IF LOVE

IF LOVE
If Love S2 14



"Sayang, maafkan aku terlambat menjemput mu." Pinta Darvin memelas.


"Bilang saja kau takut pada Keanu. Kau memang payah dari dulu." Ucap Zevina mengejek suaminya sambil melepaskan gaun pengantin nya.


Mereka sudah kembali ke kamar hotel.


"Bukan begitu sayang. Aku tidak menjemput mu karena aku tidak ingin dia semakin menjadi jadi terhadap mu." Jelas Darvin sambil membantu istrinya.


"Terserah kau saja." Ucap Zevina pura pura kesal, padahal hati nya sangat bahagia.


Setelah selesai melepaskan gaun pengantin nya, Darvin memakaikan pakaian yang lebih santai pada Zevina.


"Sayang, apa kita akan menambah adik untuk Ar? Kau mau berapa?" Tanya Darvin lugu.


Zevina melotot tajam padanya.


"Aku mau membuatnya, tapi setelah jadi dan lahir nanti, kau yang mengurus nya. Seperti aku yang mengurus Ar selama tiga tahun ini sendirian. Ucap Zevina ketus.


"Hei, kau mau kemana?" Tanya Darvin bingung saat melihat istrinya berjalan keluar dari kamar mereka.


"Menjemput putra ku." Ucap Zevina sedikit berteriak.


Mendengar itu, Darvin pun segera mengejar nya.


Saat sudah di lobi, mereka berpapasan dengan Derex dan Alice yang juga akan menjemput putra mereka.


"Alice, aku penasaran apa Jack sudah berhasil bertemu Liz?" Tanya Zevina penasaran.


"Belum, Jack belum berhasil menemukan nya." Ucap Alice pelan.


"Ya ampun. Harusnya kalian mencari ku jika tentang Liz." Ucap Darvin girang.


Ketiga orang itu kompak menatap tajam padanya.


"Maksud ku, aku tahu dimana Liz berada. Terakhir kali aku yang mengantar nya kesana." Ucap Darvin gelagapan.


"Sebaiknya kau katakan pada Jack dimana Liz sebelum dia gila dan mencoba merayu istri ku lagi." Titah Derex datar sambil merangkul posesif pinggang istrinya.


Alice tersenyum manis pada suaminya.


"Aku akan mengantar kalian kesana." Ucap Darvin.


Mereka berempat pun melangkah dan masuk kedalam mobil yang berbeda. Darvin dan Zevina sedangkan Alice dan Derex.


Mobil Derex melaju terlebih dahulu diikuti Darvin dari belakang.


Mereka akan kerumah Jack terlebih dulu untuk menjemput Derice dan Arzevin.


"Aku tidak menyangka Keanu melakukan semua itu untuk ku." Gumam Zevina teringat pada Keanu yang kini sedang menghilang entah kemana.


"Sudahlah sayang. Memang takdir nya bukan bersama mu." Ucap Darvin santai tersenyum penuh kemenangan.


Tak lama mereka pun sampai di rumah Jack.


Dari luar tampak sepi, namun saat mereka turun dari mobil dan berjalan masuk, semakin mendekati pintu, mereka bisa mendengar suara gaduh dua bocah laki laki dan suara Raina.


Tidak lupa suara Jack yang tertawa terbahak bahak.


"Mommy." Teriak Arzevin saat melihat Zevina.


Segera ia berlari menghampiri Zevina dan meminta gendong.


"Anak Mommy." Ucap Zevina mengecup gemas pipi putranya.


"Boy Daddy." Ucap Darvin.


"Dimana uncle Ke?" Tanya Arzevin bingung.


Tidak ada jawaban.


"Apa Mommy tidak jadi menikah dengan uncle Ke, tapi dengan Daddy?" Tanya Arzevin lagi.


Kedua nya mengangguk.


"Yeay..." Arzevin bersorak dalam gendongan Zevina.


Sedangkan Derice sibuk bermain dengan kakak tirinya sehingga tidak menghiraukan kedatangan orang tua nya.


"Derice, apa kau tidak peduli lagi pada kami?" Tanya Derex memelas.


"Peduli Dad." Jawab Derice seadanya tanpa memandang kedua orang tua nya.


Derex menggeleng.


"Jack, sebaiknya kau ganti pakaian mu. Kami ingin mengajak mu kesuatu tempat." Titah Zevina pada Jack.


"Kemana?" Tanya Jack penasaran.


"Jangan banyak tanya. Cepatlah bersiap. Waktu berjalan terus. Raina kau juga." Titah Derex tegas.


"Baik Daddy Derex." Ucap Raina yang segera berlari ke kamar nya.


Jack juga melangkah masuk kedalam kamar nya.


Mereka berenam menunggu di ruang utama dengan santai.


"Sudah." Ucap Jack bersama Raina yang sudah rapi dan berdiri di belakang mereka.


"Bawa mobil mu sendiri dan ikuti kami dari belakang." Titah Darvin.


Jack hanya menurut.


Mereka pun mulai melajukan mobil masing masing menuju ke apartemen Liz.


"Apa kau yakin Liz sekarang berada di tempat?" Tanya Zevina ragu.


"Sayang, kau tenang saja. Aku tadi sudah bertanya melalui pesan pada nya dengan alasan kita ingin mengunjungi nya." Jelas Darvin pada istrinya.


Zevina mengangguk.


"Mom siapa itu Liz?" Tanya Arzevin penasaran


"Dia itu calon istri nya uncle Jack." Jawab Zevina seadanya.


Arzevin mengangguk seolah mengerti.


Akhirnya mereka sampai di apartemen Liz.


Satu persatu dari mereka turun dari mobil masing masing.


Mereka menaiki lift untuk sampai di apartemen Liz.


Banyak orang menatap mereka dengan tatapan memuja.


Anggun, cantik dan para pria tampan.


Ting


Bunyi pintu lift terbuka.


Setelah sampai Darvin mundur dan mengijinkan Jack yang menekan bel.


"Aku gugup sekali." Ucap Jack tak ingat umur.


"Kau sudah tua Jack. Tidak perlu lagi seperti itu." Ucap Zevina meledek.


Akhirnya Alice yang menekan bel itu.


Tak lama kemudian pintu dibuka dari dalam.


"Jack, Alice." Gumam Liz.


Ia hendak menutup pintu lagi namun Alice dengan cepat menahan nya dengan telapak tangannya hingga telapak tangannya terjepit. Alice meringis kesakitan.


"Sayang, kau tidak apa apa?" Tanya Derex meraih telapak tangan istrinya dan mengelus serta meniup nya.


"Aku tidak apa apa." Ucap Alice tersenyum.


"Liz, biarkan kami masuk. Aku ingin ke kamar mandi." Pinta Zevina berpura pura.


Liz akhirnya menurut.


Mereka semua masuk beriringan.


"Kamar mandi di sana." Ucap Liz dingin menunjuk kearah kamar mandi nya.


"Aku sudah tidak ingin." Ucap Zevina tersenyum kaku.


"Duduklah." Titah Liz sambil mendudukkan dirinya disalah satu sofa single di ruang tamu nya.


Belum sempat mereka duduk semua, Jacki keluar dari kamar dan menatap satu persatu dari mereka hingga akhirnya pandangan nya jatuh pada Jack.


"Daddy?" Tanya Jacki spontan.


"Boy? Kau putra Daddy." Ucap Jack langsung menghampiri putra kecilnya dan menggendong nya.


Jack berputar putar membawa putranya saking bahagianya.


Liz terharu tidak percaya. Awalnya ia berpikir Jack tidak akan menerima putranya, namun ternyata ia salah. Jack bahkan sangat bahagia.


"Siapa nama mu?" Tanya Jack mencium gemas pipi putranya.


"Jacki dan Daddy?" Jacki bertanya kembali.


"Wah, kau memang putra ku. Nama Daddy adalah Jack. Hanya kurang satu huruf dari mu." Ucap Jack menggendong Jacki untuk duduk bersamanya.


Mereka duduk tepat di samping sofa single yang diduduki Liz, karena memang hanya tempat itu yang sengaja disisakan untuk nya.


"Liz, pulanglah dengan ku dan menikah lah dengan ku." Pinta Jack menatap dalam mata Liz dan meraih satu tangannya kedalam genggaman nya.


"Aku tidak bisa Jack. Kak Alice sudah kembali." Jawab Liz mencoba menolak.


"Sepertinya telinga mu tuli yah sehingga kau tidak bisa mendengar kami saling memanggil sayang tadi?" Ketus Derex kasar.


Zevina menepuk lengannya sedangkan Jack menunjuk wajah nya seolah mengancam.


"Liz, aku dan Alice sudah lama selesai. Dia juga sudah punya kehidupan baru yang lebih bahagia bersama keluarga kecil nya. Aku mohon, pulanglah bersama ku dan kita menikah." Pinta Jack lagi.


"Aku ... "


"Sudahlah Liz, kau tidak perlu jual mahal lagi. Membuat ku muak saja." Kini Darvin yang bersuara.


Zevina menjewer telinga nya kuat membuatnya meringis kesakitan.


"Kalian para pria apa tidak bisa sedikit berbicara lebih sopan?" Tanya Liz kesal.


"Pria ku dan pria Zevina memanglah pria kasar Liz. Tapi jika kau menginginkan pria yang sopan dan lembut, dia tepat ada di samping mu." Ucap Alice membujuk adik nya sambil menunjuk Jack.


Cup


Derex dengan cepat mengecup bibir istrinya membuat istrinya menatap nya seolah bertanya kenapa.


"Kau memuji pria lain. Jadi aku hanya membersihkan sisa kotoran nya." Ucap Derex santai sedangkan Jack yang merasa terhina hanya bisa menatap tajam padanya.


"Liz, terakhir kali aku meminta pada mu. Menikah lah dengan ku dan ikut aku pulang atau aku akan mengambil Jacki selamanya dari mu." Titah Jack mengancam Liz.


Liz diam tidak tahu harus menjawab apa.


Jack bangkit dari duduk nya sambil menggendong putranya.


"Baiklah, aku sudah tahu jawaban mu. Jangan menyesal." Ucap Jack yang sebenarnya hanya menggertak.


Perlahan ia mulai melangkah hendak menuju pintu apartemen Liz, yang lain tentu saja mengikuti langkah nya.


"Aku mau. Aku mau menikah dengan mu Jack." Ucap Liz langsung sebelum mereka benar benar berhasil pergi.


Jack berbalik.


"Katakan sekali lagi, aku tidak mendengar nya." Pinta Jack.


Bukan nya menjawab, Liz malah berlari menghampiri Jack dan langsung menyambar bibir nya.


Para orang tua yang membawa anak segera menutup mata anak anak nya termasuk Alice yang menutup mata Raina dan Jacki bersamaan karena ia berdiri paling dekat dengan Jack.


Mereka berdua berciuman panas cukup lama.


Hingga tautan bibir mereka terlepas, mereka menyatukan kening mereka.


"Aku mau menikah dengan mu Jack." Ucap Liz dengan nafas tak beraturan.


"Terima kasih Liz. Aku mencintaimu. Sungguh aku tidak berbohong." Ucap Jack pada nya.


Liz hanya mengangguk dan memeluk tubuh kekar itu bersama putra mereka.


"Daddy.." Tiba tiba Raina merengek.


Semua menatapnya heran.


"Daddy ingkar janji. Bukankah Daddy bilang aku yang akan melamar Mommy Liz untuk Daddy?" Tanya Raina merengek kesal.


Semua tertawa serentak.


Liz melepaskan pelukan nya dari Jack kemudian menghampiri gadis kecil itu.


"Raina, bolehkah aku menikah dengan Daddy mu dan meminta mu untuk menjadi putri ku?" Tanya Liz yang malah melamar Raina untuk menjadi putri tiri nya.


"Mommy Liz." Ucap Raina memeluk pinggang Liz sambil terisak haru.


Semua tertawa bahagia.


...~ To Be Continue ~...


******


Okay, Bang Jack udah sold out juga aja nih.


Like dan komentar jangan lupa yah. Makasih.