
"Hoam." Zevina menguap saat ia baru saja bangun tidur.
Zevina memutuskan untuk keluar dari kamar nya, dan berjalan kedapur setelah mencuci wajah dan menggosok gigi.
"Oh astaga." Ucap Zevina terperanjat namun suaranya pelan saat melihat Jack yang tertidur dan Raina menimpa tubuh Ayahnya
Dengan langkah seribu ia kembali ke kamar dan berganti pakaian, karena tadi dirinya hanya mengenakan lingerie tipis.
"Bisa bisanya dua makhluk astral itu masih disini." Zevina menggerutu kesal. Padahal ia mengira Jack dan Raina sudah pulang tadi malam, karena sejak dia masuk kamar ia melakukan panggilan video dengan Darvin hingga tertidur.
Kemudian ia berjalan keluar dari kamar, sengaja ia menutup pintu kamarnya dengan kuat niat nya ingin membangunkan Jack dan Raina. Tapi nyatanya korban nya tidak bergeming sama sekali.
"Hei, bangun." Ucap Zevina menepuk kuat pipi Jack.
Jack terperanjat mendapatkan tepukan kuat dari Zevina. Dan Raina hampir jatuh karena pergerakan nya.
"Ya ampun ada apa? Kau mengganggu saja." Ucap Jack mengomel. Sedangkan Raina mengucek matanya.
"Kau lihat sudah jam berapa? Apa kau tidak perlu bekerja?" Zevina bertanya sambil menunjuk ke arah jam yang ternyata sudah menunjukkan pukul sepuluh.
"Astaga." Ucap Jack menepuk kening nya. Ia kemudian meraih ponselnya untuk memeriksa panggilan dari Rick, namun nyatanya ponselnya mati karena kehabisan batrai dan ia tidak sadar.
"Terima kasih atas ijin mu untuk aku dan Raina bisa menginap di sini." Ucap Jack yang entah sejak kapan sudah berada didekat pintu bersama Raina dan masing masing sedang mengenakan sepatu nya.
Setelah selesai mereka langsung meninggalkan apartemen Zevina. Zevina hanya menggeleng melihat kelakuan Ayah dan anak itu.
"Hah, aku harus berbuat apa hari ini? Pasti akan membosankan melewati hari hari kedepan selama Darv tidak disini." Zevina menggerutu sambil menepuk perutnya dan berjalan kedapur.
"Aku ingin sekali makan salad sayuran." Ucap Zevina lagi. Ia pun meraih sayur sayuran yang ia perlukan dari kulkas dan mulai membuat salad yang dia inginkan.
Setelah selesai ia pun membawa salad nya dan menikmati nya sambil menonton televisi. Entah apa yang ingin ia tonton. Ia mengganti channel televisi nya terus, namun tidak menemukan siaran yang tepat.
"Membosankan." Gerutu Zevina.
Ia pun lantas memutuskan untuk membersihkan diri.
"Sebaiknya aku jalan jalan saja. Sudah lama aku tidak menikmati waktu sendiri." Ucap Zevina tersenyum saat ia sudah selesai merias diri didepan cermin.
Zevina : "Sayang, aku akan keluar menghabiskan waktu bersenang senang sendiri." isi pesan yang ia kirim pada suaminya.
Menunggu cukup lama hingga mendapat balasan dari Darvin.
Darvin : "Baiklah sayang. Jaga dirimu." isi balasan pesan Darvin.
Zevina : "Baiklah. Kau juga jaga dirimu. I love you." Zevina kembali membalas.
Darvin : "I love you more." kembali Darvin membalas.
Zevina pun pergi dan memutuskan untuk menikmati hari ini dengan memanjakan dirinya sendiri. Ia mengenakan hoodie oversize dan celana hotpants berbahan denim, tidak lupa sneakers sebagai pelengkap nya. Zevina tampak sangat manis.
Ia memutuskan untuk pergi ke spa dan merelakskan tubuhnya. Setelah selesai ia akhirnya memutuskan untuk berkeliling di mall dan berbelanja.
Ia bersemangat sekali. Ia berjalan menelusuri lorong demi lorong mall yang ia datangi.
Buukk
Tiba tiba ia menabrak tubuh seseorang dengan sangat keras, membuat nya terjungkal dan hampir terjatuh, namun pinggang nya dengan cepat ditahan oleh orang yang ia tabrak. Kantong kantong belanjaan nya jatuh dari genggaman nya ke lantai.
"Wow girl, be careful." Ucap orang itu yang ternyata adalah seorang pria.
Setelah Zevina berdiri agak jauh di hadapan pria itu, ia dapat melihat tato tato menghiasi kedua lengan pria itu.
"Maaf Tuan, aku tidak sengaja. Tadi aku sedang memperhatikan sesuatu." Ucap Zevina membungkuk.
"Santai girl." Ucap pria itu kemudian malah berjongkok dan memungut kantong belanjaan Zevina.
Zevina melongo melihat pergerakan pria itu.
"Bukankah dia ... ?" Pria itu membatin saat melihat jelas wajah Zevina yang gugup juga takut.
"Ini barang barang mu. Berhati hatilah jika sedang berjalan sendirian. Kau tidak pernah tahu orang orang disekitar mu baik atau jahat." Ucap pria bertato itu sambil menyerahkan barang barang Zevina dan disambut oleh Zevina. Lalu ia berbalik meninggalkan Zevina.
"Terima kasih Tuan." Ucap Zevina membungkuk walaupun pria itu tidak melihat nya lagi.
Setelah agak jauh pria itu meraih ponselnya dan memanggil seseorang.
"Selidiki dan cari tahu detail informasi tentang perempuan barusan." Ucap pria itu pada seseorang yang ia hubungi.
...
Setelah mendapat jawaban, ia pun memutuskan panggilan nya.
Zevina masih sedikit deg degan dengan kejadian tadi. Pria tadi tampak menakutkan, tapi suaranya sangat lembut saat berbicara seperti seseorang yang penuh kasih sayang.
"Apa yang pria itu pikirkan? Ah, apa aku akan mendapat masalah?" Tanya Zevina pada dirinya sendiri. Tapi dengan cepat ia menggeleng dan menepis pikiran buruk nya.
Setelah puas berjalan jalan, ia pun memutuskan untuk kembali ke apartemen nya karena hari juga sudah malam. Baru saja sampai di depan apartemen nya, ia melihat sebuket besar bunga mawar merah kesukaan nya tergeletak rapi didepan pintu.
Ia meraih buket bunga itu dengan hati hati setelah terlebih dulu menyimpan barang barang nya di lantai. Ia membuka kartu kecil yang terselip diatas nya.
"I love you and miss you so much." Isi tulisan di kartu kecil itu, dan tertera nama Darvin dibawah tulisan itu. Lama terlena dengan keromantisan suaminya, ia pun akhirnya memutuskan untuk masuk dan memasukkan barang barang nya dengan beberapa kali bolak balik keluar masuk karena barang barang belanjaan nya sangat banyak.
#####
"Apa yang ingin kau sampaikan?" Tanya si pria misterius yang sedang asyik menghisap rokok nya.
"Bos, wanita itu hari ini keluar berjalan sendirian. Aku rasa jika kita memanfaatkan nya akan lebih mudah." Ucap pria dari balik telepon.
"Haha kau bodoh. Aku tidak akan melukai wanita itu jika terpaksa. Aku akan memiliki nya, setelah aku menyingkirkan Darvin Anthony." Ucap pria misterius ini.
"Tapi bos ... " Belum sempat bawahan nya menyelesaikan perkataannya, ia segera memotong.
"Disini aku bos mu. Aku yang membayar mu. Jadi kau hanya perlu melaksanakan apa yang aku perintahkan tanpa menolak atau memberi saran padaku. Aku lebih tahu apa yang aku mau." Ucap pria misterius ini.
"Baiklah bos." Anak buah nya menjawab dengan terpaksa.
"Sebentar lagi. Sebentar lagi Darvin Anthony. Aku akan membantu mu untuk menjemput ajal mu. Bersiaplah. Hahaha." Ucap pria misterius itu dengan diiringi tawa menggelegar yang menakutkan.
******
tinggalkan jejak komentar, like, dan favorit cerita nya setelah kalian selesai membaca ya.
bagikan juga ke teman kalian secara online ataupun offline.
Terima kasih yang sebesar besarnya.