IF LOVE

IF LOVE
If Love 53



Note : Aku ada nulis cerita baru judulnya " Truth Or Dare? (Terjebak Cinta Pembunuh Psikopat) atau kalian bisa langsung klik di bio aku. Jangan lupa mampir.


...~Happy Reading~...


"Zev." Roy memanggil Zevina.


Mereka tengah menikmati sarapan, tidak, hanya Roy yang menikmati. Zevina hanya mengaduk makanannya tidak semangat.


Zevina tidak menjawab.


"Zev." Roy kembali memanggil nya dan menghentikan tangannya yang mengaduk makanan nya.


"Zev, jangan bersedih lagi, aku mohon." Roy menggenggam tangan Zevina.


"Aku tidak." Zevina menjawab singkat dan berbohong.


"Zev, aku tahu ini tidak mudah. Tapi aku mohon jangan bersedih lagi." Pinta Roy.


Zevina malas menjawab, ia memutuskan untuk bangkit dari duduknya dan hendak masuk ke kamar.


Segera Roy mengejarnya dan memeluk nya dari belakang.


"Aku mohon Zev. Aku tidak meminta mu melupakan nya. Tapi ijinkan aku menjaga mu dan bayi mu." Roy kembali meminta.


Zevina diam tidak menjawab. Entah kenapa setiap kali Roy memeluk nya atau menggenggam tangannya, ia selalu merasa seperti Darvin yang melakukan itu semua.


"Zev, aku mohon." Pinta Roy kembali lalu membalikkan badan Zevina menghadap nya.


"Aku tahu aku bukan pria baik. Aku tidak sehebat Darvin, aku tidak punya harta berlimpah lagi seperti dulu. Tapi aku mencintai mu Zev." Ia berkata sambil menggenggam erat tangan Zevina dan menatap dalam mata nya.


Zevina membulatkan matanya tidak percaya dengan pengakuan Roy, tapi ia tidak mendapati kebohongan dari mata Roy.


"Aku menyadari bahwa aku mencintai mu setelah kita dekat akhir akhir ini Zev. Aku ingin melindungi mu dan merawat bayi mu bersama mu. Aku tidak memaksa mu untuk menerima cinta ku." Roy kembali menyatakan isi hati nya.


"Aku mohon." Pinta nya lagi.


Ia sekarang lebih seperti pria bodoh yang sedang memohon cinta dari seorang wanita.


"Kau tidak perlu melakukan itu semua Roy. Aku bisa sendiri." Zevina menolak halus, tapi sebenarnya ia ragu.


"Zev, please." Roy kini menempelkan kedua telapak tangannya didepan dadanya memohon pada Zevina.


Hah


Zevina menghela nafas kasar, tidak percaya pada keseriusan Roy.


"Baiklah. Terserah kau saja." Zevina mengiyakan agar masalah cepat selesai.


"Terima kasih Zev." Roy memeluk erat Zevina dan sekali lagi Zevina .merasa seperti Darvin yang memeluk nya.


Titt


Pintu apartemen Zevina di buka.


"Woo, lepaskan Zevina." Jack dengan cepat menghampiri mereka dan melepaskan pelukan Roy dari Zevina.


"Jack, no. Dia tidak berbuat apapun." Terang Zevina saat Jack ingin menyerang Roy.


"Kau baik baik saja?" Jack bertanya khawatir sambil memutar badan Zevina.


"Aku baik baik saja Jack." Zevina menjawab.


"Ikut aku." Jack menarik lembut Zevina masuk ke kamarnya dan mengunci pintu.


"Zev, apa yang kau lakukan? Kau biarkan dia menyentuh mu?" Jack bertanya menyelidik.


"Dia tidak berbuat lebih Jack. Hanya memeluk ku. Kau tahu, setiap kali dia memeluk ku, aku selalu merasa seperti Darvin yang sedang memeluk ku." Zevina menjelaskan sambil tersenyum getir.


"Jangan konyol Zev. Jika Darvin tahu dia akan ... "


"Polisi bilang dia sudah tiada." Zevina memotong perkataan Jack.


"Apa? Bagaimana mungkin?" Jack tidak percaya dengan perkataan Zevina.


"Dua malam yang lalu polisi datang dan memberikan dompet Darvin kepadaku. Ia juga mengatakan bahwa itu adalah penemuan terakhir mereka, laporan DNA menunjukkan Darvin terkorban dalam ledakan itu. Zevina menjelaskan yang ia ketahui dari polisi.


"Astaga, kenapa kau tidak memberitahu ku?" Jack kembali bertanya menyelidik.


"Aku terlalu sedih Jack." Zevina berucap sendu.


"Kau harus kuat sekarang Zev." Jack menguatkan Zevina.


Zevina hanya memandang pilu pada Jack.


"Kau pasti bisa Zev. Oh ya, nanti malam aku akan menjemput mu. Raina ingin kita makan malam bersama. Kau harus mau." Jack memaksa Zevina.


Zevina mengangguk.


"Baiklah, aku berangkat ke kantor dulu. Jaga dirimu." Jack pamit dan mengecup kening Zevina sekilas.


"Hati hati Jack." Zevina mengingatkan.


Jack pun keluar dari kamar Zevina.


"Sebaiknya kau berangkat dengan ku." Jack memaksa Roy ikut dengan nya, tidak ingin Zevina terlalu dekat dengan nya.


Bukan karena cemburu, tapi takut Zevina terluka.


Mereka pun berangkat bersama meninggalkan Zevina sendirian.


#####


Mereka saat ini sedang berada di London karena urusan pekerjaan Derex.


"Tidak ada Tuan. Tampak nya Nona Zevina baik baik saja. Jack menjaga nya dengan baik, dan pria itu juga tidak melakukan apapun." Keanu menerangkan yang ia ketahui.


"Bagus. Jika perlu kau tempat kan orang orang mu di setiap unit apartemen tempat adik ku berada. Jangan sampai lengah." Derex kembali mengingatkan.


"Baik Tuan." Keanu menyanggupi.


"Rasanya ingin sekali memeluk nya saat seperti ini." Derex menggumam.


#####


Tidak terasa hari sudah berganti menjadi sore.


"Sebaiknya aku bersiap siap dulu agar Jack tidak menunggu lama nanti." Zevina menggumam.


Ia lalu bangkit dari duduknya dan menuju ke kamar nya lalu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Setelah selesai ia pun keluar dan memilih pakaian yang cocok untuk ia kenakan. Pilihannya jatuh pada atasan berbahan rajut berwarna pink, dan celana jeans panjang berwarna hitam.


Segera ia pun mengenakan pakaian nya dan memoles wajahnya dengan make up. Ia hanya merias wajah dengan riasan tipis.


Setelah selesai ia pun memutuskan untuk menunggu Jack diruang keluarga nya.


Jam telah menunjukan pukul tujuh tepat.


"Hah, apa dia belum selesai kerja?" Zevina menggerutu, merasa bosan.


Titt


Pintu apartemen nya di buka.


"Oh maaf Zev, aku sedikit terlambat." Ujar Jack menghampiri Zevina terburu buru.


"Kau ini. Aku bisa mati karena bosan menunggu mu." Zevina pura pura memarahi Jack.


"Maaf maaf. Kita berangkat sekarang." Jack kemudian menggenggam tangan Zevina dan mereka berjalan beriringan keluar dari apartemen itu.


Saat sudah sampai di mobilnya, Jack segera membuka pintu agar Zevina bisa masuk. Setelah itu dirinya juga masuk kedalam mobilnya, dan langsung melajukan mobilnya menuju ke restoran yang sudah dipilih Raina.


"Kau tidak menjemput Raina dulu?" Ditengah perjalanan Zevina bertanya pada Jack.


"Tadi aku menyuruh Roy menemani nya disana?" Jack menjawab.


"Hah? Jadi kita juga akan makan bersama nya?" Zevina bertanya sedikit kaget mendengar perkataan Jack.


"Hem. Sebenarnya aku tidak ingin mengajaknya, tapi tadi Raina meminta ku untuk mengajaknya. Kau tahu kan aku tidak bisa menolak Raina jika itu sesuatu yang bisa aku lakukan." Jack menjelaskan.


Zevina mengangguk mengerti.


Empat puluh lima menit perjalanan akhirnya mereka sampai di sebuah restoran mewah.


"Mari." Jack mengulurkan tangan nya untuk menyambut Zevina turun dari mobil.


Zevina menerima uluran tangan nya dan tersenyum.


"Kenapa tidak bilang kita ke tempat seperti ini?" Zevina mengomel merasa aneh dengan penampilan nya yang tidak cocok dengan tempat yang ia datangi.


"Haha sudah lah. Penampilan tidak penting. Yang terpenting isi dompet." Jack berkelakar dan mendapat pukulan dari Zevina.


Mereka pun masuk ke dalam dengan Jack yang setia menggenggam tangan Zevina. Tidak ada maksud lain, Jack hanya menjaga Zevina.


"Silahkan duduk." Jack menarik kursi kosong disamping Raina untuk Zevina.


"Terima kasih." Zevina pun duduk dan langsung mendapat pelukan dari Raina.


"Mommy, I miss you." Raina berkata sambil menggoyangkan badan nya yang memeluk Zevina.


"Apa kabar adik bayi ku hari ini?" Raina berbicara dengan perut Zevina.


"Aku baik kakak Raina. Hari ini aku tidak membuat mommy muntah di pagi hari." Zevina menirukan suara anak kecil.


Raina tertawa.


"Raina, kau tadi sudah memesan makanan nya?" Jack bertanya pada putrinya.


"Sudah Dad." Raina menjawab antusias.


Roy hany diam menyaksikan kehangatan mereka yang tampak seperti sebuah keluarga kecil bahagia.


Tak lama menunggu pesanan mereka pun datang. Setelah pelayan menata semua makanan dengan rapi di atas meja mereka, mereka pun menyantapnya perlahan.


"Bagaimana Zev? Kau suka?" Jack bertanya dan Zevina hanya mengangguk.


"Makan yang banyak agar bayi mu sehat." Jack menasehati dan Zevina kembali mengangguk.


Roy tetap diam, tidak ingin bersuara. Hanya sibuk menyantap makanan nya.


"Um, aku harus ke toilet sebentar." Zevina bangkit dari duduknya dan berjalan menuju toilet.


Segera ia masuk kedalam toilet dan menuntaskan hajat nya yang ingin buang air kecil tadi. Setelah selesai ia pun segera mencuci tangan nya dan memperbaiki sedikit riasan wajah nya. Selesai, ia pun memutuskan kembali ke meja tempat yang lain menunggu nya.


Bukkk


...~ To Be Continue ~...