High School Love Story

High School Love Story
S2#20



Hari ini adalah keberangkatan Gia dan teman-temannya ke bogor,saat ini Gia sudah berada di dalam bis.Mereka sengaja memilih satu bis termasuk Kenzo dan juga Rheina. Gia memilih duduk dengan Zea,Iffy dengan Rheina,Devan dengan Ansel,dan Kenzo yang memilih duduk sendirian karena dia kesal tidak ada yang mau menemaninya.


"Ah senangnya bisa ikut camping." Seru Gia dengan wajah yang berseri-seri,Devan sesekali menatap wajah Gia yang sangat bahagia itu.


"Emang dari kecil lo gak pernah camping?." Tanya Zea.


"Pernah,tapi karena kejadian itu daddy sama mommy gak pernah ngizinin gue lagi."


"Kejadian apa Gi." Tanya Zea yang mulai penasaran.


"Menurut lo aneh gak,gue sempet mau diculik pas lagi camping keluarga.Padahal di tempat itu hanya ada keluarga gue dan kata daddy tempat itu gak ada yang tau selain mommy dan bang Gio."


"Hah kok bisa gitu Gi."


"Gak tau kata daddy sih mungkin musuh bisnisnya.Kalau sekarang gue diizinin pasti karena suatu saat nanti mereka tidak akan bisa mengabulkan permintaan gue lagi." Seru Gia lirih.


"Maksud lo." Zea merasa aneh dengan ucapan Gia.


"Ah udahlah jangan bahas itu,hari ini kita harus have fun sama-sama." Ujar Gia sengaja mengalihkan pembicaraan Zea. Sementara Zea masih berpikir keras dengan kata-kata Gia tadi,memang kesannya Zea tidak peduli dengan temannya tapi Zea sangat menyayangi mereka terutama Gia. Rasa sayang Zea sangat besar terhadap Gia walaupun Gia sering membuat Zea naik darah.


Sementara di belakang kursi Gia dan Zea,di sana ada Kana dan Sharen yang selalu menatap teman Gia sinis tidak lupa dengan senyuman anehnya.


Nikmatin dulu perasaan bahagia lo Giana.Batin Kana.


"let's start the game Gianaa." Sambung Sharen pelan sambil memandang Kana dan mereka berdua tertawa dengan segala rencana buruknya.


Saat Gia sedang menikmati perjalanannya tiba-tiba ada yang memasang sesuatu di telinganya,karena kaget Gia langsung mendorong orang yang disebelahnya itu. Masabodo meskipun itu Zea pikir Gia. Tapi ternyata Gia salah,dia adalah Devan .


Devan yang didorong Gia,merasa kesal sekaligus malu karena ada yang menertawakannya meskipun banyak juga yang tertidur. Gia menatap Devan dengan wajah tanpa dosanya itu dia menatap ke sembarang arah mencari partner duduknya tadi.


Sampai akhirnya Gia melihat Zea bersama Rheina yang tertidur,sementara Iffy sudah pindah dengan Ansel lain halnya Kenzo yang sibuk dengan dunia game online.


"Lo punya dendam apa sih sama gue Gi." Tanya Devan kesal,pasalnya Gia malah ketawa melihat Devan yang terjatuh bukannya meminta maaf.


"Lagian lo ngapain coba duduk di tempatnya Zea. Udah tau gue lagi diem nikmatin pemandangan eh taunya lo ngagetin gue untung cuma gue dorong kalau gue tendang gimana coba." Ujar Gia panjang lebar.


"Ah serah lo deh,gak ada habisnya ngomong sama gigi hidup kek lo." Seru Devan sambil duduk di samping Gia.


"Ya terus lo ngapain duduk di sini hah?."


"Tadi Ansel nyuruh Iffy pindah duduk sama dia,terus gue bingung mau duduk dimana.Gue kan gak kenal sama Rheina yaudah gue nyuruh Zea pindah." Ucap Devan.


"Oh." Ujar Gia dengan watadosnya. Membuat emosi Devan sudah sampai di ubun-ubun,tapi setelah melihat wajah Gia yang lucu Devan tidak tega kalau harus memarahinya karena ujung-ujungnya gadis itu tidak akan mau kalah berdebat dengan Devan.


Setelah itu Devan mencoba memasang earphone ditelinga Gia,Gia yang mendapat perilaku itu sejenak beradu pandang dengan Devan.Tapi setelah itu mereka mengakhiri tatapannya,karena Gia yang sengaja meniup mata Devan.


"Lo apa-apaansih Gi." Seru Devan kesal.


"Alesan aja lo,yaudah mending lo sekarang istirahat karena perjalanan kita masih jauh." Perintah Devan,seperti di hipnotis Gia langsung mengangguk dan mengubah posisi duduknya dengan nyaman.


Beberapa menit kemudian,Devan melihat Gia yang sudah tertidur pulas.Devan tidak henti memandangi wajah Gia yang tenang itu.


Mau gimanapun lo tetep cantik Gi.Apalagi kalo lagi tidur kayak gini sumpah cantik banget,tapi kalo lagi sadar ngeselinnya minta ampun.Batin Devan.


Dengan perlahan Devan menarik kepala Gia ke pundaknya,Gia hanya menggeliat kecil setelah itu kembali tidur dengan pulas.Sementara Devan kembali memainkan game online nya.


Sementara di lain tempat.


Gio menerima telfon dari anak buahnya bahwa dia masih tidak menemukan gadis pemilik surat itu,membuat Gio frustasi.


"Kemana lagi gue harus cari dia.Gue gak tau kenapa hati gue nyuruh nyari gadis ini,tapi yang jelas setiap gue inget pandangan matanya,gue seakan terhipnotis untuk selalu mencari dia." Ujar Gio lirih.


Gio kembali memikirkan pertemuannya dengan Zea di rumahnya waktu itu,pandangan mata Zea sama dengan gadis kecil yang Gio cari itu.


"Argh,tapi gak mungkin juga kalau Zea.Berasa dunia sempit banget kalau gitu." Gumam Gio.


Setelah itu Gio kembali menyuruh anak buahnya untuk tetap mencari gadis panti asuhan pemilik surat itu.


Back to Gia.


Setelah beberapa jam perjalanan,akhirnya mereka semua sampai di tempat tujuan. Tapi mereka harus berjalan sejauh seratus meter untuk sampai di lokasi campingnya.


Sementara Gia agak tidak yakin bisa berjalan sejauh itu,karena saat ini Gia merasa lelah akibat perjalanan tadi.Tiba-tiba suara Kenzo mengagetkan Gia.


"Gi,lo masih kuat kan kalau harus jalan ke lokasi campingnya.Obatnya lo bawa kan?" Tanya Kenzo khawatir,karena dia tau betul penyakit yang sedang diderita Gia.


"Entahlah Kenz.Tapi gak ada pilihan lain lagi.Gue selalu bawa kok lo tenang aja." Seru Gia lesu. Devan yang tidak sengaja mendengar pembicaraan Kenzo dan Gia mengernyit heran,kenapa Kenzo sepertinya menghawatirkan keadaan Gia.


"Maksud lo apa Kenz dan obat apa?." Tanya Devan tiba-tiba.


"Ish apasih Dev,Kenzo cuma khawatir kalau gue nanti nyusahin dia pas jalan ke sana." Ujar Gia berbohong.


"Iya Dev,dan soal obat itu,itu obat vitamin supaya Gia tidak lelah.Gue sama Iffy juga bawa kok."Sambung Kenzo.


Devan memandang mereka berdua bergantian.Devan masih tidak percaya,dia semakin yakin ada suatu hal yang sedang disembunyikan oleh mereka,tapi mau memaksa pun Devan tau hasilnya nanti akan berdebat dengan Gia.


Setelah itu,Iffy,Zea,Rheina dan Ansel menghampiri mereka dan mengajak berjalan bersama-sama karena hari sudah mulai sore sedangkan mereka harus segera mendirikan tenda sebelum malam hari.


.


.


.