sial nya langkahnya terhenti mendengar teriakan Jack.
"Hentikan bajingan. Mau kau bawa kemana istri ku?" Jack berteriak menggila. Untung saja Raina kecil sedang Alice titipkan pada Ibunya dan Liz, sehingga pertengkaran nya dengan Jack dan juga kejadian sekarang tidak perlu didengar oleh Raina.
"Istri mu?" Tanya Derex tersenyum licik.
**********
Bersambung dulu guys.
Jangan bosan bosan sama cerita ku yah.
Selalu tinggalkan komentar, like, favorit, serta share cerita nya biar lebih seru baca rame2 bareng teman kalian.
Selalu jaga kesehatan kalian yah.