High School Love Story

High School Love Story
Chapter 17



Dukung author dengan vote dan comment nya. Terima kasih.


Happy reading (◠‿◕)


"Noona, jangan begini dong. Gue jadi nggak tau harus apa kalo lo gini."


"Bentar aja Byung, gue mau dipelukan lo sebentar."


"Kenapa baru sekarang lo ngomong kalo kita pernah ketemu noona?"


"Itu karena gue rasa belum saatnya lo tau dan nggak ada kesempatan gue buat ngomong berdua sama lo." Jelas Naeun.


"Lo kan selalu sama Chorong eonni, gue takut buat ganggu kalian."


"Gue sudah putus sama dia kok." Balas Byungchan.


"Hah?! Kenapa tiba tiba?!"


"Nggak tau, Chorong noona yang minta putus sama gue. Gue iyain ajalah, kan gue nggak mau memaksa."


"Sabar yah Byung, gue tau gimana rasanya ditinggal sama orang yang disayang. Gue dan Jinyoung pernah punya hubungan tapi dia pergi ninggalin gue. Dan saat itu juga gue ketemu sama lo yang hibur gue."


"Kenapa dia pergi noona?" Tanya Byungchan.


"Mendadak dia ada urusan di luar negeri dan dia nggak kasih kabar ke gue."


"Jinyoung sepertinya masih sayang sama noona."


"Gue nggak tau harus gimana hadapin dia Byung." Curhat Naeun.


"Hm, kalo gitu mulai sekarang lo bisa kapanpun datang ke gue noona."


"Makasih yah Byung sudah selalu ada buat gue." Ucap Naeun.


"Sama sama noona." Balas Byungchan dan membalas pelukan Naeun.


Dari jauh Jinyoung melihat dan mendengar semua percakapan Naeun dan Byungchan. Jinyoung tadinya mau mengajak Naeun berkeliling vila. Tapi karena melihat Naeun bersama Byungchan, ia urungkan niatnya.


"Gue akan berusaha menjauh dan melupakan lo noona. Gue nggak mau lo tersiksa karena gue. Mungkin kita nggak akan bisa bersatu lagi." Batin Jinyoung.


Ditempat lain Seungwoo membantu Chorong memasak buat anak anak lain. Chorong sebenarnya belum nyaman terhadap Seungwoo, tapi dia berusaha terlihat biasa.


"Noona, ini gue bantu apa?" Tanya Seungwoo.


"Bantu kupas tuh kentang dan cincang wortelnya supaya halus."


"Gimana caranya? Gue cuma tau masak air sama mie doang."


"Gini caranya Woo." Balas Chorong dan membantu Seungwoo mengupas kentang.


"Auu." Ucap Seungwoo meringis jarinya yang tergores pisau.


"Hati hati dong Woo, gue ambilkan plester dulu. Tunggu yah."


Beberapa menit kemudian Chorong datang membawa plester dan memakaikannya ke jari Seungwoo.


"Nih, biar gue pakaikan."


"Makasih noona, perhatian banget sama gue. Sudah mulai suka sama gue noona?"


"Enak saja, pergi sana lo bikin tambah repot."


"Kalo udah jadi, suruh aja gue panggil anak anak. Gue bakal langsung datang. Btw, wajah noona merah lagi." Balas Seungwoo dan pergi.


"Fyuh, untung Seungwoo sudah pergi. Kan gue malu jadinya."


Chorong pun selesai memasak, ia kemudian memanggil Seungwoo untuk mencari yang lain.


"Woo!!" Lo dimana?"


"Panggil anak anak yang lain dong!" Teriak Chorong.


"Seungwoo telah datang." Ucap Seungwoo dan menghampiri Chorong.


"Panggil yang lain noh."


"Siap noona, tapi ada yang kurang."


"Apaan Woo? Perasaan masakan gue nggak kurang deh."


"Elus dulu kepala gue baru gue bisa pergi."


"Ih Jahat noona, gue pergi cari yang lain dulu."tak lupa ia mencubit kedua pipi Chorong dan kabur sebelum di habisi.


"Hay, Bin kalian masih main game?"


"Iya, gue sama noona nanti makannya. Duluan aja sana."


"Oke."


Seungwoo pun mencari Jinyoung, Naeun, dan Byungchan.


"Mereka bertiga dimana?" Gumam Seungwoo.


"Eh hyung, ada apa?" Tanya Jinyoung dari belakang.


"Bikin kaget lo Young, mana Byungchan sama Naeun?" Tanya Seungwoo.


"Nggak tau, gue duluan ke meja makan yah."


"Ok, gue lanjut cari mereka dulu. Tungguin yah."


"Hm." Jinyoung pergi ke ruang makan yang diisi dengan berbagai makanan yang enak.


"Wah, enak banget. Ini bikinan noona semua?"


"Hum, iya Young."


"Kita tunggu yang lain dulu." Lanjut Chorong.


"Naeun!! Byungchan!" Teriak Seungwoo.


"Kalian dimana? Gue dan lainnya mau makan nih."


"Eh hyung, lo nyari kita dari tadi?"


"Iyalah, dasar kalian pacaran terus!"


"Hahahaha, gue sama Naeun noona nggak pacaran loh. Cuma jalan jalan."


"Ya sudah buruan ke ruang makan, sudah ditunggu pasti sama Chorong eonni dan lain."


Mereka bertiga ke ruang makan dan melihat banyak makanan yang tertata rapi dan menyegarkan mata.


"Harum banget masakan noona." Ucap Jinyoung.


"Gue nambah boleh nih?" Tanya Jinyoung.


"Tambah aja Young, bagus malah."


"Kalo gitu gue juga nambah yah noona kan lo yang masak ini semua. Jadi gue harus habisin."


"Ingat lo Subin sama Hayoung belum makan." Tegas Chorong.


"Ah lupa gue, oke deh gue nggak habisin."


"Young, tumben lo makan banyak. Biasanya kan makanan lo sedikit banget dan nggak biasanya lo nambah." Ucap Naeun khawatir.


"Gue lapar banget, nggak papa kan kalo gue nambah?!"


"Nggak sih, tapi lo agak aneh. Gue khawatir sama lo."


"Nggak aneh gue, gue sudah selesai Chorong noona. Duluan ke kamar yah." Pamit Jinyoung ke Chorong.


"Tuh anak kenapa?" Tanya Byungchan.


"Tau deh Byung, nggak usah pikirin."


Line


Line


Jinyoung membuka ponselnya dan melihat Daehwi mengechat dia.


Daehwi


"Hyung, gue mau kenalin sepupu gue sama lo. Kalau ada waktu hubungi gue yah."


"Read aja, nggak usah dibalas."


"Sepupu? Daehwi punya sepupu? Kenapa dia mau ngenalin ke gue? Boleh juga, gue mau coba move on dari Naeun noona. Mungkin ini yang paling baik." Gumam Jinyoung.