IF LOVE

IF LOVE
If Love 64



NOTE : 21+ dibagian akhir.


[ Jangan lupa mampir di karya ku yang judulnya


" Truth Or Dare? (Terjebak Cinta Pembunuh Psikopat) "


dan "IF LOVE " Tinggalkan jejak komentar dan like kalo udah mampir ya. Makasih. ]


...~ Happy Reading ~...


.


.


.


.


Zevina, Derex, dan Keanu kini sedang berada di dalam mobil yang dikemudikan salah satu bawahan Keanu.


Mereka kini dalam perjalanan menuju bandara pribadi Derex.


Tampak diluar sedang hujan gerimis membuat Zevina setia memandang keluar jendela mobil.


Air mata nya tampak menetes.


"Sampai jumpa London. Sampai jumpa semua kenangan yang telah terjadi di sini. Teruntuk semua kenangan indah, terima kasih telah mengajarkan ku arti bahagia. Teruntuk semua kenangan pahit, terima kasih telah mengajarkan arti menjadi kuat. Teruntuk semua kesepian, terima kasih pada akhirnya kalian memberikan sebuah keluarga lagi untuk ku.


Dan teruntuk mu Darvin.


Sekalipun mereka mengatakan kau telah pergi selamanya meninggalkan ku dan baby, tapi jauh di lubuk hatiku yang paling dalam, masih tersisa sedikit harapan akan keajaiban berharap agar kau masih berjuang hidup di bagian lain kota ini hingga suatu saat takdir mempertemukan kita kembali.


Baby, terima kasih sudah hadir dalam hidup Mommy. Mommy berjanji akan menjadi Ibu yang baik untuk mu terlepas dari segala kekurangan Mommy.


Jack, terima kasih telah menjaga ku. Walau awal nya kau adalah pria brengsek yang mencoba menyakiti ku, tapi pada akhirnya kau lah yang menjaga ku sesaat sebelum berita tentang Darvin datang menyiksa ku.


Raina, terima kasih. Kau adalah gadis terlucu yang pernah aku temui. Aku yakin kau adalah gadis yang pantang menyerah untuk masa depan mu nanti.


London, terima kasih untuk semua yang kau berikan disini. Walau waktu ku tidak panjang menetap di sini, tapi semua yang terjadi disini sangat luar biasa.


Sampai bertemu kembali."


"Derex." Zevina memanggil Derex dengan suara parau.


"Ya?" Derex sedikit tersentak karena sedari tadi ia sibuk bertukar pesan dengan istrinya.


Zevina langsung berbalik dan memeluk kakak nya. Ia menyembunyikan wajahnya di dada Derex.


"Hei, are you okay?" Tanya Derex khawatir.


"Let me hug you for a moment." Pinta Zevina.


"Hei, you can hug me every time whenever you need." Ucap Derex tulus sambil mengelus punggung adiknya.


Keanu yang melihat semua itu, mengepalkan tangannya kuat.


Bukan karena cemburu pada Derex, tapi rasanya ia sangat benci melihat Zevina menangis.


"Zev, tidak bisakah kau ijinkan aku untuk mengganti kebahagiaan mu yang hilang?" Batin Keanu kemudian memejamkan matanya.


Hening.


Keempat orang itu masing masing berkutat dengan pikiran masing masing.


Tak lama kemudian mereka pun akhirnya sampai di bandara.


Keanu dan Derex turun terlebih dahulu. Saat Derex hendak mengitari mobilnya untuk membukakan Zevina pintu, Keanu sudah terlebih dulu beraksi dilengkapi payung ditangan nya untuk melindungi Zevina dari hujan.


"Terima kasih." Ucap Zevina singkat.


Dengan berhati hati Keanu menuntun Zevina untuk naik ke dalam jet pribadi milik Derex. Keanu tidak peduli jika setelah ini akan mendapatkan hukuman dari Derex.


Jika hukuman dari Derex bisa membantunya meraih hati Zevina, kenapa tidak? Pikirnya.


Setelah menuntun Zevina untuk duduk, Keanu pun kembali turun dari jet itu untuk mengambil barang barang bawaan mereka dari mobil.


"Maaf Tuan." Ucap Keanu saat melihat Derex dan bawahannya sibuk mengeluarkan semua barang barang mereka dari bagasi mobil.


Derex tidak menjawab dan langsung melenggang pergi dan masuk kedalam jet.


Akhirnya Keanu dan bawahannya menurunkan semua barang barang mereka dan memindahkan kedalam bagasi jet mereka.


Tak lama setelah itu, jet pun lepas landas dikemudikan oleh pilot pribadi Derex.


Zevina tidak bersuara sedikitpun dan Derex mencoba mengerti.


Pasti masih terasa berat setelah semua yang telah terjadi.


Hampir sekitar tiga jam penerbangan, akhirnya jet pun mendarat.


Derex turun terlebih dulu, kini Keanu tidak ikut campur untuk membantu Zevina.


Derex menuntun Zevina masuk kedalam mobil yang terparkir rapi di dekat bandara Derex.


Setelah itu Derex kembali membantu Keanu memindahkan barang barang mereka.


Agak repot memang karena Derex sengaja tidak memanggil anak buah nya walau sebenarnya anak buahnya tersebar di mana mana.


Setelah selesai, Keanu pun melajukan mobil itu kembali ke istana Derex.


Sepanjang perjalanan Zevina menatap kagum dengan semua bangunan bangunan megah yang menghiasi setiap sudut kota itu.


"Little, aku harap kau betah di sini." Ucap Derex penuh harap.


"Aku akan betah Derex. Karena disinilah keluarga ku sekarang." Ucap Zevina tersenyum.


Mereka pun kembali hening, hingga akhirnya sampai di istana mewah milik Derex.


"Daddy." Derice berteriak kegirangan sambil berlari memeluk kaki Ayahnya dan langsung digapai oleh Derex dalam gendongan nya.


Derex memang sudah memberitahu Alice tentang kepulangan nya.


"Sayang." Alice juga menghampiri Derex dan langsung mendapatkan pelukan dan kecupan dari Derex.


"Kau sudah makan?" Tanya Derex untuk pertama kalinya pada Alice.


Alice tersentuh mendengar pertanyaan yang tidak pernah Derex tanyakan itu.


"Belum. Aku menunggu kalian." Jawab Alice tersenyum.


"Daddy, siapa aunty itu?" Tanya Derice saat melihat Zevina mendekat dibantu oleh Keanu.


"That's your aunty. Adiknya Daddy." Ucap Derex kemudian mengenalkan Zevina pada Derice.


"Thank you." Zevina membalas.


"Hai Zev, selamat datang dirumah kita. Semoga kau betah di sini." Ucap Alice tulus memeluk Zevina.


"Terima kasih Alice." Zevina membalas pelukan nya.


"Ya sudah, ayo masuk. Makan malam sudah menunggu." Ajak Alice pada semua nya.


"Keanu, bergabung lah dengan kami." Titah Derex saat ia melihat Keanu hendak pergi.


"Tapi Tuan aku ... "


"Jika kau memang menyukai little, maka kau harus berusaha lebih giat terutama mendapatkan restu dari ku." Ucap Derex yang sebenarnya niat menggoda Keanu, tetapi nada bicaranya malah terdengar mengancam.


"Baik Tuan." Ucap Keanu akhirnya.


Mereka pun masuk bersama.


Derex, Alice, dan Derice duduk di barisan yang sama sedangkan Keanu dan Zevina duduk di barisan berhadapan dengan ketiga orang itu.


"Zev, kau harus makan yang banyak agar bayi mu sehat." Ucap Alice menyendok beberapa lauk dan sayuran untuk Zevina.


"Terima kasih." Ucap Zevina tersenyum.


"Alice, Raina sangat mirip dengan mu. Sungguh, dia itu sangat manis dan lucu." Ucap Zevina mencoba akrab dengan kakak ipar nya.


"Kau mengenal nya?" Tanya Alice bingung.


"Hem. Apa Derex tidak cerita?" Tanya Zevina bingung.


Alice menggeleng.


"Ya sudah. Nanti aku akan menceritakannya secara perlahan untuk mu. Aku juga memotret banyak foto nya untuk mu." Ucap Zevina semangat.


Alice mengangguk bahagia. Bagaimana pun juga Raina tetap putrinya walaupun ia tidak mencintai Ayahnya Raina.


Selesai makan, mereka pun berkumpul di ruang keluarga. Lagi lagi Keanu dipaksa ikut oleh Derex.


Mereka bercerita banyak hal terutama Zevina dan Alice. Bahkan tak jarang Alice tertawa lepas mendengar cerita Zevina.


Derex menatap lekat pada istrinya bahkan bisa dibilang ia tidak berkedip.


"Ya sudah, aku akan mengantar mu ke kamar. Kau harus segera beristirahat." Ucap Alice kemudian menuntun Zevina kekamar.


"Dad, bolehkah aku tidur bersama aunty?" Pinta Derice.


Derex mengangguk dan Derice segera mengejar dua wanita itu.


Setelah selesai mengurus Zevina, Alice langsung kembali ke kamar nya. Memang sudah biasa seperti itu.


Alice akan ke kamar sendirian dan Derex akan kembali bekerja.


Setelah dikamar, Alice pun segera mengganti pakaian nya menjadi lingerie tipis. Kemudian ia duduk di kursi meja rias nya untuk menghapus make up nya.


Ceklek


Pintu kamarnya dibuka oleh Derex.


Derex berjalan perlahan mendekati istrinya yang tidak sadar akan kedatangan nya.


Derex memegang pundak istrinya membuat Alice tersentak.


"Sayang, ada apa?" Tanya Alice bingung pasalnya tidak biasanya Derex menghampiri nya seperti ini.


Derex tidak menjawab.


Ia membungkuk dan melingkarkan tangannya di perut Alice dan meletakkan dagu nya pada pundak Alice.


Alice bingung.


"I want you." Pinta Derex kemudian menurunkan tali tipis lengan lingerie Alice dengan gigitan.


Perlahan ia mencumbu leher Alice dengan lembut.


Alice memejamkan matanya menikmati cumbuan suaminya yang tidak seperti biasanya.


Derex memutar posisi Alice hingga berhadapan dengan nya.


"I love you Alice Austin."


Derex langsung menyambar bibir yang sudah sangat ia rindukan itu.


Ia menuntun Alice berdiri dan melepaskan lingerie Alice.


Ia berhenti sejenak lalu membuka pakaiannya hingga mereka sama sama polos.


Ia kemudian mengangkat tubuh Alice menuju ke atas nakas yang tidak tertata apapun dan mendudukkan Alice diatasnya.


Perlahan ia kembali mencumbu lembut istrinya.


"Ehhm.." Alice mendesah sambil menggigit bibir bawah nya.


Derex tersenyum dan meneruskan permainan nya hingga semakin turun tepat pada surga nya.


Derex bermain lembut disana dengan mulutnya. Alice semakin terbakar hingga menjambak rambut Derex membuat Derex semakin bersemangat.


Tanpa diminta Derex pun menyatukan miliknya pada istrinya dan menghentak nya secara perlahan dengan posisi Alice duduk di atas nakas dan ia berdiri.


"Argh baby..ini sangat nikmat." Ucap Derex terus menghentak miliknya.


Alice menggeliat tak karuan karena permainan suaminya yang tidak biasanya.


"Akh..Derex i love you." Ucap Alice sambil mendesah hebat dan mencakar punggung suaminya.


"I love you more Mrs. Autin." Derex membalas dan terus menghentak miliknya sambil mencumbu istrinya.


"Aku berjanji sayang, mulai sekarang aku akan memberikan lebih banyak waktu untuk bersama mu dan Derice." Ucap Derex ditengah permainan nya.


Alice hanya mengangguk menikmati setiap hujaman yang diberikan suaminya.


Pertarungan panas terus terjadi, dan berpindah tempat hingga bertukar posisi. Saling menyalurkan hasrat terpendam dan cinta yang tidak pernah terungkap secara nyata.


......~ **To Be Continue ~......


*******


Btw, 1 bab lagi season 1 bakal end.


Like dan komentar jangan lupa**.