IF LOVE

IF LOVE
If Love S2 8



"Ar, ayo habiskan makanan nya. Setelah ini kita pergi berbelanja makanan untuk mu." Bujuk Zevina pada putranya yang sedari tadi sangat susah di suruh makan.


Derex dan Alice sedang membawa putra mereka mengunjungi Raina lagi.


Sedangkan Keanu sudah kembali ke Italia untuk urusan pekerjaan dan tentunya persiapan pernikahan nya dengan Zevina.


"Ayo Ar." Bujuk Zevina yang sudah hampir habis kesabaran nya.


Putra nya malah tertawa cekikikan melihat Zevina menahan kesal.


"Dimana Daddy? Mommy sudah berjanji untuk ketemu Daddy." Ucap Arzevin mengungkit janji Ibu nya.


Zevina terdiam.


"Ayo Mom. Aku ingin Daddy." Pinta Arzevin polos.


Zevina ingin menangis rasanya.


"Baiklah. Daddy sedang di supermarket. Kau makan dulu lalu kita akan pergi menemui nya." Ucap Zevina asal.


"Aaaa" Arzevin langsung membuka lebar mulut nya.


Zevina segera menyuapi nya hingga makanan habis.


"Ayo kita ganti pakaian dulu." Ajak Zevina pada putranya.


Arzevin menurut.


Setelah selesai mengganti pakaian putranya, ia juga mengganti pakaian nya, lalu sedikit merias wajah nya.


"Are you ready?" Tanya Zevina menggendong putranya.


"For Daddy, of course i'm ready." Ucap Arzevin semangat.


Zevina hanya bisa mengelus dada.


"Kita pergi ke supermarket mana Mom?" Tanya Arzevin.


"Yang terdekat saja. Ar sanggup berjalan kaki?" Tanya Zevina sambil menggendong Arzevin turun dari kamar nya.


Arzevin mengangguk.


Tring tring


Bunyi ponsel Zevina.


"Ar, Mommy angkat telepon dulu." Ucap Zevina menurunkan putra nya lalu meraih ponselnya dari dalam tas selempang nya.


"Hai Ke." Sapa Zevina.


Yang menelpon adalah calon suami nya, Keanu.


"Hai sayang. Kalian sedang apa?" Tanya Keanu dari seberang sana.


"Aku dan Ar akan pergi ke supermarket. Aku ingin membeli beberapa makanan kecil untuk nya." Ucap Zevina.


"Oh, baiklah. Sayang, apa kau merindukan ku?" Tanya Keanu dengan suara manja.


"Tentu saja sayang." Jawab Zevina, walau hati nya ragu.


"Aku juga merindukan mu. Ya sudah, kalian berhati hatilah." Ucap Keanu berpesan pada Zevina.


"Baiklah." Ucap Zevina mengakhiri panggilan mereka.


Setelah menyimpan ponselnya kembali ke dalam tas nya, ia pun kembali menggendong Arzevin keluar dari rumah mereka.


Hari sebenarnya masih siang, namun awan tampak mendung.


"Ar, kita kembali untuk mengambil payung dulu." Ucap Zevina hendak putar balik.


"Come on Mom. Sesekali kita bermain hujan tidak masalah kan?" Pinta Arzevin.


Zevina tampak menimang permintaan putranya.


"Baiklah." Ucap Zevina mencium gemas pipi putranya.


Mereka pun melanjutkan perjalanan hingga sampai ke supermarket terdekat.


Mereka sama sekali tidak sadar, ada yang mengikuti mereka.


"Kau sungguh sedikitpun tidak berubah sayang." Batin pria yang mengikuti Zevina. Dia adalah Darvin.


Zevina dan Arzevin masuk kedalam supermarket lalu Zevina menarik satu keranjang dorong lalu hendak mendudukan Arzevin didalam, namun Arzevin menolak.


"Tidak mau Mom. Aku ingin berjalan saja." Ucap Arzevin yang malah berlari kecil.


"Arzevin jangan berlari." Titah Zevina khawatir.


Putranya itu sangat aktif.


Darvin terharu mendengar nama putranya adalah gabungan dari nama nya dan Zevina.


Zevina mengijinkan Arzevin bergerak semaunya karena memang supermarket itu pun sedang sepi.


"Sayang." Ucap Darvin memeluk erat Zevina dari belakang.


Zevina tersentak mendengar suara yang sangat sangat ia rindukan itu.


"Darv.." Namun ia mengatup kembali bibirnya saat melihat yang memeluk nya adalah pria asing.


"Menjauh dari ku. Dasar kurang ajar." Ucap Zevina mengusir Darvin kasar.


Darvin sigap menahan pergelangan tangannya.


"Zevina, ini aku Darvin mu." Ucap Darvin sendu.


Zevina tampak menelisik penampilan Darvin didepan nya.


"Lucu sekali. Kau pikir aku akan percaya? Aku bukan wanita bodoh." Ucap Zevina sedikit membentak.


Tanpa sengaja mata nya ditangkap oleh mata Darvin.


Zevina tentu mengenal betul pemilik tatapan tajam itu.


Tatapan Darvin tidak pernah berubah sekalipun penampilannya berubah.


Darvin menjadi lebih berotot, dengan hiasan janggut di rahang kokoh nya. Tato yang menutupi kedua dada hingga telapak tangannya. Tak lupa salah satu kaki nya juga. Wajah hasil operasi plastik nya juga membuatnya terlihat lebih dewasa.


"Darvin ku tidak mungkin seperti mu. Berandal." Ucap Zevina kasar.


"Daddy." Teriak Arzevin saat melihat Darvin didekat Ibunya.


Segera ia berlari menghampiri Darvin dan tentu saja Darvin langsung menyambutnya.


"My boy." Ucap Darvin memeluk erat putranya serta mencium gemas pipi putranya membuat Arzevin tertawa geli.


"Daddy, kenapa baru datang sekarang?" Tanya Arzevin memeluk leher Ayahnya.


"Maafkan Daddy boy." Hanya itu yang bisa Darvin ucapkan.


"Zev, percayalah pada ku. Putra ku yang belum pernah bertemu dengan ku saja bisa mengenal ku. Apa begitu mudah kau melupakan ku?" Pinta Darvin.


"Aku tidak pernah melupakan Darvin ku. Tapi kau?" Zevina menghentikan perkataannya sambil menatap penampilan Darvin baru, dari atas sampai bawah.


"Kau itu berandal." Ucap Zevina kasar lalu merebut Arzevin dari gendongan Darvin.


"Ar, kita pulang." Ucap Zevina tegas lalu berjalan tergesa gesa meninggalkan Darvin.


Darvin pastilah mengejarnya.


"Zevina dengarkan aku. Wajah ku terluka parah saat kecelakaan itu, begitupun tubuh ku. Maka dari itu aku mengubah wajah ku dan menato tubuh ku untuk menutupi bekas luka bakar nya." Ucap Darvin berusaha menjelaskan sambil mengejar Zevina yang setengah berlari mendekap Arzevin.


Zevina takut, antara percaya dan tidak pada pria yang saat ini mengaku sebagai Darvin.


Ia terus berlari tanpa peduli pada Darvin.


"Ar, ini Daddy mu nak. Daddy pasti akan menjemput mu." Ucap Darvin terus berusaha mengejar Zevina yang berlari semakin cepat walau sedang menggendong Arzevin.


"Jangan ikuti aku pria berandal." Teriak Zevina sambil terus berlari.


"Aku berandal karena tato ku? Lalu pria yang melamar mu kemarin adalah malaikat begitu?" Tanya Darvin berteriak masih terus berlari.


Zevina akhirnya menghentikan lari nya.


Nafas nya tidak beraturan.


Darvin kini dengan cepat sudah berdiri di depan nya.


Nafas Darvin juga tidak beraturan.


"Kembali padaku Zev." Pinta Darvin memeluk Zevina dan putranya bersamaan.


Zevina merasakan hangatnya pelukan itu. Pelukan yang sangat ia kenali sensasi nya.


Namun dengan cepat ia mendorong Darvin menjauh.


Trauma masa lalu nya tentang Roy masih menyerang nya, maka dari itu ia tidak bisa percaya begitu saja pada Darvin yang mengaku Darvin.


"Sayang, jika kau mau bukti, kita bisa tes DNA sekarang. Buktikan kecocokan DNA ku dan Ar." Pinta Darvin lagi.


"Tidak perlu. Kau sebaiknya jangan pernah menipu ku atau kau akan berakhir sia sia seperti penipu itu." Ucap Zevina kasar lalu berlalu dari hadapan Darvin.


Darvin mengepalkan tangannya kuat.


"Baiklah sayang jika ini mau mu. Jangan salahkan aku jika aku memaksa mu dengan cara yang akan menyakiti mu dengan sangat dalam." Teriak Darvin berharap Zevina akan berhenti.


Namun Zevina justru semakin cepat dan memilih berlari.


"Baiklah. Kita lihat sejauh mana kau bisa berlari. Kau milik ku dan akan selalu milik ku Zevina Anthony. Cara halus tidak berguna untuk mu. Kau sepertinya lebih menyukai cara kasar. Maka baiklah, aku akan menarik mu kembali dengan cara kasar." Ucap Darvin.


Ia kemudian berlalu dari tempat itu.


Di otak nya sedang memikirkan seribu satu cara jahat untuk mendapatkan Zevina kembali.


...~ **To Be Continue ~...


~ anggap saja ini Babang Darvin**



*******


Like dan komentar jangan lupa yah. Makasih.