IF LOVE

IF LOVE
If Love 52



NOTE : 21++ (khusus suami istri, area terlarang.)


...Bijak Memilih Bacaan!!!...


°


°


°


°


°


°


°


°


°


°**


Roma , Italia


Derex tampak sedang duduk di ruang kerja nya sambil membaca beberapa dokumen dengan serius. Senyum tak pernah lepas dari wajahnya.


"Sayang, aku tidak pernah melihat mu tersenyum semanis itu pada ku." Alice protes sambil berjalan masuk ke ruangan Derex lalu berdiri dan merangkul suaminya dari belakang.


"Senyum ini tidak sembarangan orang bisa mendapatkan nya sayang." Ucap Derex, wajahnya telah kembali datar.


Ada rasa cemburu di hati Alice, mengingat senyuman Derex untuk wanita lain. Tapi mau bagaimana lagi, ia mencintai Derex dengan seluruh jiwa raga nya, jadi dia tidak boleh egois.


"Ada apa kau kesini?" Derex bertanya menyelidik.


"Kau ini bersikap seolah istri mu ini buronan sayang." Ucap Alice mengecup pipi Derex.


"Tidak, hanya saja kau sangat jarang masuk ke ruangan kerja ku jika tidak ada hal penting." Ucap Derex lalu menarik istrinya agar duduk di atas pangkuan nya.


"Sebentar." Alice kemudian turun dari pangkuan nya dan berjalan kearah pintu lalu mengunci pintu tersebut.


"Kau ingin membunuh ku?" Derex bertanya dengan senyum meremehkan.


"Tidak sayang. Aku ingin lebih dari sekedar membunuh mu." Ucap Alice kembali naik ke pangkuan suaminya dengan posisi berhadapan dan mengapit badan Derex dengan kedua kakinya.


"Aku merindukan mu sayang." Bisik Alice sensual di telinga Derex lalu mengecup sedikit menggigit leher suaminya.


Derex yang terpancing pun, menarik pelan rambut istrinya dan melahap bibir mungil Alice tanpa celah.


"Kau tidak mencoba mencari di luar?" Derex bertanya pada istrinya dan melepas sejenak tautan bibir mereka.


"Tidak. Aku hanya menginginkan mu Derex Austin." Ucap Alice jujur dan Derex pun tahu istrinya tidak pernah berbohong.


"Baiklah. Aku akan memberikan lebih dari yang kau inginkan." Ucap Derex.


Ia kemudian mengangkat tubuh istrinya sambil terus melahap bibir Alice menuju ke ruang pribadi yang masih didalam ruang kerja nya.


Ia membaringkan Alice diatas ranjang dengan lembut, kemudian melucuti pakaian istrinya yang memang saat itu Alice hanya mengenakan lingerie tipis, dan tidak lupa ia juga melepaskan pakaian nya.


"Sepertinya kau sudah mempersiapkan semuanya Nyonya Austin." Ucap Derex setelah melepaskan pakaian mereka.


Alice tersenyum menggoda.


"Aku sudah lama tidak mendapatkan sentuhan mu, tentu saja aku harus mempersiapkan segalanya." Ucap Alice terus menggoda suaminya.


Tangannya bergerak bebas ditubuh Derex, dan Derex membebaskan nya.


"Sayang, bolehkah aku yang memimpin?" Pinta Alice penuh harap pada suaminya.


"Silahkan jika kau sanggup Nyonya Austin." Derex kemudian menggendong tubuh Alice membalikkan posisi nya hingga berada di atas tubuhnya.


Tanpa berkata lagi Alice segera memberi sentuhan panas di setiap titik sensitif suaminya. Derex mencengkeram kuat spray kasur nya, merasakan setiap sentuhan yang diberikan istrinya.


"Kau belajar darimana sayang?" Derex bertanya penasaran, pasalnya dia tahu selama ini istrinya bukanlah wanita liar.


"Kau saja yang tidak pernah memberikan kesempatan pada ku untuk memimpin." Alice menyalahkan suaminya dan perkataan Alice memang benar adanya.


Derex terkekeh dan terus merasakan kenikmatan yang diberikan istrinya, belum menyatu saja sudah panas seperti ini, pikirnya dalam hati.


Tanpa menunggu lama, Alice segera menyatukan dirinya dengan suaminya yang sudah sangat ia rindukan itu.


Derex mengerang nikmat saat Alice menaik turunkan tubuhnya diatasnya.


"Akh Derex.." Alice mendesah menyebutkan nama suaminya.


"Say my name Mrs. Austin." Pinta Derex dengan tangan yang bergerak bebas ditubuh istrinya.


"I love you too." Derex membalas dan terus membiarkan istrinya berbuat semau nya dan bergerak sebebas nya.


Tidak lupa ia terus memberikan sentuhan pada istrinya agar istrinya semakin bersemangat.


Hingga pertarungan terjadi berkali kali dengan Alice mendominan.


"Hah, kau garang sekali sayang." Ucap Derex memuji istrinya, kini Derex menghujam istrinya dari belakang.


"Karena aku sudah lama menahannya Derex." Alice menjawab.


"Maaf sayang. Tapi kau bisa mendapatkan nya diluar sana." Ucap Derex.


Benar, Derex berulang kali memberikan ijin pada Alice untuk mencari kepuasan diluar sana.


"Tidak sayang akh. Untuk apa aku menikah dengan mu dan mempunyai suami jika aku masih harus mencari diluar sana." Alice menggigit bibir bawah nya saat hujaman Derex semakin cepat dan kuat.


"Sayang..argh..aku keluar.." Derex mengerang nikmat bersamaan dengan Alice yang juga mencapai puncak.


Ia kemudian menggendong tubuh Alice keatas ranjang karena tadi mereka bermain di sofa, ia membaringkan tubuh polos Alice diikuti dirinya, lalu menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka.


"Mengapa kau tidak ingin mendapat dari luar seperti wanita kebanyakan yang bahkan suami mereka melayani mereka dengan baik saja mereka masih tidak merasa puas?" Derex bertanya menyelidik.


Istrinya memang sangat setia dan mengabdikan diri hanya pada nya sejak mereka menikah.


"Karena aku mencintai mu Derex. Lebih dari nyawa ku sendiri." Ucap Alice serius dan memeluk erat tubuh Derex.


"Benarkah?" Tanya Derex kembali.


Sejujurnya Derex tidak pernah benar benar percaya pada siapapun, tidak pada Alice, ataupun Keanu.


"Em. Kau bisa tidak percaya pada ku. Tapi aku berkata sejujurnya. Aku merasa menyesal terlambat bertemu dengan mu." Alice membenamkan wajahnya pada dada bidang suaminya dan menghirup dalam aroma tubuh suaminya yang menenangkan itu.


"Aku mencintaimu Alice Austin." Untuk pertama kalinya Derex mengatakan kalimat itu benar benar dari hati.


"Sayang.." Derex menepuk pelan pundak istrinya saat tidak mendapatkan jawaban.


Saat ia menoleh, ternyata istrinya sudah terlelap.


"Sungguh sangat cantik." Derex menatap kagum pada wajah damai istrinya.


"Maafkan aku. Mulai hari ini aku akan benar benar memberikan hati ku untuk mu sayang. Tidak akan ada lagi pembatas diantara kita. Aku mencintaimu dan Derice." Ucap Derex tulus lalu mengecup dalam kening istrinya.


Selama ini Derex memang membatasi dirinya dari istrinya walau ia mencintai Alice. Ia tidak ingin saat istrinya berkhianat ia akan merasa terlalu sakit. Tapi yang ia dapatkan justru berbeda.


Alice sangat setia pada nya dalam hal apapun itu dan senantiasa menunggu dirinya dalam keadaan apapun. Derex selalu nomor satu bagi Alice, dan hari ini Derex mengetahui nya.


"Tapi maaf sayang, kau tidak bisa menjadi nomor satu bagiku. Ada dia yang terlebih penting bagiku, dan aku sudah merindukannya selama dua puluh tahun lebih." Derex berucap dalam hati.


Ia hanya berharap satu hari nanti Alice bisa mengerti dan menerima segala keadaan dan perubahan kedepannya. Semoga saja.


Drrtt drrtt


Ponsel Derex bergetar pertanda panggilan masuk. Tadi ia memang sengaja mematikan dering nya agar tidak mengganggu.


"Ada apa?" Derex bertanya dengan suara datar sambil tangannya mengelus pundak mulus istrinya.


"Maaf Tuan aku mengganggu. Aku baru mendapat kabar bahwa suami Nona Zevina ikut terkorban dalam ledakan tersebut." Keanu menyampaikan pesan nya.


"Kita ikuti saja dulu permainan bajingan itu. Jika dia berani menyakiti Zevina ku satu helai rambut saja, aku akan memotong kepalanya untuk ku berikan pada harimau ku." Derex menahan amarah tidak ingin membangunkan atau menakutkan istrinya.


"Baik Tuan. Saat ini dia juga tinggal bersama Nona Zevina." Keanu kembali berkata.


Derex diam.


"Dan satu lagi, Nona Zevina saat ini sedang mengandung anak dari suaminya, Tuan." Keanu kembali menyampaikan yang ia ketahui.


Derex membulatkan matanya tidak percaya. Bagaimana bisa adiknya mengalami ini? Kehilangan suaminya disaat ia paling membutuhkan kehadiran suaminya.


"Pastikan adik ku tidak dalam bahaya. Untuk sementara jangan melakukan apapun kecuali jika kalian mendapatkan tanda bahaya dari Zevina. Aku juga masih harus memastikan sesuatu yang agak privasi sebelum memutuskan untuk menjemput adik ku." Ucap Derex memberi perintah.


"Baik Tuan." Keanu pun mematikan panggilannya.


"Roy Giant, aku akan mempertimbangkan untuk mengampuni mu dan menutup rapat rahasia mu jika kau benar benar bisa memberikan kebahagiaan pada adik kecil ku. Tapi jika kau menganggu nya atau menyakitinya sedikit saja, maka bersiaplah temui ajal mu." Batin Derex geram.


~ Mau kencan sama Derex ?



******


**Yey, yang kemarin nebak Derex itu kakak nya Zev, kalian bener banget.


Nanti akan ada bagian yang menjelaskan kenapa mereka bisa berpisah sampe puluhan tahun lamanya.


Jadi jangan bosan nungguin kelanjutan nya yah**.