IF LOVE

IF LOVE
If Love 27



"Jack aku ingin resign." Ucap Zevina tanpa melangkah masuk kedalam ruangan itu.


"Kau ingin resign?" tanya Jack mengernyitkan kening nya pura pura tidak mengerti.


"Ya Jack. Aku ingin resign." Zevina kembali mengulangi perkataan nya dan menekan setiap katanya.


"Baiklah. Tapi masuklah dulu. Dan kita bicarakan semua nya dengan baik." Jack memberi syarat pada Zevina dengan suara yang sangat lembut.


Zevina pun akhirnya memutuskan untuk masuk kedalam walaupun perasaan nya sedikit tidak nyaman.


#####


"What? Ya ampun, kenapa ponsel Zevina bisa tertinggal disini?" tanya Darvin berbicara pada dirinya sendiri saat melihat ponsel Zevina tertinggal di kursi mobilnya.


"Sebaiknya aku segera kembali dan memberikan ponsel nya. Dia pasti sangat membutuhkan ini nanti." Ucap nya lagi.


Ia pun kemudian memutar setir mobilnya dan kembali menuju ke perusahaan Jack.


#####


"Duduklah." Titah Jack ketika melihat Zevina masih berdiri.


Zevina pun mau tidak mau akhirnya duduk.


"Apa yang membuat mu ingin resign Zev?" tanya Jack lembut kemudian duduk di samping Zevina.


Didalam ruangan itu hanya ada dua sofa panjang dan lebar yang sedikit menyerupai tempat tidur. Masing masing sofa diletakkan terpisah di sudut ruangan.


"Alasan pribadi." Zevina menjawab dengan asal.


"Minumlah." Jack memberikan segelas anggur merah pada Zevina.


"Ini surat resign ku." Ucap Zevina sambil mengambil surat resign nya dan menyerahkan nya pada Jack, tanpa menerima anggur yang dipegang Jack.


"Jangan terburu buru. Minumlah dulu." Ucap Jack memaksa Zevina menerima anggur ditangan nya. Ia tidak ingin menerima surat resign Zevina.


Zevina mau tak mau pun menerima anggur dari tangan Jack. Ia menempelkan bibir nya kemulut gelas itu berpura pura meminum nya.


"Apa kau merasa disini sedikit panas?" tanya Jack sambil membuka jas nya dan duduk lebih mendekat pada Zevina.


"Tidak, aku merasa disini biasa saja." Ucap Zevina bergeser sedikit.


"Tapi entah kenapa aku merasa panas." Ucap Jack lalu melepaskan kemeja nya hingga kini ia bertelanjang dada dan semakin duduk mendekat pada Zevina.


"Jack disini tidak panas. Lagipula untuk apa kau membuka baju mu?" Zevina berkata dengan suara meninggi.


"Aku hanya merasa panas." Ujar Jack lagi dan lagi lagi mendekati Zevina.


Tangannya mulai menyentuh paha Zevina di balik rok. Zevina tidak terima dan langsung menepis kasar tangannya. Ia kemudian berdiri dari duduk nya.


"Aku hanya ingin menyerahkan surat resign ku. Tidak lebih." Ucap Zevina menyimpan surat resign itu disamping Jack dan berjalan menuju pintu. Jack hanya menyeringai.


"Sial." Batin Zevina saat ia gagal membuka pintu untuk keluar padahal ia tidak melihat Jack menguncinya.


"Pintu itu akan otomatis terkunci saat ditutup dan hanya sidik jari ku yang dapat membuka nya." Ucap Jack sombong.


"Buka pintu nya Jack." Zevina membentak Jack. Tentu saja Jack tidak akan mendengar nya.


"Duduklah disini saja. Aku berjanji tidak akan macam macam. Kita bicarakan baik baik." Jack melambaikan tangannya lalu menepuk tempat kosong disamping nya.


Akhirnya Zevina memilih untuk duduk. Namun duduk di ujung sofa dan sangat jauh dari Jack. Akhirnya Jack memutuskan untuk mendekat.


"Tidak perlu jual mahal seperti ini Zev. Aku tahu kau menginginkan ku. Setiap perempuan akan dengan mudah tergoda hanya dengan menatap ku." Lagi lagi Jack menyombongkan diri.


Ia kini duduk sangat dekat bahkan menghimpit tubuh Zevina.


"Menjauh dari ku Jack." Ucap Zevina mendorong Jack agar menjauh.


Bukan mendengar, Jack malah menarik kaki Zevina hingga Zevina terbaring disofa dengan kasar.


"Kau ingin resign bukan?" tanya Jack menyeringai.


Zevina hanya mengangguk.


Spontan ia langsung ******* bibir Zevina dan satu tangannya berusaha membuka kancing kemeja Zevina.


"Argh." Jack mengerang kesakitan saat Zevina menggigit bibirnya dan menendang perutnya.


Segera Zevina bangkit dari posisinya dan berlari untuk menggedor pintu, berharap ada seseorang yang mendengar nya dan mau menolong nya.


"Percuma saja kau berteriak, tidak akan ada yang mendengar mu. Ini adalah ruangan pribadi ku, jadi tidak akan ada yang akan kesini selain diri ku." Jack berkata sambil berjalan mendekati Zevina.


"Menjauh dari ku Jack." Titah Zevina dengan suara bergetar. Ia mulai ketakutan.


Ia berusaha untuk menghindar sebisa mungkin.


"Apa Darvin mu itu masih akan menerima mu setelah kau ku nikmati?" Tanya Jack dengan ekspresi mengejek. Jack terus berjalan dengan pelan mendekati Zevina. Rasanya senang sekali bermain main seperti ini.


"Tidak, aku percaya Darvin akan datang menolong ku." Ucap Zevina terus dan terus menghindar dari Jack.


"Hahaha. Setidaknya mari kita bersenang senang dulu sebelum kau resign. Biarkan aku memberi mu bayi lucu si rahim mu." Ujar Jack. Ia semakin mempercepat langkahnya.


Hingga akhirnya ia dapat menangkap Zevina. Dengan gerakan cepat ia langsung menggendong Zevina dan melempar nya dengan sangat kasar keatas sofa. Ia mengoyak paksa pakaian Zevina hingga hanya tersisa pakaian dalam saja.


"Wow, ternyata isi didalam nya sangat indah." Ucap Jack menelusuri belahan Dada Zevina dengan jari telunjuk nya.


Tanpa menunggu atau meminta ijin ia langsung mencumbu Zevina dan meremas dada nya. Zevina terisak. Jack menahan setiap bagian tubuh nya hingga ia tidak bisa bergerak.


"Hentikan Jack, aku mohon Hikss." Ucap Zevina terisak.


Jack tidak mendengar nya. Ia benar benar gelap mata. Kini ia menelusuri milik Zevina dengan jari jari nya. Zevina semakin menangis ketakutan.


"Aku akan pastikan Darvin tidak akan pernah menginginkan mu lagi dan pada akhirnya kau hanya bisa memohon untuk bertahan menjadi wanita ku." Ucap Jack terus memainkan jari nya.


"Darv, aku mohon tolong aku." Batin Zevina. Walau sepertinya tidak mungkin, tapi tidak ada salah nya dia berharap sebentar.


Jack kemudian mengoyak paksa pakaian dalam bagian bawah milik Zevina. Kemudian ia juga membuka celana nya dan pembungkus didalam nya.


"Sial, ini indah sekali." Ucap Jack.


Dengan gerakan cepat ia hendak menyatukan miliknya.


Brakkkk


Pintu ruangan Jack dirusak paksa dan pelakunya adalah Darvin.


"Sialan." Ucap Darvin geram. Ia menarik Jack menjauh dari tubuh kekasih nya.


Langsung ia menghantam Jack dengan pukulan bertubi tubi. Sedangkan Zevina hanya meringkuk di sofa dan menangis ketakutan.


"Darv ... " Zevina memanggil Darvin dengan suara lemah.


Darvin segera menghentikan hantaman nya pada Jack dan beranjak mendekati Zevina dengan tatapan membunuh. Dengan segera ia menutupi tubuh Zevina menggunakan mantel yang ia kenakan. Dan ia membawa Zevina menuju mobilnya tanpa peduli Jack masih hidup atau mati.


Ia mendudukan Zevina dengan hati hati didalam mobil, kemudian ia mengitari mobilnya dan masuk duduk di kursi pengemudi. Zevina duduk meringkuk ketakutan disudut pintu mobil.


Segera Darvin melajukan mobilnya dan kembali ke apartemen. Setelah sampai, ia langsung turun dan berlari kearah walaupun bukan Zevina yang bersalah. Tapi Darvin yang sekarang berusaha untuk mengerti dan merubah cara pandang nya terhadap kekasihnya.


"Maafkan aku Darv." Ucap Zevina lagi.


"Baiklah, aku memaafkan mu. Tapi ijinkan aku untuk menghapus jejak sialan itu dari tubuh mu." Pinta Darvin geram. Ia melepaskan pelukan nya dan menatap dalam mata Zevina.


Zevina hanya mengangguk. Baginya hanya Darvin yang berhak atas setiap inci tubuhnya. Hanya Darvin yang berhak meninggalkan jejak di tubuhnya. Dan untuk Darvin ia rela melakukan apapun.


Setelah mendapatkan persetujuan dari Zevina, Darvin kemudian membuka kemeja yang ia kenakan. Lalu ia mulai mencumbu lembut tubuh kekasihnya untuk menghapus jejak yang ditinggalkan oleh Jack.


*******


Tinggalkan komentar, like, vote, dan favorit cerita nya yah.


Makasih buat dukungan kalian yang sangat berarti itu.


Salam sayang dan selalu jaga kesehatan.