IF LOVE

IF LOVE
Secuil Kisah Tentang Dave



Dave Alexon adalah seorang anak lelaki berusia tujuh tahun. Ia adalah putra dari seorang pengusaha bersama seorang model yang sudah mulai tidak terkenal.


Tidak banyak yang mengetahui jika dirinya adalah anak haram. Ayahnya terpaksa menikahi Ibunya karena Ibunya sudah melahirkan dirinya yang saat itu sudah berusia satu tahun.


Ibu dan Ayahnya sama sekali tidak peduli padanya. Ibunya seringkali membawa kekasihnya kerumah dan melakukan hubungan terlarang yang seringkali dipergoki oleh Dave dan Dave merekamnya untuk diadukan pada Ayahnya.


Ayahnya yang sering mendapat aduan seperti itu sama sekali tidak peduli. Pertama karena ia tidak mencintai Ibunya dan yang kedua, Ayahnya pun mempunyai wanita lain diluar sana.


Hari ini Dave sangat marah saat dirinya mendapat tamparan dari teman satu kelasnya bernama Arvina karena ia mencium kembaran Arvina yang bernama Arzena.


Dave memang sudah berumur tujuh tahun, namun ia ngotot ingin bersekolah di PAUD agar mendapat teman. Selama ini ia tidak pernah dibawa kemanapun oleh orang tua nya.


Hanya sang Paman yang sering mengurusnya, namun sang paman pun berada jauh dari dirinya karena menetap di Australia.


Segala hal berkaitan dengannya selalu pamannya yang mengurusnya.


Mulai dari nafkah hingga sekolah.


Orang tua nya benar benar tidak peduli padanya.


"Mom, aku ingin pindah sekolah." Pinta Dave duduk di tepi bawah ranjang Ibunya yang sedang melakukan hal panas dengan kekasihnya.


"Urus saja sendiri. Atau minta pada paman mu seperti biasanya." Ucap Ibunya tanpa memikirkan perasaannya.


Dave pun beranjak dari kamar terkutuk itu.


Ia duduk disofa ruang keluarga nya dan menengadahkan wajahnya menatap langit langit rumahnya.


Tak sadar air matanya menetes.


"Aku membenci kalian. Aku benci pada mu Dad. Aku terlebih membencimu Mom. Aku tidak minta dilahirkan tapi kenapa kau mau melahirkanku lalu menghukum ku seperti ini?" Teriak Dave dalam hati.


"Aku tidak punya orang tua. Yang aku punya hanya seorang paman." Ucap Dave lalu meraih ponselnya untuk menghubungi sang paman.


"Uncle, kau ada dimana?" Tanya Dave.


"Uncle saat ini ada di London. Baru saja bertemu dengan klien dan akan kembali ke hotel. Malam ini mau makan malam bersama?" Tanya sang paman penuh kasih sayang.


"Em..ada yang ingin aku bicarakan." Ucap Dave dan langsung mematikan panggilannya.


Dave memilih keluar dari rumahnya dan pergi walaupun tidak tahu harus dan ingin kemana.


Ia terus melangkah hingga akhirnya sampai disebuah taman bermain untuk anak-anak. Ia memilih duduk di salah satu ayunan.


"Hidup ini melelahkan dan membosankan jika menjadi orang baik. Saat besar nanti aku akan menjadi orang jahat dan membalas semua rasa sakit dan derita ku." Gerutu Dave memandangi langit yang tampak mendung.


"Hei." Suara seorang anak gadis terdengar nyata disamping nya.


Dave perlahan menoleh untuk melihat pemilik suara yang itu.


"Arvina?" Gumam Dave tak percaya.


Arvina memilih duduk di ayunan kosong di sampingnya.


"Maafkan aku karena menampar mu tadi. Aku hanya menjaga adik ku." Ucap Arvina tulus.


Dave tidak menjawab.


"Kau itu anak yang cerdas dan baik. Aku juga tidak ingin kau menjadi anak yang tidak sopan." Ucap Arvina lagi membuat Dave tersentuh.


Pertama kali ada yang mengatakan dirinya adalah anak baik selain pamannya.


"Tapi aku ingin menjadi orang jahat saat aku dewasa nanti." Ucap Dave serius.


"Kau ini tidak boleh berbicara seperti itu. Daddy ku bilang kata kata itu seperti doa. Maka dari itu ucapkanlah kata kata yang baik." Protes Arvina.


Dave tampak berpikir.


"Aku ingin Arvina menjadi milikku satu satunya. Aku ingin Arvina menikah dengan ku saat dewasa nanti. Aku akan mendapatkan Arvina bagaimana pun caranya. Aku tidak akan mengijinkan Arvina menjadi milik orang lain." Ucap Dave tanpa dosa.


Arvina mendengus kesal.


"Itu adalah kata kata baik untukku." Ucap Dave terkekeh kecil.


"Hah, terserah kau saja." Ketus Arvina pasrah.


"Kenapa kau bisa disini? Orang tua mu tidak mencari mu?" Tanya Dave pada Arvina.


"Rumah ku di dekat sini. Aku sudah meminta ijin tadi. Aku hanya merasa bosan saja. Maka dari itu aku keluar untuk mencari udara segar." Jawab Arvina.


Dave mengangguk.


"Aku akan pindah. Aku akan ikut pamanku ke Australia." Ucap Dave dengan penuh keyakinan.


"Hati hati disana. Jadilah anak yang baik. Jangan menyusahkan paman mu." Ucap Arvina menasehati Dave.


"Apa kau juga menganggap ku hanya menjadi beban?" Tanya Dave sendu.


"Untuk apa aku menganggapmu beban? Setiap anak adalah anugerah. Kau juga. Hanya saja mungkin orang tua mu yang tidak menyadari hal itu." Ucap Arvina sekali lagi membuat Dave merasa tersentuh dan nyaman.


Rasanya, tekad untuk mendapatkan Arvina saat dewasa nanti semakin besar dan menjadi jadi.


"Hah, sudahlah. Karena aku tidak membawa payung, aku harus pulang sekarang atau Mom akan khawatir nanti." Ucap Arvina lalu turun dari ayunan nya.


"Ini untukmu sebagai permintaan maaf ku." Ucap Arvina melepas ikat rambutnya dan memberikan pada Dave.


"Terima kasih." Ucap Dave langsung memeluk Arvina.


"Sudah jangan cengeng. Berjuanglah agar kau bisa hidup lebih baik. Sekali lagi aku minta maaf." Ucap Arvina.


CUP


Arvina mengecup pipi Dave.


"Aku pulang. Jika Tuhan dan takdir mengijinkan, maka kita akan bertemu lagi saat dewasa nanti." Ucap Arvina tanpa dosa dan langsung berlari kecil untuk pulang kerumah nya.


Sepeninggal Arvina, Dave setia menatap ikat rambut yang Arvina berikan padanya.


Seringai tipis tersungging di bibirnya.


"Kau yang memberi harapan padaku. Kau yang membuatku menginginkan mu. Maka jangan salahkan aku jika nanti aku akan mendapatkan dirimu dengan cara apapun." Ucap Dave datar.


Tet tet


Terdengar bunyi klakson mobil.


Dave menengok kearah suara dan ternyata pamannya.


Dave segera berlari dan masuk kedalam mobil pamannya.


"Mau makan apa boy?" Tanya Pamannya mengacak-acak rambutnya gemas.


"Terserah uncle saja." Ucap Dave tersenyum.


"Baiklah. Kita akan makan seafood kesukaanmu." Ucap sang paman semangat.


Dave hanya mengangguk dan tersenyum.


"Uncle, aku ingin ikut uncle ke Australia saja." Pinta Dave tanpa basa basi.


...~ To Be Continue ~...


######


Nanti klo kisah Twins dan Dave udah aku publish, aku bakal kasih tau.


Kisah mereka sementara sampai disini saja..


Terima kasih untuk yang selalu setia..