
"Ke, aku mohon jangan seperti ini." Pinta Zevina pada Keanu yang melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Bersyukur Arzevin sudah tertidur dalam pelukan Zevina setelah tadi menangis panjang.
"Aku kenapa Zev? Kita akan menikah sebentar lagi dan kau malah bermain gila dibelakang ku. Bahkan kau juga membawa putra mu." Ucap Keanu geram.
"Aku tidak bermain gila. Dia suami ku, jadi apa salah ku jika aku bersamanya dan membawa putra kami?" Zevina sedikit membentak.
Keanu memukul kuat setir mobil nya membuat Zevina memejam ketakutan.
"Kau tetap salah. Aku tidak masalah jika mungkin kau tidak menerima ku dan tidak berjanji akan menikah dengan ku. Tapi kau sudah menerima lamaran ku dan berjanji akan menikah dengan ku." Ucap Keanu lagi.
Mereka bertengkar hebat, sekali lagi bersyukur Arzevin bukanlah anak kecil yang mudah terbangun jika mendengar suara berisik.
"Aku terpaksa menerima. Kau terus mendesak ku dan mendekati ku dengan segala cara mu. Aku terpaksa menerima lamaran mu karena ku pikir suami ku benar benar telah tiada dan tidak ingin menyakiti mu." Ucap Zevina geram.
Zevina tidak menangis lagi, yang tersisa hanya kemarahan.
Keanu merasakan sakit yang amat sangat saat mendengar semua kejujuran dari bibir Zevina.
"Percuma kejujuran mu sekarang Zev. Mau kau terpaksa ataupun tidak, kita akan tetap menikah. Aku akan mempercepat segalanya dan memajukan nya menjadi minggu depan." Ucap Keanu sinis.
Zevina terbelalak tak percaya.
"Kau tidak bisa memaksa ku seperti ini. Kau sudah melampaui batas mu. Kau yang awal nya berkata tidak akan memaksa ku, tapi pada akhirnya kau yang selalu memaksa ku." Bentak Zevina geram.
Mereka sudah sampai di rumah Derex.
Keanu memarkirkan mobilnya secara kasar.
Ia kemudian turun dan mengitari mobilnya untuk membukakan pintu sebelah Zevina.
Dengan kasar ia menarik satu tangan Zevina setelah mengambil Arzevin dari gendongan nya.
Ia menarik Zevina masuk kedalam kamar.
Berpapasan dengan Derex dan Alice.
"Keanu.." Geram Derex hendak menghajar Keanu yang sudah kasar pada adiknya, namun dengan cepat Zevina menggeleng. Ia tidak ingin ada perkelahian sekalipun ia menginginkan bantuan.
Derex menghentikan langkahnya dan Keanu memberikan Arzevin pada nya.
Keanu kembali menarik tangan Zevina dengan kasar menuju kamar Zevina.
"Kau tetap disini. Jangan pernah berharap aku akan mengijinkan mu bertemu pria brengsek itu." Ucap Keanu kasar menunjuk wajah Zevina.
"Terserah kau Keanu. Terserah. Menikah saja dengan jasad ku minggu depan." Teriak Zevina histeris.
Ia kemudian duduk meringkuk di kaki ranjang nya, menenggelamkan wajahnya diantara lutut nya dan menangis sejadi jadinya.
Timbul rasa iba dihati Keanu, namun tetap saja egonya sangat besar.
"Kau tidak perlu mengancam ku Zevina. Jika kau mati, maka putra mu juga akan menyusul mu." Ucap Keanu mengancam Zevina.
Ia hanya menggertak dan tidak ada niat asli.
"Menurut lah maka semuanya akan baik baik saja." Ucap Keanu.
Ia kemudian keluar dari kamar itu dan menutup pintu dengan sangat kuat. Ia meraih kunci pintu itu yang tergantung di samping pintu kamar Zevina dan mengunci pintu kamar Zevina dari luar.
Segera ia berjalan turun ke bawah dimana Derex sudah berdiri menunggu nya.
"Apa yang terjadi?" Tanya Derex menahan amarah.
"Tuan bisa bertanya pada Zevina. Aku tidak berhak menceritakan yang terjadi. Lebih baik Zevina yang mengatakan nya." Ucap Keanu datar.
"Aku minta maaf, tapi aku mohon untuk kali ini Tuan tidak ikut campur urusan ku sekalipun Zevina adalah adik Tuan. Aku akan menikahi Zevina minggu depan dan diadakan di sini." Ucap Keanu membungkuk.
Derex segera berlari ke kamar Zevina dan membuka pintu kamar adik nya.
Ia melihat adiknya menangis tersedu.
Segera ia mendekap adiknya dalam pelukan nya.
"Apa yang sudah terjadi little?" Tanya Derex pelan.
"Darvin ku sudah kembali. Keanu marah karena aku bersamanya dan tetap memaksa ku menikahi nya." Ucap Zevina tanpa memandang kakaknya.
Derex memejam kuat matanya.
"Bagaimana bisa jadi serumit ini?" Batin Derex geram.
"Sudah jangan menangis lagi. Jika sudah tenang baru kau bicarakan baik baik dengan Keanu." Derex mencoba membujuk adiknya.
Bagaimana pun juga ini masalah pribadi adik nya. Dia tidak bisa terlalu ikut campur.
#####
"Bangsat." Teriak Darvin menghamburkan semua barang barang yang ada di atas meja kerja nya.
"Kau ingin memaksa istri ku untuk menikah dengan mu? Kau tidak akan pernah bisa. Aku akan pastikan kau tidak akan pernah bisa bersama istri ku. Aku pasti akan merebut kembali istri ku dari ku." Ucap Darvin frustasi.
Brakk
Darvin menendang meja kerjanya hingga terbalik.
Ia kemudian meraih ponselnya untuk menghubungi seseorang yang ada dalam perkumpulan aliansi gelap yang biasa ia percayai.
"Kau temukan istri ku. Dan pastikan dia tidak mendapat bahaya sekalipun mungkin dia tidak bisa kabur." Ucap Darvin dengan suara terdengar membunuh.
"Baik Tuan." Jawab orang suruhan nya itu.
Panggilan pun ia matikan sepihak.
"Sayang, kau dan boy harus bersabar menunggu ku sekali lagi." Ucap Darvin menatap wajah cantik istrinya dalam foto di ponselnya yang ia jadikan wallpaper.
#####
"Apa kalian bilang? Anak bodoh yang kejam itu kini sudah memiliki istri dan anak?" Tanya seorang pria paruh baya pada bawahannya yang sedang berdiri di depan nya.
"Benar Tuan." Ucap bawahannya itu.
"Hahaha. Aku sungguh tidak menyangka bahwa pria kejam seperti nya masih ada yang bisa menerima nya." Ucap pria paruh baya itu.
"Jadi, apa kita perlu menjalankan rencana kita sekarang Tuan?" Tanya bawahannya.
"Tidak. Jangan gegabah. Berikan dia waktu untuk bersenang senang sulu." Jawab pria paruh baya itu.
"Baik Tuan." Ucap bawahannya lalu pergi dari ruangan nya.
"Darvin, Darvin. Aku tidak menyangka bahwa pria kejam seperti mu bisa jatuh cinta dan bahkan menikah." Ucap pria paruh baya itu sambil memandang foto masa muda Darvin dulu.
"Tunggu lah. Permainan akan segera dimulai. Hahaha." Ucap pria paruh baya itu tertawa menggelegar.
...~ **To Be Continue ~...
*******
Udahan lagi yah..
Like dan komentar jangan lupa**.