
"Selamat datang kehidupan baru." Batin Darvin menginjakkan kaki nya keluar dari bandara.
Ia baru saja mendarat di New York kota yang lima jam lebih lambat dari London, setelah kurang lebih delapan jam diatas pesawat.
Pelahan kaki nya menapaki jalanan kota yang sudah ia tinggalkan beberapa waktu ini. Kota kelahiran nya dan juga istrinya. Kota yang menyimpan banyak kisah hidup nya.
Mulai dari kedua orang tua nya yang meninggal dalam kecelakaan beruntun saat ia baru berusia empat belas tahun, hidup tersiksa bertahun tahun bersama paman nya yang menguasai hartanya, hingga akhirnya ia menjadi kuat dan membangun hubungan dengan sebuah kelompok aliansi gelap untuk menghancurkan dan menjebloskan paman nya ke penjara, lalu merebut kembali harta yang memang adalah hak dan miliknya.
Kemudian ia bertemu dengan Zevina saat ia berusia dua puluh tiga tahun, yang dimana Zevina saat itu baru berusia tujuh belas tahun. Mengenal Zevina selama setahun cukup untuk ia menjadikan Zevina kekasihnya. Zevina sama sepertinya, tidak memiliki orang tua atau keluarga lagi. Orang tua Zevina meninggal tepat saat ia genap berusia tujuh belas tahun membuat ia harus berjuang hidup sendiri untuk membiayai hidupnya dan kuliah nya.
Menjalin hubungan kekasih selama satu tahun, ia memutuskan untuk membawa Zevina tinggal bersama nya dan membiayai semua kebutuhan hidup. Sifat baik dan ketulusan hati Zevina membuat nya perlahan merasa takut akan ditinggal oleh Zevina, hingga akhirnya ia merayu Zevina agar menyerahkan dirinya. Perlahan setelah itu ia mulai memperlakukan Zevina dengan kasar jika ada pria yang mencoba merayu nya, atau bahkan jika itu teman kampus Zevina sekalipun.
Tidak hanya menghukum pria pria itu, ia juga tidak segan menghukum Zevina dan selalu menganggap Zevina yang tebar pesona untuk menggoda mereka. Bertahun tahun, ia mempertahankan Zevina dengan cara yang salah. Bukan membuat Zevina menjauh, malah dengan bodoh nya Zevina semakin dan semakin dalam mencintai nya, meski kadang rasa lelah hinggap dihati nya membuat Zevina mencoba mengakhiri semuanya.
Tidak bisa, Darvin tidak akan membiarkan wanita nya pergi dengan mudah, tidak bukan dengan mudah Darvin bahkan tidak akan pernah membiarkan wanita nya pergi. Hingga konflik terbesar adalah ketika ia membuat Zevina keguguran dan kehilangan janin yang seharusnya lebih memperkuat lagi cinta mereka. Zevina akhirnya berhasil pergi dari jerat "Cinta" Darvin.
Hendak pergi pun, Zevina masih berharap Darvin akan kembali tepat waktu dan memohon maaf pada nya seperti yang sudah sudah. Namun ia tidak mendapatkan itu dan pada akhirnya ia benar benar pergi. Tapi itu tidak lama. Enam bulan kemudian entah bagaimana Darvin berhasil menemukan nya dan bahkan menjalin kerjasama dengan perusahaan tempat nya bekerja.
Sampai pada hari itu. Darvin meminta maaf pada Zevina setelah menyadari semua kesalahan dan kebodohan nya. Ia hampir gagal meyakinkan kekasihnya namun entah terlalu bodoh atau terlalu cinta Zevina kepadanya hingga Zevina memutuskan untuk memberi nya satu kesempatan lagi, dan akhirnya mereka kembali bersama.
Darvin menepati janjinya. Ia tidak lagi menyakiti Zevina bahkan ia tidak lagi menuntut berhubungan badan selalu dengan Zevina, hingga setelah ia melamar Zevina dan mereka menikah secara pribadi barulah mereka kembali melakukan nya.
"I miss my wife so much." Ucap Darvin menggerutu.
Ia akhirnya meraih ponselnya dari sakunya dan menghubungi istrinya lewat panggilan Video.
"Hai babe." Ucap Zevina menyapa suami nya.
"Hai sayang. Aku baru saja sampai dan sekarang sedang di dalam taxi kembali kerumah kita." Ucap Darvin mengarahkan ponselnya mengitari sekitar nya.
"Jaga dirimu selama disana sayang." Ucap Zevina.
"Kau sedang apa?" tanya Darvin.
"Aku sedang menemani Raina. Tadi mereka langsung kesini setelah mengantarkan mu di bandara. Dan Jack sedang memasak." Ucap Zevina.
"Hai uncle." Ucap Raina merebut ponsel Zevina untuk menyapa Darvin dan segera mengembalikan pada Zevina.
Ada perasaan cemburu saat mendengar istrinya bersama Jack dan putrinya, tapi ia berusaha untuk menepis jauh pikiran seperti itu karena tahu istrinya sangat mencintai nya.
"Sayang, I miss you so much. Dan aku juga merindukan ... " Darvin memotong pembicaraan nya dan menatap istrinya dengan tatapan menggoda.
"Haha kau akan mendapatkan sebanyak yang kau mau sayang. Tapi kau harus kembali dulu kesini. Tidak mungkin kita melakukan nya saat jarak jauh seperti ini." Ucap Zevina tertawa kecil. Untung saja Raina sudah berlari menghampiri Ayahnya didapur, jadi tidak mendengar perkataan dewasa nya itu.
"Haha baiklah. Aku akan usahakan untuk menyelesaikan semuanya secepat nya dan kembali kesana secepat nya." Ucap Darvin tertawa kecil.
"Sayang, kau ingin tahu satu hal menggembirakan?" tanya Zevina dengan ekspresi ceria nya.
"Apa? Are you pregnant?" tanya Darvin polos.
"Kau pikir aku ini mesin yang bisa hamil dalam dua hari." Ucap Zevina dan mendapatkan tawa menggelegar dari Jack.
"Lalu apa?" tanya Darvin bingung dan menebak.
"Jack will get married." Ucap Zevina bersemangat.
"It's a good news, right?" Zevina kembali melanjutkan perkataannya.
"With whom?" tanya Darvin penasaran.
"You guessed." Ucap Zevina menyuruh Darvin menebak.
"Um, Liz?" Tanya Darvin menebak asal.
"Yeah, you're right." Ucap Zevina membenarkan jawaban Darvin.
"But, it's still a plan. He have not meet Liz yet in this two days." Ucap Zevina lagi.
"I wish him good luck." Ucap Darvin seolah memberi semangat pada Jack.
"He will, babe." Ucap Zevina.
"Ah sial." Gerutu Darvin pelan.
"Ada apa sayang?" tanya Zevina khawatir.
"Tidak, hanya saja ponsel ku batrai nya hampir habis." Ucap Darvin.
"Oh. Ya sudah, nanti saja kita menelpon lagi. Berhati hatilah disana. Dan ingat selalu jaga dirimu. Jangan terlalu lelah." Ucap Zevina.
"Kau juga. I love you so much my wife Zevina Anthony." Ucap Darvin.
"I love you too, Darvin Anthony." Zevina membalas ungkapan cinta suaminya dan panggilan pun diakhiri.
Tak lama, Darvin pun akhirnya sampai dirumah nya. Rumah nya dan Zevina, tempat yang menjadi saksi bisu kisah cinta dan semua suka duka yang sudah mereka lewati.
#####
"Kau yakin?" tanya seorang pria yang sedang melakukan panggilan.
"Benar bos. Pria itu sudah kembali ke New York tanpa wanita nya." Ucap pria lain dibalik panggilan.
"Begitu ya." pria tampan menggerutu sambil mengetuk pegangan kursi nya dengan jari nya.
"Apa kita akan menjalankan rencana kita sekarang bos?" tanya pria di seberang sana.
"Tidak, tidak. Tahan dulu. Nanti saja, jika sudah waktunya aku akan mengabari mu. Kau hanya perlu menyiapkan dirimu saja." Ucap pria itu dengan nada santai pada anak buah nya.
"Baik bos jika begitu." Ucap anak buah nya dan ia pun mengakhiri panggilan nya.
"Darvin Anthony." Ucap nya dengan jari telunjuk nya yang tak henti mengetuk pegangan kursi yang ia duduki. Seringai menyeramkan lagi lagi terbit di wajah tampan nya.
*********
Duh duh, siapa lagi pria misterius yang songong ini?
Jangan bosan untuk selalu tinggalkan komentar, like, vote, favorit, dan share cerita ku sebagai bentuk dukungan kalian untuk ku.
Makasih buat kalian yang selalu setia.
Selalu jaga kesehatan kalian yah.