IF LOVE

IF LOVE
If Love 62



[ Yuk, mampir dan ramaikan karya ku yang judulnya "Truth Or Dare? (Terjebak Cinta Pembunuh Psikopat) " Jika sudah hadir jangan lupa tinggalkan like, komentar, dan favorit cerita nya. Makasih.]


...~Happy Reading~...


.......


.


.


.


.


Satu minggu telah berlalu sejak Zevina masuk ke rumah sakit.


Zevina sebenarnya sudah membaik dan dokter sudah mengijinkan nya pulang. Tapi Derex mengatakan itu semua hanya akal akalan nya saja dan memaksa Zevina tetap dirumah sakit.


Hari ini Zevina sudah tidak tahan lagi.


Ia sudah mempersiapkan cara agar bisa memaksa Derex untuk mengijinkan nya keluar dari rumah sakit.


"Hei little." Sapa Derex yang baru saja datang bersama Keanu dibelakang nya.


Zevina tidak menjawab. Ia menatap Derex dengan wajah yang dibuat sesedih mungkin.


"Hei, kau kenapa? mana yang sakit?" Tanya Derex khawatir sambil memeriksa bagian tubuh Zevina.


"Otak ku yang sakit. Aku stres disini terus. Aku ingin keluar." Pinta Zevina dibuat sekasihan mungkin.


"Tapi little, kau masih belum sehat." Derex berusaha membujuk Zevina.


"Derex aku mohon. Dokter mengatakan kondisi ku sudah membaik. Kandungan ku juga sudah tidak bermasalah." Zevina berusaha meyakinkan Derex.


Derex diam, sedang menimbang perkataan Zevina.


Zevina tahu Derex pasti akan kembali mencari alasan untuk memaksa tinggal di rumah sakit.


Terpaksa Zevina mengeluarkan rayuan terakhir yang sekaligus menjadi pilihan nya dan sudah ia pikirkan matang matang.


"Derex, jika kau mengijinkan ku keluar dari rumah sakit ini, aku janji aku akan ikut pulang ke Italia bersama mu." Jurus terakhir Zevina.


Wajah Derex langsung berbinar mendengar perkataan Zevina.


"Baiklah. Aku akan segera mengurus segala administrasi nya." Ucap Derex semangat.


Zevina tersenyum manis.


"Tapi kau tidak mencoba membohongi ku kan?" Tanya Derex menyelidik.


"Tidak Derex. Mana mungkin aku membohongi mu, melihat tato mu saja membuat ku ngeri. Takut jika nanti kau akan membunuh ku." Ucap Zevina menyindir kakak nya.


"Jika kau tidak suka pada tato ku, aku bisa menghapus nya. Tapi satu hal kau harus ingat little, sebersalah apapun kau pada ku, aku tidak akan pernah membunuh mu. Kau adalah nyawa ku." Ucap Derex serius menangkup wajah adiknya.


"Aku juga ingin seperti itu Tuan." Batin Keanu melihat kemanisan kakak adik itu.


"Baiklah baik. Kau yang terbaik Derex." Ucap Zevina kemudian mengecup singkat pipi kakak nya, membuat senyuman Derex mengembang sempurna dan Keanu melotot tidak percaya melihat senyum Derex.


"Apa kau bersikap semanis ini pada istri mu juga?" Tanya Zevina penasaran.


"Tidak." Jawab Derex singkat.


"Kenapa?" Zevina kembali bertanya.


"Karena dia orang asing yang masuk kedalam hidupku dan mungkin saja suatu saat akan kembali menjadi orang asing. Tapi kau dan aku, di tubuh kita mengalir darah yang sama." Ucap Derex tegas.


Hah


Zevina menghela nafas kasar.


Keanu hanya tersenyum mendengar Zevina yang begitu dewasa dan begitu berani menasehati Derex sedangkan Alice saja tidak berani melakukan itu.


"Derex, aku yakin istri mu pasti sangat mencintaimu sekalipun kau dingin terhadapnya. Cinta tidak hanya bicara urusan ranjang saja. Tapi banyak hal. Aku yakin istri mu memilih bersabar menghadapi dinginnya dirimu daripada harus bertengkar dengan mu dan membuat mu jenuh. Dia memilih untuk mengerti dirimu. Kau tidak bisa egois selamanya Derex. Putra mu semakin bertumbuh dan pasti akan banyak meniru sifat dan perilaku dari mu. Berikan dia contoh yang baik. Mungkin istri mu saat ini memilih bertahan selama bertahun tahun, tapi tidak tahu nanti Derex. Setiap manusia punya batas nya." Ucap Zevina panjang lebar menasehati kakak nya.


Derex terdiam menatap dalam adik nya. Ia merenungkan setiap perkataan Zevina. Jika dipikir ulang, semua yang dikatakan Zevina memang benar.


Alice sangat sabar menghadapi nya, menunggunya hingga punya waktu senggang, walau tidak jarang Alice terpaksa harus turun tangan memaksa nya.


Banyak hal yang mungkin sudah Alice pendam dan ingin Alice ceritakan tapi Alice memilih tidak mengganggu nya. Jika bersama pun mereka hanya saling memuaskan hasrat yang terpendam, jika berbicara pun mereka hanya akan membahas tentang pertumbuhan putra mereka.


Tidak pernah Derex bertanya sekalipun tentang istrinya. Derex memang mencintai Alice sangat. Hanya saja Derex terlalu dingin dan kaku jika menyangkut soal perasaan.


"Belum terlambat untuk memulai semuanya dari awal. Serahkan pada ku. Kau sekarang punya aku yang akan menjadi api untuk mencairkan mu. Haha. Aku akan membantu mu untuk membuat Alice semakin, semakin, dan semakin menggilai mu. Tidak hanya di ranjang tapi dalam segala hal. Haha." Ucap Zevina semangat sambil tertawa.


"Kau cantik sekali Zev." Batin Keanu yang sedari tadi hanya dianggap patung oleh kakak adik itu.


"Ya sudah, kau makan dulu ini. Aku akan keluar untuk mengurus segala administrasi mu." Ucap Derex memberikan sepiring buah yang sudah ia kupas dan potong tadi pada Zevina.


"Senyum Derex." Titah Zevina saat melihat wajah kakak nya yang tadi tersenyum manis seketika kembali datar saat akan keluar.


Derex tidak menanggapi dan langsung berjalan keluar.


Setelah Derex keluar, akhirnya Keanu punya waktu untuk modus pendekatan pada Zevina.


"Kau tahu Zev, kau adalah orang pertama dan satu satunya yang berani menasehati Tuan Derex." Ucap Keanu semangat.


Zevina hanya tersenyum.


"Nyonya Alice saja tidak pernah berani mengomentari nya tentang apapun." Ucap Keanu kembali.


"Alice sebenarnya bukan tidak berani, aku yakin dia berani. Hanya saja wanita kebanyakan lebih memilih mengalah dan memendam selama masih bisa." Ucap Zevina mengingat hubungan nya dengan Darvin dulu.


"Tapi bukankah sekali dikeluarkan malah akan menjadi bumerang dan sumber kehancuran?" Tanya Keanu ragu.


"Itulah wanita, jika sudah terlalu lelah dan tidak mampu bertahan lagi mereka akan mengeluarkan semua yang mereka pendam sebelum mereka memilih pergi selama nya dari hidup pria mereka." Ucap Zevina.


"Tapi kau malah semakin disakiti, cinta mu malah semakin dalam." Batin Zevina kembali mengingat Darvin.


"Kau hebat Zev. Aku yakin hanya kau yang mampu memberikan perubahan pada Tuan Derex." Ucap Keanu lagi dan spontan tangannya mengacak rambut Zevina namun segera ia lepaskan.


Zevina hanya tersenyum.


"Kau juga harus banyak belajar Ke. Apa lagi kau ini masih lajang." Ucap Zevina yang sebenarnya adalah mengejek Keanu.


"Haha. Kau adalah pendamping ku kelak." Ucap Keanu berkelakar namun memakai hati.


"Lucu." Ucap Zevina menyunggingkan senyuman mengejek.


"Ekhem.." Derex bersuara untuk membubarkan dua orang yang sedang bergosip seru itu.


"Derex, apa sudah selesai?" Tanya Zevina semangat.


"Sudah. Kau bisa pulang sore ini." Ucap Derex kembali tersenyum pada adik nya.


"Berikan senyum mu itu pada istri mu. Aku tidak membutuhkan nya." Ucap Zevina mengomeli kakanya.


"Aku pasrah little. Aku sudah kehilangan wibawa ku sebagai ketua gangster kejam ditangan mu." Ucap Derex menyindir adik nya.


Zevina hanya tersenyum manis dan Keanu selalu mencuri pandang pada Zevina apalagi ketika Zevina tersenyum, itu membuat jantung nya berjoget ria.


...~ To Be Continue ~...


*******


Like dan komentar jangan lupa.


Makasih.