
~ Mampir di " Truth Or Dare? (Terjebak Cinta Pembunuh Psikopat) " juga yuk. Jangan lupa tinggalkan komentar dan like yah.~
...~ Happy Reading ~...
.
.
.
Roma, Italia
"Tuan." Sapa Keanu yang baru memasuki ruangan Derex.
"Kenapa mengganggu?" Tanya Derex kesal, pasal nya Derex sedang beradegan romantis dengan istri tercinta nya.
"Maaf Tuan." Ucap Keanu menahan senyum.
"Ini juga bukan pertama kali Tuan." Batin Keanu seolah senang jika bisa mengacaukan hari baik Tuan nya.
"Sayang, kau teruskan saja pekerjaan mu. Aku akan menunggu mu. Aku menemani Derice bermain dulu." Ucap Alice lalu turun dari pangkuan suaminya, mengecup pipi Derex lembut lalu berjalan keluar.
Saat berpapasan dengan Keanu, Alice menatapnya dengan tatapan membunuh sedangkan Keanu hanya tersenyum tanpa rasa bersalah.
"Ada apa?" Tanya Derex serius lalu membakar sebatang rokok dan menghisapnya dalam.
"Maaf Tuan, sepertinya ada masalah dengan Nona Zevina." Ucap Keanu sedikit takut.
Wajah Derex yang tadi sedikit ramah kini berubah menyeramkan.
"Katakan terus terang." Titah Derex memukul kuat meja nya.
"Anak buah ku yang berada di sekitar apartemen Nona Zevina menyampaikan bahwa sudah dua hari ini Nona Zevina tak tampak beraktivitas dan unit apartemen nya sangat sunyi. Sedikitpun suara tidak terdengar Tuan." Ucap Keanu serius.
"Bagaimana dengan Jack?" Tanya Derex kembali.
"Kemarin Jack sempat terlihat mengunjungi apartemen Nona Zevina, namun keluar lagi tanpa hasil apapun. Sepertinya Jack juga tidak dapat bertemu Nona Zevina, Tuan." Keanu kembali menyampaikan kebenaran.
"Dua malam lalu terakhir kali Jack mengantarkan Nona Zevina pulang dan setelah itu keanehan itu terjadi Tuan." Ucap Keanu lagi.
"Sialan." Derex melempar asbak mahal nya yang berlapis permata hingga pecah berserakan di lantai.
"Siapkan segala nya. Kita akan segera menjemput adik ku." Perintah Derex mutlak.
"Baik Tuan." Keanu mundur keluar dari ruangan Derex dan segera melaksanakan perintah dari Derex.
"Daddy." Derice masuk berlari menghampiri Ayahnya diikuti oleh Alice.
"Hei boy." Derex menggendong putranya dan berusaha menahan amarah nya. Bagaimana pun putranya masih kecil.
"Ada apa sayang?" Alice bertanya cemas pada suaminya.
Alice sangat mengenal setiap raut wajah suaminya.
"Zev in danger." Ucap Derex menahan geram.
Alice segera meraih putranya dari gendongan Derex.
"Derice, Daddy harus pergi bekerja sebentar. Jadi untuk sekarang kau harus bermain dengan Mommy dulu, okay." Ucap Alice membujuk putranya.
Derex bersyukur disaat genting seperti ini, istrinya sangat peka dan pengertian.
"Yes Mom." Ucap Derice kecil mengangguk.
"Berhati hatilah sayang." Ucap Alice mengingatkan suaminya.
"Tunggu kami kembali sayang." Ucap Derex mengecup kening istrinya penuh cinta kemudian pipi gembul putranya.
Alice pun memutuskan untuk membawa putra mereka keluar dari ruangan Derex.
Sepeninggal Alice, Derex segera menuju ke ruang pribadi lainnya yang masih didalam ruang kerja nya itu.
Ruangan khusus yang menyimpan berbagai pasokan senjata api.
Derex memilih beberapa yang akan ia bawa untuk menyelamatkan adik nya.
"Siap siap saja kau Roy. Ataupun juga kau Jack yang mungkin sedang bersandiwara. Siapapun diantar kalian yang mencoba menyakiti adik kecil ku dan keponakan ku, aku tidak akan membiarkan kalian hidup. Tidak akan pernah sekalipun kalian memohon untuk itu. Aku pastikan neraka akan menyambut kalian." Ucap Derex penuh amarah sambil merakit senjatanya.
Tapi sungguh Derex, Jack tidak bersalah.
#####
"Dad, bagaimana kabar Mommy Zevina?" Raina merengek dari kemarin ingin bertemu Zevina.
"Sabar sayang. Dad sedang berusaha mencari nya." Ucap Jack menahan geram.
Sejak Jack mengantarkan Zevina pulang malam itu, keesokan harinya Jack tiba tiba saja tidak dapat menghubunginya. Mendatangi apartemen Zevina juga tidak ada hasilnya, bahkan password apartemen Zevina sudah diganti.
"Daddy aku ingin bertemu Mommy Zevina." Raina kembali merengek.
Astaga, entah kenapa Raina juga dua hari ini sangat manja dan selalu merengek.
Raina menangis mendapat bentakan dari Jack.
"Oh my." Jack mengusap kasar wajah nya.
"Baiklah baiklah. Kita pergi ke apartemen Mom Zev sekarang." Ucap Jack pasrah. Ia tidak sanggup jika putrinya terus menangis.
Mau tidak mau Jack membawa Raina pergi ke apartemen Zevina.
Sepanjang perjalanan Jack mencoba menghubungi ponsel Zevina namun selalu tidak terhubung.
"Zev, kau dimana? Ya ampun." Jack menggeram dan memukul kuat setir mobilnya beberapa kali.
Frustasi, sudah dua hari ini berusaha menghubungi Zevina tapi tidak bisa.
Bukan apa, Zevina benar benar sudah dianggap seperti adik nya sendiri. Jadi wajar saja jika seorang kakak sangat khawatir saat adik nya tiba tiba menghilang dan tidak dapat dihubungi.
Sampai di apartemen Zevina. Jack segera menggendong Raina dan berlari masuk kedalam lift untuk mencapai unit Zevina.
Saat sampai di depan pintu unit apartemen Zevina, Roy menurunkan Raina dan kembali mencoba menekan password pada pintu apartemen Zevina namun sayang, lagi lagi gagal.
Ia mencoba menekan bel nya, namun sama saja tidak ada jawaban.
"Dad, Mommy Zevina." Raina kembali merengek.
"Kau lihat bukan? Daddy tidak berbohong Raina." Ucap Jack lemah.
Pikiran nya benar benar kalut sekarang.
"Uncle Roy." Pinta Raina mengingatkan Jack.
"Sial, kenapa aku tidak mengingat bajingan itu." Geram Jack dalam hati.
Jack kembali meraih ponselnya dari saku celana nya dan mencoba menghubungi ponsel Roy.
Roy yang pastinya berada di dalam apartemen Zevina memilih untuk mengabaikan panggilan Jack.
Seru bagi Roy bermain main seperti itu.
"Tidak ada jawaban." Batin Jack.
Jack mencoba menempelkan telinganya pada pintu apartemen Zevina berharap mendengar sesuatu, namun nyatanya sangat sunyi.
"Tuan, ada apa?" Tanya seorang pria yang sebenarnya adalah bawahan Keanu yang kebetulan sengaja bertetangga dengan Zevina.
"Entahlah. Teman ku nama nya Zevina. Dia tinggal di sini, tapi dua hari ini aku tidak bisa menghubungi nya sama sekali. Dan lagi apartemen nya terlalu sunyi juga password nya yang mendadak diganti." Ucap Jack.
"Teman pria yang tinggal bersama nya juga tidak tampak keluar ataupun masuk Tuan." Ucap bawahan Keanu pada Jack.
Jack semakin geram.
Ia meraih ponselnya hendak menghubungi polisi namun bawahan Keanu menghentikan nya.
"Sebaiknya kita tunggu kakaknya datang saja Tuan." Ucap bawahan Keanu. Ia tahu Derex sangat malas berurusan dengan polisi.
"Zevina punya kakak?" Tanya Jack bingung dan bawahan Keanu mengangguk.
"Kau kenal?" Tanya Jack lagi.
"Aku pernah bertemu beberapa kali." Ucap bawahan Keanu berbohong.
"Kau bahkan juga mengenal nya Tuan." Batin bawahan Keanu.
"Zev punya kakak, tapi kenapa dia tidak pernah menceritakan pada ku?" Jack bertanya bingung dalam hati.
"Ya sudah, aku pergi dulu. Jika ada sesuatu yang kau ketahui atau kau temui aku mohon tolong hubungi aku." Ucap Jack lalu menyerahkan selembar kartu nama pada pria itu.
"Baik Tuan." Ucap bawahan Keanu sedikit menunduk sopan.
Jack pun segera kembali menggendong Raina dan pergi dari tempat itu.
...~ To Be Continue ~...
******
Bocoran : Next Part Derex nyelamatin Zev.
Like dan komentar jangan lupa yah.
Makasih.
Selamat menjalani ibadah puasa hari ini.
Lancar sampai berbuka ya.
Selamat hari minggu.