High School Love Story

High School Love Story
S2#25



Beberapa saat kemudian Devan sudah sampai di ruang uks,dia kaget melihat Gia yang menangis dan memegangi perutnya.


"Gi,lo kenapa.?" Tanya Devan.


"Sumpah sakit banget Dev gue gak kuat." Seru Gia lirih.


"Emang kalau cewe pms itu sakit."


"Ya sakitlah ogeb,emang pacarlo gak pernah pms." Devan diam mendengar pertanyaan Gia membuat Gia bingung.


"Jangan bilang lo gak pernah pacaran." Ujar Gia,setelah itu Gia tertawa melihat muka Devan yang menahan rasa kesalnya.


"Lo aneh,tadi nangis sekarang ketawa.Gue takut lo lama-lama gil*." Seru Devan dengan muka datarnya.


"Enak aja lo ngatain gue gil*,yang ada lo tuh ogeb."


"Serah lo deh.Nih cepetan ganti." Ujar Devan sambil menyerahkan kantong plastik yang di bawanya tadi kepada Gia.


"Wait,apaan nih." Tanya Gia sambil mencoba membuka kantong plastik itu.Gia tersenyum saat tau isinya.


"Uhhhh sweet banget sih ketan makasih banyak ya nanti gue ganti uangnya.Btw maaf gue tadi udah marah-marah." Seru Gia dengan senyumannya yang sangat manis bahkan Devan sampai ingin mencubit pipinya yang chubby itu.


"Gak usah di ganti,gue gak bakalan bangkrut hanya karena membelikan lo pembalut sama seragam."


"Idddih sombong amat." Setelah itu Gia pergi ke toilet untuk mengganti seragamnya.


Beberapa menit kemudian,Devan masih setia menunggu Gia di dalam uks.


"Dev jaket lo gue bawa mau gue cuci." Ujar Gia.


"Ya iya lah bawa,itu udah kotor bekas darah lo."


"Sumpah lo ngeselin banget,tapi lo juga baik."


"Lo muji gue apa ngehina gue."


"Dua-duanya." Ujar Gia dengan wajah tanpa dosanya.


"Yaudah masuk kelas yuk." Ajak Gia,Devan pun mengiyakan.


#####


Sepulang sekolah.


Gia berencana ingin mengunjungi Zea ke panti tapi sayangnya Iffy dan Rheina tidak bisa ikut.Iffy yang sedang pergi ke acara keluarga Abraham,sementara Rheina ada kegiatan osis di sekolah.Tapi itu tidak membuat Gia mengurungkan niatnya,dia mengendarai mobilnya sendirian ke panti Zea walaupun sempat berdebat dengan Daddy nya tadi.


Sebelum sampai di panti Gia menyempatkan berhenti di supermarket untuk membeli makanan buat anak-anak di panti.


Beberapa saat kemudian,Gia sudah sampai di panti. Begitu turun dari mobil Gia langsung dihampiri oleh beberapa anak kecil. Gia dengan senang hati memeluk mereka satu persatu,setelah itu Gia membagikan mereka masing- masing beberapa makanan yang dia bawa tadi.


Kemudian Zea datang menghampiri Gia.


"Anak-anak kak Zea mau bawa kak Gianya dulu ya ke dalam kalian lanjutkan bermainnya." Ujar Zea,mereka pun mengiyakan permintaan Zea.


Setelah itu Zea mengajak Gia masuk ke dalam kamarnya.


"Lo gak takut sendirian ke sini?." Tanya Zea.


"Ya enggak lah Ze,lagian bosen gue di rumah gak ada siapa-siapa." Ujar Gia.


"Emang tante Dea kemana?."


"Mom sama Dad lagi pergi ke pesta rekan bisnisnya. Oh ya gak mau nanya bang Gio.?". Goda Gia membuat Zea merasa malu.


"Apaan sih lo Gi,gak jelas." Ujar Zea.


Sebenarnya Gia sudah tau kalau sahabatnya itu punya rasa terhadap abangnya.Pernah Gia memergoki Zea sedang menatap Gio dengan dalam saat Zea berkunjung ke rumah Gia beberapa hari yang lalu.Entah kenapa Gia lebih setuju abangnya itu bersama Zea daripada Rheina.Tapi Gia juga takut kalau seandainya Zea tersakiti suatu saat karena masalalu Gio.


Sementara di lain tempat.


Iffy saat ini sedang berada di pesta keluarga Abraham,tetapi tiba-tiba Ansel datang ke acara pesta tersebut membuat Dena dan Fano bertanya-tanya.


"Selamat malam juga nak Ansel." Jawab Fano.


"Silahkan nikmati hidangan yang ada di sini,kami akan memanggilkan Iffy." Seru Dena sopan dan diangguki oleh Ansel.Memang Ansel mendapat undanga pribadi dari Iffy,awalnya Ansel merasa tidak yakin tapi karena paksaan dari Iffy akhirnya Ansel menghadiri pesta keluarga Abraham itu.


Flashback...


Saat ini Ansel dan Iffy berada di taman.


"Lo masih belum jawab pertanyaan gue waktu itu Fy." Ujar Ansel.Sementara Iffy diam karena tidak tau harus menjawab apa.


"Lo masih inget kan maksud gue yang mana." Sambung Ansel.


"Gue inget Ans,tapi gue masih bingung."


"Gue gak maksa lo harus nerima gue,gue hanya ingin meminta kepastian dari lo aja.Lo tau kan nunggu kepastian itu gak enak Fy."


"Gue mau jawab,asalkan lo mau datang ke pesta keluarga gue minggu depan."


Glek.Ansel terdiam dengan permintaan Iffy. Bukannya Ansel tidak mau memenuhi permintaan Iffy,tapi siapa yang tidak tau keluarga Iffy cucu dari keluarga Abraham dan juga keluarga Krismantara yang cukup berpengaruh di dunia bisnis.


Tetapi karena rasa cintanya terhadap Iffy,Ansel mengiyakan permintaan Iffy.


"Oke gue bakalan dateng minggu depan." Seru Ansel membuat Iffy senang.


Flashback on..


Akhirnya Iffy menghampiri Ansel,malam itu Iffy terlihat sangat cantik sekali dengan gaun yang menjuntai indah di tubuhnya.Ansel pun juga begitu.


"Ayo kita ke Mama sama Papa gue." Ajak Iffy. Memang Iffy berencana ingin membuat Ansel menyatakan perasaannya langsung di depan kedua orangtua Iffy.


Setelah menemukan keberadaan Fano dan Dea,Iffy meminta waktu kedua orang tuanya untuk mendengarkan ucapan Ansel.


"Udah ngomong aja sekarang apa yang lo mau Ans." Ujar Iffy,membuat Ansel kaget.Tapi sebagai seorang laki-laki sejati Ansel memberanikan diri langsung izin untuk berpacaran dengan Steffy.


"Mohon maaf sebelumnya om tante,saya datang ke sini karena sekalian meminta izin untuk berpacaran dengan Steffy.Saya Ansel Adelard Bhalendra menyukai Steffy Denia Abraham." Jelas Ansel.


"Bhalendra?jadi kamu anak dari Rio Bhalendra." Tanya Fano.


"Iya om."


"Sayang dia anaknya Rio,sahabat kuliah aku sama Rendy dulu." Ujar Fano kepada Dena.


"Ah iya sekarang aku inget,Rio yang dulu pernah suka sama Sasya." Seru Dena.


"Jadi om sama tante sahabat papi." Tanya Ansel bingung.


"Iya nak,Rio sahabat kami dan sekarang putranya sedang berhadapan dengan keluarga Abraham." Ujar Fano.


"Sayang,Iffy apa kamu menyukai Ansel." Tanya Dena.


Iffy menganggukkan kepalanya.


"Apa kamu akan membahagiakan putri saya.?" Tanya Fano kali ini.


"Iya om saya janji akan membahagiakan Steffy izinkan saya untuk mengikat Steffy,tapi maaf kalau untuk sekarang saya hanya bisa mengikat Iffy hanya sebagai pacar tapi nanti setelah saya memegang perusahaan papi saya janji akan mengikat Steffy lebih dari ini." Jelas Ansel.


Mendengar jawaban Ansel membuat Fano yakin untuk menitipkan putrinya kepada Ansel.


"Baiklah kalian boleh pacaran,asalkan jangan sampai melewati batas. Dan Ansel kalau kamu sampai melukai putri kesayangan saya,saat itu juga saya akan menghancurkan keluarga Bhalendra." Ucap Fano tegas.


"Siap om." Seru Ansel,Iffy sangat senang mendengar dirinya diperbolehkan berpacaran dengan Ansel.


Ah begini rasanya diperlakukan seperti ratu.Batin Iffy.


.


.


.